Sahabatku, pernahkah kamu merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup kita? Kita dipanggil untuk hidup kudus, untuk menjadi murni, dikhususkan bagi-Nya. Bayangkan, kita ini dipilih, dipisahkan untuk tujuan yang mulia. Untuk menjaga kemurnian ini, kita perlu menjauhi segala sesuatu yang tidak berkenan di hati Tuhan. Dan tahukah kamu, firman-Nya adalah petunjuk terbaik untuk itu.
Bacalah Alkitab setiap hari. Dengan membaca firman-Nya, kita semakin mengenal Tuhan, semakin mengerti apa yang baik dan yang jahat, apa yang mendekatkan dan menjauhkan kita dari-Nya. Seperti yang tertulis dalam Mazmur 119:9, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu." Membaca firman Tuhan itu seperti kompas yang menuntun kita di jalan yang benar.
Yesus Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya untuk menyucikan dan menguduskan kita. Jika kita sungguh mengasihi Bapa Surgawi, kita pasti akan menjauhi segala sesuatu yang menjauhkan kita dari-Nya. Kita akan menjaga diri setiap hari dan berusaha untuk kudus dalam segala hal yang kita lakukan. Bukankah itu wujud nyata kasih kita kepada-Nya?
Setiap hari, kita harus berusaha mengejar kekudusan yang Tuhan rindukan dalam hidup kita. Karena firman-Nya berkata, "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." (Ibrani 12:14). Kekudusan bukanlah pilihan, tetapi sebuah keharusan agar kita dapat bertemu muka dengan-Nya.
Bapa Surgawi menantikan kita datang kepada-Nya dalam keadaan kudus, bersih dari segala yang mencemari tubuh dan jiwa kita. Ingatlah selalu akan hal ini. Semoga kita semua semakin bertumbuh dalam kekudusan dan semakin dekat dengan Tuhan.
Sebab orang yang terpuji adalah orang yang dipuji oleh Tuhan, bukan orang yang memuji dirinya sendiri.
‘Begini kata Allah: Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku.
Percuma mereka menyembah Aku, sebab peraturan manusia mereka ajarkan seolah-olah itu peraturan-Ku.’ ”
Akulah Tuhan, itulah nama-Ku; keagungan-Ku tidak Kuberikan kepada siapa pun; kemasyhuran-Ku tidak Kuserahkan kepada patung.
“Kalau begitu, singkirkanlah ilah-ilah bangsa-bangsa lain yang ada padamu itu,” kata Yosua, “dan berjanjilah bahwa kalian akan setia kepada Tuhan, Allah Israel.”
Jangan menyembah berhala. Jangan membuat patung dari logam dan menyembahnya. Akulah Tuhan Allahmu.
Sebab dari cinta akan uang, timbul segala macam kejahatan. Ada sebagian orang yang mengejar uang sehingga sudah tidak menuruti lagi ajaran Kristen, lalu mereka tertimpa banyak penderitaan yang menghancurkan hati mereka.
Tuhan berkata, “Janganlah membuat berhala atau mendirikan patung atau tiang batu yang berukir untuk disembah. Akulah Tuhan Allahmu.
Kalian orang munafik! Tepat sekali apa yang dinubuatkan Yesaya tentang kalian, yaitu,
‘Begini kata Allah: Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku.
Percuma mereka menyembah Aku, sebab peraturan manusia mereka ajarkan seolah-olah itu peraturan-Ku.’ ”
Raja Ahab menjawab, “Katakan kepada Raja Benhadad: Prajurit yang sejati akan merasa bangga sesudah bertempur, bukan sebelumnya.”
Tuanku meninggikan diri terhadap Tuhan di surga dan berani menyuruh membawa masuk mangkuk-mangkuk yang telah dirampas dari Rumah Tuhan. Lalu Tuanku serta para pembesar, para istri dan para selir Tuanku minum dari mangkuk-mangkuk itu. Tuanku memuji-muji dewa-dewa yang terbuat dari emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu, dewa-dewa yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengerti apa-apa. Tuanku tidak menghormati Allah yang menentukan hidup dan mati Tuanku dan menetapkan jalan hidup Tuanku.
Sebab itu, karena belum waktunya, janganlah kalian cepat-cepat menentukan bahwa seseorang bersalah atau tidak. Tunggulah sampai Tuhan datang nanti. Ialah yang akan membuka semua rahasia-rahasia yang tersembunyi dalam kegelapan. Ialah yang akan membongkar semua niat yang terpendam di dalam hati manusia. Pada waktu itu barulah setiap orang menerima dari Allah pujian yang patut diterimanya.
Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah Tuhan Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah Tuhan Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa saja yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
Jangan menyembah patung semacam itu karena Aku Tuhan Allahmu dan tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Seandainya kamu tidak mau mengabdi kepada Tuhan, ambillah keputusan hari ini juga kepada siapa kamu mau mengabdi: kepada ilah-ilah lain yang disembah oleh nenek moyangmu di Mesopotamia dahulu atau kepada ilah-ilah orang Amori yang negerinya kamu tempati sekarang. Tetapi kami -- saya dan keluarga saya -- akan mengabdi hanya kepada Tuhan.”
Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja.
Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apa saja yang ada di langit, di bumi atau di dalam air di bawah bumi.
Jangan menyembah patung semacam itu karena Aku Tuhan Allahmu dan tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Dahulu kalian tidak mengenal Allah, itu sebabnya kalian menjadi hamba dari kuasa-kuasa yang dianggap sebagai ilah tetapi sebenarnya bukan Allah sama sekali.
Perhatikanlah segala yang telah Kukatakan kepadamu. Jangan memuja ilah-ilah lain, bahkan menyebut namanya pun tak boleh.”
Biarlah orang yang menyembah dewa-dewa bertambah-tambah kesedihannya. Aku tak mau berkurban kepada dewa-dewa, bahkan tak mau menyebut nama mereka.
Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat menyembah Bapa sebagaimana Ia ada.”
Lalu Elia mendekati rakyat itu dan berkata, “Sampai kapan kalian mau tetap mendua hati? Kalau Tuhan itu Allah, sembahlah Tuhan! Kalau Baal itu Allah, sembahlah Baal!” Rakyat yang berkumpul di situ diam saja.
Tapi makin Kupanggil anak-Ku itu semakin ia menjauhi Aku. Ia membawa kurban dan membakar dupa untuk Baal dan dewa-dewa lainnya.
Dahulu kalian tidak mengenal Allah, itu sebabnya kalian menjadi hamba dari kuasa-kuasa yang dianggap sebagai ilah tetapi sebenarnya bukan Allah sama sekali.
Tetapi sekarang kalian mengenal Allah, atau lebih tepat lagi, Allah mengenal kalian. Nah, mengapa kalian mau kembali lagi kepada roh-roh dunia ini, yang lemah dan miskin? Mengapa kalian mau diperhamba lagi oleh roh-roh itu?
Mereka melanggar semua hukum Tuhan, Allah mereka, dan membuat dua sapi dari logam untuk disembah. Mereka membuat patung Dewi Asyera, menyembah bintang-bintang dan beribadat kepada Dewa Baal.
Tuhan berkata, “Orang-orang itu hanya menyembah Aku dengan kata-kata, tetapi hati mereka jauh dari Aku. Agama mereka hanya peraturan manusia yang dihafalkan.
Allah yang benar, mereka ganti dengan sesuatu yang palsu. Bukan Pencipta melainkan yang diciptakan itulah justru yang disembah dan dilayani oleh mereka. Padahal yang menciptakan itulah yang seharusnya dipuji selama-lamanya! Amin.
Lalu mereka menyembah berhala-berhala, dan itu menjadi sebab keruntuhan mereka.
Mereka mengurbankan anak-anak mereka kepada berhala-berhala Kanaan.
Mereka menumpahkan darah orang tak bersalah, darah anak-anak mereka sendiri, untuk dikurbankan kepada berhala-berhala; sehingga negeri itu mereka cemarkan.
Berhala mereka dari emas dan perak, buatan tangan manusia.
Mereka mempunyai mulut, tetapi tak dapat berbicara, mempunyai mata, tetapi tak dapat melihat.
Mereka mempunyai telinga, tetapi tak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tak dapat mencium.
Mereka mempunyai tangan, tetapi tak dapat meraba, mempunyai kaki, tetapi tak dapat berjalan, dan tak ada suara yang keluar dari kerongkongannya.
Semoga begitulah nasib orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.
Tetapi orang-orang yang melakukan hal-hal yang keji, yang memakai ilmu-ilmu gaib, orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang cabul, yang membunuh, yang menyembah berhala, dan orang-orang yang berdusta, baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan, semua orang itu tempatnya di luar kota itu.
Melihat semua itu sadarlah manusia, bahwa ia bodoh dan tak punya pengertian. Para pandai emas kehilangan muka, sebab patung berhala buatannya itu palsu dan tak bernyawa.
Apa yang dipersembahkan di tempat kurban untuk berhala tidak dipersembahkan kepada Allah, melainkan kepada roh-roh jahat. Dan saya tidak mau kalian bersatu dengan roh jahat.
Umat Israel, dengarkanlah pesan Tuhan kepadamu.
Ia berkata, “Jangan ikuti kebiasaan bangsa-bangsa lain, dan jangan gentar melihat tanda-tanda di langit yang ditakuti bangsa-bangsa itu.
Adat-istiadat bangsa-bangsa itu sama sekali tak berguna. Mereka menebang pohon di hutan, dan menyuruh tukang kayu mengerjakannya dengan alat menjadi patung berhala.
Kemudian patung berhala itu dihiasi dengan emas dan perak, lalu dikuatkan dengan paku supaya jangan jatuh.
Patung-patung berhala itu seperti orang-orangan di kebun mentimun. Mereka tak dapat bicara, tak dapat melangkah, dan harus diangkat. Jangan takut kepada mereka, sebab mereka tak dapat berbuat jahat kepadamu; berbuat baik pun mereka tak mampu.”
Tuhan sudah membuat perjanjian berikut ini dengan umat Israel, “Jangan beribadat kepada ilah-ilah lain; jangan sujud menyembah mereka atau melayani mereka, atau mempersembahkan kurban kepada mereka.
Sebab itu, katakanlah kepada mereka bahwa Aku, Tuhan Yang Mahatinggi berpesan begini, ‘Setiap orang Israel yang telah mempercayakan dirinya kepada berhala dan membiarkan dirinya terjerumus ke dalam dosa, lalu datang untuk minta nasihat kepada seorang nabi, akan Kujawab sendiri dengan jawaban yang selayaknya bagi berhala-berhalanya yang banyak itu!
Semua berhala itu telah menjauhkan umat-Ku daripada-Ku, tetapi mudah-mudahan dengan jawaban-Ku itu umat-Ku akan kembali kepada-Ku.’
Beritahukanlah juga kepada orang Israel bahwa Aku, Tuhan Yang Mahatinggi berkata kepada mereka, ‘Bertobatlah dari dosa-dosamu, dan tinggalkanlah berhala-berhalamu yang memuakkan itu.’
Lalu Iblis berkata kepada Yesus, “Semua ini akan saya berikan kepada-Mu, kalau Engkau sujud menyembah saya.”
Lalu mereka menyembah berhala-berhala, dan itu menjadi sebab keruntuhan mereka.
Mereka mengurbankan anak-anak mereka kepada berhala-berhala Kanaan.
Mereka menumpahkan darah orang tak bersalah, darah anak-anak mereka sendiri, untuk dikurbankan kepada berhala-berhala; sehingga negeri itu mereka cemarkan.
Karena perbuatan-perbuatan itu mereka menjadi najis, dan tidak setia kepada Allah.
Jadi sampaikanlah kepada orang Israel apa yang Aku, Tuhan Yang Mahatinggi katakan kepada mereka. ‘Mengapa kamu melakukan dosa-dosa seperti yang dilakukan nenek moyangmu? Seperti mereka, kamu juga mengikuti berhala-berhala yang menjijikkan itu.
Bahkan sampai hari ini pun kamu menajiskan diri dengan membawa persembahan dan membakar anak-anakmu sebagai kurban kepada berhala-berhala. Lalu masih beranikah kamu meminta petunjuk daripada-Ku? Demi Aku, Allah yang hidup, Tuhan Yang Mahatinggi, kamu tidak Kuizinkan meminta petunjuk daripada-Ku.
Saya tersungkur di depan malaikat itu hendak menyembahnya, tetapi ia berkata kepada saya, “Jangan! Jangan menyembah saya, sembahlah Allah! Sebab saya pun hamba sama seperti engkau dan seperti semua saudaramu yang berpegang teguh pada kesaksian Yesus!” Sebab kesaksian Yesus itulah yang mengilhami orang-orang yang bernubuat.
