Sahabatku, percayalah bahwa Tuhan adalah Penciptamu, Pelindungmu, dan Pemeliharamu. Dia Mahakuasa, penuh belas kasihan, pengampun, dan baik adanya. Kita bisa mengenal Tuhan lebih dekat melalui firman-Nya. Yakinlah, Dia peduli dengan hidupmu, mengasihimu, dan telah menyiapkan rencana yang indah untukmu.
Bahkan sebelum sesuatu terjadi, Tuhan sudah mengetahuinya. Kasih-Nya tak terbatas. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 41:13, "Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, yang memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." Tuhan akan selalu menyertai kita, kita hanya perlu mendekat kepada-Nya.
Ingatlah, Dia adalah Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu, yang telah menyelamatkan dunia melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.
Sebab itu, dengan perantaraan Yesus, hendaklah kita selalu memuji-muji Allah; itu merupakan kurban syukur kita kepada-Nya, yang kita persembahkan melalui ucapan bibir untuk memuliakan nama-Nya.
Mazmur Daud, ketika ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir lalu pergi.
Ia menarik aku dari lubang yang berbahaya, dari lumpur rawa. Ia menempatkan aku di atas bukit batu, sehingga langkahku mantap.
Pujian dari Daud. Aku mau mengagungkan Engkau, ya Allahku dan Rajaku, dan memuji Engkau selama-lamanya.
Yerusalem akan menjadi kegembiraan dan kebanggaan-Ku. Segala bangsa di dunia akan menjadi takut dan gentar serta menghormati Aku, apabila mendengar tentang segala kebaikan yang Kulakukan untuk penduduk Yerusalem, dan tentang kemakmuran yang Kuberikan kepada kota itu.”
Aku mau memuji Tuhan selalu, semoga semua makhluk-Nya memuji nama Tuhan untuk selama-lamanya.
Marilah kita sujud menyembah Dia, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Sebab Dialah Allah kita, kita umat yang dipelihara-Nya, seperti domba gembalaan-Nya. Pada hari ini dengarlah suara-Nya:
Tuhan pembelaku yang kuat; Dialah yang menyelamatkan aku. Ia Allahku, aku mau memuji Dia, Allah pujaan nenek moyangku, kuagungkan Dia.
Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat menyembah Bapa sebagaimana Ia ada.”
Bernyanyilah bagi Tuhan, sebab Ia membuat banyak keajaiban. Biarlah seluruh dunia mendengar tentang perbuatan-Nya.
Ilah-ilah mana dapat menandingi Engkau, ya Tuhan Yang Mahamulia dan suci? Siapa dapat membuat keajaiban-keajaiban dan perbuatan besar seperti Tuhan?
Masuklah melalui gerbang-Nya dengan lagu syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian. Bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah Dia!
Ya Allah, semoga kehendak-Mu dikenal di seluruh bumi, dan keselamatan-Mu dinyatakan di antara semua bangsa.
Tetapi aku akan nyanyikan puji-pujian bagi-Mu dan kupersembahkan kurban untuk-Mu. Segala janjiku akan kulakukan. Engkaulah Tuhan yang menyelamatkan.”
Kemarahan Tuhan seperti piala di tangan-Nya, piala itu berisi air anggur keras. Allah menuangkan isinya, semua penjahat di bumi harus meminumnya sampai habis.
Yesus berkata kepada Allah, “Aku akan memberitakan kepada saudara-saudara-Ku tentang Engkau. Aku akan memuji Engkau di dalam pertemuan mereka.”
Hai orang-orang saleh, bersoraklah gembira karena apa yang telah dilakukan Tuhan; patutlah orang jujur memuji-muji.
Ya, Allah pujaan leluhurku, Engkau kupuji dan kumuliakan. Sebab Kauberikan kepadaku hikmat dan kekuatan. Permohonan kami telah Kaukabulkan. Dan jawaban bagi raja telah Kautunjukkan.”
Kami tak mau merahasiakannya terhadap anak-anak kami; kami mau mewartakan kepada angkatan yang kemudian tentang kuasa Tuhan dan karya-karya-Nya yang besar, serta perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.
Siang malam aku menangis, hanya air mata makananku. Sepanjang hari musuhku bertanya, “Di mana Allahmu?”
Maka kami umat-Mu, domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan memuji Engkau turun-temurun.
Beribadatlah kepada Tuhan dengan gembira, datanglah ke hadapan-Nya dengan lagu-lagu riang!
Sebab Ia tidak memandang hina orang tertindas, dan tidak meremehkan kesengsaraannya. Ia tidak berpaling dari orang itu, tetapi mendengar bila ia minta tolong kepada-Nya.
Orang yang mengenal Engkau berharap pada-Mu, ya Tuhan, orang yang menyembah Engkau tidak Kautinggalkan.
Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.
Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput sambil memuji dan memuliakan Allah, karena semua yang telah mereka dengar dan lihat, tepat seperti yang dikatakan oleh malaikat.
Lalu terdengar dari takhta itu bunyi suara yang berkata, “Pujilah Allah, hai semua hamba Allah, dan semua orang -- besar kecil -- yang menyembah Allah!”
Sebab itu, hendaklah kita mengucap terima kasih kepada Allah, karena kita menerima dari Dia suatu kerajaan yang tidak dapat bergoncang. Hendaklah kita berterima kasih dan beribadat kepada Allah dengan hormat dan takut, menurut cara yang diinginkan oleh-Nya sendiri.
Sebab Allah kita seperti api yang menghanguskan.
Hendaklah ajaran-ajaran Kristus yang penuh berkat meresap ke dalam hatimu. Hendaklah kalian saling mengajar dan saling memberi nasihat sebijaksana mungkin. Nyanyikanlah mazmur dan puji-pujian serta lagu-lagu rohani; bernyanyilah untuk Allah dengan perasaan syukur di dalam hatimu.
Segala apa yang kalian lakukan atau katakan, haruslah itu dilakukan dan dikatakan atas nama Tuhan Yesus. Bersyukurlah kepada Allah Bapa untuk apa yang dilakukan Yesus bagimu.
Yesus menjawab, “Pergi kau, hai Penggoda! Dalam Alkitab tertulis: Sembahlah Tuhan, Allahmu, dan layanilah Dia saja!”
Semua bangsa yang Kaujadikan akan datang, ya Tuhan, untuk menyembah Engkau dan memuji keagungan-Mu.
Pujilah nama-Nya yang mulia, dan bawalah kurban ke dalam rumah-Nya. Sembahlah Tuhan dengan mengenakan pakaian ibadat!
Jangan menyembah ilah lain, sebab Aku Tuhan, adalah Allah yang tak mau disamakan dengan apa pun.
Ya Allahku, aku berseru di waktu siang, tetapi Engkau tetap diam. Aku berdoa di waktu malam, hatiku tidak juga tenang.
“Ya Tuhan, ya Allah kami! Engkau sajalah yang layak menerima pujian, hormat dan kuasa. Sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu, dan atas kehendak-Mu juga segala sesuatu itu telah terjadi dan hidup.”
Marilah kita menyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita!
Mari kita menghadap Dia dengan lagu syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan lagu pujian.
Engkau sungguh besar, dan berkuasa. Engkau mulia, jaya dan agung. Segala sesuatu di langit dan di bumi adalah milik-Mu. Engkau raja agung, penguasa atas segalanya.
Semua kekayaan dan kemakmuran berasal daripada-Mu; segala sesuatu Engkau kuasai dengan kekuatan dan kedaulatan-Mu; Engkau berkuasa membuat siapa saja menjadi orang besar dan kuat.
Dengan sepenuh hati aku berusaha mengenal Engkau, jangan biarkan aku menyimpang dari perintah-Mu.
Ajaran-Mu kusimpan dalam hatiku, supaya aku jangan berdosa terhadap-Mu.
Dari Daud. Ya Tuhan, aku mau bersyukur kepada-Mu, dengan segenap hatiku. Di hadapan segala dewata kunyanyikan pujian bagi-Mu.
Kusujud ke arah Rumah-Mu yang suci sambil memuji nama-Mu, sebab Engkau setia dan selalu mengasihi. Engkau lebih mementingkan janji-Mu daripada pendapat orang tentang diri-Mu.
Allah sudah menaiki takhta-Nya, diiringi sorak-sorai dan bunyi sangkakala.
Nyanyikanlah pujian bagi Allah, nyanyikan pujian bagi Raja kita!
Semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan para pemimpin serta keempat makhluk itu. Malaikat-malaikat itu tersungkur di depan takhta lalu menyembah Allah.
Mereka berseru, “Amin! Terpujilah Allah kita yang agung dan bijaksana. Ia patut dilimpahi ucapan-ucapan syukur dan penghormatan. Ia berkuasa dan kuat untuk selama-lamanya! Amin.”
Apa pun yang Saudara lakukan -- Saudara makan atau Saudara minum -- lakukanlah semuanya itu untuk memuliakan Allah.
Mereka berseru satu kepada yang lain: “Kudus, kudus, kudus. Kuduslah Tuhan Yang Mahakuasa. Bumi penuh kehadiran-Nya yang mulia.”
Mazmur Daud, ketika ia berada di padang gurun Yehuda.
Ya Allah, Engkaulah Allahku, kucari dan kurindukan Engkau. Seperti tanah tandus haus akan air, begitulah aku haus akan Dikau.
Biarlah aku memandang Engkau di Rumah-Mu, dan melihat kekuatan dan keagungan-Mu.
Kemudian mereka menyanyikan sebuah nyanyian pujian. Dan sesudah itu mereka pergi ke Bukit Zaitun.
Tetapi aku tertindas dan kesakitan, angkatlah aku ya Allah, dan selamatkanlah aku.
Maka aku akan memuji Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur.
Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis, ‘Sembahlah Tuhan Allahmu dan layanilah Dia saja.’ ”
Allah yang benar, mereka ganti dengan sesuatu yang palsu. Bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh mereka. Padahal yang menciptakan itulah yang seharusnya dipuji selama-lamanya! Amin.
Siapakah yang tidak takut kepada-Mu, Tuhan? Siapakah yang tidak mau mengabarkan kebesaran-Mu? Engkau sajalah yang suci. Segala bangsa akan datang menyembah Engkau karena tindakan-tindakan-Mu yang adil telah dilihat oleh semua orang.”