Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yohanes 19:11 - Firman Allah Yang Hidup

11 Kemudian Yesus berkata, “Tuan sama sekali tidak berkuasa atas diri-Ku, kecuali kalau diberi kuasa dari atas. Karena itu, mereka yang membawa Aku kepada Tuan lebih besar dosanya.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

11 Yesus menjawab, "Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: Dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

11 Yesus menjawab, “Kalau Allah tidak memberikan kuasa itu kepadamu, engkau sama sekali tidak punya kuasa atas-Ku. Karena itu orang yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya daripadamu.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

11 Yesus menjawab: ”Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

11 Yesus menjawab, “Kuasa yang kamu miliki atas diri-Ku itu hanya karena Allah yang memberikannya kepadamu. Kalau tidak demikian, kamu tidak mempunyai kuasa apa-apa atas Aku. Karena itulah orang yang menyerahkan Aku kepadamu sudah melakukan dosa yang lebih besar daripada dosa yang akan kamu lakukan ketika kamu menjatuhkan hukuman pada-Ku.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

11 Yesus menjawab, “Satu-satunya kuasa yang kamu miliki atas diri-Ku adalah kuasa yang diberikan Allah kepadamu. Itulah sebabnya, orang yang menyerahkan Aku kepadamu memiliki dosa yang lebih besar.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

11 Jawab Yesus, “Engkau tidak ada kuasa di atas Aku kalau bukan Allah yang memberimu kuasa. Oleh karena itu, orang yang sudah menyerahkan Aku kepadamu sudah membuat dosa yang lebih besar.”

Lihat babnya Menyalin




Yohanes 19:11
37 Referensi Silang  

Kemudian imam besar merobek-robek pakaiannya sendiri serta berseru, “Ini hujat! Mengapa menunggu saksi-saksi lagi? Saudara semua sudah mendengar apa yang dikatakan-Nya. Apakah keputusan Saudara-Saudara?” Mereka menjawab, “Ia harus dihukum mati!”


Mereka membelenggu Yesus dan membawa-Nya ke hadapan Gubernur Pilatus.


Janganlah biarkan kami menyerah pada godaan, tetapi lepaskanlah kami dari si Jahat. [Karena Engkaulah yang memiliki kerajaan, kuasa, dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]’


Yudas telah berkata kepada mereka, “Orang yang harus kalian tangkap ialah orang yang akan saya cium. Bawalah Dia dalam penjagaan.”


Apa sebabnya kalian tidak menangkap Aku di Bait Allah? Setiap hari Aku ada di situ. Tetapi memang inilah saat kalian, saat Iblis berkuasa sepenuhnya.”


Mula-mula mereka membawa-Nya kepada Hanas, mertua Kayafas, imam besar tahun itu.


Imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah mengirimkan sepasukan serdadu dan polisi untuk menyertai Yudas. Dengan obor yang bernyala-nyala, lentera, dan senjata, mereka tiba di kebun zaitun itu.


“Engkau tidak mau berbicara kepadaku?” tanya Pilatus. “Tidak tahukah Engkau, bahwa aku berkuasa melepaskan atau menyalibkan Engkau?”


Yohanes menjawab, “Manusia hanya bisa mengambil apa yang berikan kepadanya oleh Allah.


Kemudian pemimpin-pemimpin orang Yahudi itu berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada orang yang berani menyentuh-Nya, karena waktu yang ditentukan Allah belum tiba.


“Seandainya kalian buta, kalian tidak akan berdosa,” jawab Yesus. “Tetapi dosa kalian tetap ada, sebab kalian mengaku bahwa kalian melihat.”


Tetapi, karena Allah mengikuti rencana yang sudah ditetapkan-Nya, maka Ia membiarkan Saudara memakukan Yesus pada kayu salib dan membunuh-Nya dengan perantaraan pemerintah Romawi.


Allah Abraham, Ishak, dan Yakub serta semua nenek moyang kita, telah mendatangkan kemuliaan kepada hamba-Nya, yaitu Yesus, dengan kejadian ini. Yang saya maksudkan ialah Yesus, yang telah Saudara tolak di hadapan Pilatus, walaupun Pilatus bertekad melepaskan Dia.


Namun mereka hanya memenuhi apa yang Engkau rencanakan dan putuskan dalam kekuasaan-Mu sejak waktu yang lama.


Sebab segala sesuatu berasal dari Allah. Segala sesuatu hidup oleh kuasa-Nya dan segala sesuatu itu untuk kemuliaan-Nya. Bagi Dialah kemuliaan untuk selama-lamanya. Amin.


Taatilah pemerintah, sebab Allahlah yang telah menetapkannya. Di mana pun juga tidak ada pemerintah yang tidak memperoleh wewenang dari Allah.


Segala sesuatu yang baik dan sempurna berasal dari Allah, Pencipta segala terang. Ia bersinar untuk selama-lamanya tanpa perubahan atau bayangan.


Dan ingatlah, jika kita mengetahui sesuatu yang benar yang harus dilakukan, tetapi kita tidak melakukannya, maka hal itu adalah dosa.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan