Sahabatku, pernahkah terpikir bahwa berpuasa bisa mendekatkan kita pada Tuhan? Puasa itu seperti sebuah jembatan yang menghubungkan kita lebih erat dengan Bapa di Surga. Ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, lho. Ini tentang mengutamakan kebutuhan rohani kita, memberi makan jiwa kita dengan firman Tuhan, dan membangun hubungan yang lebih intim dengan-Nya.
Jangan sampai kita berpuasa hanya untuk keuntungan pribadi saja, ya. Justru, puasa adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam iman, untuk merasakan hadirat Tuhan lebih nyata dalam hidup kita. Puasa itu kan sebuah pilihan, sebuah kerelaan untuk mengesampingkan kebutuhan fisik demi memperkuat roh kita.
Bayangkan, saat kita berpuasa, kita meluangkan waktu khusus untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Carilah tempat yang tenang, di mana kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan secara pribadi, tanpa gangguan. Seperti Daniel yang diceritakan dalam Daniel 9:3, "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu." Semoga kita juga bisa meneladani Daniel, ya.
“Kalau kalian berpuasa, janganlah bermuka muram seperti orang yang suka berpura-pura. Mereka mengubah air mukanya supaya semua orang tahu bahwa mereka berpuasa. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima.Tetapi kalau kalian berpuasa, cucilah mukamu dan sisirlah rambutmu,supaya tak ada yang tahu bahwa kalian berpuasa, kecuali Bapamu yang tidak kelihatan itu saja. Dia melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan memberi upah kepadamu.”
Inilah puasa yang Kukehendaki: Lepaskanlah belenggu penindasan dan beban ketidakadilan, dan bebaskanlah orang-orang yang tertindas.Bagilah makananmu dengan orang yang lapar, terimalah orang-orang gelandangan di rumahmu. Berilah pakaian kepada orang telanjang, dan jangan menolak saudaramu yang perlu ditolong.
Tuhan berkata, “Tetapi sekarang ini, kembalilah kepada-Ku dengan sepenuh hati, sambil berpuasa, meratap dan menangis.Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu.” Berpalinglah kepada Tuhan Allahmu. Ia panjang sabar dan penyayang murah hati dan penuh kasihan. Senang mengampuni dan tak suka menjalankan hukuman.
Lalu berdoalah aku dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan Allah, dan memohon belas kasihannya. Aku pun berpuasa dan memakai kain karung serta duduk di atas abu.
Ketika mereka sedang beribadat kepada Tuhan dan berpuasa, Roh Allah berkata kepada mereka, “Pilihlah Barnabas dan Saulus khusus untuk-Ku, supaya mereka mengerjakan pekerjaan yang sudah Kutentukan untuk mereka.”Setelah berpuasa dan berdoa mereka meletakkan tangan ke atas Barnabas dan Saulus lalu mengutus mereka berdua.
Penduduk Niniwe percaya kepada pesan Allah itu. Seluruh rakyat memutuskan untuk berpuasa, dan semua orang, baik besar maupun kecil, memakai kain karung untuk menunjukkan bahwa mereka menyesali dosa-dosa mereka.Waktu raja Niniwe mendengar kabar itu, ia segera turun dari takhtanya. Dilepaskannya jubah kerajaannya dan dipakainya kain karung, lalu duduklah ia di atas abu.Ia juga menyiarkan maklumat ini, “Perintah ini dikeluarkan di Niniwe atas keputusan raja dan para menteri: Semua orang, sapi, domba dan ternak lainnya dilarang makan dan minum.Manusia dan binatang harus memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan semua orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka harus memperbaiki kelakuannya yang jahat dan perbuatannya yang penuh dosa.Barangkali Allah akan mengubah niat-Nya dan tidak marah lagi sehingga kita tidak jadi binasa!”Allah melihat perbuatan mereka; Ia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka Ia mengubah keputusan-Nya, dan tidak jadi menghukum mereka.
Lalu di pinggir Sungai Ahawa itu aku mengumumkan bahwa semua harus berpuasa dan merendahkan diri di hadapan Allah. Kami berdoa supaya Allah memimpin kami dalam perjalanan itu, serta melindungi kami, anak-anak kami dan segala milik kami.Aku segan meminta tentara berkuda kepada raja guna melindungi kami terhadap musuh di perjalanan. Sebab aku sudah mengatakan kepadanya, bahwa Allah kami memberkati setiap orang yang berbakti kepada-Nya dan membenci serta menghukum setiap orang yang tidak setia kepada-Nya.Maka berpuasalah kami serta berdoa kepada Allah meminta perlindungan dan Ia pun mengabulkan doa kami.
Yosafat menjadi takut lalu ia berdoa minta petunjuk dari Tuhan. Kemudian ia memerintahkan supaya seluruh rakyat berpuasa.Dari setiap kota di Yehuda orang pergi ke Yerusalem untuk minta tolong kepada Tuhan.
Mendengar berita itu, aku duduk dan menangis. Berhari-hari lamanya aku bersedih hati. Aku terus berpuasa sambil berdoa kepada Allah,
Yesus dikuasai oleh Roh Allah pada waktu Ia meninggalkan Sungai Yordan. Roh Allah memimpin Dia ke padang gurun.Di situ Ia dicobai oleh Iblis empat puluh hari lamanya. Sepanjang waktu itu, Ia tidak makan apa-apa. Jadi pada akhirnya Ia merasa lapar.
Empat puluh hari empat puluh malam Musa tinggal di situ bersama Tuhan, dan selama itu ia tidak makan dan tidak minum. Kata-kata perjanjian itu, yakni Sepuluh Perintah Allah, ditulisnya pada keping batu.
Dan di tiap-tiap jemaat, Paulus dan Barnabas mengangkat pemimpin-pemimpin untuk jemaat-jemaat itu. Lalu dengan berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan pemimpin-pemimpin itu kepada Tuhan yang mereka percayai itu.
Waktu mereka sakit, aku sedih dan tidak makan; aku berdoa dengan menundukkan kepala,seperti mendoakan seorang saudara atau seorang sahabat karib. Aku tunduk menangisi mereka, seolah aku berkabung untuk ibuku sendiri.
Setelah Elia selesai berbicara, Ahab menyobek pakaiannya dan memakai kain karung sebagai tanda penyesalan, lalu berpuasa. Pada waktu tidur pun ia memakai kain karung, dan kalau berjalan, mukanya murung terus.Tuhan berkata kepada Nabi Elia,“Sudahkah kaulihat bagaimana Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Karena itu, Aku tidak akan mendatangkan bencana selama ia masih hidup. Pada masa anaknya barulah Aku mendatangkan bencana itu ke atas keluarganya.”
Setelah itu pengikut-pengikut Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus. Lalu mereka bertanya, “Mengapa kami dan orang-orang Farisi berpuasa sedangkan pengikut-pengikut Bapak tidak?”Yesus menjawab, “Bagaimanakah pendapat kalian? Bisakah tamu-tamu di pesta kawin bersedih hati kalau mempelai laki-laki masih ada bersama-sama mereka? Tentu tidak! Tetapi akan tiba saatnya mempelai laki-laki itu diambil dari mereka. Waktu itu barulah mereka berpuasa.
Pada waktu itu aku sedang bertapa tiga minggu penuh.Selama waktu itu aku tidak makan makanan yang enak atau pun daging; aku tidak minum anggur, dan tidak juga menyisir rambut.
Bangsa itu bertanya, “Apa gunanya berpuasa kalau Tuhan tidak melihat? Apa gunanya kita merendahkan diri kalau Ia tidak memperhatikan?” Tuhan berkata, “Sesungguhnya, sementara kamu berpuasa, kamu mencari keuntungan sendiri dan memeras orang-orang upahanmu.Sementara berpuasa, kamu berbantah dan berkelahi dan bertindak dengan kekerasan. Sangkamu cara kamu berpuasa menggerakkan Aku untuk mendengarkan doa-doamu?Apabila kamu berpuasa, kamu menyiksa dirimu; kamu menundukkan kepalamu seperti daun rumput. Kamu membentangkan kain karung dan menaburkan abu, dan berbaring di atasnya. Itukah yang kamu sebut puasa? Sangkamu Aku senang dengan perbuatanmu itu?
