Syukur kepada Tuhan atas setiap peristiwa atau hari istimewa yang kita jalani. Hari-hari ini penuh sukacita dan perayaan. Tuhan senang ketika kita hidup dalam damai dan sukacita. Berkatilah Tuhan di hari-hari seperti ini, dan ingatlah bahwa Dialah yang memberi kita momen-momen spesial.
Mazmur 30:11-12 mengatakan, "Engkau mengubah ratapanku menjadi tari-tarian, Engkau membuka kain kabungku dan mengenakan pakaian sukacita padaku, supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. Ya TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku akan mengucap syukur kepada-Mu!" Bayangkan, dari dukacita menjadi sukacita! Itulah kuasa Tuhan.
Banyak ayat Alkitab yang berbicara tentang peristiwa-peristiwa istimewa. Semoga kita selalu merenungkan firman Tuhan dan bersyukur atas setiap anugerah-Nya. Semoga kita selalu diberkati dan diberikan kekuatan untuk menjalani hidup ini dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.
Pada hari-hari raya agama untuk menghormati Tuhan, kamu tak akan dapat melakukan apa-apa untuk merayakannya.
Jangan mempersembahkan roti yang beragi pada waktu kamu mengurbankan ternak kepada-Ku. Lemak ternak yang dikurbankan kepada-Ku selama perayaan-perayaan itu tidak boleh ditinggalkan sampai besok paginya.
Ia memerintahkan kepada mereka, “Pada akhir tiap tahun ketujuh, dalam tahun penghapusan hutang pada pesta Pondok Daun,kamu harus membacakan hukum-hukum ini dengan suara nyaring bagi orang-orang Israel yang datang menyembah Tuhan Allahmu di tempat yang dipilih-Nya.
mereka semua memutuskan untuk meneruskan perayaan itu 7 hari lagi. Lalu mereka merayakannya lagi dengan gembira.
Untuk kurban bakaran atau kurban pembayar kaul atau kurban sukarela atau kurban pada perayaan-perayaan biasa, kamu boleh mempersembahkan kepada Tuhan: sapi jantan, domba jantan, domba atau kambing. Bau kurban-kurban itu menyenangkan hati Tuhan.
“Setiap tahun kamu harus menyisihkan sepersepuluh dari seluruh hasil tanahmu.Di hadapan Tuhan Allahmu, di tempat yang dipilih-Nya, untuk tempat ibadah, kamu harus makan persembahan sepersepuluhan dari gandum, air anggur, minyak zaitun serta anak sapi dan kambing dombamu yang pertama lahir. Lakukanlah hal itu supaya untuk selamanya kamu belajar menghormati Tuhan Allahmu.
Perayaan-perayaanmu akan Kuubah menjadi perkabungan, dan nyanyian-nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan membuat kamu mencukur rambutmu dan memakai kain karung tanda sedih. Kamu akan menjadi seperti ayah ibu yang menangisi kematian anaknya yang tunggal. Hari itu akan berakhir dengan sangat menyedihkan.”
Hitunglah tujuh kali tujuh tahun, sebanyak empat puluh sembilan tahun.Lalu pada tanggal sepuluh bulan tujuh, yaitu hari pengampunan dosa, suruhlah orang membunyikan trompet di mana-mana di seluruh negeri.
Setiap Bulan Baru dan setiap hari Sabat seluruh umat manusia akan datang untuk menyembah Aku di Yerusalem.
Lalu Harun mendirikan sebuah mezbah di depan sapi emas itu dan mengumumkan, “Besok ada pesta untuk menghormati Tuhan.”
Percuma saja membawa persembahanmu itu. Aku muak dengan baunya. Aku benci dan tak tahan melihat kamu merayakan Bulan Baru, hari-hari Sabat dan hari-hari raya serta pertemuan-pertemuan keagamaan. Semua itu kamu nodai dengan dosa-dosamu dan merupakan beban bagi-Ku; Aku sudah lelah menanggungnya.
Segala pestanya akan Kuhentikan, baik pesta tahunan maupun pesta bulanan dan hari-hari Sabat; singkatnya, segala perayaan keagamaannya.
Mereka mendapati bahwa di dalam Hukum yang diberikan Tuhan melalui Musa, Tuhan menyuruh umat Israel tinggal di dalam pondok-pondok darurat selama pesta Pondok Daun.Sebab itu di seluruh Yerusalem di kota-kota dan di desa-desa, mereka mengumumkan perintah ini, “Pergilah ke pegunungan dan ambillah dahan-dahan pohon cemara, zaitun, pohon minyak, palem dan pohon-pohon lain untuk membuat pondok sesuai dengan peraturan di dalam Buku Hukum.”
Dalam bulan Abib, pada waktu yang ditetapkan, kamu harus merayakan Pesta Roti Tak Beragi dengan cara yang telah Kuperintahkan kepadamu, sebab dalam bulan itu kamu meninggalkan Mesir. Jangan makan roti yang dibuat pakai ragi selama perayaan tujuh hari itu. Setiap kali kamu datang beribadat kepada-Ku, kamu harus membawa persembahan.
Rayakanlah Pesta Roti Tak Beragi. Seperti telah Kuperintahkan kepadamu, kamu harus makan roti tak beragi selama tujuh hari dalam bulan Abib, karena dalam bulan itu kamu meninggalkan Mesir.
Hari itu harus kamu peringati sebagai hari raya bagi Tuhan. Untuk seterusnya hari itu harus kamu rayakan setiap tahun.”
Kamu dan anak-anakmu harus mentaati perintah itu untuk selama-lamanya.Kalau kamu sudah memasuki negeri yang dijanjikan Tuhan kepadamu, kamu harus mengadakan upacara ini.Kalau anak-anakmu bertanya, ‘Apa arti upacara ini?’Kamu harus menjawab, ‘Ini kurban Paskah untuk menghormati Tuhan, sebab rumah orang-orang Israel di Mesir dilewati-Nya, waktu Ia membunuh anak-anak lelaki sulung Mesir, dan kita dibiarkan-Nya hidup!’ ” Maka berlututlah orang-orang Israel dan menyembah.
peraturan-peraturan tentang perayaan agama, yang harus diumumkan sebagai hari raya untuk beribadat.
Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Tuhan dan yang harus diumumkan pada waktu yang ditentukan.
Hari Raya Paskah yang dirayakan untuk menghormati Tuhan, mulai pada saat matahari terbenam pada tanggal empat belas bulan satu.
Besoknya, tanggal lima belas, mulailah Perayaan Roti tak Beragi, dan selama tujuh hari kamu tak boleh makan roti yang dibuat pakai ragi.
Pada hari sesudah hari Sabat, imam harus mempersembahkan gandum itu sebagai persembahan unjukan kepada Tuhan, supaya Tuhan senang kepadamu.
Mulai dari hari sesudah Sabat, waktu kamu mempersembahkan kepada Tuhan berkas gandum yang pertama, kamu harus menghitung tujuh minggu penuh.Pada hari yang kelima puluh, yaitu hari sesudah Sabat yang ketujuh kamu harus membawa kurban sajian kepada Tuhan.
Sehabis panen, mulai tanggal lima belas bulan tujuh, kamu harus mengadakan perayaan selama tujuh hari. Hari yang pertama dan yang kedelapan adalah hari yang khusus untuk beristirahat.
“Pada tanggal empat belas bulan ini, mulai saat matahari terbenam, orang Israel harus merayakan Paskah menurut peraturan yang sudah ditetapkan.”
Hari berikutnya, tanggal lima belas, mulailah Perayaan Roti tak Beragi, dan selama tujuh hari kamu tak boleh makan roti yang dibuat pakai ragi.Pada hari yang pertama perayaan itu kamu harus mengadakan pertemuan untuk beribadat, dan tak boleh melakukan pekerjaan berat.
Pada tanggal satu bulan tujuh kamu harus mengadakan pertemuan untuk beribadat, dan tak boleh melakukan pekerjaan berat. Pada hari itu trompet-trompet harus dibunyikan.
“Rayakanlah Paskah dalam bulan Abib untuk menghormati Tuhan Allahmu, sebab dalam bulan itu, pada waktu malam, Ia membebaskan kamu dari Mesir.
lalu rayakanlah Pesta Panen untuk menghormati Tuhan Allahmu. Pada hari itu bawalah persembahan sukarela kepada-Nya menurut banyaknya rezeki yang telah diberikan-Nya kepadamu.
“Sesudah semua gandummu selesai ditebah dan semua buah anggurmu selesai diperas, kamu harus merayakan Pesta Pondok Daun selama tujuh hari.Bersenang-senanglah bersama anak-anakmu, hamba-hambamu, orang Lewi, orang asing, anak yatim piatu dan para janda yang tinggal di kota-kotamu.
“Setiap tahun kamu harus mengadakan tiga perayaan untuk menghormati Aku.Dalam bulan Abib, pada waktu yang ditetapkan, kamu harus merayakan Pesta Roti Tak Beragi dengan cara yang telah Kuperintahkan kepadamu, sebab dalam bulan itu kamu meninggalkan Mesir. Jangan makan roti yang dibuat pakai ragi selama perayaan tujuh hari itu. Setiap kali kamu datang beribadat kepada-Ku, kamu harus membawa persembahan. Rayakanlah Pesta Panen pada waktu kamu mulai menuai hasil pertama ladangmu. Rayakanlah Pesta Pondok Daun pada akhir tahun waktu kamu mengumpulkan hasil kebun anggur dan kebun buah-buahan.
Rayakanlah Pesta Panen pada waktu kamu mulai menuai hasil pertama dari gandum. Rayakan juga Pesta Pondok Daun pada akhir tahun, waktu kamu memetik buah-buahan.
Semua orang laki-laki Israel harus datang menyembah Tuhan Allahmu di tempat yang dipilih-Nya tiga kali setahun, yaitu pada Hari Raya Paskah, pada Pesta Panen dan Pesta Pondok Daun. Setiap orang harus membawa persembahan
Kurban-kurban itu dipersembahkannya menurut Hukum Musa untuk setiap hari raya: hari Sabat, hari raya Bulan Baru, dan ketiga hari raya tahunan, yaitu hari raya Roti Tidak Beragi, hari raya Panen, dan hari raya Pondok Daun.
Tujuh hari lamanya, dengan sangat gembira orang-orang yang berkumpul di Yerusalem itu mengadakan perayaan Roti Tidak Beragi. Setiap hari orang-orang Lewi dan para imam memuji-muji Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Mereka juga merayakan Hari Raya Pondok Daun, sesuai dengan peraturan; dan setiap hari mempersembahkan kurban yang telah ditetapkan untuk hari itu.
Pada tanggal empat belas bulan satu, kamu harus merayakan Pesta Paskah. Tujuh hari lamanya semua orang harus makan roti yang tidak beragi.
Pada Pesta Pondok Daun, yang dimulai pada tanggal lima belas bulan tujuh, setiap hari selama tujuh hari penguasa harus mempersembahkan kurban-kurban yang sama, yaitu kurban pengampunan dosa, kurban bakaran, dan kurban gandum serta minyak zaitun.”
Kemudian semua orang yang masih hidup di antara bangsa-bangsa yang menyerang Yerusalem, akan pergi ke kota itu untuk menyembah Raja, Tuhan Yang Mahakuasa, dan untuk merayakan Pesta Pondok Daun.
Ketika sudah sampai hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Ketika Herodes melihat bahwa perbuatannya itu menyenangkan hati orang-orang Yahudi, ia berbuat lagi yang seperti itu; ia menyuruh orang menangkap Petrus juga. Hal itu terjadi pada waktu Hari Raya Roti Tidak Beragi.Setelah ditangkap, Petrus dimasukkan ke dalam penjara. Empat regu tentara ditugaskan untuk menjaga Petrus di situ -- masing-masing regu terdiri dari empat orang anggota tentara. Sesudah perayaan Paskah selesai, baru Herodes akan mengadili Petrus di hadapan umum.
Rayakanlah hari Sabat dan hormatilah hari itu sebagai hari yang suci.Kamu Kuberi enam hari untuk bekerja,tetapi hari yang ketujuh adalah hari istirahat yang khusus untuk Aku. Pada hari itu tak seorang pun boleh bekerja, baik kamu, maupun anak-anakmu, hamba-hambamu, ternakmu atau orang asing yang tinggal di negerimu.
Kamu harus mengkhususkan tahun yang kelima puluh itu, dan mengumumkan kebebasan kepada seluruh penduduk negeri. Dalam tahun itu segala harta milik yang sudah dijual harus dikembalikan kepada pemiliknya yang semula atau kepada keturunannya. Siapa yang dijual sebagai budak harus dikembalikan kepada keluarganya.
Pandanglah kota Sion, tempat kita merayakan pesta-pesta agama. Pandanglah Yerusalem! Alangkah amannya tempat itu untuk didiami, seperti kemah yang tak pernah dipindahkan, patoknya tak pernah dicabut dan talinya tak pernah putus.
Mulai dari saat matahari terbenam pada tanggal sembilan bulan itu sampai saat matahari terbenam pada tanggal sepuluh, harus kamu rayakan seperti hari Sabat, hari yang khusus untuk istirahat. Sepanjang hari itu kamu harus berpuasa.
Ada enam hari untuk bekerja, tetapi hari yang ketujuh adalah hari untuk beristirahat, hari raya yang dikhususkan bagi Tuhan. Siapa yang bekerja pada hari Sabat harus dihukum mati.
Pada tanggal sepuluh bulan tujuh kamu harus mengadakan pertemuan untuk beribadat. Pada hari itu kamu harus berpuasa dan tidak boleh bekerja.
Juga pada hari-hari kamu bersukaria, yaitu pada pesta-pesta Bulan Baru dan perayaan-perayaanmu yang lainnya, trompet itu harus ditiup pada waktu kamu mempersembahkan kurban bakaran dan kurban perdamaian kepada-Ku. Maka Aku akan menolong kamu. Akulah Tuhan Allahmu.”
Begitulah Musa menyampaikan kepada bangsa Israel peraturan-peraturan tentang cara mengadakan perayaan-perayaan untuk menghormati Tuhan.
Tujuh hari lamanya mereka berkumpul untuk upacara peresmian mezbah Tuhan, kemudian tujuh hari lagi untuk perayaan Pondok Daun. Pada hari terakhir diadakan perayaan penutupan,dan keesokan harinya, pada tanggal 23 bulan tujuh, Salomo menyuruh orang-orang itu pulang. Mereka gembira atas semua yang baik yang dilakukan Tuhan kepada bangsa Israel umat-Nya, kepada Daud dan kepada Salomo.
Pada tanggal lima belas bulan tujuh kamu harus mengadakan pertemuan untuk beribadat, dan tak boleh melakukan pekerjaan berat. Selama tujuh hari kamu harus mengadakan perayaan untuk menghormati Tuhan.
Tujuh hari lamanya mereka dengan gembira merayakan Pesta Roti Tidak Beragi. Mereka sangat senang sebab Tuhan telah membuat raja Asyur bermurah hati kepada mereka sehingga membantu mereka dalam pekerjaan membangun kembali Rumah Tuhan, Allah Israel.
Di Yerusalem orang-orang sedang merayakan Hari Raya Peresmian Rumah Tuhan. Pada waktu itu musim dingin.
Pada waktu itu sudah dekat Hari Raya Paskah Yahudi. Banyak orang dari desa-desa sudah pergi ke Yerusalem untuk menjalankan upacara pembersihan diri sebelum perayaan itu.
Sebab pada hari-hari itulah mereka telah mengalahkan musuh-musuh mereka, sehingga kesedihan dan kepedihan mereka berubah menjadi kegembiraan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu mereka harus merayakan hari-hari itu dengan pesta dan perjamuan serta saling memberi makanan dan membagikan sedekah kepada orang miskin.
Kemudian Raja Yosia memerintahkan rakyat untuk merayakan Paskah seperti yang tertulis dalam buku Perjanjian Dengan Tuhan. Dengan demikian mereka menghormati Tuhan, Allah mereka.
Setelah Perayaan Roti Tidak Beragi, kami berlayar meninggalkan Filipi. Lima hari kemudian kami berkumpul lagi dengan mereka di Troas. Di sana kami tinggal satu minggu.
Pada hari itu seluruh bangsamu Kubawa keluar dari Mesir. Sebab itu untuk seterusnya, setiap tahun, hari itu harus kamu peringati sebagai hari raya.
Sebaliknya, jika pada hari-hari besar rakyat datang untuk beribadat kepada Tuhan, maka mereka yang masuk melalui gerbang utara, pulangnya harus melalui gerbang selatan setelah mereka selesai beribadat. Dan mereka yang masuk melalui gerbang selatan, pulangnya harus melalui gerbang utara. Orang-orang dilarang pulang lewat jalan yang dilalui pada waktu masuk; mereka harus pulang melalui gerbang yang di seberangnya.
Itulah hari-hari raya agama yang ditetapkan Tuhan dan yang harus kamu umumkan. Pada perayaan-perayaan itu kamu harus menghormati Tuhan dengan mengadakan pertemuan untuk beribadat dan mempersembahkan kurban makanan, kurban bakaran, kurban sajian, kurban binatang dan kurban air anggur, sebanyak yang diperlukan setiap harinya.
Tujuh hari lamanya mereka berpesta. Tiap-tiap hari bagian-bagian buku Hukum Allah dibacakan oleh Ezra. Pada hari yang kedelapan diadakan upacara penutupan, sesuai dengan peraturan Hukum.
mengakibatkan mereka membuat suatu peraturan bagi diri mereka sendiri, bagi keturunan mereka dan bagi semua orang yang akan menjadi warga bangsa Yahudi. Menurut peraturan itu setiap tahun mereka wajib merayakan kedua hari yang telah ditetapkan oleh Mordekhai.Ditetapkan juga bahwa untuk selama-lamanya hari-hari Purim itu harus diingat dan dirayakan oleh setiap keluarga Yahudi dari segala angkatan dalam setiap provinsi dan setiap kota.
Janganlah menanami ladangmu. Gandum yang tumbuh dengan sendirinya atau buah anggur di kebun anggurmu yang tidak dipangkas tak boleh kamu kumpulkan dan simpan.
“Buatlah dua buah trompet dari perak tempaan untuk memanggil rakyat berkumpul atau untuk menyuruh mereka berangkat.
Kemudian Yerobeam menempatkan imam-imam itu di Betel untuk bertugas di sana dan ia sendiri mempersembahkan kurban kepada sapi-sapi emas yang dibuatnya itu. Lalu ia menentukan tanggal lima belas bulan delapan sebagai hari raya untuk Israel, sama seperti hari raya di Yehuda. Pada hari itu Yerobeam pergi ke Betel dan mempersembahkan kurban untuk merayakan hari raya yang telah ditentukannya itu.
Dialah yang wajib membeli ternak untuk kurban bakaran dan bahan-bahan untuk kurban gandum dan kurban anggur bagi seluruh bangsa Israel pada hari-hari raya, Perayaan Bulan Baru, hari-hari Sabat dan hari-hari raya lain. Dia harus menyediakan kurban pengampunan dosa, kurban gandum, kurban bakaran, dan kurban perdamaian untuk meminta keampunan bagi bangsa Israel.”
