Sahabatku, percayalah bahwa Tuhan adalah Penciptamu, Pelindungmu, dan Pemeliharamu. Dia Mahakuasa, penuh belas kasihan, pengampun, dan baik adanya. Kita bisa mengenal Tuhan lebih dekat melalui firman-Nya. Yakinlah, Dia peduli dengan hidupmu, mengasihimu, dan telah menyiapkan rencana yang indah untukmu.
Bahkan sebelum sesuatu terjadi, Tuhan sudah mengetahuinya. Kasih-Nya tak terbatas. Seperti yang tertulis dalam Yesaya 41:13, "Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, yang memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau." Tuhan akan selalu menyertai kita, kita hanya perlu mendekat kepada-Nya.
Ingatlah, Dia adalah Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu, yang telah menyelamatkan dunia melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.
Buku hukum itu harus selalu kaubacakan kepada umat-Ku. Pelajarilah buku itu siang dan malam, supaya selalu kau melaksanakan semua yang tertulis di dalamnya. Kalau kau melakukan semuanya itu, hidupmu akan makmur dan berhasil.
Janganlah berutang apa pun kepada siapa juga, kecuali berutang kasih terhadap satu sama lain. Sebab orang yang mengasihi sesama manusia, sudah memenuhi semua hukum Musa.
Hendaklah kalian saling membantu menanggung beban orang, supaya dengan demikian kalian mentaati perintah Kristus.
Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah,tetapi yang suka melakukan Perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam.
Orang-orang bangsa lain berdosa tanpa mengetahui hukum agama Yahudi. Jadi mereka dihukum di luar hukum itu. Tetapi orang-orang Yahudi berdosa sesudah mengetahui hukum itu; sebab itu mereka akan dituntut juga berdasarkan hukum itu.
Kemudian Tuhan berkata kepada Musa, “Datanglah kepada-Ku di atas gunung. Di situ akan Kuberikan kepadamu dua batu yang Kutulisi dengan semua hukum-Ku. Semua hukum itu Kuberikan untuk pengajaran bagi bangsa itu.”
Sebelum hukum agama Yahudi diberikan, dosa sudah ada di dalam dunia. Tetapi dosa tidak dituntut, karena tidak ada hukum yang bisa dilanggar.
Saya tidak meremehkan rahmat Allah. Kalau hubungan orang dengan Allah menjadi baik kembali karena menjalankan hukum agama, itu berarti kematian Kristus tidak ada gunanya!
Coba beritahukan kepada saya satu hal ini: Apakah kalian telah menerima Roh Allah karena menjalankan hukum agama, ataukah karena kalian mendengar Kabar Baik dari Allah dan percaya kepada Kristus?
Lalu Allah berbicara, dan inilah kata-kata-Nya,“Akulah Tuhan Allahmu yang membawa kamu keluar dari Mesir tempat kamu diperbudak.Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah Tuhan Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.Tetapi Aku menunjukkan kasih-Ku kepada beribu-ribu keturunan orang-orang yang mencintai Aku dan taat kepada perintah-Ku.Jangan menyebut nama-Ku dengan sembarangan, sebab Aku, Tuhan Allahmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku. Rayakanlah hari Sabat dan hormatilah hari itu sebagai hari yang suci.Kamu Kuberi enam hari untuk bekerja,tetapi hari yang ketujuh adalah hari istirahat yang khusus untuk Aku. Pada hari itu tak seorang pun boleh bekerja, baik kamu, maupun anak-anakmu, hamba-hambamu, ternakmu atau orang asing yang tinggal di negerimu.Dalam waktu enam hari, Aku, Tuhan, membuat bumi, langit, lautan, dan segala yang ada di dalamnya, tetapi pada hari yang ketujuh Aku beristirahat. Itulah sebabnya Aku, Tuhan, memberkati hari Sabat dan mengkhususkannya bagi diri-Ku. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu sejahtera dan panjang umur di negeri yang akan Kuberikan kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan memberi kesaksian palsu tentang orang lain. Jangan menginginkan kepunyaan orang lain: rumahnya, istrinya, hamba-hambanya, ternaknya, keledainya, atau apa pun yang dimilikinya.”
Sekarang, apa kesimpulannya? Bolehkah kita berdosa, sebab kita tidak lagi di bawah kekuasaan hukum agama Yahudi, melainkan di bawah kekuasaan rahmat Allah? Sekali-kali tidak!
Hari ini aku memerintahkan kamu untuk mencintai Tuhan Allahmu dan taat kepada-Nya serta melakukan segala hukum dan perintah-Nya supaya kamu makmur dan menjadi bangsa yang besar. Tuhan Allahmu akan memberkati kamu di negeri yang tak lama lagi kamu duduki.
Seluruh hukum agama tersimpul dalam perintah yang satu ini, “Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.”
Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkanlah itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu.Jangan sekali-kali melupakan perintah-perintah yang saya berikan kepadamu hari ini.Ajarkanlah kepada anak-anakmu. Hendaklah kamu membicarakannya di dalam rumah dan di luar rumah, waktu beristirahat dan waktu bekerja.
Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah: Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia,mereka rendah hati, dan selalu sanggup menguasai diri. Tidak ada hukum agama yang melarang hal-hal seperti itu.
Sebab tidak seorang pun dimungkinkan berbaik dengan Allah oleh karena orang itu melakukan hal-hal yang terdapat dalam hukum agama. Sebaliknya hukum itu cuma menunjukkan kepada manusia bahwa manusia berdosa.
Lalu Musa pergi dan mengumumkan kepada bangsa itu semua perintah dan peraturan Tuhan. Mereka semua menjawab dengan serentak, “Kami mau melakukan semua yang dikatakan Tuhan.”
Mereka menerjemahkan Hukum Allah itu bagian demi bagian serta menjelaskannya sehingga rakyat dapat mengerti bacaan itu.
Yang memberikan hukum agama Yahudi adalah Allah sendiri. Tetapi semakin manusia berusaha mentaati hukum itu, semakin mereka melanggarnya dan berdosa terhadap Allah. Namun semakin manusia berbuat dosa, Allah semakin pula mengasihi mereka.Nah, kita harus mati karena kita berbuat dosa. Tetapi Allah mengasihi kita dan memberi jalan kepada kita untuk berbaik kembali dengan Dia. Dan karena hubungan kita dengan Allah sudah baik kembali, Ia memberikan juga hidup sejati dan kekal kepada kita melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela dan taat kepada hukum-hukum Tuhan.Berbahagialah orang yang mengikuti perintah-Nya, dan dengan segenap hati berusaha mengenal Tuhan.
“Kalau kamu mentaati Tuhan Allahmu dan setia melakukan segala perintah yang saya berikan kepadamu hari ini, maka Ia akan menjadikan kamu bangsa yang paling masyhur di dunia.
Hukum Tuhan kita terima melalui Musa. Tetapi kasih dan kesetiaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus.
Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-Ku, dengarlah kata-kata-Ku, hai umat-Ku. Kuberi ajaran-Ku kepada bangsa-bangsa, hukum-hukum-Ku akan menerangi mereka.
Kalau begitu, apakah yang dapat kita katakan? Bahwa hukum agama Yahudi jahat? Tentu tidak! Tetapi hukum itulah yang mengajar saya tentang dosa. Saya tidak akan tahu tamak itu apa, kalau hukum agama tidak mengatakan, “Janganlah tamak.”
Dengan demikian, hukum agama menjadi sebagai pengawas kita sampai Kristus datang untuk membuat kita berbaik kembali dengan Allah karena kita percaya kepada Kristus.Sekarang, karena sudah waktunya manusia dapat percaya kepada Kristus, maka kita tidak lagi diawasi oleh hukum agama.
“Janganlah menganggap bahwa Aku datang untuk menghapuskan hukum Musa dan ajaran nabi-nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskannya, tetapi untuk menunjukkan arti yang sesungguhnya.Ingatlah! Selama langit dan bumi masih ada, satu huruf atau titik yang terkecil pun di dalam hukum itu, tidak akan dihapuskan, kalau semuanya belum terjadi!
Ia menyusuri langit dari ujung ke ujung; tak ada yang luput dari panasnya.Hukum Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah Tuhan dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana.Peraturan Tuhan itu tepat, menyenangkan hati. Ketetapan Tuhan itu murni, membuat orang mengerti.Berbakti kepada Tuhan itu baik, berlangsung selama-lamanya. Hukum Tuhan itu benar dan adil semuanya.Hukum Tuhan lebih berharga dari emas murni, lebih manis dari madu asli.
“Sekarang, Saudara-saudara, perhatikanlah apa yang dituntut Tuhan Allahmu dari kamu: Hormatilah Tuhan Allahmu dan lakukanlah segala perintah-Nya. Cintailah Dia dan beribadatlah kepada-Nya dengan seluruh jiwa ragamu.Taatilah segala perintah Tuhan yang hari ini saya sampaikan kepadamu demi kebaikanmu sendiri.
Kalau kita taat kepada perintah-perintah Allah, itu tandanya bahwa kita mengenal Allah.Orang yang berkata, “Saya mengenal Allah,” tetapi tidak taat kepada perintah-perintah-Nya, orang itu pendusta, dan Allah tidak berada di dalam hatinya.
Dosa tidak boleh menguasai kalian, karena kalian tidak lagi hidup di bawah hukum agama Yahudi tetapi di bawah rahmat Allah.
Tetapi sekarang, inilah perjanjian yang akan Kubuat dengan umat Israel pada hari-hari yang akan datang, kata Tuhan: Aku akan menaruh hukum-Ku ke dalam pikiran mereka, dan menulisnya pada hati mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Hukum agama berasal dari Allah, dan setiap perintah dalam hukum itu datangnya dari Allah, jadi adil dan baik.
Yesus menjawab, “Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan seluruh akalmu.Itulah perintah yang terutama dan terpenting!Perintah kedua sama dengan yang pertama itu: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri.Seluruh hukum agama yang diberikan oleh Musa dan ajaran para nabi berdasar pada kedua perintah itu.”
Janganlah berutang apa pun kepada siapa juga, kecuali berutang kasih terhadap satu sama lain. Sebab orang yang mengasihi sesama manusia, sudah memenuhi semua hukum Musa.Sebab hukum agama Yahudi, yaitu: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan ingin mempunyai apa yang orang lain punyai; semuanya itu bersama-sama dengan hukum-hukum yang lain, sudah disimpulkan menjadi satu hukum saja, yaitu, “Kasihilah sesama manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri.”Orang yang mengasihi orang lain, tidak akan berbuat jahat kepada orang itu. Jadi orang yang mengasihi sesamanya adalah orang yang sudah memenuhi semua syarat hukum agama.
Hukum Allah sempurna dan mempunyai kekuatan untuk memerdekakan manusia. Dan orang yang menyelidiki dan memperhatikan baik-baik serta melakukan hukum-hukum itu, dan bukannya mendengar saja lalu melupakannya, orang itu akan diberkati Allah dalam setiap hal yang dilakukannya.
Orang-orang yang bergantung kepada hukum agama, semuanya hidup di bawah kutukan. Sebab dalam Alkitab tertulis, “Orang yang tidak setia menjalankan semua yang tertulis dalam Buku Hukum Agama, dikutuk Allah!”
Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah,tetapi yang suka melakukan Perintah Tuhan dan merenungkannya siang malam.Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya.
Jangan ikut-ikutan dengan kebanyakan orang kalau mereka berbuat salah atau menyelewengkan hukum dengan memberi kesaksian yang tidak benar.
Jangan membalas dendam dan jangan membenci orang lain, tetapi cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Akulah Tuhan.
Bangsa yang tidak mendapat bimbingan dari Tuhan menjadi bangsa yang penuh kekacauan. Berbahagialah orang yang taat kepada hukum Tuhan.
Hukum agama Yahudi hanya memberikan gambaran yang samar-samar tentang hal-hal yang baik yang akan datang, dan bukan gambaran yang sebenarnya dari hal-hal itu. Tidak mungkin hukum itu dapat menyempurnakan orang yang datang menyembah Allah dengan membawa persembahan, walaupun tiap tahun terus dipersembahkan kurban-kurban yang sama.
Hukum yang diberikan oleh Musa dan ajaran nabi-nabi, tetap berlaku sampai pada masa Yohanes Pembaptis. Sejak waktu itu Kabar Baik tentang bagaimana Allah memerintah sebagai Raja diberitakan terus. Dan orang memaksakan diri untuk menjadi anggota umat Allah.
Apa yang tidak dapat dilakukan oleh hukum agama, karena kita manusia lemah, itu sudah dilakukan oleh Allah. Allah mengalahkan kuasa dosa dalam tabiat manusia dengan mengirimkan Anak-Nya sendiri, yang datang dalam keadaan sama dengan manusia yang berdosa, untuk menghapuskan dosa.Allah melakukan itu supaya kehendak-Nya yang dinyatakan dalam hukum agama Yahudi itu dapat dijalankan dalam diri kita yang hidup menurut Roh Allah dan bukan menurut tabiat manusia.
Taatilah semua hukum yang saya berikan kepadamu hari ini, maka kamu dan keturunanmu akan sejahtera dan terus hidup di negeri yang diberikan Tuhan Allahmu menjadi milikmu untuk selama-lamanya.”
Tolonglah aku untuk selalu mengatakan yang benar, sebab aku berharap pada keputusan-Mu.
Oleh karena itu, barangsiapa melanggar salah satu dari perintah-perintah itu, sekalipun yang terkecil, dan mengajar orang lain berbuat begitu juga, akan menjadi yang paling kecil di antara umat Allah. Sebaliknya, barangsiapa menjalankan perintah-perintah itu dan mengajar orang lain berbuat begitu juga, akan menjadi besar di antara umat Allah.
Terhadap orang bukan Yahudi, saya berlaku seperti seorang bukan Yahudi, yang hidup di luar hukum Musa. Saya lakukan itu supaya saya bisa menarik mereka menjadi pengikut Kristus. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya tidak taat kepada perintah-perintah Allah; saya justru dikuasai oleh perintah-perintah Kristus.
Meskipun begitu kami tahu bahwa orang berbaik kembali dengan Allah hanya karena percaya kepada Yesus Kristus, dan bukan karena menjalankan hukum agama. Kami sendiri pun percaya kepada Yesus Kristus, supaya kami berbaik dengan Allah melalui iman kami itu, bukan karena kami menjalankan hukum agama. Sebab dengan menjalankan hukum agama, tidak seorang pun bisa berbaik kembali dengan Allah.
Sebab orang berbaik kembali dengan Allah, bukan karena orang itu sudah mengetahui hukum agama Yahudi, melainkan karena ia melakukan apa yang tercantum dalam hukum itu.
Orang yang berbuat dosa, melanggar hukum Allah; sebab dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah.
Kalau seorang dinobatkan menjadi raja, ia harus diberi sebuah buku berisi hukum-hukum Allah yang disalin dari buku asli yang disimpan oleh imam-imam Lewi.Buku itu harus selalu ada di dekatnya, dan seumur hidup ia harus membacanya supaya belajar menghormati Tuhan Allahnya dan dengan setia mentaati segala perintah yang tertulis di dalamnya.Kalau ia membacanya dengan tekun, ia tak akan menganggap dirinya lebih baik dari orang-orang sebangsanya, dan tak akan melanggar perintah Tuhan dengan cara bagaimanapun. Lalu ia dan keturunannya akan memerintah bangsanya sampai turun-temurun.”
Aku telah mengikuti peraturan-peraturan-Mu, ya Tuhan, jangan biarkan aku mendapat malu.
Yesus menjawab, “Dan mengapa kalian juga melanggar perintah Allah, hanya karena mau mengikuti adat istiadat nenek moyangmu?
Kalau kalian berusaha berbaik dengan Allah melalui hukum agama, itu berarti hubunganmu dengan Kristus sudah putus. Dengan demikian kalian hidup di luar lingkungan rahmat Allah.
Tuhan Allah kita menyuruh kita melakukan semua perintah itu dan menghormati Dia. Kalau kita berbuat begitu, Ia akan selalu memelihara bangsa kita supaya tetap hidup sejahtera.
Apakah ini berarti bahwa karena kita percaya kepada Kristus, kita membuang hukum agama Yahudi? Sama sekali tidak! Malah justru dengan kepercayaan kita itu, kita menghargai hukum itu.
dan membatalkan surat hutang terhadap kita, yang mengancam kita dengan syarat-syarat yang berat. Dengan menyalibkan surat itu pada kayu salib, Allah menghapuskan semua dakwaan terhadap kita.
Orang yang meremehkan ajaran Tuhan, mencelakakan dirinya; orang yang taat kepada hukum Allah akan mendapat upahnya.
Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi.”
Mereka tahu, bahwa menurut hukum Allah, orang yang melakukan semuanya itu patut dihukum mati. Walaupun begitu mereka melakukan juga hal-hal itu; dan malah menyetujui pula orang lain melakukannya.
“Kalau kamu mentaati Tuhan Allahmu dan setia melakukan segala perintah yang saya berikan kepadamu hari ini, maka Ia akan menjadikan kamu bangsa yang paling masyhur di dunia.Taatilah Tuhan Allahmu, maka semua berkat ini akan diberikan kepadamu:
Kalau begitu, untuk apa hukum agama diberikan? Jawabnya ialah bahwa hukum itu ditambahkan untuk menyatakan pelanggaran manusia. Hukum agama itu berlaku hanya sampai datangnya seorang keturunan Abraham, yang disebut di dalam janji Allah kepada Abraham. Hukum agama itu disampaikan oleh malaikat-malaikat dengan perantaraan seorang manusia.
Tetapi Aku mengusir roh jahat dengan kuasa Roh Allah. Dan itu berarti bahwa Allah sudah mulai memerintah di tengah-tengah kalian.
Orang-orang bangsa lain tidak mengenal hukum agama Yahudi. Tetapi kalau mereka atas kemauan sendiri melakukan apa yang diperintahkan oleh hukum itu, hati mereka sendirilah yang menjadi hukum untuk mereka, meskipun mereka tidak mengenal hukum agama Yahudi.Kelakuan mereka menunjukkan bahwa apa yang diperintahkan oleh hukum itu tertulis di hati mereka. Hati nurani mereka pun membuktikan hal itu, sebab mereka sendiri ada kalanya disalahkan dan ada kalanya dibenarkan oleh pikiran mereka.
Kalian melakukan yang benar, kalau kalian melaksanakan hukum Kerajaan yang terdapat dalam ayat Alkitab ini, “Cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri.”
Tetapi Tuhan tetap mengasihi orang takwa, kebaikan-Nya berlangsung turun-temurunbagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya, dan dengan setia melakukan perintah-Nya.
Jawablah begini, “Dengarkan ajaran Tuhan! Orang yang tidak bicara sesuai dengan ajaran itu, tidak mempunyai harapan.”
Berusahalah untuk hidup rukun dengan semua orang. Berusahalah juga untuk hidup suci, khusus untuk Tuhan. Sebab tidak seorang pun dapat melihat Tuhan kalau ia tidak hidup seperti itu.
Peraturan yang sama berlaku untuk orang Israel asli dan orang asing yang menetap di antara kamu.”
Lalu Musa menuliskan hukum Tuhan Allah dan memberikannya kepada imam-imam Lewi yang ditugaskan untuk mengurus Peti Perjanjian, dan kepada para pemimpin Israel.Ia memerintahkan kepada mereka, “Pada akhir tiap tahun ketujuh, dalam tahun penghapusan hutang pada pesta Pondok Daun,kamu harus membacakan hukum-hukum ini dengan suara nyaring bagi orang-orang Israel yang datang menyembah Tuhan Allahmu di tempat yang dipilih-Nya.Suruhlah semua orang laki-laki, perempuan dan anak-anak serta orang asing yang tinggal di kota-kotamu berkumpul untuk mendengar pembacaan itu, supaya mereka belajar menghormati Tuhan Allahmu serta setia mentaati perintah-perintah-Nya.Dengan cara itu anak-anakmu yang belum pernah mendengar tentang hukum Tuhan Allahmu dapat mendengarnya dan belajar menghormati Tuhan selama mereka hidup di negeri yang tak lama lagi kamu duduki di seberang Sungai Yordan.”
Hukum agama sudah dipenuhi oleh Kristus. Jadi setiap orang yang percaya kepada Kristus, hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali.
Tuhan berkata kepada umat-Nya, “Lakukanlah apa yang adil dan yang sesuai dengan hukum-Ku. Sebab sebentar lagi Aku datang menyelamatkan kamu dan keadilan-Ku dinyatakan.
Janganlah lupa akan apa yang telah kuajarkan kepadamu, anakku. Ingatlah selalu akan perintahku,supaya panjang umurmu dan sejahtera hidupmu.
Dengan jalan inilah kita tahu bahwa kita mengasihi anak-anak Allah: Kita mengasihi Allah dan taat kepada perintah-perintah-Nya.Sebab, mengasihi Allah berarti taat kepada perintah-perintah-Nya. Dan perintah-perintah-Nya tidaklah berat untuk kita,
Sebab kalau Allah memerintah hidup seseorang, apa yang ia boleh makan atau minum, tidak lagi penting. Yang penting ialah bahwa orang itu menuruti kemauan Allah, mengalami ketenangan hati dan menerima sukacita yang diberikan oleh Roh Allah.
Hukum Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah Tuhan dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana.
Saudara sudah dipanggil untuk menjadi orang yang bebas. Tetapi janganlah memakai kebebasanmu itu untuk terus-menerus melakukan apa saja yang kalian ingin lakukan. Sebaliknya, kalian harus saling mengasihi dan saling melayani.
Biarpun gunung-gunung dan bukit-bukit goyah, Aku tak akan berhenti mengasihi engkau. Perjanjian damai-Ku akan Kupegang selalu,” kata Tuhan yang mengasihi engkau.
Hendaklah ajaran-ajaran Kristus yang penuh berkat meresap ke dalam hatimu. Hendaklah kalian saling mengajar dan saling memberi nasihat sebijaksana mungkin. Nyanyikanlah mazmur dan puji-pujian serta lagu-lagu rohani; bernyanyilah untuk Allah dengan perasaan syukur di dalam hatimu.Segala apa yang kalian lakukan atau katakan, haruslah itu dilakukan dan dikatakan atas nama Tuhan Yesus. Bersyukurlah kepada Allah Bapa untuk apa yang dilakukan Yesus bagimu.
Setiap orang haruslah taat kepada pemerintah, sebab tidak ada pemerintah yang tidak mendapat kekuasaannya dari Allah. Dan pemerintah yang ada sekarang ini, menjalankan kekuasaannya atas perintah dari Allah.Itu sebabnya orang yang menentang pemerintah sama saja dengan menentang apa yang telah ditentukan oleh Allah. Dan orang yang berbuat begitu akan menerima hukuman.
Ada yang berkata bahwa setiap orang boleh melakukan segala sesuatu. Tetapi bagi saya tidak semuanya berguna. Jadi meskipun saya boleh melakukan apa saja, tetapi saya tidak mau membiarkan diri saya dikuasai oleh apa pun.
Perkataan Allah adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.
Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.
Sesudah semuanya kupertimbangkan, inilah kesimpulan yang kudapatkan. Takutlah kepada Allah dan taatilah segala perintah-Nya, sebab hanya untuk itulah manusia diciptakan-Nya.Allah akan mengadili segala perbuatan kita; yang baik dan yang buruk, bahkan yang tersembunyi juga.
Saudara-saudara yang mau hidup di bawah kekuasaan hukum-hukum agama, coba dengarkan saya! Saya akan memberitahukan kepadamu apa yang sebenarnya tertulis dalam Kitab Hukum Musa.Di situ tertulis bahwa Abraham mempunyai dua orang anak: Ibu dari anak yang satu adalah seorang hamba, dan ibu dari anak yang lainnya itu adalah seorang yang bebas.Anak dari wanita yang menjadi hamba lahir biasa karena kemauan manusia. Tetapi anak dari wanita yang bebas, lahir karena dijanjikan Allah.Ini dapat dipakai sebagai kiasan. Dua orang wanita itu adalah ibarat dua perjanjian: yang satunya berasal dari Gunung Sinai -- itulah Hagar; anak-anaknya dilahirkan sebagai hamba.
Perjanjian yang pertama mempunyai peraturan-peraturan ibadat, dan mempunyai juga tempat ibadat buatan manusia.Sebuah kemah didirikan yang bagian depannya dinamakan Ruang Suci. Di situ ada standar untuk pelita, dan ada juga meja dengan roti yang dipersembahkan kepada Allah.
maka orang itu tidak lagi diwajibkan untuk menghormati orang tuanya. Jadi, karena adat istiadat nenek moyangmu, kalian meremehkan perkataan Allah.
Tetapi kalian adalah bangsa yang terpilih, imam-imam yang melayani raja, bangsa yang kudus, khusus untuk Allah, umat Allah sendiri. Allah memilih kalian dan memanggil kalian keluar dari kegelapan untuk masuk ke dalam terang-Nya yang gemilang, dengan maksud supaya kalian menyebarkan berita tentang perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa.
Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka.Hanya karena rahmat Allah saja yang diberikan dengan cuma-cuma, hubungan manusia dengan Allah menjadi baik kembali; caranya ialah: manusia dibebaskan oleh Kristus Yesus.