Pada tanggal dua puluh empat bulan itu juga, rakyat Israel berkumpul. Mereka berpuasa untuk menunjukkan penyesalan dosa-dosa mereka. Mereka memisahkan diri dari semua orang asing. Sebagai tanda bersedih, mereka memakai kain karung dan menaburi kepala dengan tanah. Kemudian mereka berdiri dan mengakui segala dosa mereka dan dosa leluhur mereka.
Kata-Nya, “Sampaikanlah kepada seluruh penduduk negeri ini dan kepada para imam, bahwa puasa dan ratapan yang mereka lakukan pada bulan kelima dan ketujuh selama tujuh puluh tahun ini bukanlah penghormatan bagi-Ku.
Lalu berkumpullah mereka semua di Mizpa. Mereka menimba air lalu menuangkannya sebagai persembahan kepada Tuhan, selanjutnya mereka berpuasa sepanjang hari itu. Kata mereka, “Kami telah berdosa kepada Tuhan.” (Di Mizpa itu Samuel mulai menyelesaikan perkara-perkara perselisihan orang Israel.)
Janganlah menjauhi satu sama lain secara suami istri. Boleh untuk sementara waktu, asal dua-duanya sama-sama sudah setuju. Dengan demikian masing-masing dapat berdoa dengan tidak terganggu. Tetapi kemudian, haruslah kalian kembali saling mendekati secara suami istri. Kalau tidak begitu, nanti kalian bisa menuruti bujukan roh jahat, karena kalian tidak kuat menahan nafsu.
Semangatku berkobar karena cinta kepada Rumah-Mu, olok-olokan orang yang menghina Engkau menimpa diriku.
Lalu Daud berdoa kepada Tuhan supaya anak itu sembuh. Ia berpuasa dan setiap malam ia berbaring semalam suntuk di lantai kamarnya.
“Kumpulkanlah semua orang Yahudi yang ada di Susan untuk berdoa bagiku. Janganlah makan dan minum selama tiga hari dan tiga malam. Aku sendiri dan gadis-gadis pelayanku akan berpuasa juga. Setelah itu aku akan menghadap raja, meskipun itu melanggar undang-undang. Kalau aku harus mati karena itu, biarlah aku mati!”
Perintahkan umatmu untuk berpuasa, maklumkanlah pertemuan raya! Undanglah para pemimpin dan tua-tua serta seluruh penduduk Yehuda, supaya datang ke Rumah Allah, untuk berseru minta tolong kepada-Nya.
Maka pergilah lagi umat Israel ke Betel dan menangis kepada Tuhan. Di sana mereka berpuasa sampai malam dan mempersembahkan kurban perdamaian dan kurban bakaran kepada Tuhan.
Elia bangun, lalu makan dan minum. Maka ia menjadi kuat dan dapat berjalan empat puluh hari lamanya ke Gunung Sinai, tempat Allah menyatakan diri.
Kornelius menjawab, “Tiga hari yang lalu, kira-kira pada waktu seperti ini, saya sedang berdoa di rumah pada pukul tiga sore. Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di depan saya. Pakaian orang itu berkilauan.Ia berkata, ‘Kornelius! Allah sudah menerima doamu dan ingat akan kemurahan hatimu.
Setelah itu sebuah batu besar diletakkan pada mulut gua itu, dan raja mencap batu itu dengan cap kerajaan dan cap para pembesar, sehingga tak seorang pun dapat membebaskan Daniel dari singa-singa itu.
Penduduk Niniwe percaya kepada pesan Allah itu. Seluruh rakyat memutuskan untuk berpuasa, dan semua orang, baik besar maupun kecil, memakai kain karung untuk menunjukkan bahwa mereka menyesali dosa-dosa mereka.
supaya tak ada yang tahu bahwa kalian berpuasa, kecuali Bapamu yang tidak kelihatan itu saja. Dia melihat perbuatanmu yang tersembunyi itu dan akan memberi upah kepadamu.”
Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak mau memperhatikan seruan mereka minta tolong; dan sekalipun mereka mempersembahkan kepada-Ku kurban bakaran dan kurban gandum, Aku tidak akan senang dengan mereka. Sebaliknya, Aku akan menumpas mereka dengan perang, kelaparan, dan wabah penyakit.”
“Puasa yang dilakukan dalam bulan keempat, kelima, ketujuh, dan kesepuluh akan menjadi perayaan-perayaan yang penuh kegembiraan dan kesenangan bagi penduduk Yehuda. Cintailah kebenaran dan damai!”
Tiuplah trompet di Sion, gunung Allah, umumkanlah hari puasa, adakanlah pertemuan raya.Kumpulkanlah seluruh rakyat, kerahkanlah himpunan umat. Suruhlah datang orang-orang tua, anak-anak dan bayi-bayi juga. Bahkan para pengantin baru harus datang pula. Suruhlah mereka meninggalkan kamarnya.
Saya membiarkan badan saya digembleng dengan keras sampai saya dapat menguasainya. Saya berbuat begitu, sebab saya tidak mau sampai terjadi bahwa setelah saya mengajak orang lain turut dalam perlombaan itu, saya sendiri ditolak.
Mendengar berita itu, aku duduk dan menangis. Berhari-hari lamanya aku bersedih hati. Aku terus berpuasa sambil berdoa kepada Allah,“Ya Tuhan Allah penguasa di surga. Engkau Allah yang Besar dan kami menghadap Engkau dengan penuh rasa takut. Engkau tetap setia dan memegang janji-Mu kepada orang yang cinta kepada-Mu dan mentaati perintah-Mu.Pandanglah aku ya Tuhan, dan dengarkan doa yang kunaikkan ke hadapan-Mu siang dan malam untuk umat Israel, hamba-hamba-Mu itu. Aku mengakui bahwa kami, umat Israel, telah berdosa; aku dan para leluhurku telah berdosa juga.
Hal itu terjadi dari tahun ke tahun; kalau mereka pergi ke Rumah Tuhan, selalu Hana disakiti hatinya oleh Penina. Seringkali Hana menangis dan tidak mau makan karena ia dihina.Lalu setiap kali pula Elkana, suaminya, bertanya, “Mengapa kau menangis Hana? Mengapa kau tak mau makan dan terus sedih saja? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?”
Ketika mereka sedang beribadat kepada Tuhan dan berpuasa, Roh Allah berkata kepada mereka, “Pilihlah Barnabas dan Saulus khusus untuk-Ku, supaya mereka mengerjakan pekerjaan yang sudah Kutentukan untuk mereka.”
Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun. Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa.
Maka berpuasalah kami serta berdoa kepada Allah meminta perlindungan dan Ia pun mengabulkan doa kami.
Inilah isi surat itu, “Umumkanlah supaya rakyat berpuasa dan suruhlah mereka berkumpul! Dalam pertemuan itu berikanlah kepada Nabot tempat duduk yang terhormat.
Aku terus berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku Israel, serta memohon kepada Tuhan Allahku untuk memulihkan rumah-Nya yang suci.Sementara aku berdoa, Gabriel yang telah kulihat dalam penglihatanku yang dahulu itu, terbang ke arahku. Saat itu waktunya orang mempersembahkan kurban petang.Lalu Gabriel menerangkan demikian, “Daniel, aku datang untuk membantu engkau memahami ramalan itu.Ketika engkau mulai memohon kepada Allah, Ia memberi jawaban. Aku datang menyampaikannya sebab Ia mengasihi engkau. Nah, dengarkanlah baik-baik sementara aku menerangkan arti penglihatan itu.
Mereka meratap dan berkabung serta berpuasa sampai malam untuk Saul dan Yonatan, dan untuk rakyat Israel, umat Tuhan, sebab banyak sekali yang telah gugur dalam pertempuran itu.
Maka pergilah lagi umat Israel ke Betel dan menangis kepada Tuhan. Di sana mereka berpuasa sampai malam dan mempersembahkan kurban perdamaian dan kurban bakaran kepada Tuhan.Pada masa itu Peti Perjanjian Allah ada di Betel, dan Pinehas anak Eleazar, cucu Harun, bertugas sebagai imam. Maka bertanyalah umat Israel kepada Tuhan, “Tuhan, haruskah kami pergi lagi menyerang saudara-saudara kami orang-orang Benyamin itu, atau haruskah kami menghentikan pertempuran ini?” Tuhan menjawab, “Seranglah mereka! Besok Aku akan memberikan kemenangan kepada kalian.”
Perintahkan umatmu untuk berpuasa, maklumkanlah pertemuan raya! Undanglah para pemimpin dan tua-tua serta seluruh penduduk Yehuda, supaya datang ke Rumah Allah, untuk berseru minta tolong kepada-Nya.Hari Tuhan sudah dekat, hari yang mengerikan; saat Yang Mahakuasa mendatangkan kehancuran.
Tetapi akan tiba saatnya pengantin laki-laki itu diambil dari mereka. Pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Surat itu menganjurkan juga supaya mereka dan keturunan mereka memperingati hari-hari Purim pada waktu yang tepat, sebagaimana mereka memperingati masa puasa dan masa berkabung. Itulah isi surat Mordekhai dan Ratu Ester.
Tuhan berkata, “Berteriaklah sekuat tenaga! Beritahukanlah kepada umat-Ku dosa-dosa mereka.Mereka menyembah Aku setiap hari, dan ingin mengetahui kehendak-Ku, seolah-olah mereka melakukan yang baik, dan setia kepada hukum-Ku. Mereka berkata bahwa mereka senang menyembah Aku dan menginginkan hukum-Ku yang adil.”Bangsa itu bertanya, “Apa gunanya berpuasa kalau Tuhan tidak melihat? Apa gunanya kita merendahkan diri kalau Ia tidak memperhatikan?” Tuhan berkata, “Sesungguhnya, sementara kamu berpuasa, kamu mencari keuntungan sendiri dan memeras orang-orang upahanmu.Sementara berpuasa, kamu berbantah dan berkelahi dan bertindak dengan kekerasan. Sangkamu cara kamu berpuasa menggerakkan Aku untuk mendengarkan doa-doamu?Apabila kamu berpuasa, kamu menyiksa dirimu; kamu menundukkan kepalamu seperti daun rumput. Kamu membentangkan kain karung dan menaburkan abu, dan berbaring di atasnya. Itukah yang kamu sebut puasa? Sangkamu Aku senang dengan perbuatanmu itu?Inilah puasa yang Kukehendaki: Lepaskanlah belenggu penindasan dan beban ketidakadilan, dan bebaskanlah orang-orang yang tertindas.Bagilah makananmu dengan orang yang lapar, terimalah orang-orang gelandangan di rumahmu. Berilah pakaian kepada orang telanjang, dan jangan menolak saudaramu yang perlu ditolong. Maka terang akan menyingsing bagimu seperti fajar, dan luka-lukamu akan segera sembuh. Aku akan menyertaimu untuk menyelamatkan kamu. Kehadiran-Ku akan melindungi kamu dari segala penjuru.Apabila kamu berdoa, Aku akan mengabulkannya. Apabila kamu berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab. Jangan lagi menindas sesamamu, hentikanlah permusuhan dan fitnah.
Kemudian Yesus dibimbing oleh Roh Allah ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis.Empat puluh hari empat puluh malam Yesus tidak makan. Lalu Ia merasa lapar.Iblis datang dan berkata, “Engkau Anak Allah, bukan? Nah, suruhlah batu-batu ini menjadi roti.”Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis: Manusia tidak dapat hidup dari roti saja, tetapi juga dari setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah.”
lalu umat-Ku yang memakai nama-Ku itu merendahkan diri, dan berdoa serta datang kepada-Ku dan meninggalkan perbuatan mereka yang jahat, maka dari surga Aku akan mendengar doa mereka. Aku akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menjadikan negeri mereka makmur kembali.
Pada waktu sebelum fajar, Paulus menganjurkan supaya mereka semua makan. Paulus berkata, “Sudah empat belas hari lamanya Saudara semuanya hanya menunggu-nunggu saja dalam keadaan tegang dan tidak makan apa-apa.Saya anjurkan, makanlah sedikit. Itu baik untuk kalian, supaya kalian kuat lagi. Sebab Saudara semuanya akan selamat dan tidak kurang apa-apa.”
Setelah itu sebuah batu besar diletakkan pada mulut gua itu, dan raja mencap batu itu dengan cap kerajaan dan cap para pembesar, sehingga tak seorang pun dapat membebaskan Daniel dari singa-singa itu.Kemudian pulanglah raja ke istana. Ia tidak mau makan atau pun dihibur. Dan semalam-malaman itu ia tidak bisa tidur.Pada waktu subuh bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa.
Yesus menjawab, “Bagaimanakah pendapat kalian? Bisakah tamu-tamu di pesta kawin bersedih hati kalau mempelai laki-laki masih ada bersama-sama mereka? Tentu tidak! Tetapi akan tiba saatnya mempelai laki-laki itu diambil dari mereka. Waktu itu barulah mereka berpuasa.
Aku menjadi seperti orang asing bagi sanak saudaraku, seperti orang luar bagi kakak-adikku.Semangatku berkobar karena cinta kepada Rumah-Mu, olok-olokan orang yang menghina Engkau menimpa diriku.
Pada bulan sembilan tahun kelima pemerintahan Yoyakim raja Yehuda, rakyat berpuasa untuk memperoleh belas kasihan dari Tuhan. Penduduk Yerusalem dan orang-orang yang datang dari kota-kota Yehuda, semuanya berpuasa.
Waktu raja Niniwe mendengar kabar itu, ia segera turun dari takhtanya. Dilepaskannya jubah kerajaannya dan dipakainya kain karung, lalu duduklah ia di atas abu.Ia juga menyiarkan maklumat ini, “Perintah ini dikeluarkan di Niniwe atas keputusan raja dan para menteri: Semua orang, sapi, domba dan ternak lainnya dilarang makan dan minum.Manusia dan binatang harus memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan semua orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka harus memperbaiki kelakuannya yang jahat dan perbuatannya yang penuh dosa.Barangkali Allah akan mengubah niat-Nya dan tidak marah lagi sehingga kita tidak jadi binasa!”
Setelah mereka bersumpah, pergilah Ezra dari depan Rumah Tuhan dan masuk ke dalam tempat tinggal Yohanan anak Elyasib dan bermalam di situ. Ia tidak mau makan atau minum karena sedih memikirkan perbuatan orang-orang buangan itu.
Semua tulang-tulangnya dikumpulkan dan dikebumikan di bawah pohon tamariska di kota itu, kemudian berpuasalah mereka tujuh hari lamanya.
Pada tanggal dua puluh empat bulan itu juga, rakyat Israel berkumpul. Mereka berpuasa untuk menunjukkan penyesalan dosa-dosa mereka. Mereka memisahkan diri dari semua orang asing. Sebagai tanda bersedih, mereka memakai kain karung dan menaburi kepala dengan tanah. Kemudian mereka berdiri dan mengakui segala dosa mereka dan dosa leluhur mereka.Selama kira-kira tiga jam, buku Hukum Tuhan, Allah mereka, dibacakan kepada mereka dan selama tiga jam berikutnya mereka mengakui dosa-dosa mereka. Setelah itu mereka sujud dan menyembah Tuhan, Allah mereka.
Saya membanting tulang dan berjuang setengah mati: sering tidak tidur, tidak makan, tidak minum, banyak kali terlantar dalam keadaan lapar, kedinginan karena kurang pakaian dan tidak mempunyai tempat tinggal.
Tiga hari lamanya ia tidak bisa melihat dan selama itu ia tidak makan atau minum sama sekali.
Saya mendaki gunung itu untuk menerima batu perjanjian yang dibuat Tuhan dengan kamu. Empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya saya tinggal di atas gunung itu tanpa makan atau minum.
Maka pergilah lagi umat Israel ke Betel dan menangis kepada Tuhan. Di sana mereka berpuasa sampai malam dan mempersembahkan kurban perdamaian dan kurban bakaran kepada Tuhan.Pada masa itu Peti Perjanjian Allah ada di Betel, dan Pinehas anak Eleazar, cucu Harun, bertugas sebagai imam. Maka bertanyalah umat Israel kepada Tuhan, “Tuhan, haruskah kami pergi lagi menyerang saudara-saudara kami orang-orang Benyamin itu, atau haruskah kami menghentikan pertempuran ini?” Tuhan menjawab, “Seranglah mereka! Besok Aku akan memberikan kemenangan kepada kalian.”