“Tetapi,” kata mereka, “janganlah hal itu dilakukan pada waktu perayaan, sebab nanti timbul kerusuhan di antara rakyat.”
“Puasa yang dilakukan dalam bulan keempat, kelima, ketujuh, dan kesepuluh akan menjadi perayaan-perayaan yang penuh kegembiraan dan kesenangan bagi penduduk Yehuda. Cintailah kebenaran dan damai!”
Pada hari terakhir dari perayaan itu, yaitu hari yang paling penting, Yesus berdiri di dalam Rumah Tuhan lalu berseru, “Orang yang haus hendaklah datang kepada-Ku untuk minum.
Sebaliknya orang yang tidak najis dan tidak juga dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, tidak Kuanggap lagi seorang dari umat-Ku, karena ia tidak mempersembahkan kurban kepada-Ku pada waktu yang ditentukan. Orang itu harus menanggung akibat dosanya.
Tujuh hari lamanya seluruh rakyat Israel yang hadir di situ merayakan Paskah dan Pesta Roti Tidak Beragi.
Di Bukit Sion, Tuhan Yang Mahakuasa akan menyiapkan perjamuan untuk semua bangsa di dunia. Ia menghidangkan makanan yang paling lezat dan anggur yang terpilih.
Tetapi kamu, umat Allah, akan bergembira dan menyanyi seperti pada malam perayaan agama. Kamu akan bersukacita seperti orang-orang yang berjalan dengan iringan seruling menuju Rumah Tuhan, pembela Israel.
Kota Yerusalem meriah sekali karena sejak masa Salomo putra Daud, belum pernah terjadi peristiwa seperti itu.
Nyanyian ziarah Daud. Aku gembira ketika orang berkata kepadaku, “Mari kita ke Rumah Tuhan!”
Siang malam aku menangis, hanya air mata makananku. Sepanjang hari musuhku bertanya, “Di mana Allahmu?”
Pada waktu itu Hari Raya Pendamaian orang Yahudi sudah lewat. Kami sudah kehilangan banyak waktu, sehingga sudah bukan waktunya lagi untuk berlayar dengan aman. Oleh sebab itu Paulus memberi nasihat ini kepada mereka,
Tibalah harinya dalam Perayaan Roti Tidak Beragi bahwa domba untuk makanan Paskah disembelih.
Pada hari pertama dalam Perayaan Roti Tidak Beragi -- pada waktu orang menyembelih domba Paskah -- pengikut-pengikut Yesus bertanya kepada-Nya, “Di manakah Bapak ingin kami menyiapkan makanan Paskah untuk Bapak?”
Pada hari pertama dalam Perayaan Roti Tidak Beragi, pengikut-pengikut Yesus datang kepada-Nya. Mereka bertanya, “Di mana Bapak ingin kami menyediakan makanan Paskah untuk Bapak?”
Tahun itu merupakan tahun yang suci bagimu. Kamu hanya boleh makan apa yang tumbuh dengan sendirinya di ladangmu.
Mendengar pembacaan Hukum itu, rakyat menjadi sangat terharu, lalu menangis. Maka gubernur Nehemia dan Imam Ezra ahli Hukum itu, serta orang-orang Lewi yang menerangkan Hukum itu, mengatakan kepada seluruh rakyat demikian, “Hari ini hari yang khusus bagi Tuhan Allahmu, jadi jangan bersedih atau menangis.Sekarang pulanglah; makanlah dan minumlah dengan gembira. Berilah sebagian dari makanan dan anggurmu kepada mereka yang berkekurangan. Hari ini hari yang khusus bagi Tuhan kita, jadi jangan bersusah. Kegembiraan yang diberikan Tuhan kepada kalian akan menguatkan kalian.”