Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Kisah Para Rasul 2:24 - Firman Allah Yang Hidup

24 Kemudian Allah melepaskan Dia dari sengsara maut dan membangkitkan-Nya, sebab maut tidak dapat menguasai-Nya.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

24 Tetapi Allah membangkitkan Dia setelah melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

24 Tetapi Allah menghidupkan Dia kembali dari antara orang-orang mati. Ia ditelan oleh kematian, tetapi Allah melepaskan-Nya, sebab tidak mungkin Ia dikuasai terus oleh kematian.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

24 Tetapi sekarang Allah sudah membangkitkan Dia dari kematian dan membebaskan Dia dari cengkeraman kuasa kematian, karena kuasa itu tidak mungkin menahan Dia.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

24 Yesus menderita kesakitan karena kematian, tetapi Allah membebaskan Dia dari kematian dengan membangkitkan Dia. Kematian tidak mungkin dapat menahan Dia.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

24 Tetapi Allah membangkitkan Dia kembali, membebaskan Dia dari kuasa kematian, sebab kematian tidak lagi memiliki kuasa untuk menawan Dia.

Lihat babnya Menyalin




Kisah Para Rasul 2:24
45 Referensi Silang  

dan memberitahukan kepadanya, “Tuan, pendusta itu pernah berkata, ‘Setelah tiga hari Aku akan hidup lagi.’


Tidak ada seorang pun dapat membunuh Aku tanpa seizin-Ku—Aku menyerahkan nyawa-Ku dengan sukarela. Sebab Aku berhak dan berkuasa menyerahkan dan mengambilnya kembali sekehendak hati-Ku. Sebab hak ini telah diberikan oleh Bapa kepada-Ku.”


Tetapi mereka tidak dapat percaya, karena sebagaimana Yesaya juga mengatakan,


karena sampai saat itu kami tidak sadar bahwa Alkitab mengatakan Ia akan hidup kembali.


“Saudara-saudara, haruslah digenapi ayat Kitab Suci tentang Yudas, yang mengkhianati Yesus dengan menunjukkan tempat Ia berada kepada rombongan orang yang hendak menangkap-Nya. Sebab apa yang dilakukan oleh Yudas sudah dinubuatkan dahulu kala oleh Roh Kudus yang berbicara dengan perantaraan Raja Daud.


“Tetapi Allah menghidupkan Dia kembali!


Ayat itu mengenai orang lain—mengenai seseorang yang telah dibangkitkan oleh Allah, yang tubuh-Nya tidak dapat dibinasakan oleh kuasa maut.


Karena Allah telah menetapkan hari untuk menghakimi isi dunia secara adil dengan perantaraan Orang yang telah diangkat oleh Allah dan dinyatakan kepada manusia dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.”


Ia berbicara mengenai Yesus dan kami semua menjadi saksi bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati.


Saudara membunuh Pemberi Hidup itu, tetapi Allah telah menghidupkan Dia kembali. Yohanes dan saya adalah saksi-saksi dalam hal ini, sebab setelah Saudara membunuh-Nya, kami melihat Dia hidup!


Dan segera setelah Allah membangkitkan Hamba-Nya, mula-mula Ia mengutus-Nya kepada Saudara-Saudara, umat Israel, untuk memberkati Saudara dengan memalingkan Saudara dari dosa.”


maka izinkanlah saya menyatakan, kepada Saudara dan kepada segenap umat Israel, bahwa hal itu dilakukan atas nama dan dengan kuasa Yesus dari Nazaret, Mesias itu, yang telah Saudara salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan oleh Allah. Atas nama-Nyalah orang yang berdiri di sini ini disembuhkan,


Allah nenek moyang kita membangkitkan Yesus, yang telah Saudara bunuh dengan menyalibkan-Nya.


Sebab, jika dengan mulut Saudara mengaku, bahwa Yesus Kristus itu Tuhan Saudara, dan dalam hati Saudara percaya, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka Saudara akan diselamatkan.


Untuk tujuan inilah Kristus mati dan bangkit lagi, supaya Ia dapat menjadi Tuhan kita, baik pada waktu kita hidup maupun pada waktu kita mati.


Janji itu juga bagi kita, dan memberi kepastian kepada kita bahwa Allah akan menerima kita sama seperti Ia menerima Abraham—apabila kita memercayai janji-janji Allah yang membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari antara orang mati.


Pada waktu Dia mati, tabiat Saudara yang lama, yang cenderung kepada dosa, dikuburkan bersama dengan Dia oleh baptisan, dan ketika Allah Bapa menghidupkan-Nya lagi dengan kekuasaan-Nya yang mulia, Saudara dapat menikmati hidup-Nya yang baru dan yang menakjubkan itu.


Dan apabila Roh Allah, yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, hidup di dalam Saudara, maka dengan perantaraan Roh ini juga, Ia akan menghidupkan kembali tubuh Saudara yang fana sesudah Saudara mati.


Jadi, siapakah yang akan menghukum kita? Kristuslah yang mati bagi kita—bahkan lebih dari itu: Dia hidup lagi dari kematian bagi kita dan duduk di tempat kehormatan tertinggi di sebelah Allah, dan menjadi Pembela kita di surga.


Tetapi saya minta penjelasan. Saudara percaya kepada yang kami beritakan, yaitu bahwa Kristus bangkit dari antara orang mati, tetapi mengapa ada di antara Saudara yang mengatakan bahwa orang mati tidak akan dihidupkan kembali?


sedangkan kami, para rasul, adalah pendusta, sebab kami sudah mengatakan bahwa Allah membangkitkan Kristus dari kubur dan seandainya orang mati tidak dihidupkan kembali, tentu saja hal itu tidak benar.


Tetapi kenyataannya ialah bahwa Kristus benar-benar sudah bangkit dari antara orang mati dan telah menjadi yang pertama dari berjuta-juta orang yang akan dibangkitkan pada suatu saat kelak.


Kemudian Ia dikuburkan, dan pada hari yang ketiga Ia bangkit dari kubur seperti yang sudah dinubuatkan oleh para nabi.


Allah akan membangkitkan tubuh kita dari kematian dengan kuasa-Nya, sama seperti Ia membangkitkan Tuhan Yesus Kristus.


Kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus dari kematian, juga akan membangkitkan kami bersama-sama dengan Yesus, dan menyerahkan kami serta Saudara sekalian kepada-Nya.


Dari: Paulus, penginjil, dan semua orang Kristen di sini. Kepada: Jemaat-jemaat di Galatia. Saya dipanggil menjadi penginjil bukan oleh sekelompok manusia atau suatu badan penginjilan, melainkan oleh Yesus Kristus sendiri, dan oleh Allah Bapa yang membangkitkan Dia dari antara orang mati.


yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di tempat kehormatan di surga, di sebelah kanan Allah,


Maksud saya dalam baptisan, sifat lama Saudara yang jahat itu mati dan dikubur bersama dengan Dia. Kemudian Saudara bangkit dari kematian ke dalam hidup baru, karena Saudara percaya akan kuasa firman Allah yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati.


Dan mereka bercerita tentang bagaimana Saudara dengan penuh pengharapan menantikan kembalinya Anak Allah dari surga—Yesus, yang dihidupkan lagi oleh Allah. Hanya Dialah yang dapat menyelamatkan kita dari kedahsyatan murka Allah terhadap dosa.


Allah damai sejahtera telah membangkitkan Tuhan Yesus, Gembala Agung bagi domba-domba-Nya, dari antara orang mati, dan mengesahkan perjanjian kekal di antara Allah dan Saudara melalui darah-Nya.


Sebab kita, anak-anak Allah, adalah manusia yang terdiri dari darah dan daging, maka Ia juga telah menjadi darah dan daging dengan jalan dilahirkan sebagai manusia; sebab hanya sebagai manusialah Ia dapat mati, dan dengan kematian-Nya Ia mematahkan kuasa Iblis yang berkuasa atas maut.


Karena itulah Saudara dapat percaya kepada Allah, yang membangkitkan Kristus dari antara orang mati dan memberikan kemuliaan besar kepada-Nya. Sekarang hanya kepada Dia, Saudara dapat beriman dan berpengharapan.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan