Arti kata "dosa" sebenarnya adalah "meleset dari sasaran". Bayangkan, ketika kita berbuat dosa, kita seperti meleset dari apa yang seharusnya kita lakukan, dari jalan yang benar. Dosa memisahkan kita dari Tuhan. Tapi, kita punya kabar baik! Darah Kristus yang begitu berharga, dapat membersihkan kita dari segala dosa melalui pertobatan kita.
Dalam Alkitab, dosa berarti melanggar hukum Tuhan. Sebagai orang Kristen, tentu kita tak ingin berbuat dosa. Kalau sampai berbuat dosa, rasanya hati nurani kita pasti bergejolak. Ini karena kita masih membawa natur dosa dalam diri kita. Namun, percayalah, semua dosa diampuni oleh kasih karunia Tuhan, karena pengorbanan Kristus.
Sayangnya, ada juga orang yang mengaku Kristen, tapi menyembunyikan dosanya. Hidupnya seperti orang yang belum mengenal Tuhan, hanya berpura-pura saleh. Padahal, di dalam hatinya, mereka tetap jauh dari Tuhan.
Seperti yang tertulis dalam 1 Yohanes 1:8-10, "Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita."
Memiliki dosa bukan berarti kita terus-menerus mempraktikkan dosa atau hidup dalam dosa. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita semua masih merasakan dampak dari natur dosa kita yang lama, dan kita semua masih bisa berbuat salah. Tidak ada satu pun yang bebas dari hal ini.
Anugerah terbesar dari Tuhan adalah kasih karunia-Nya, yang dinyatakan melalui Yesus. Kasih karunia-Nya jauh lebih besar dan lebih berkuasa daripada dosa. Yesus, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, datang ke dunia agar kita semua berkesempatan menerima pengampunan dosa. Ia rela mati di kayu salib, menanggung dosa kita, agar melalui pengorbanan-Nya, kita memperoleh hidup yang kekal.
Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah Tuhan Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Tahukah kalian bahwa orang-orang yang tidak menuruti kemauan Allah, tidak akan menjadi anggota umat Allah? Jangan tertipu! Orang-orang yang berbuat cabul, orang-orang yang menyembah berhala, yang berzinah, laki-laki yang melakukan perbuatan yang memalukan terhadap sesama jenisnya dan pasangannya,yang mencuri, yang serakah, yang pemabuk, yang suka memburuk-burukkan orang lain, dan yang memeras orang lain – semua orang seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah.
Orang semacam itu harus dihukum mati, karena mau menyesatkan kamu dari jalan yang diperintahkan Tuhan Allahmu kepadamu. Ia adalah orang jahat karena menyuruh kamu berontak terhadap Tuhan Allahmu yang membebaskan kamu dari Mesir, tempat kamu diperbudak. Jadi ia harus dibunuh, supaya kejahatan itu diberantas. Tetapi kamu hendaklah mengikuti Tuhan Allahmu dan menghormati-Nya; taatilah Dia dan lakukanlah segala perintah-Nya. Tetaplah setia dan mengabdi kepada-Nya.
Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa saja yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.Jangan menyembah patung semacam itu karena Aku Tuhan Allahmu dan tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Sebab itu sadarilah hari ini dan jangan lupa: Tuhan satu-satunya Allah di langit dan di bumi; tak ada yang lain.
Jangan menyembah ilah-ilah lain yang disembah bangsa-bangsa yang tinggal di sekitarmu.Bila kamu menyembah ilah-ilah lain, maka kamu akan ditimpa kemarahan Tuhan Allahmu dan dibinasakan sama sekali, sebab Tuhan Allahmu yang ada di tengah-tengahmu tak mau disamakan dengan apa pun.
Sebab itu, matikanlah keinginan-keinginan dunia yang merongrong dirimu, seperti percabulan, hal-hal yang tidak senonoh, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan keserakahan (karena keserakahan adalah serupa dengan menyembah berhala).
Berhala mereka dari emas dan perak, buatan tangan manusia. Mereka mempunyai mulut, tetapi tak dapat berbicara, mempunyai mata, tetapi tak dapat melihat.Mereka mempunyai telinga, tetapi tak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tak dapat mencium.Mereka mempunyai tangan, tetapi tak dapat meraba, mempunyai kaki, tetapi tak dapat berjalan, dan tak ada suara yang keluar dari kerongkongannya.Semoga begitulah nasib orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
Tuhan berkata, “Akulah Tuhan Allahmu, yang membawa kamu keluar dari Mesir. Kamu tidak mempunyai Allah selain Aku. Akulah satu-satunya penyelamatmu.
Berhala mereka dari emas dan perak, buatan tangan manusia. Mereka mempunyai mulut, tetapi tak dapat berbicara, mempunyai mata, tetapi tak dapat melihat.Mereka mempunyai telinga, tetapi tak dapat mendengar, dari mulutnya tidak keluar napas.Semoga begitulah nasib orang-orang yang membuatnya, dan yang percaya kepadanya.
Seandainya kamu tidak mau mengabdi kepada Tuhan, ambillah keputusan hari ini juga kepada siapa kamu mau mengabdi: kepada ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu di Mesopotamia dahulu atau kepada ilah-ilah orang Amori yang negerinya kamu tempati sekarang. Tetapi kami -- saya dan keluarga saya -- akan mengabdi hanya kepada Tuhan.”
Jadi dengan siapa engkau mau menyamakan Allah? Siapa kauanggap serupa dengan Dia? Ia tidak seperti patung buatan tukang-tukang, patung yang berlapis emas dan beralas perak. Orang yang tak mampu membeli emas atau perak, memilih kayu yang tak mudah rusak. Ia mencari tukang yang ahli untuk membuat patung yang tak mudah goyang.
Janganlah membiarkan dirimu dikalahkan oleh yang jahat, tetapi hendaklah Saudara mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Orang-orang yang membuat patung berhala itu tidak berguna, dan dewa-dewa yang mereka puja itu tidak berfaedah. Orang-orang yang menyembah patung itu buta dan tidak tahu apa-apa, sebab itu mereka akan mendapat malu.Sia-sialah membuat patung tuangan dan menyembahnya sebagai dewa!Sungguh, semua orang yang menyembah patung mendapat malu. Orang yang membuat patung itu manusia biasa. Suruhlah mereka tampil bersama-sama; pasti mereka akan takut dan malu.Tukang besi mengambil sepotong logam lalu membentuknya dalam api dan menempanya dengan palu. Ia mengerjakannya dengan segala tenaga yang ada padanya. Sementara bekerja, ia menjadi lapar, haus, dan lelah.Tukang kayu mengukur kayu. Ia menggambar bagan dengan kapur, mengukirnya dengan alat-alatnya dan menjadikannya patung manusia yang tampan, lalu menempatkannya di dalam rumahnya.Barangkali kayu yang dipakainya berasal dari pohon cemara, pohon eru atau pohon terpentin yang ditebangnya di hutan. Mungkin juga ia menanam pohon salam lalu menunggu sampai hujan membuatnya tumbuh.Sebagian dari pohon itu dijadikan kayu bakar untuk berdiang dan membakar roti dan memanggang daging, lalu puaslah ia. Ia berdiang dan berkata, “Wah, enak benar dan hangat! Sungguh menyenangkan api ini!” Sisa kayu itu dipakainya untuk membuat patung. Ia tunduk menyembahnya dan berdoa, “Engkaulah ilahku, selamatkanlah aku!”Sungguh bodohlah orang-orang seperti itu! Mereka menutup mata dan hati mereka sehingga tidak mengerti apa-apa.Pembuat patung itu tidak sampai berpikir, “Kayu itu sebagian kubakar, dan arangnya kupakai untuk membakar roti dan memanggang daging bagi makananku. Lalu sisa kayu itu kujadikan patung. Jadi sekarang aku menyembah sepotong kayu!”Perbuatan itu sama saja dengan makan abu. Orang itu disesatkan oleh pikirannya yang bodoh, sehingga ia tidak tertolong lagi. Ia tak dapat mengakui bahwa patung yang ada di tangannya itu penipuan belaka.
“Kalau begitu, singkirkanlah ilah-ilah bangsa-bangsa lain yang ada padamu itu,” kata Yosua, “dan berjanjilah bahwa kalian akan setia kepada Tuhan, Allah Israel.”
Adat-istiadat bangsa-bangsa itu sama sekali tak berguna. Mereka menebang pohon di hutan, dan menyuruh tukang kayu mengerjakannya dengan alat menjadi patung berhala.Kemudian patung berhala itu dihiasi dengan emas dan perak, lalu dikuatkan dengan paku supaya jangan jatuh.Patung-patung berhala itu seperti orang-orangan di kebun mentimun. Mereka tak dapat bicara, tak dapat melangkah, dan harus diangkat. Jangan takut kepada mereka, sebab mereka tak dapat berbuat jahat kepadamu; berbuat baik pun mereka tak mampu.”
Sekarang aku tahu bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada raja pilihan-Nya. Tuhan menjawab dia dari surga-Nya yang suci; oleh kuasa Tuhan ia mendapat kemenangan besar.
“Hai manusia fana, orang-orang ini telah mempercayakan dirinya kepada berhala sehingga mereka terjerumus ke dalam dosa. Masakan Aku mau ditanyai oleh mereka?Sebab itu, katakanlah kepada mereka bahwa Aku, Tuhan Yang Mahatinggi berpesan begini, ‘Setiap orang Israel yang telah mempercayakan dirinya kepada berhala dan membiarkan dirinya terjerumus ke dalam dosa, lalu datang untuk minta nasihat kepada seorang nabi, akan Kujawab sendiri dengan jawaban yang selayaknya bagi berhala-berhalanya yang banyak itu!Semua berhala itu telah menjauhkan umat-Ku daripada-Ku, tetapi mudah-mudahan dengan jawaban-Ku itu umat-Ku akan kembali kepada-Ku.’
Semua orang itu berbicara tentang bagaimana kalian menerima kami ketika kami dahulu datang kepadamu. Mereka berbicara mengenai bagaimana kalian meninggalkan berhala-berhala dan datang kepada satu-satunya Allah yang hidup untuk mengabdi kepada-Nya.
Tuhan berkata, “Janganlah membuat berhala atau mendirikan patung atau tiang batu yang berukir untuk disembah. Akulah Tuhan Allahmu.
Dahulu kalian tidak mengenal Allah, itu sebabnya kalian menjadi hamba dari kuasa-kuasa yang dianggap sebagai ilah tetapi sebenarnya bukan Allah sama sekali.Tetapi sekarang kalian mengenal Allah, atau lebih tepat lagi, Allah mengenal kalian. Nah, mengapa kalian mau kembali lagi kepada roh-roh dunia ini, yang lemah dan miskin? Mengapa kalian mau diperhamba lagi oleh roh-roh itu?
Biarlah orang yang menyembah dewa-dewa bertambah-tambah kesedihannya. Aku tak mau berkurban kepada dewa-dewa, bahkan tak mau menyebut nama mereka.
Jangan menyembah berhala. Jangan membuat patung dari logam dan menyembahnya. Akulah Tuhan Allahmu.
Waktu bangsa Israel melihat bahwa Musa lama sekali tidak turun dari gunung, tetapi masih di sana juga, mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya, “Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan Musa, orang yang telah membawa kita keluar dari Mesir; jadi buatlah untuk kami ilah yang akan memimpin kami.” Lalu Harun berkata kepada mereka, “Lepaskanlah anting-anting emas yang dipakai istri-istri dan anak-anakmu, dan bawalah kepadaku.”Maka mereka melepaskan anting-anting emas masing-masing dan membawanya kepada Harun.Harun mengambil anting-anting itu, lalu dileburnya dan dituangnya ke dalam sebuah cetakan dan dibuatnya sebuah patung sapi. Bangsa itu berkata, “Hai Israel, inilah ilah kita yang mengantar kita keluar dari Mesir!”
Lalu orang Yehuda dan penduduk Yerusalem pergi minta tolong kepada ilah-ilah lain yang mereka puja dengan persembahan kurban. Ilah-ilah itu tidak akan mampu menyelamatkan mereka pada waktu malapetaka itu datang.
Oleh sebab itu, Saudara-saudara yang saya kasihi, hendaklah kalian membenci penyembahan berhala.
“Tidak seorang pun dapat bekerja untuk dua majikan. Sebab ia akan lebih mengasihi yang satu daripada yang lain. Atau ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada kepada yang lain. Begitulah juga dengan kalian. Kalian tidak dapat bekerja untuk Allah dan untuk harta benda juga.
Tidak seorang pun dapat bekerja untuk dua majikan; sebab ia akan lebih mengasihi yang satu daripada yang lain, atau ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada yang lain. Begitulah juga dengan kalian. Kalian tidak dapat bekerja untuk Allah dan untuk harta benda juga.”
Tuhan berkata, “Berhimpunlah dan datanglah bersama-sama, kamu semua yang terluput di antara bangsa-bangsa! Bodohlah orang-orang yang mengarak patung kayu, dan berdoa kepada dewa-dewa yang tak dapat menyelamatkan.
Manusia mengenal Allah, tetapi manusia tidak menghormati Dia sebagai Allah dan tidak juga berterima kasih kepada-Nya. Sebaliknya manusia memikirkan yang bukan-bukan; hati mereka sudah menjadi gelap.Mereka merasa diri bijaksana, padahal mereka bodoh.Bukannya Allah yang abadi yang mereka sembah, melainkan patung-patung yang menyerupai makhluk yang bisa mati; yaitu manusia, burung, binatang yang berkaki empat, dan binatang yang melata.
Tetapi sisa dari umat manusia yang tidak terbunuh oleh bencana-bencana itu pun, tidak pula meninggalkan perbuatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala emas, perak, tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar, ataupun berjalan.
Sementara Paulus menunggu Silas dan Timotius di Atena, hatinya sedih melihat kota itu penuh dengan berhala-berhala.Oleh sebab itu di rumah ibadat, Paulus bertukarpikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang lainnya yang menyembah Allah di situ. Begitu juga di pasar setiap hari ia bertukarpikiran dengan setiap orang yang berada di situ.Guru-guru aliran Epikuros dan aliran Stoa berdebat juga dengan dia. Beberapa dari mereka berkata, “Orang ini tahu apa? Pengetahuannya hanya sedikit, tetapi ia banyak mulut!” Beberapa yang lainnya berkata, “Rupanya ia memberitakan tentang dewa-dewa bangsa lain.” Mereka berkata begitu, karena Paulus berbicara tentang Yesus dan tentang hidup kembali sesudah mati.Lalu mereka membawa Paulus ke pertemuan di Bukit Areopagus. Di sana mereka berkata kepadanya, “Kami ingin tahu pengajaran baru yang engkau beritakan itu.Sebab engkau mengemukakan hal-hal yang kedengaran aneh pada telinga kami. Oleh sebab itu kami ingin tahu artinya.” (Sebab semua orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ sangat suka menghabiskan waktu senggang mereka untuk mendengarkan dan berbicara tentang hal-hal yang terbaru.)Pada waktu Paulus berdiri di depan orang-orang yang berkumpul di Areopagus itu, Paulus berkata, “Hai orang-orang Atena! Saya melihat bahwa dalam segala hal kalian sangat beragama.Sebab ketika saya berjalan-jalan di sekeliling kotamu dan memperhatikan tempat-tempat sembahyangmu, saya melihat juga satu tempat mempersembahkan kurban; di tempat itu tertulis, ‘Kepada Allah Yang Tidak Dikenal.’ Nah, Allah yang kalian sembah tetapi tidak mengenal-Nya, Dialah yang saya beritakan kepadamu.Allah yang menjadikan dunia ini dengan segala isinya, Ialah Tuhan atas langit dan bumi. Ia tidak tinggal di dalam rumah-rumah dewa yang dibuat oleh manusia.Ia juga tidak memerlukan bantuan manusia, sebab Ialah yang memberi hidup dan napas dan segala sesuatu kepada manusia.Dari satu orang manusia Ia membuat segala bangsa dan menyuruh mereka mendiami seluruh bumi. Ia jugalah yang menentukan sejak semula, kapan dan di mana mereka boleh hidup.Allah melakukan itu supaya mereka mencari Dia. Mudah-mudahan mereka bertemu dengan Dia pada waktu mereka mencari-cari-Nya. Tetapi sebenarnya Allah tidak jauh dari kita masing-masing.Seperti yang dikatakan orang, ‘Kita hidup dan bergerak dan berada di dunia ini karena kekuasaan Dia.’ Sama juga dengan yang dikatakan oleh beberapa penyairmu. Mereka berkata, ‘Kita semua adalah anak-anak-Nya.’Nah, karena kita adalah anak-anak Allah, kita tidak boleh menganggap Allah sama seperti patung daripada emas atau perak atau batu yang dibuat menurut kepandaian manusia.Masa kebodohan kita itu sudah dilupakan oleh Allah, tetapi sekarang Ia menyuruh semua orang di seluruh dunia bertobat dari dosa-dosa mereka.Sebab Ia sudah menentukan suatu waktu untuk mengadili seluruh dunia ini dengan adil. Tugas itu akan dilakukan oleh seorang yang sudah dipilih Allah untuk itu. Dan supaya semua orang yakin akan hal itu, Allah sudah menghidupkan kembali orang itu dari kematian!”
dan dengan didengar oleh semua orang, ia berkata kepada Efron, “Mohon dengarkan saya. Saya ingin membeli seluruh ladang itu. Terimalah uangnya, supaya saya menguburkan istri saya di situ.”
Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan, Allah yang setia.
Tapi makin Kupanggil anak-Ku itu semakin ia menjauhi Aku. Ia membawa kurban dan membakar dupa untuk Baal dan dewa-dewa lainnya.
Bukannya Allah yang abadi yang mereka sembah, melainkan patung-patung yang menyerupai makhluk yang bisa mati; yaitu manusia, burung, binatang yang berkaki empat, dan binatang yang melata.
Tugu-tugu Dewi Asyera di negerimu akan Kurobohkan, dan kota-kotamu yang berbenteng akan Kuhancurkan.
Lalu mereka menyembah berhala-berhala, dan itu menjadi sebab keruntuhan mereka.Mereka mengurbankan anak-anak mereka kepada berhala-berhala Kanaan. Mereka menumpahkan darah orang tak bersalah, darah anak-anak mereka sendiri, untuk dikurbankan kepada berhala-berhala; sehingga negeri itu mereka cemarkan. Karena perbuatan-perbuatan itu mereka menjadi najis, dan tidak setia kepada Allah.
Terkutuklah engkau! Engkau berkata kepada sepotong kayu, “Bangunlah!” atau kepada sebuah batu besar, “Bangkitlah!” Dapatkah sebuah patung mengatakan sesuatu kepadamu? Boleh jadi patung itu berlapis emas dan perak, tetapi nyawa tak ada padanya. Apa gunanya patung berhala? Itu hanya buatan manusia saja. Yang kaudapat daripadanya hanya dusta belaka. Sia-sialah kepercayaan pembuat berhala kepada buatan tangannya, yang tak bisa berkata-kata itu.
Lalu Elia mendekati rakyat itu dan berkata, “Sampai kapan kalian mau tetap mendua hati? Kalau Tuhan itu Allah, sembahlah Tuhan! Kalau Baal itu Allah, sembahlah Baal!” Rakyat yang berkumpul di situ diam saja.
Sementara Paulus menunggu Silas dan Timotius di Atena, hatinya sedih melihat kota itu penuh dengan berhala-berhala.
Israel dan Yehuda tidak mau mentaati perintah-perintah Tuhan dan tidak setia kepada perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan leluhur mereka. Mereka tidak menghiraukan teguran-teguran-Nya, melainkan beribadat kepada berhala-berhala yang tak berguna, sehingga mereka sendiri pun menjadi tidak berguna. Mereka mengikuti teladan bangsa-bangsa di sekeliling mereka, meskipun Tuhan telah melarangnya.Mereka melanggar semua hukum Tuhan, Allah mereka, dan membuat dua sapi dari logam untuk disembah. Mereka membuat patung Dewi Asyera, menyembah bintang-bintang dan beribadat kepada Dewa Baal.Mereka mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban bakaran kepada dewa. Mereka memakai ilmu gaib dan meminta petunjuk dari dukun-dukun yang dapat berhubungan dengan roh-roh. Mereka begitu giat melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan
Bila kamu berteriak, biarlah patung-patung itu menyelamatkan kamu! Mereka akan hilang diterbangkan angin dan lenyap dengan satu hembusan napas! Tetapi orang yang berlindung pada-Ku akan mewarisi negeri itu dan menyembah Aku di Rumah-Ku.”
Allah berkata kepadaku, “Hai manusia fana, pandanglah ke arah utara.” Aku menurut, dan di sebelah mezbah di dekat jalan masuk, kulihat berhala yang telah membangkitkan murka Allah itu.Allah berkata kepadaku, “Hai manusia fana, kaulihat apa yang sedang terjadi? Perhatikanlah perbuatan-perbuatan menjijikkan yang dilakukan oleh orang Israel, yang menjauhkan Aku dari Rumah-Ku! Mari, akan Kutunjukkan kepadamu hal-hal yang lebih keji lagi.”
Melihat semua itu sadarlah manusia, bahwa ia bodoh dan tak punya pengertian. Para pandai emas kehilangan muka, sebab patung berhala buatannya itu palsu dan tak bernyawa.Berhala-berhala itu tak berharga, patut diejek dan dihina. Apabila tiba waktunya, mereka akan binasa.
Kalian adalah orang yang tidak setia! Tahukah kalian bahwa kalau kalian berkawan dengan dunia, maka kalian menjadi musuh Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Bakarlah patung-patung berhala yang mereka sembah. Jangan menginginkan perak atau emas yang melekat padanya dan jangan mengambilnya untuk dirimu sendiri. Kalau kamu melanggar perintah itu kamu akan mati, sebab Tuhan Allahmu membenci penyembahan patung berhala.Jangan menempatkan sebuah patung berhala di dalam rumahmu, supaya kutuk yang menimpanya jangan menimpa kamu juga. Hal itu harus kamu benci dan pandang rendah, karena dikutuk oleh Tuhan.”
Sungguh, dewa-dewa itu tidak berguna, mereka hanya patung tuangan yang tidak berdaya, dan tidak mampu berbuat apa-apa.”
Inilah kata Tuhan Yang Mahakuasa, Raja dan pelindung Israel, “Aku Allah Yang Mahaesa, yang pertama dan yang terakhir. Siapakah seperti Aku? Suruhlah ia mengaku! Biarlah ia memberitahukan dan membuktikannya kepada-Ku! Siapa telah meramalkan masa depan sejak permulaan sampai akhir zaman?
Melihat semua itu sadarlah manusia, bahwa ia bodoh dan tak punya pengertian. Para pandai emas kehilangan muka, sebab patung berhala buatannya itu palsu dan tak bernyawa.
Semoga begitulah nasib orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
Tentang persoalan makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, kita tahu bahwa berhala menggambarkan sesuatu yang sebetulnya tidak ada. Dan kita tahu juga bahwa Allah hanya satu; tidak ada yang lain.Memang banyak juga apa yang dinamakan ilah dan tuhan; baik yang ada di langit maupun yang ada di atas bumi.Tetapi bagi kita, Allah hanya satu. Ia Bapa yang menciptakan segala sesuatu. Untuk Dialah kita hidup. Dan Tuhan hanya satu juga, yaitu Yesus Kristus. Melalui Dia segala sesuatu diciptakan, dan karena Dialah maka kita hidup.
Inilah kesudahan dewa-dewa Babel; dahulu patung Bel dan Nebo disembah, tetapi sekarang dimuat di atas hewan, menjadi beban untuk binatang yang lelah.Patung-patung itu tak mampu menolong pengusungnya, mereka sendiri diangkut sebagai tawanan. Itulah kesudahan mereka.
Mintalah, maka semua bangsa Kuberikan kepadamu, dan seluruh bumi Kujadikan milikmu.Mereka akan kaupatahkan dengan tongkat besi dan kaupecahkan seperti periuk tanah.’ ”
Allah yang benar, mereka ganti dengan sesuatu yang palsu. Bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh mereka. Padahal yang menciptakan itulah yang seharusnya dipuji selama-lamanya! Amin.
Lalu pada waktu itu mereka membuat sebuah patung anak lembu, kemudian mereka mempersembahkan kurban kepada patung itu dan mengadakan pesta untuk memuja barang buatan mereka sendiri.Maka Allah meninggalkan mereka dan membiarkan mereka menyembah bintang-bintang di langit. Itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam buku nabi-nabi. Begini, ‘Hai orang-orang Israel! Bukannya untuk Aku kamu menyembelih dan mengurbankan binatang selama empat puluh tahun di padang pasir. Kemah berhala Molokhlah yang kamu bawa-bawa bersama-sama dengan patung bintang berhalamu, yaitu Refan; itulah patung yang kamu buat untuk disembah. Oleh sebab itu Aku akan membuang kamu sampai jauh ke seberang di negeri Babel.’
Patung berhala ditaruhnya di dalam Rumah Tuhan, padahal mengenai tempat itu Allah telah berkata kepada Daud dan Salomo putranya, “Rumah-Ku di Yerusalem ini, yang telah Kupilih dari antara kedua belas wilayah suku Israel, adalah tempat yang Kutentukan sebagai tempat ibadat kepada-Ku untuk selama-lamanya.Kalau umat Israel mentaati semua perintah-Ku dan menuruti hukum-hukum yang diberikan Musa hamba-Ku kepada mereka, maka Aku tidak akan membiarkan mereka diusir dari negeri yang telah Kuberikan kepada leluhur mereka.”Manasye menyebabkan rakyat Yehuda melakukan dosa-dosa yang lebih jahat dari dosa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa yang diusir Tuhan dari Kanaan pada waktu umat Tuhan memasuki negeri itu.
Semua orang yang menyembah berhala akan dipermalukan, yang membanggakan barang-barang yang tidak berguna; semua dewa akan sujud di hadapan Tuhan.
Patung sapi logam buatanmu, saya lemparkan ke dalam api. Lalu saya hancurkan dan tumbuk sampai halus seperti debu, dan debu itu saya lemparkan ke dalam anak sungai yang mengalir dari gunung itu.
Patung-patung berhalamu yang berlapis perak dan emas akan kamu buang seperti kotoran, sambil berkata, “Pergilah dariku!”
Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah -- yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.
Setiap orang Israel atau orang asing yang tinggal di antara bangsa Israel, yang menjauhi Aku dan mempercayakan dirinya kepada berhala, lalu minta nasihat kepada seorang nabi, akan Kujawab sendiri.
Jangan menyembah patung-patung pelindung mereka dan jangan meniru cara mereka beribadat. Hancurkanlah patung-patung pelindung mereka itu dan patahkan tiang-tiang batu yang mereka pakai untuk beribadat.
Jagalah aku supaya jangan mengejar yang sia-sia, berilah aku hidup menurut kehendak-Mu.
Sesudah bangsa-bangsa itu dibinasakan, berhati-hatilah jangan sampai kamu meniru mereka menyembah ilah-ilah lain, sebab perbuatan itu mendatangkan bencana.Cara bangsa-bangsa itu menyembah ilah-ilah mereka, janganlah kamu tiru untuk menyembah Tuhan Allahmu, sebab mereka menyembah dengan melakukan perbuatan-perbuatan keji yang dibenci Tuhan. Bahkan anak-anak mereka sendiri mereka bakar di atas mezbah sebagai kurban untuk ilah-ilah mereka.
Mereka menumpahkan darah orang tak bersalah, darah anak-anak mereka sendiri, untuk dikurbankan kepada berhala-berhala; sehingga negeri itu mereka cemarkan.
Yesus menjawab, “Pergi kau, hai Penggoda! Dalam Alkitab tertulis: Sembahlah Tuhan, Allahmu, dan layanilah Dia saja!”
Pembuat patung itu tidak sampai berpikir, “Kayu itu sebagian kubakar, dan arangnya kupakai untuk membakar roti dan memanggang daging bagi makananku. Lalu sisa kayu itu kujadikan patung. Jadi sekarang aku menyembah sepotong kayu!”
“Hai, mengapa kalian melakukan ini? Kami ini manusia juga seperti Saudara! Kami berada di sini untuk memberitakan Kabar Baik kepadamu supaya kalian meninggalkan hal-hal yang tidak berguna ini dan datang kepada Allah yang hidup, pencipta langit dan bumi dan laut dan semua yang ada di dalamnya.
Keinginan tabiat manusia nyata dalam perbuatan-perbuatan yang cabul, kotor, dan tidak patut;dalam penyembahan berhala dan ilmu guna-guna; dalam bermusuh-musuhan, berkelahi, cemburu, lekas marah, dan mementingkan diri sendiri; perpecahan dan berpihak-pihak,serta iri hati, bermabuk-mabukan, berpesta-pesta dan lain sebagainya. Terhadap semuanya itu saya peringatkan kalian sekarang sebagaimana saya peringatkan kalian dahulu juga, bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal seperti itu tidak akan menjadi anggota umat Allah.
Berhala-berhala yang memuakkan, yang terdapat di tempat-tempat yang termasuk wilayah orang Israel, semuanya dihancurkan oleh Raja Yosia. Lalu ia mengharuskan rakyatnya beribadat kepada Tuhan, Allah leluhur mereka. Maka selama Yosia hidup, rakyat tetap setia kepada Tuhan.
Aku telah memberitahukannya kepadamu, Akulah yang menyelamatkan kamu, dan bukan ilah asing yang ada di antaramu; kamulah yang menjadi saksi-saksi-Ku. Dan Aku, Aku ini Allah,
Aku akan menghukum umat-Ku, karena mereka berdosa dan membelakangi Aku. Mereka telah mempersembahkan kurban kepada ilah-ilah lain, dan membuat patung-patung serta menyembahnya.
Akulah Tuhan, itulah nama-Ku; keagungan-Ku tidak Kuberikan kepada siapa pun; kemasyhuran-Ku tidak Kuserahkan kepada patung.
Pada masa yang lampau di antara umat Allah telah muncul nabi-nabi palsu. Begitu juga di antaramu akan muncul guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan ajaran-ajaran yang tidak benar, yang membinasakan orang. Dan mereka akan menyangkal Penguasa yang sudah membebaskan mereka. Dengan demikian mereka mendatangkan kebinasaan atas diri sendiri, yang akan menimpa mereka dengan cepat.
Apa yang dipersembahkan di tempat kurban untuk berhala tidak dipersembahkan kepada Allah, melainkan kepada roh-roh jahat. Dan saya tidak mau kalian bersatu dengan roh jahat.Kalian tidak boleh minum dari piala anggur Tuhan, dan sekaligus dari piala anggur roh jahat juga. Kalian tidak boleh makan di meja Tuhan, dan di meja roh jahat juga.Ataukah kita mau membuat Tuhan iri hati? Apakah kita lebih kuat dari Tuhan?
Orang yang meninggalkan Engkau akan celaka, Kaubinasakan orang yang tidak setia kepada-Mu.
Ingatlah kejadian-kejadian di zaman dahulu; akuilah bahwa Aku Allah, dan tak ada lainnya, Aku Allah, dan tak ada yang seperti Aku.
Pada waktu kamu menyembah Tuhan Allahmu, janganlah meniru cara orang-orang itu menyembah ilah-ilah mereka.
Tahukah kalian bahwa kalau kalian menyerahkan diri kepada seseorang untuk melakukan kemauannya maka kalian adalah hamba orang yang kalian taati itu – entah hamba dosa yang membawa kalian kepada kematian, atau hamba yang taat kepada Allah, dan dengan demikian berbaik kembali dengan Allah.
Perhatikanlah segala yang telah Kukatakan kepadamu. Jangan memuja ilah-ilah lain, bahkan menyebut namanya pun tak boleh.”
Manusia hanya sehembus napas, besar kecil sama-sama tak berharga. Kalau ditimbang, mereka ternyata ringan, lebih ringan dari sehembus napas.
Bangsa-Ku, jangan takut atau terkejut; bukankah dari dahulu sampai sekarang Aku sudah meramalkan apa yang terjadi? Kamulah saksi-saksi-Ku. Pelindung yang lain tidak ada dan tidak Kukenal.”
Allah kita ada di surga, Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya.Berhala mereka dari emas dan perak, buatan tangan manusia.
Dahulu kalian tidak mengenal Allah, itu sebabnya kalian menjadi hamba dari kuasa-kuasa yang dianggap sebagai ilah tetapi sebenarnya bukan Allah sama sekali.
Mazmur Daud. Milik Tuhanlah bumi seisinya, dunia dan semua yang mendiaminya. Ia meletakkan dasarnya di atas lautan, dan menegakkannya di atas air yang dalam.
Tetapi kalau mereka bertanya mengapa Aku melakukan semuanya itu terhadap mereka, katakanlah hai Yeremia, bahwa sebagaimana mereka meninggalkan Aku di negeri mereka sendiri untuk mengabdi kepada dewa-dewa bangsa lain, begitu pula mereka akan menjadi hamba orang-orang asing di negeri lain.”
Engkau menegur orang yang sombong, dan mengutuk orang yang menyimpang dari perintah-Mu.
Belum cukup juga baginya hidup berdosa seperti Raja Yerobeam, ia malah mengawini Izebel anak Raja Etbaal dari Sidon, dan ia beribadat kepada Baal.Ia mendirikan rumah ibadat di Samaria untuk Baal, dan di dalam rumah ibadat itu ia membuat sebuah mezbah untuk dewa itu.Ia membuat juga patung Dewi Asyera. Ia melakukan lebih banyak dosa daripada yang dilakukan oleh semua raja Israel yang memerintah sebelum dia. Karena itu ia membangkitkan kemarahan Tuhan, Allah yang harus disembah oleh orang Israel.
Segala yang telah kami janjikan, akan kami lakukan juga. Kami akan tetap mempersembahkan kurban kepada Ratu Surga, dan menuang air anggur sebagai persembahan kepadanya seperti yang biasanya dilakukan di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan di Yerusalem oleh leluhur kami, oleh raja-raja dan pejabat-pejabat pemerintah kami serta kami sendiri. Pada waktu itu kami mempunyai cukup makanan, kami makmur, dan tidak mempunyai kesukaran apa-apa.Tapi sejak kami berhenti mempersembahkan kurban kepada Ratu Surga, dan tidak lagi menuang anggur sebagai persembahan kepadanya, kami kekurangan segala-galanya; orang-orang kami mati dalam peperangan atau karena kelaparan.”Kemudian wanita-wanita itu berkata, “Suami kami setuju bahwa kami membuat roti berbentuk Ratu Surga dan membakar kurban serta mempersembahkan anggur untuk dewa kami itu.”
Ahas menjadi raja pada usia 20 tahun, dan ia memerintah di Yerusalem 16 tahun lamanya. Ia tidak mengikuti teladan yang baik dari Raja Daud, leluhurnya, melainkan melakukan yang tidak menyenangkan hati Tuhan.Ia hidup seperti raja-raja Israel dan menyuruh orang membuat patung-patung Baal dari logam,serta membakar dupa di Lembah Hinom. Bahkan putranya sendiri dipersembahkannya sebagai kurban kepada berhala, menurut kebiasaan buruk orang-orang yang telah diusir Tuhan dari negeri Kanaan ketika orang Israel memasuki negeri itu.
Oleh sebab manusia tidak merasa perlu mengenal Allah, maka Allah membiarkan pikiran mereka menjadi rusak, sehingga mereka melakukan hal-hal yang mereka tidak boleh lakukan.Hati mereka penuh dengan semua yang jahat, yang tidak benar; penuh dengan keserakahan, kebusukan dan perasaan dengki; penuh dengan keinginan untuk membunuh, berkelahi, menipu dan mendendam. Mereka suka membicarakan orang lain,suka memburuk-burukkan nama orang lain; mereka sombong dan kurang ajar, yang benci kepada Allah dan suka membual. Mereka pandai mencari cara-cara baru untuk melakukan kejahatan. Mereka melawan orang tua;mereka tidak mau mengerti orang lain; mereka tidak setia dan tidak berperikemanusiaan.Mereka tahu, bahwa menurut hukum Allah, orang yang melakukan semuanya itu patut dihukum mati. Walaupun begitu mereka melakukan juga hal-hal itu; dan malah menyetujui pula orang lain melakukannya.
janganlah bersembunyi daripadaku.” Janganlah marah dan menolak hamba-Mu, sebab Engkaulah yang telah menolong aku. Janganlah membuang atau meninggalkan aku, ya Allah, penyelamatku.
Dengarlah peringatan-Ku, hai umat-Ku, Israel, sekiranya kamu mau mendengarkan Aku!Jangan di antaramu ada ilah lain, janganlah menyembah ilah asing.
Jangan menyembah ilah lain, sebab Aku Tuhan, adalah Allah yang tak mau disamakan dengan apa pun.
Perhatikanlah dengan baik segala yang sudah saya perintahkan kepadamu, maka kamu melakukan yang baik dan berkenan kepada Tuhan Allahmu, sehingga kamu dan keturunanmu selamat dan sejahtera untuk selama-lamanya.”
Hai semua orang takwa, berharaplah kepada Tuhan, Dialah yang menolong dan melindungi kamu.
Kata Tuhan, “Pemimpin-pemimpin bangsa-Ku adalah orang-orang buta! Mereka tak tahu apa-apa. Mereka seperti anjing bisu yang tidak menyalak, tetapi tidur saja dan mimpi. Senang benar mereka tidur!Mereka seperti anjing rakus yang tak pernah kenyang. Pemimpin-pemimpin itu tak dapat mengerti. Masing-masing berbuat sesuka hati dan mencari keuntungannya sendiri.
Tetapi engkau menyalahgunakan kecantikanmu serta keharuman namamu. Engkau tidur dengan laki-laki mana pun yang lewat.Sebagian dari pakaianmu kaugunakan untuk menghiasi tempat penyembahan berhalamu. Engkau menjadi pelacur dan memberikan tubuhmu kepada setiap laki-laki.Dari perhiasan emas dan perak yang Kuberikan kepadamu, kaubuat patung-patung orang lelaki, lalu engkau berbuat cabul dengan patung-patung itu.Kaukenakan pada patung-patung itu pakaian bersulam yang telah Kuberikan kepadamu. Kaupersembahkan kepada mereka minyak zaitun dan dupa yang telah kauterima daripada-Ku.Kuberi kepadamu makanan dari terigu yang paling baik, madu dan minyak zaitun yang paling murni. Tetapi semua itu kaupersembahkan kepada berhala-berhala itu untuk menyenangkan hati mereka. Aku Tuhan Yang Mahatinggi telah berbicara.
Taatlah kepada Allah, dan janganlah hidup menurut keinginanmu yang dahulu, pada waktu kalian masih belum mengenal Allah.
Mereka tak akan lagi mengharapkan hasil dari buatan mereka sendiri, yaitu mezbah-mezbah tempat membakar dupa, dan patung-patung Dewi Asyera.