Kalian sudah mati bersama-sama Kristus, dan sudah dibebaskan dari roh-roh yang menguasai alam ini. Nah, mengapa kalian hidup seperti orang yang masih dikuasai oleh dunia ini? Mengapa kalian tunduk kepada peraturan-peraturan seperti ini,
“Jangan menjamah ini”, “Jangan mengecap itu”, “Jangan menyentuh ini”?
Semua peraturan itu adalah mengenai hal-hal yang begitu dipakai tidak berguna lagi. Itu hanya peraturan-peraturan dan pengajaran-pengajaran yang dibuat oleh manusia.
Memang kelihatannya hal itu bijaksana, dengan anjurannya supaya orang menyembah malaikat, merendahkan diri dan menyiksa diri; tetapi semuanya itu tidak berguna untuk mengendalikan nafsu manusia.
Tuhan berkata kepada Gideon, “Anak buahmu terlalu banyak. Aku tak mau memberikan kemenangan kepada mereka atas orang Midian, sebab nanti mereka pikir mereka menang karena kekuatan sendiri, sehingga mereka tidak memuji Aku.
Nah, karena kita adalah anak-anak Allah, kita tidak boleh menganggap Allah sama seperti patung daripada emas atau perak atau batu yang dibuat menurut kepandaian manusia.
Apakah yang harus kita persembahkan kepada Tuhan, Allah di surga, apabila kita datang untuk beribadat kepada-Nya? Haruskah kita membawa sapi muda yang terbaik untuk dipersembahkan sebagai kurban bakaran kepada-Nya?
Apakah Tuhan akan senang kalau kita membawa kepada-Nya beribu-ribu domba atau berlimpah-limpah minyak zaitun? Haruskah kita mempersembahkan kepada-Nya anak sulung kita sebagai tebusan atas dosa-dosa kita?
Tidak! Tuhan telah menyatakan kepada kita apa yang baik. Yang dituntut-Nya dari kita ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu dengan Allah kita.
Tetapi waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa dengan kuasa Roh Allah orang-orang akan menyembah Bapa sebagai Allah yang benar seperti yang diinginkan Bapa.
Sebab Allah itu Roh, dan hanya dengan kuasa Roh Allah orang-orang dapat menyembah Bapa sebagaimana Ia ada.”
Tentu saja kami tidak berani membandingkan atau menempatkan diri kami sederajat dengan orang-orang yang menganggap dirinya tinggi. Alangkah bodohnya mereka! Mereka membuat ukuran sendiri dan menilai diri sendiri dengan ukuran itu.
Dan semua orang yang hidup di bumi ditipunya dengan keajaiban-keajaiban yang boleh dibuatnya di depan binatang yang pertama itu. Dan mereka semuanya disuruhnya mendirikan sebuah patung dari binatang yang sudah dilukai oleh pedang, tetapi tetap hidup.
Binatang yang kedua itu dibolehkan memberi nyawa kepada patung itu, sehingga patung itu dapat berbicara dan membunuh semua orang yang tidak mau menyembahnya.
Percuma saja membawa persembahanmu itu. Aku muak dengan baunya. Aku benci dan tak tahan melihat kamu merayakan Bulan Baru, hari-hari Sabat dan hari-hari raya serta pertemuan-pertemuan keagamaan. Semua itu kamu nodai dengan dosa-dosamu dan merupakan beban bagi-Ku; Aku sudah lelah menanggungnya.
Apabila kamu mengangkat tanganmu untuk berdoa, Aku tak mau memperhatikan. Tak peduli berapa banyak doamu, Aku tak mau mendengarkannya, sebab dengan tanganmu itu kamu telah banyak membunuh.
Yesus menjawab, “Pergi kau, hai Penggoda! Dalam Alkitab tertulis: Sembahlah Tuhan, Allahmu, dan layanilah Dia saja!”
Janganlah kalian membiarkan diri dirugikan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan yang menyembah malaikat-malaikat. Orang itu sombong dengan pikiran-pikirannya yang duniawi dan membangga-banggakan penglihatan-penglihatannya yang khusus,
sehingga tidak lagi berpegang pada Kristus yang menjadi kepala. Di bawah pimpinan Kristus, seluruh tubuh dipelihara dan disatukan oleh sendi-sendinya, serta bertumbuh menurut kemauan Allah.
Dengarlah peringatan-Ku, hai umat-Ku, Israel, sekiranya kamu mau mendengarkan Aku!
Jangan di antaramu ada ilah lain, janganlah menyembah ilah asing.
Melihat semua itu sadarlah manusia, bahwa ia bodoh dan tak punya pengertian. Para pandai emas kehilangan muka, sebab patung berhala buatannya itu palsu dan tak bernyawa.
Berhala-berhala itu tak berharga, patut diejek dan dihina. Apabila tiba waktunya mereka akan binasa.
Saudara mengajar orang supaya jangan berzinah, padahal Saudara sendiri berzinah! Saudara benci kepada berhala, padahal Saudara sendiri mengambil barang-barang dari rumah-rumah berhala.
Binatang yang kedua itu dibolehkan memberi nyawa kepada patung itu, sehingga patung itu dapat berbicara dan membunuh semua orang yang tidak mau menyembahnya.
Terkutuklah si penipu yang mempersembahkan kepada-Ku binatang yang tidak berharga, kalau di antara ternaknya ada binatang baik yang sudah dijanjikannya kepada-Ku! Sebab Akulah Raja Agung, dan dihormati oleh semua bangsa.”
“Tidak semua orang yang memanggil Aku, ‘Tuhan, Tuhan,’ akan menjadi anggota umat Allah, tetapi hanya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga.
Pada Hari Kiamat banyak orang akan berkata kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan, bukankah dengan nama-Mu kami sudah menyampaikan pesan Allah? Dan bukankah dengan nama Tuhan juga kami sudah mengusir roh-roh jahat serta mengadakan banyak keajaiban?’
Tetapi Aku akan menjawab, ‘Aku tidak pernah mengenal kalian! Pergi dari sini, kalian yang melakukan kejahatan!’ ”
“Tuhan Allahmu akan membinasakan bangsa-bangsa yang tinggal di negeri itu, sehingga kamu dapat menduduki dan mendiaminya.
Sesudah bangsa-bangsa itu dibinasakan, berhati-hatilah jangan sampai kamu meniru mereka menyembah ilah-ilah lain, sebab perbuatan itu mendatangkan bencana.
Cara bangsa-bangsa itu menyembah ilah-ilah mereka, janganlah kamu tiru untuk menyembah Tuhan Allahmu, sebab mereka menyembah dengan melakukan perbuatan-perbuatan keji yang dibenci Tuhan. Bahkan anak-anak mereka sendiri mereka bakar di atas mezbah sebagai kurban untuk ilah-ilah mereka.
Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita. Itu sebabnya saya minta dengan sangat supaya kalian mempersembahkan dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.
Tuhan berkata, “Sangkamu Aku suka akan semua kurban yang terus-menerus kaupersembahkan kepada-Ku? Aku bosan dengan domba-domba kurban bakaranmu dan lemak anak sapimu. Darah sapi jantan, domba dan kambing tidak Kusukai.
Siapa menyuruh kamu membawa segala persembahan itu pada waktu kamu datang beribadat kepada-Ku? Siapa menyuruh kamu berkeliaran di Rumah Suci-Ku?
Percuma saja membawa persembahanmu itu. Aku muak dengan baunya. Aku benci dan tak tahan melihat kamu merayakan Bulan Baru, hari-hari Sabat dan hari-hari raya serta pertemuan-pertemuan keagamaan. Semua itu kamu nodai dengan dosa-dosamu dan merupakan beban bagi-Ku; Aku sudah lelah menanggungnya.
Apabila kamu mengangkat tanganmu untuk berdoa, Aku tak mau memperhatikan. Tak peduli berapa banyak doamu, Aku tak mau mendengarkannya, sebab dengan tanganmu itu kamu telah banyak membunuh.
Sebab itu, dengan perantaraan Yesus, hendaklah kita selalu memuji-muji Allah; itu merupakan kurban syukur kita kepada-Nya, yang kita persembahkan melalui ucapan bibir untuk memuliakan nama-Nya.
Tuhan berkata, “Berhimpunlah dan datanglah bersama-sama, kamu semua yang terluput di antara bangsa-bangsa! Bodohlah orang-orang yang mengarak patung kayu, dan berdoa kepada dewa-dewa yang tak dapat menyelamatkan.
Ajukan perkaramu, kemukakan bukti-buktinya, ya, biarlah mereka berunding bersama. Siapakah yang mengabarkan hal itu dan memberitahukannya sejak dahulu? Bukankah Aku, Tuhan? Tak ada ilah selain Aku. Akulah Allah yang adil dan Penyelamat, tak ada lainnya kecuali Aku!
Sebab itu, hendaklah kita mengucap terima kasih kepada Allah, karena kita menerima dari Dia suatu kerajaan yang tidak dapat bergoncang. Hendaklah kita berterima kasih dan beribadat kepada Allah dengan hormat dan takut, menurut cara yang diinginkan oleh-Nya sendiri.
Sebab Allah kita seperti api yang menghanguskan.
Apa yang dipersembahkan di tempat kurban untuk berhala tidak dipersembahkan kepada Allah, melainkan kepada roh-roh jahat. Dan saya tidak mau kalian bersatu dengan roh jahat.
Kalian tidak boleh minum dari piala anggur Tuhan, dan sekaligus dari piala anggur roh jahat juga. Kalian tidak boleh makan di meja Tuhan, dan di meja roh jahat juga.
Mereka menyembah berhala, sehingga Tuhan cemburu, kemarahan-Nya bangkit karena kejahatan itu.
Mereka mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada ilah-ilah yang tidak mereka kenal, ilah-ilah baru yang tidak ditakuti leluhur mereka.
Apakah hubungannya antara Rumah Tuhan dengan rumah berhala? Kita ini Rumah Tuhan, yaitu Allah yang hidup. Allah sendiri berkata, “Aku akan tinggal di tengah-tengah mereka, dan hidup bersama-sama mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Sebab itu, tinggalkanlah orang-orang yang tidak mengenal Allah itu, dan pisahkanlah dirimu dari mereka. Janganlah berhubungan sama sekali dengan yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
Kalian adalah orang yang tidak setia! Tahukah kalian bahwa kalau kalian berkawan dengan dunia, maka kalian menjadi musuh Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Roh Allah dengan tegas mengatakan bahwa di masa-masa yang akan datang, sebagian orang akan murtad, mengingkari Kristus. Mereka akan patuh kepada roh-roh yang menyesatkan dan mengikuti ajaran-ajaran roh jahat,
Sebab itu, matikanlah keinginan-keinginan dunia yang merongrong dirimu, seperti percabulan, hal-hal yang tidak senonoh, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan keserakahan (karena keserakahan adalah serupa dengan menyembah berhala).
Sebab akan muncul penyelamat-penyelamat palsu dan nabi-nabi palsu. Mereka akan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang luar biasa, dan keajaiban-keajaiban untuk menipu, kalau mungkin, umat Allah juga.
Saudara-saudara yang tercinta! Janganlah percaya kepada semua orang yang mengaku mempunyai Roh Allah, tetapi ujilah dahulu mereka untuk mengetahui apakah roh yang ada pada mereka itu berasal dari Allah atau tidak. Sebab banyak nabi palsu sudah berkeliaran ke mana-mana.
“Tidak seorang pun dapat bekerja untuk dua majikan. Sebab ia akan lebih mengasihi yang satu daripada yang lain. Atau ia akan lebih setia kepada majikan yang satu daripada kepada yang lain. Begitulah juga dengan kalian. Kalian tidak dapat bekerja untuk Allah dan untuk harta benda juga.
Tahukah kalian bahwa kalau kalian menyerahkan diri kepada seseorang untuk melakukan kemauannya maka kalian adalah hamba orang yang kalian taati itu – entah hamba dosa yang membawa kalian kepada kematian, atau hamba yang taat kepada Allah, dan dengan demikian berbaik kembali dengan Allah.
Saya heran tentang Saudara-saudara! Kalian dipanggil Allah oleh karena rahmat Kristus, tetapi sekarang kalian begitu cepat membelakangi Allah dan mengikuti “kabar baik” yang lain daripada Kabar Baik yang dari Allah.
Sebenarnya tidak ada “kabar baik yang lain”. Hanya ada orang-orang yang memberitakan kepada kalian “kabar baik” tentang Kristus yang mereka putar balikkan sehingga mengacaukan kalian.
Orang yang memberitakan “kabar baik” yang lain daripada Kabar Baik yang telah kami beritakan, biarlah ia dihukum Allah -- sekalipun orang itu kami sendiri atau malaikat dari surga!
Kami sudah mengatakannya dahulu, sekarang saya mengatakannya sekali lagi: Orang yang memberitakan kepadamu “kabar baik” yang lain daripada Kabar Baik yang sudah kalian terima dari kami, orang itu hendaknya dihukum Allah!