Pada hari itu orang-orang Israel dalam keadaan lemah karena lapar, sebab Saul telah bersumpah demikian, “Terkutuklah orang yang memakan apa pun pada hari ini sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku.” Karena itu tidak seorang pun yang makan sepanjang hari itu.
“Kalau kalian berpuasa, janganlah bermuka muram seperti orang yang suka berpura-pura. Mereka mengubah air mukanya supaya semua orang tahu bahwa mereka berpuasa. Ingatlah, itulah upah yang mereka sudah terima.
Saya berpuasa dua kali seminggu, dan saya mempersembahkan kepada-Mu sepersepuluh dari semua pendapatan saya.’
Selama waktu itu aku tidak makan makanan yang enak atau pun daging; aku tidak minum anggur, dan tidak juga menyisir rambut.
Tetapi tolonglah aku sesuai dengan janji-Mu, ya Tuhan Allahku, selamatkanlah aku karena kebaikan dan kasih-Mu.Sebab aku miskin dan sengsara, dan hatiku terluka sampai dalam.Aku hampir hilang seperti bayangan di waktu petang, aku dikebaskan seperti belalang.Lututku gemetar karena berpuasa, badanku menjadi kurus kering.
Lalu di pinggir Sungai Ahawa itu aku mengumumkan bahwa semua harus berpuasa dan merendahkan diri di hadapan Allah. Kami berdoa supaya Allah memimpin kami dalam perjalanan itu, serta melindungi kami, anak-anak kami dan segala milik kami.
Manusia dan binatang harus memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan semua orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka harus memperbaiki kelakuannya yang jahat dan perbuatannya yang penuh dosa.
Lalu Musa terus mendaki sampai ia masuk ke dalam awan itu. Empat puluh hari empat puluh malam Musa tinggal di situ.
Mereka mengumumkan supaya rakyat berpuasa. Kemudian mereka menyuruh orang berkumpul dan Nabot diberi tempat yang terhormat.
Setelah itu pengikut-pengikut Yohanes Pembaptis datang kepada Yesus. Lalu mereka bertanya, “Mengapa kami dan orang-orang Farisi berpuasa sedangkan pengikut-pengikut Bapak tidak?”Yesus menjawab, “Bagaimanakah pendapat kalian? Bisakah tamu-tamu di pesta kawin bersedih hati kalau mempelai laki-laki masih ada bersama-sama mereka? Tentu tidak! Tetapi akan tiba saatnya mempelai laki-laki itu diambil dari mereka. Waktu itu barulah mereka berpuasa.Tidak ada orang yang menambal baju yang sudah tua dengan sepotong kain yang masih baru. Sebab kain penambal itu akan menciut dan menyobek baju itu, sehingga mengakibatkan sobekan yang lebih besar.Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik.”
Juga di segala provinsi, orang-orang Yahudi meratap setelah perintah raja diumumkan. Mereka berpuasa, menangis dan mengaduh, dan banyak di antara mereka memakai kain karung dan berbaring di atas abu.
Yosafat menjadi takut lalu ia berdoa minta petunjuk dari Tuhan. Kemudian ia memerintahkan supaya seluruh rakyat berpuasa.
Inilah puasa yang Kukehendaki: Lepaskanlah belenggu penindasan dan beban ketidakadilan, dan bebaskanlah orang-orang yang tertindas.Bagilah makananmu dengan orang yang lapar, terimalah orang-orang gelandangan di rumahmu. Berilah pakaian kepada orang telanjang, dan jangan menolak saudaramu yang perlu ditolong. Maka terang akan menyingsing bagimu seperti fajar, dan luka-lukamu akan segera sembuh. Aku akan menyertaimu untuk menyelamatkan kamu. Kehadiran-Ku akan melindungi kamu dari segala penjuru.Apabila kamu berdoa, Aku akan mengabulkannya. Apabila kamu berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab. Jangan lagi menindas sesamamu, hentikanlah permusuhan dan fitnah.Berilah makan kepada orang lapar dan tolonglah orang-orang yang tertindas. Kalau kamu berbuat begitu, maka kegelapan di sekitarmu akan menjadi seterang siang.Aku akan selalu membimbing kamu dan mengenyangkan kamu di tanah yang kering; Aku akan menjaga kamu supaya tetap sehat dan kuat. Kamu akan seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering.Kota yang sudah lama menjadi reruntuhan akan kamu bangun kembali di atas dasar yang lama. Kamu akan disebut ‘Bangsa yang membangun kembali tembok-tembok dan membetulkan rumah-rumah yang hancur.’ ”
Mendengar berita itu, aku duduk dan menangis. Berhari-hari lamanya aku bersedih hati. Aku terus berpuasa sambil berdoa kepada Allah,“Ya Tuhan Allah penguasa di surga. Engkau Allah yang Besar dan kami menghadap Engkau dengan penuh rasa takut. Engkau tetap setia dan memegang janji-Mu kepada orang yang cinta kepada-Mu dan mentaati perintah-Mu.Pandanglah aku ya Tuhan, dan dengarkan doa yang kunaikkan ke hadapan-Mu siang dan malam untuk umat Israel, hamba-hamba-Mu itu. Aku mengakui bahwa kami, umat Israel, telah berdosa; aku dan para leluhurku telah berdosa juga.Kami telah mendurhaka kepada-Mu dan melanggar perintah-perintah-Mu. Kami tidak mematuhi hukum-hukum yang telah Kauberikan kepada kami melalui Musa, hamba-Mu itu.Ya Tuhan, ingatlah kata-kata-Mu yang diucapkan Musa atas perintah-Mu, bahwa jika kami, umat Israel, tidak setia kepada-Mu, kami akan Kauceraiberaikan di antara bangsa-bangsa lain.Tetapi jika kami kembali lagi kepada-Mu dan mentaati perintah-perintah-Mu, maka kami yang sudah tercerai-berai itu akan Kaukumpulkan lagi, meskipun kami ada di ujung-ujung bumi. Lalu kami akan Kaukembalikan ke tempat yang sudah Kaupilih untuk menjadi tempat beribadat kepada-Mu. Tuhan, kami ini hamba-hamba-Mu, umat-Mu sendiri yang telah Kauselamatkan dengan kuasa dan kekuatan-Mu yang hebat.Dengarkanlah doaku dan doa semua hamba-Mu yang lain, yang mau menghormati Engkau. Berikanlah pertolongan-Mu supaya pada hari ini hamba-Mu ini berhasil mendapat belas kasihan dari raja.” Pada masa itu aku adalah pengurus minuman raja.
“Ujilah kami selama sepuluh hari; berilah kami hanya sayuran dan air untuk makanan dan minuman.
Lalu berkumpullah mereka semua di Mizpa. Mereka menimba air lalu menuangkannya sebagai persembahan kepada Tuhan, selanjutnya mereka berpuasa sepanjang hari itu. Kata mereka, “Kami telah berdosa kepada Tuhan.” (Di Mizpa itu Samuel mulai menyelesaikan perkara-perkara perselisihan orang Israel.)Ketika orang Filistin mendengar bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, kelima raja Filistin berangkat ke sana dengan tentara mereka untuk menyerang orang Israel. Orang Israel mendengar hal itu lalu menjadi takut.Kata mereka kepada Samuel, “Janganlah berhenti berdoa kepada Tuhan Allah kita supaya kita diselamatkan-Nya dari orang Filistin.”
Ketika kurban sore mulai dipersembahkan, bangkitlah aku dari tempat aku bersedih itu dan dengan pakaian yang robek, aku sujud dan mengulurkan tanganku kepada Tuhan Allahku.
Kornelius menjawab, “Tiga hari yang lalu, kira-kira pada waktu seperti ini, saya sedang berdoa di rumah pada pukul tiga sore. Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri di depan saya. Pakaian orang itu berkilauan.
Nabi itu menjawab, “Sekalipun Baginda memberi saya separuh dari kekayaan Baginda, saya tak akan ikut untuk makan atau minum dengan Baginda.Saya mendapat perintah dari Tuhan untuk tidak makan atau minum, dan tidak pulang mengikuti jalan yang saya lalui ketika datang.”
Lalu katanya kepadaku, “Daniel, jangan takut. Allah telah mendengar doamu sejak hari pertama engkau mengambil keputusan untuk merendahkan dirimu supaya menjadi bijaksana. Aku telah datang sebagai jawaban atas doamu.Malaikat pelindung kerajaan Persia melawan aku selama dua puluh satu hari. Lalu Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin malaikat, datang menolong aku. Kutinggalkan dia di sana, di Persia.
Untuk pemimpin kor. Nyanyian pengajaran kaum Korah.Seperti rusa merindukan air sungai, demikian jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Seluruh kelompok itu kukumpulkan di pinggir sungai yang mengalir ke kota Ahawa, lalu kami berkemah di sana selama tiga hari. Setelah kuperiksa, ternyata ada beberapa imam di antara mereka, tetapi tak ada seorang pun dari suku Lewi.Lalu kupanggil sembilan orang di antara para pemimpin, yaitu: Eliezer, Ariel, Semaya, Elnatan, Yarib, Elnatan, Natan, Zakharia, Mesulam dan juga dua guru, yakni Yoyarib dan Elnatan.Kemudian kuutus mereka menemui Ido, kepala masyarakat di Kasifya, dengan permintaan supaya Ido dan rekan-rekannya para pekerja di Rumah Tuhan, mengirimkan kepada kami orang-orang untuk melayani di Rumah Tuhan.Karena kebaikan hati Allah, mereka mengirim kepada kami Serebya, seorang Lewi yang cerdas dari kaum Mahli. Bersama-sama dengan dia datang juga anak-anak dan saudara-saudaranya, sejumlah 18 orang.Hasabya dan Yesaya dari kaum Merari, dengan dua puluh orang sanak saudara mereka, dikirim juga kepada kami.Di samping itu ada pula 220 orang pekerja Rumah Tuhan yang terdaftar namanya. Leluhur mereka sejak dahulu ditetapkan oleh Raja Daud dan para pembesar kerajaan untuk membantu orang Lewi.Lalu di pinggir Sungai Ahawa itu aku mengumumkan bahwa semua harus berpuasa dan merendahkan diri di hadapan Allah. Kami berdoa supaya Allah memimpin kami dalam perjalanan itu, serta melindungi kami, anak-anak kami dan segala milik kami.Aku segan meminta tentara berkuda kepada raja guna melindungi kami terhadap musuh di perjalanan. Sebab aku sudah mengatakan kepadanya, bahwa Allah kami memberkati setiap orang yang berbakti kepada-Nya dan membenci serta menghukum setiap orang yang tidak setia kepada-Nya.Maka berpuasalah kami serta berdoa kepada Allah meminta perlindungan dan Ia pun mengabulkan doa kami.
Kemudian Yesus dibimbing oleh Roh Allah ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis.Empat puluh hari empat puluh malam Yesus tidak makan. Lalu Ia merasa lapar.Iblis datang dan berkata, “Engkau Anak Allah, bukan? Nah, suruhlah batu-batu ini menjadi roti.”Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis: Manusia tidak dapat hidup dari roti saja, tetapi juga dari setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah.” Sesudah itu Iblis membawa Yesus ke Yerusalem, kota suci, dan menaruh Dia di atas puncak Rumah Tuhan.Lalu Iblis berkata kepada-Nya, “Engkau Anak Allah, bukan? Kalau begitu, terjunlah ke bawah; sebab di dalam Alkitab ada tertulis begini, ‘Allah akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya melindungi Engkau, mereka akan menyambut Engkau dengan tangan mereka, supaya kaki-Mu pun tidak tersentuh pada batu.’ ” Yesus menjawab, “Tetapi di dalam Alkitab tertulis juga, ‘Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu.’ ” Kemudian Iblis membawa Yesus lagi ke gunung yang tinggi sekali dan menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan di dunia dengan segala kekayaannya.Lalu Iblis berkata kepada Yesus, “Semua ini akan saya berikan kepada-Mu, kalau Engkau sujud menyembah saya.”Yesus menjawab, “Pergi kau, hai Penggoda! Dalam Alkitab tertulis: Sembahlah Tuhan, Allahmu, dan layanilah Dia saja!” Akhirnya Iblis meninggalkan Yesus, dan malaikat-malaikat pun datang melayani Dia.
Orang-orang berkata kepada Yesus, “Pengikut Yohanes dan pengikut orang Farisi sering berpuasa dan berdoa. Tetapi pengikut-pengikut-Mu makan dan minum.”Yesus menjawab, “Apakah kalian dapat menyuruh tamu-tamu berpuasa di pesta kawin, selama pengantin laki-laki masih bersama-sama mereka? Tentu tidak!Tetapi akan tiba saatnya pengantin laki-laki itu diambil dari mereka. Pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Pada masa itu Peti Perjanjian Allah ada di Betel, dan Pinehas anak Eleazar, cucu Harun, bertugas sebagai imam. Maka bertanyalah umat Israel kepada Tuhan, “Tuhan, haruskah kami pergi lagi menyerang saudara-saudara kami orang-orang Benyamin itu, atau haruskah kami menghentikan pertempuran ini?” Tuhan menjawab, “Seranglah mereka! Besok Aku akan memberikan kemenangan kepada kalian.”
Pada tahun pertama pemerintahan Darius orang Media, putra Ahasyweros atas kerajaan Babel, aku Daniel, membaca-baca buku-buku agama. Aku merenungkan bahwa menurut perkataan Tuhan kepada Nabi Yeremia, kota Yerusalem akan tetap runtuh selama tujuh puluh tahun.Lalu berdoalah aku dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan Allah, dan memohon belas kasihannya. Aku pun berpuasa dan memakai kain karung serta duduk di atas abu.
Setelah itu pulanglah Natan ke rumahnya. Putra Daud yang dilahirkan oleh Batsyeba janda Uria, jatuh sakit dengan kehendak Tuhan.Lalu Daud berdoa kepada Tuhan supaya anak itu sembuh. Ia berpuasa dan setiap malam ia berbaring semalam suntuk di lantai kamarnya.Lalu para pembesar istana pergi kepadanya dan membujuknya supaya bangkit, tetapi ia menolak dan tidak mau makan bersama dengan mereka.Seminggu kemudian anak itu meninggal, dan hamba-hamba Daud takut untuk memberitahukannya. Kata mereka, “Ketika anak itu masih hidup, raja tidak mau mendengarkan jika kita berbicara kepadanya. Apalagi sekarang sesudah putranya meninggal! Jangan-jangan ia akan nekad menyakiti dirinya!”Ketika Daud melihat hamba-hambanya itu berbisik-bisik, sadarlah dia bahwa anak itu sudah meninggal. Lalu bertanyalah ia kepada mereka, “Apakah anak itu sudah meninggal?” “Sudah, Baginda,” jawab mereka.Maka bangkitlah Daud dari lantai, lalu mandi dan menyisir rambutnya, serta bertukar pakaian. Kemudian ia pergi beribadat ke Rumah Tuhan. Setelah itu ia kembali ke istana, dan minta dihidangkan makanan baginya, lalu ia makan.Melihat itu, para hambanya berkata kepadanya, “Kami tidak mengerti, Baginda. Ketika anak itu masih hidup, Baginda berpuasa dan menangisinya, tetapi setelah ia meninggal, Baginda bangkit dan makan!”“Ya,” jawab Daud, “memang aku berpuasa dan menangis ketika anak itu masih hidup sebab aku pikir: Mungkin Tuhan akan kasihan kepadaku dan menghendaki anak itu hidup.Tetapi sekarang, setelah ia mati, apa gunanya aku terus berpuasa? Dapatkah aku menghidupkannya kembali? Kelak aku akan pergi juga ke tempat dia berada, tetapi sekarang dia tidak akan kembali kepadaku.”
Hai para imam yang melayani di mezbah, pakailah kain karung, dan menangislah. Masuklah ke Rumah Tuhan untuk meratap semalam suntuk, sebab tak ada kurban anggur dan gandum bagi Allahmu.Perintahkan umatmu untuk berpuasa, maklumkanlah pertemuan raya! Undanglah para pemimpin dan tua-tua serta seluruh penduduk Yehuda, supaya datang ke Rumah Allah, untuk berseru minta tolong kepada-Nya.
“Ya Tuhan Allah penguasa di surga. Engkau Allah yang Besar dan kami menghadap Engkau dengan penuh rasa takut. Engkau tetap setia dan memegang janji-Mu kepada orang yang cinta kepada-Mu dan mentaati perintah-Mu.Pandanglah aku ya Tuhan, dan dengarkan doa yang kunaikkan ke hadapan-Mu siang dan malam untuk umat Israel, hamba-hamba-Mu itu. Aku mengakui bahwa kami, umat Israel, telah berdosa; aku dan para leluhurku telah berdosa juga.Kami telah mendurhaka kepada-Mu dan melanggar perintah-perintah-Mu. Kami tidak mematuhi hukum-hukum yang telah Kauberikan kepada kami melalui Musa, hamba-Mu itu.Ya Tuhan, ingatlah kata-kata-Mu yang diucapkan Musa atas perintah-Mu, bahwa jika kami, umat Israel, tidak setia kepada-Mu, kami akan Kauceraiberaikan di antara bangsa-bangsa lain.Tetapi jika kami kembali lagi kepada-Mu dan mentaati perintah-perintah-Mu, maka kami yang sudah tercerai-berai itu akan Kaukumpulkan lagi, meskipun kami ada di ujung-ujung bumi. Lalu kami akan Kaukembalikan ke tempat yang sudah Kaupilih untuk menjadi tempat beribadat kepada-Mu. Tuhan, kami ini hamba-hamba-Mu, umat-Mu sendiri yang telah Kauselamatkan dengan kuasa dan kekuatan-Mu yang hebat.Dengarkanlah doaku dan doa semua hamba-Mu yang lain, yang mau menghormati Engkau. Berikanlah pertolongan-Mu supaya pada hari ini hamba-Mu ini berhasil mendapat belas kasihan dari raja.” Pada masa itu aku adalah pengurus minuman raja.
Semangatku berkobar karena cinta kepada Rumah-Mu, olok-olokan orang yang menghina Engkau menimpa diriku. Aku menangis dan berpuasa, tetapi mereka menghina aku.
Berilah makan kepada orang lapar dan tolonglah orang-orang yang tertindas. Kalau kamu berbuat begitu, maka kegelapan di sekitarmu akan menjadi seterang siang.Aku akan selalu membimbing kamu dan mengenyangkan kamu di tanah yang kering; Aku akan menjaga kamu supaya tetap sehat dan kuat. Kamu akan seperti taman yang cukup airnya, seperti mata air yang tak pernah menjadi kering.
Dengan pertolongan Allah, Daniel disayang dan dikasihani oleh Aspenas. Daniel bertekad untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman anggur dari istana raja, sebab itu ia minta kepada Aspenas supaya boleh mendapat makanan lain.Karena takut kepada raja, Aspenas berkata, “Raja sendiri telah menetapkan makanan dan minumanmu, jadi jika menurut pendapatnya engkau kelihatan kurang sehat daripada pemuda-pemuda yang lain, pasti aku akan dibunuhnya.”Kemudian Daniel merundingkan hal itu dengan pengawal yang ditugaskan oleh Aspenas untuk mengurus Daniel dan ketiga kawannya. Kata Daniel,“Ujilah kami selama sepuluh hari; berilah kami hanya sayuran dan air untuk makanan dan minuman.Setelah sepuluh hari, bandingkanlah rupa kami dengan rupa pemuda-pemuda yang makan makanan yang ditetapkan oleh raja, lalu ambillah keputusan berdasarkan pengamatanmu itu.”Pengawal itu setuju dan mengadakan percobaan itu selama sepuluh hari.Setelah waktu itu habis, mereka kelihatan lebih sehat dan kuat daripada semua pemuda yang telah mendapat makanan dari meja raja.Sejak itu pengawal itu tidak lagi menghidangkan kepada mereka makanan dan minuman yang ditetapkan oleh raja, melainkan hanya sayuran dan air saja.
Tetapi kalau kalian berdoa, masuklah ke kamar dan tutuplah pintu, lalu berdoalah kepada Bapamu yang tidak kelihatan itu. Maka Bapamu yang melihat perbuatanmu yang tersembunyi akan memberi upah kepadamu.
Seluruh kelompok itu kukumpulkan di pinggir sungai yang mengalir ke kota Ahawa, lalu kami berkemah di sana selama tiga hari. Setelah kuperiksa, ternyata ada beberapa imam di antara mereka, tetapi tak ada seorang pun dari suku Lewi.
Lalu Daud berkata kepada Imam Abyatar anak Ahimelekh, “Bawalah efod itu ke mari!” Maka Abyatar membawa efod itu kepadanya.Kemudian bertanyalah Daud kepada Tuhan, “Haruskah kukejar gerombolan penyerbu itu? Dapatkah aku menyusul mereka?” Jawab Tuhan, “Ya, kejarlah; engkau akan menyusul mereka dan membebaskan para tawanan.”
Mazmur Daud, ketika ia berada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, kucari dan kurindukan Engkau. Seperti tanah tandus haus akan air, begitulah aku haus akan Dikau.Biarlah aku memandang Engkau di Rumah-Mu, dan melihat kekuatan dan keagungan-Mu.Kasih-Mu lebih berharga dari hidup, sebab itu aku memuji Engkau.Seumur hidupku aku bersyukur kepada-Mu; kuangkat tanganku kepada-Mu sambil berdoa.
Lalu ia berdoa, “Ya Tuhan, bukankah telah kukatakan sebelum berangkat dari rumahku dulu, bahwa Engkau pasti akan berbuat begini? Itulah sebabnya aku langsung melarikan diri ke Spanyol! Aku tahu bahwa Engkau Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar, lemah lembut, dan selalu siap untuk mengubah rencana penghukuman.
Malaikat Tuhan menjagai orang yang takwa, dan membebaskan mereka dari bahaya.Rasakanlah sendiri betapa baiknya Tuhan, berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya. Hormatilah Tuhan, hai kamu umat-Nya, sebab orang takwa tak akan berkekurangan.
Pantaslah mereka bersyukur kepada Tuhan karena kasih-Nya, karena karya-karya-Nya yang mengagumkan bagi manusia.Sebab Ia memuaskan orang yang haus, dan melimpahi orang lapar dengan segala yang baik.
Ada pula seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Namanya Hana, anak Fanuel, dari suku Asyer. Sesudah tujuh tahun kawin,Hana menjadi janda, dan sekarang berumur delapan puluh empat tahun. Tidak pernah ia meninggalkan Rumah Tuhan. Siang malam ia berbakti di situ kepada Allah dengan berdoa dan berpuasa.
Sekarang pulanglah; makanlah dan minumlah dengan gembira. Berilah sebagian dari makanan dan anggurmu kepada mereka yang berkekurangan. Hari ini hari yang khusus bagi Tuhan kita, jadi jangan bersusah. Kegembiraan yang diberikan Tuhan kepada kalian akan menguatkan kalian.”
Lalu Tuhan memperhatikan tanah-Nya, dan mengasihani umat-Nya.Ia menjawab mereka begini, “Sekarang kamu semua Kuberikan: gandum, anggur dan minyak zaitun untuk makanan, supaya kamu sekalian dikenyangkan. Aku tak akan membiarkan kamu dihina atau ditertawakan oleh bangsa-bangsa.
Setelah itu Mordekhai mencatat segala kejadian itu dan mengirim surat kepada semua orang Yahudi di seluruh kerajaan Persia, baik yang jauh, maupun yang dekat.Isi surat itu ialah perintah untuk merayakan tanggal empat belas dan lima belas bulan Adar setiap tahun.Sebab pada hari-hari itulah mereka telah mengalahkan musuh-musuh mereka, sehingga kesedihan dan kepedihan mereka berubah menjadi kegembiraan dan kebahagiaan. Oleh sebab itu mereka harus merayakan hari-hari itu dengan pesta dan perjamuan serta saling memberi makanan dan membagikan sedekah kepada orang miskin.
Di dalam jemaat di Antiokhia ada nabi-nabi dan guru-guru, yaitu Barnabas, Simeon yang dijuluki Si Hitam, Lukius dari Kirene, Menahem yang dibesarkan bersama-sama Raja Herodes, dan Saulus.Ketika mereka sedang beribadat kepada Tuhan dan berpuasa, Roh Allah berkata kepada mereka, “Pilihlah Barnabas dan Saulus khusus untuk-Ku, supaya mereka mengerjakan pekerjaan yang sudah Kutentukan untuk mereka.”Setelah berpuasa dan berdoa mereka meletakkan tangan ke atas Barnabas dan Saulus lalu mengutus mereka berdua.
Tuhan berkata, “Hormatilah hari Sabat sebagai hari untuk Tuhan. Jangan mengurus kepentinganmu sendiri pada hari itu. Rayakanlah hari itu sebagai hari bahagia; hormatilah hari Tuhan dengan tidak bepergian; jangan juga bekerja atau bicara yang sia-sia.Maka kamu akan gembira karena mengabdi kepada-Ku. Aku akan membuat kamu terhormat di seluruh dunia. Kamu akan hidup senang dengan hasil tanah pusaka Yakub, nenek moyangmu. Aku, Tuhan telah berbicara.”
Beberapa waktu kemudian tentara Moab dan Amon, bersama-sama dengan sekutu mereka tentara Meunim, menyerang Yehuda.Maka datanglah orang membawa berita ini kepada Raja Yosafat, “Banyak sekali tentara Edom telah datang dari seberang Laut Mati untuk menyerbu Baginda. Mereka sudah merebut Hazezon-Tamar.” (Hazezon-Tamar adalah nama lain untuk En-Gedi.)Yosafat menjadi takut lalu ia berdoa minta petunjuk dari Tuhan. Kemudian ia memerintahkan supaya seluruh rakyat berpuasa.Dari setiap kota di Yehuda orang pergi ke Yerusalem untuk minta tolong kepada Tuhan.Mereka bersama-sama dengan penduduk Yerusalem berkumpul di pelataran yang baru di Rumah Tuhan. Raja Yosafat berdiri di depan mereka,dan berdoa dengan suara keras, “Ya Tuhan, Allah leluhur kami! Engkau Allah di surga dan memerintah atas semua bangsa di bumi. Engkau berkuasa dan kuat; tak seorang pun sanggup melawan Engkau.Engkaulah Allah kami. Ketika umat-Mu, bangsa Israel, datang ke negeri ini, Engkau mengusir orang-orang yang pada waktu itu tinggal di sini. Lalu Engkau memberikan negeri ini kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu, untuk menjadi tanah milik mereka selama-lamanya.Mereka telah tinggal di sini dan mendirikan sebuah rumah tempat menyembah Engkau. Mereka tahubahwa kalau mereka mendapat hukuman karena dosa-dosa mereka, dan mereka ditimpa peperangan, wabah penyakit, atau kelaparan, mereka dapat datang kepada-Mu dan berdiri di depan rumah ibadat ini. Di dalam kesukaran mereka, mereka dapat berdoa kepada-Mu, dan Engkau akan mendengarkan dan menolong mereka.Sekarang bangsa Amon, Moab dan Edom menyerang kami. Ketika leluhur kami datang dari Mesir, Engkau tidak mengizinkan mereka menduduki negeri bangsa-bangsa itu. Maka leluhur kami mengambil jalan keliling dan tidak menghancurkan bangsa Amon, Moab dan Edom itu.Sekarang, beginilah tindakan bangsa-bangsa itu kepada kami. Mereka mau mengusir kami dari negeri yang Kauberikan kepada kami.Engkaulah Allah kami! Hukumlah mereka, karena kami ini tak berdaya menghadapi tentara yang banyak itu, yang mau menyerang kami. Kami tidak tahu harus berbuat apa, sebab itu kami datang kepada-Mu minta tolong.”Sementara itu semua orang laki-laki Yehuda bersama dengan istri dan anak-anak mereka berdiri di Rumah Tuhan.Di tengah-tengah orang banyak itu ada seorang Lewi bernama Yahaziel. Ia anak Zakharia dari kaum Asaf dalam garis keturunan Benaya, Yeiel, Matanya. Pada saat itu Yahaziel dikuasai Roh Tuhan,dan ia berkata, “Paduka Yang Mulia serta Saudara-saudara sekalian. Tuhan berkata bahwa kalian tidak boleh putus asa atau takut menghadapi tentara yang banyak itu. Sebab yang bertempur bukan kalian, melainkan Allah.Besok pada waktu mereka naik melalui jalan menanjak di Zis, seranglah mereka. Kalian akan berhadapan dengan mereka pada ujung lembah di depan padang gurun dekat Yeruel.Kalian tidak perlu bertempur dalam perang ini. Pergilah ke tempat yang telah ditentukan bagimu dan tunggu saja di situ. Kalian akan melihat Tuhan memberikan kemenangan kepada kalian. Hai penduduk Yehuda dan Yerusalem, janganlah cemas atau takut. Masukilah saja pertempuran itu, Tuhan akan menolong kalian!”Maka sujudlah Raja Yosafat. Seluruh rakyat turut juga dengan dia sujud menyembah Tuhan.Lalu orang-orang Lewi dari kaum Kehat dan Korah berdiri, dan bersorak memuji Tuhan, Allah Israel.Keesokan harinya pagi-pagi benar, rakyat keluar dan pergi ke daerah padang gurun dekat Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, Yosafat memberikan pesan ini kepada mereka, “Rakyat Yehuda dan Yerusalem! Percayalah kepada Tuhan Allahmu, maka kamu akan sanggup bertahan. Terimalah nasihat dari nabi-nabimu, maka kamu akan berhasil!”Setelah berunding dengan rakyat, raja menyuruh paduan suara memakai pakaian seragam yang biasanya dipakai pada upacara-upacara khusus dalam agama. Paduan suara itu harus berbaris dengan semarak di depan barisan tentara sambil menyanyi, “Pujilah Tuhan! Kasih-Nya kekal abadi!”Pada waktu paduan suara itu mulai bersorak menyanyi, Tuhan mengadakan kekacauan di tengah-tengah tentara musuh yang sedang menyerang.Tentara Amon dan Moab menyerang tentara Edom dan menghancurkannya sama sekali. Kemudian mereka balik menyerang satu sama lain dengan sengit.Ketika tentara Yehuda sampai pada menara jaga di padang gurun dan mengamati tempat musuh, mereka melihat mayat-mayat musuh berserakan di tanah. Tidak seorang pun dari tentara musuh itu yang hidup.Maka Yosafat bersama anak buahnya pergi merampas barang-barang musuh. Mereka menemukan banyak ternak, perlengkapan, pakaian, dan barang-barang berharga lainnya. Sesudah mengumpulkan barang-barang itu tiga hari lamanya, masih banyak barang-barang lain, sehingga terpaksa ditinggalkan.Pada hari keempat mereka semua berkumpul di Lembah Pujian dan memuji Tuhan atas semua yang telah dilakukan-Nya. Itu sebabnya lembah itu disebut “Pujian”.Lalu Yosafat memimpin seluruh pasukan pulang ke Yerusalem dengan sukacita karena Tuhan sudah mengalahkan musuh mereka.Ketika tiba di kota, mereka berbaris ke Rumah Tuhan diiringi kecapi dan trompet.Semua negara lain menjadi takut ketika mendengar bagaimana Tuhan mengalahkan musuh-musuh Israel.Itu sebabnya Yosafat memerintah dengan tenteram, dan Tuhan memberikan kepadanya keadaan damai di seluruh negeri.
Kemudian Daniel merundingkan hal itu dengan pengawal yang ditugaskan oleh Aspenas untuk mengurus Daniel dan ketiga kawannya. Kata Daniel,“Ujilah kami selama sepuluh hari; berilah kami hanya sayuran dan air untuk makanan dan minuman.
Setelah Elia selesai berbicara, Ahab menyobek pakaiannya dan memakai kain karung sebagai tanda penyesalan, lalu berpuasa. Pada waktu tidur pun ia memakai kain karung, dan kalau berjalan, mukanya murung terus.
Tentara umat Israel itu pergi ke tempat ibadat di Betel, dan bertanya kepada Allah, “Ya Tuhan, suku manakah dari antara kami yang harus pertama-tama pergi menyerang orang Benyamin?” Tuhan menjawab, “Suku Yehuda.”Besok paginya berangkatlah mereka dan berkemah di dekat kota Gibea.Mereka menempatkan barisan perang mereka berhadapan dengan kota itu, lalu menyerang.Maka angkatan perang Benyamin keluar menyerang pula dan membunuh 22.000 tentara Israel pada hari itu juga.Karena kekalahan itu, pergilah umat Israel ke tempat ibadat lalu menangis kepada Tuhan di sana sampai malam. Mereka bertanya, “Tuhan, haruskah kami pergi lagi memerangi saudara-saudara kami orang-orang Benyamin itu?” Tuhan menjawab, “Ya, pergilah.” Oleh karena itu angkatan perang Israel menjadi bersemangat lagi, sehingga mereka mengatur kembali pasukan mereka seperti hari pertama.Untuk kedua kalinya mereka pergi menyerang angkatan perang Benyamin itu.Dan untuk kedua kalinya pula orang-orang Benyamin itu keluar menyerang. Kali ini mereka membunuh 18.000 prajurit-prajurit terlatih dari angkatan perang Israel.Maka pergilah lagi umat Israel ke Betel dan menangis kepada Tuhan. Di sana mereka berpuasa sampai malam dan mempersembahkan kurban perdamaian dan kurban bakaran kepada Tuhan.
Empat puluh hari empat puluh malam Yesus tidak makan. Lalu Ia merasa lapar.Iblis datang dan berkata, “Engkau Anak Allah, bukan? Nah, suruhlah batu-batu ini menjadi roti.”Yesus menjawab, “Di dalam Alkitab tertulis: Manusia tidak dapat hidup dari roti saja, tetapi juga dari setiap perkataan yang diucapkan oleh Allah.”
Apabila kamu berdoa, Aku akan mengabulkannya. Apabila kamu berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab. Jangan lagi menindas sesamamu, hentikanlah permusuhan dan fitnah.Berilah makan kepada orang lapar dan tolonglah orang-orang yang tertindas. Kalau kamu berbuat begitu, maka kegelapan di sekitarmu akan menjadi seterang siang.
Perintahkan umatmu untuk berpuasa, maklumkanlah pertemuan raya! Undanglah para pemimpin dan tua-tua serta seluruh penduduk Yehuda, supaya datang ke Rumah Allah, untuk berseru minta tolong kepada-Nya.Hari Tuhan sudah dekat, hari yang mengerikan; saat Yang Mahakuasa mendatangkan kehancuran. Makanan habis binasa di hadapan mata kita di Rumah Allah kita tak ada lagi sorak gembira.
Ia juga menyiarkan maklumat ini, “Perintah ini dikeluarkan di Niniwe atas keputusan raja dan para menteri: Semua orang, sapi, domba dan ternak lainnya dilarang makan dan minum.Manusia dan binatang harus memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan semua orang harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Mereka harus memperbaiki kelakuannya yang jahat dan perbuatannya yang penuh dosa.Barangkali Allah akan mengubah niat-Nya dan tidak marah lagi sehingga kita tidak jadi binasa!”Allah melihat perbuatan mereka; Ia melihat bahwa mereka telah meninggalkan kelakuan mereka yang jahat. Maka Ia mengubah keputusan-Nya, dan tidak jadi menghukum mereka.
Selama kira-kira tiga jam, buku Hukum Tuhan, Allah mereka, dibacakan kepada mereka dan selama tiga jam berikutnya mereka mengakui dosa-dosa mereka. Setelah itu mereka sujud dan menyembah Tuhan, Allah mereka.
Setelah itu pulanglah Natan ke rumahnya. Putra Daud yang dilahirkan oleh Batsyeba janda Uria, jatuh sakit dengan kehendak Tuhan.Lalu Daud berdoa kepada Tuhan supaya anak itu sembuh. Ia berpuasa dan setiap malam ia berbaring semalam suntuk di lantai kamarnya.
Setelah itu sebuah batu besar diletakkan pada mulut gua itu, dan raja mencap batu itu dengan cap kerajaan dan cap para pembesar, sehingga tak seorang pun dapat membebaskan Daniel dari singa-singa itu.Kemudian pulanglah raja ke istana. Ia tidak mau makan atau pun dihibur. Dan semalam-malaman itu ia tidak bisa tidur.Pada waktu subuh bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa.Sesampainya di sana, berserulah ia dengan suara cemas, “Daniel, hamba Allah yang hidup! Apakah Allahmu yang kausembah dengan setia itu telah sanggup menyelamatkan engkau dari singa-singa itu?”Lalu terdengarlah suara Daniel yang menjawab, “Hiduplah Tuanku untuk selama-lamanya!Allah hamba telah mengutus malaikat-Nya untuk menutup mulut singa-singa itu sehingga mereka tidak mengapa-apakan hamba. Allah menyelamatkan hamba sebab Ia tahu bahwa hamba tidak berbuat kesalahan terhadap-Nya dan terhadap Tuanku.”Bukan main senang hati raja dan ia memerintahkan supaya Daniel dikeluarkan dari gua itu. Setelah perintah itu dilaksanakan, ternyata bahwa tidak terdapat luka sedikit pun pada Daniel, karena ia percaya kepada Allahnya.
Di situ Ia dicobai oleh Iblis empat puluh hari lamanya. Sepanjang waktu itu, Ia tidak makan apa-apa. Jadi pada akhirnya Ia merasa lapar.
Saat itu juga sesuatu yang seperti sisik ikan terlepas dari mata Saulus dan ia dapat melihat kembali. Maka ia pun bangun, lalu dibaptis.Dan setelah makan, ia menjadi kuat lagi. Saulus tinggal di Damsyik dengan pengikut-pengikut Yesus beberapa hari lamanya.
Setelah mereka bersumpah, pergilah Ezra dari depan Rumah Tuhan dan masuk ke dalam tempat tinggal Yohanan anak Elyasib dan bermalam di situ. Ia tidak mau makan atau minum karena sedih memikirkan perbuatan orang-orang buangan itu. Kemudian disiarkan sebuah maklumat ke seluruh Yerusalem dan Yehuda kepada semua orang yang telah kembali dari pembuangan, supaya berkumpul di Yerusalem.Barangsiapa tidak datang dalam tiga hari, akan disita seluruh hartanya dan ia tidak lagi dianggap anggota masyarakat. Maklumat itu ditandatangani oleh para pemimpin rakyat.
Tuhan berkata, “Tetapi sekarang ini, kembalilah kepada-Ku dengan sepenuh hati, sambil berpuasa, meratap dan menangis.
Pada tahun ketiga pemerintahan Raja Koresh atas Persia, suatu pesan dinyatakan kepada Daniel alias Beltsazar. Pesan itu benar, tetapi sangat sukar untuk dimengerti. Ketika berusaha memahaminya Daniel menerima keterangan tentang arti pesan itu dalam suatu penglihatan. Pada waktu itu aku sedang bertapa tiga minggu penuh.Selama waktu itu aku tidak makan makanan yang enak atau pun daging; aku tidak minum anggur, dan tidak juga menyisir rambut.
Setiap orang yang sedang dalam latihan, menahan diri dalam segala hal. Ia melakukan itu karena ia ingin dikalungi dengan karangan bunga kejuaraan, yaitu bunga yang segera akan layu. Tetapi kita ini menahan diri dalam segala hal karena kita ingin dikalungi dengan karangan bunga yang tidak akan layu.Itu sebabnya saya berlari dengan tujuan yang tertentu. Seperti dalam pertandingan tinju, saya tidak memukul dengan sembarangan.Saya membiarkan badan saya digembleng dengan keras sampai saya dapat menguasainya. Saya berbuat begitu, sebab saya tidak mau sampai terjadi bahwa setelah saya mengajak orang lain turut dalam perlombaan itu, saya sendiri ditolak.
Segala dosa bangsaku kuakui kepada Tuhan Allahku. Kataku, “Tuhan Allah, Engkau besar, dan kami menghormati Engkau. Engkau selalu menepati perjanjian-Mu dan menunjukkan kasih-Mu yang abadi kepada mereka yang mengasihi Engkau dan melakukan apa yang Kauperintahkan.Kami telah berdosa, kami telah berbuat jahat, dan melakukan kesalahan. Kami telah berontak dan melanggar perintah-Mu serta menyimpang dari peraturan-peraturan-Mu.Kami tidak mendengarkan para nabi, hamba-hamba-Mu itu, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada para pemimpin, para leluhur dan kepada seluruh bangsa kami.
Orang-orang berkata kepada Yesus, “Pengikut Yohanes dan pengikut orang Farisi sering berpuasa dan berdoa. Tetapi pengikut-pengikut-Mu makan dan minum.”