“Aku ini Gembala yang baik. Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.
Yohanes 10:18 - Firman Allah Yang Hidup Tidak ada seorang pun dapat membunuh Aku tanpa seizin-Ku—Aku menyerahkan nyawa-Ku dengan sukarela. Sebab Aku berhak dan berkuasa menyerahkan dan mengambilnya kembali sekehendak hati-Ku. Sebab hak ini telah diberikan oleh Bapa kepada-Ku.” Lebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2 Tidak seorang pun mengambilnya dari Aku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah perintah yang Kuterima dari Bapa-Ku." Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini Tidak seorang pun dapat mengambilnya daripada-Ku. Aku menyerahkannya atas kemauan sendiri. Aku berkuasa untuk menyerahkannya, dan berkuasa mengambilnya kembali. Itulah tugas yang Aku terima dari Bapa-Ku.” Alkitab Terjemahan Baru Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.” Terjemahan Sederhana Indonesia Kematian-Ku bukan karena siapa-siapa. Sebaliknya, Aku sendiri yang menyerahkan nyawa-Ku. Sebab hanya Aku sendiri yang berhak atas nyawa-Ku, baik untuk menentukan waktu kematian-Ku maupun waktu Aku hidup kembali. Ini semua sesuai dengan perintah Bapa kepada-Ku.” Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca Tak ada orang yang mengambil hidup-Ku dari-Ku, tapi Aku memberikan secara sukarela. Aku mempunyai hak untuk memberikan hidup-Ku, dan Aku mempunyai hak untuk mendapatnya kembali. Inilah perintah yang diberikan Bapa kepada-Ku.” Alkitab Gratis untuk Semua Tidak seorangpun yang mengambil nyawa-Ku, Aku yang memutuskan untuk menyerahkannya. Aku mempunyai kuasa hak untuk menyerahkan nyawa-Ku dan hak untuk mengambilnya kembali. Inilah perintah yang Bapa-Ku berikan kepada-Ku.” |
“Aku ini Gembala yang baik. Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya.
sama seperti Bapa-Ku mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa; dan Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk domba-domba itu.
“Bapa mengasihi Aku, sebab Aku menyerahkan nyawa-Ku agar Aku dapat memperolehnya kembali.
tetapi Aku akan melakukan apa saja yang dituntut oleh Bapa dari Aku, supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa. Marilah kita pergi.”
Kalau kalian menaati Aku, kalian hidup di dalam kasih-Ku, sebagaimana Aku juga menaati Bapa-Ku dan hidup di dalam kasih-Nya.
Kemudian Yesus berkata, “Tuan sama sekali tidak berkuasa atas diri-Ku, kecuali kalau diberi kuasa dari atas. Karena itu, mereka yang membawa Aku kepada Tuan lebih besar dosanya.”
Bapa mempunyai hidup di dalam diri-Nya, dan telah menganugerahkan kuasa kepada Anak-Nya untuk memiliki hidup di dalam diri-Nya,
“Tetapi Aku tidak menghakimi tanpa setahu Bapa. Aku menghakimi sebagaimana diperintahkan kepada-Ku. Penghakiman-Ku sungguh-sungguh adil dan benar, karena berdasarkan kehendak Allah yang mengutus Aku, dan bukan berdasarkan kehendak-Ku sendiri.
Karena Aku datang dari surga kemari bukan untuk melakukan kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Allah yang mengutus Aku.
Kemudian Allah melepaskan Dia dari sengsara maut dan membangkitkan-Nya, sebab maut tidak dapat menguasai-Nya.
Ia berbicara mengenai Yesus dan kami semua menjadi saksi bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati.
Saudara membunuh Pemberi Hidup itu, tetapi Allah telah menghidupkan Dia kembali. Yohanes dan saya adalah saksi-saksi dalam hal ini, sebab setelah Saudara membunuh-Nya, kami melihat Dia hidup!
Ia mati untuk menanggung hukuman Allah atas dosa kita. Dengan demikian Ia dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan ke dalam dosa yang terus-menerus, dan menjadikan kita umat-Nya sendiri dengan hati yang disucikan dan kegairahan untuk berbuat baik.
tetapi kita sungguh-sungguh dapat melihat Yesus—yang untuk seketika lamanya dijadikan sedikit lebih rendah daripada malaikat—sekarang dimahkotai oleh Allah dengan kemuliaan serta kehormatan, sebab Ia telah menderita kematian untuk kita. Ya, karena besarnya kebaikan Allah, Yesus mati untuk segenap umat manusia.