Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 21:37 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

37 Akhirnya pemilik kebun anggur itu memutuskan untuk mengutus anaknya sendiri. Ia berkata, ‘Para petani itu pasti akan menghormati anakku.’

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

37 Akhirnya si pemilik kebun itu mengutus anaknya dengan keyakinan bahwa mereka akan menghormati putranya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

37 Akhirnya tuan tanah itu mengirim kepada mereka anaknya sendiri. ‘Pasti anak saya akan dihormati,’ pikirnya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

37 Akhirnya dia mengutus anaknya sendiri kepada para petani itu dengan pikiran, ‘Tentu mereka akan menghormati anakku.’

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

37 Akhirnya dikirimlah olehnya anak laki-lakinya kepada mereka. ‘Tentunya mereka akan menghormati anakku,’ katanya.

Lihat babnya Menyalin




Matius 21:37
13 Referensi Silang  

Lalu pemilik kebun itu mengutus lebih banyak orang daripada sebelumnya. Tetapi para petani itu berbuat hal yang sama terhadap mereka seperti yang mereka lakukan terhadap pembantu-pembantu sebelumnya.


Tetapi ketika para petani itu melihat anak pemilik kebun itu, mereka saling berbicara, ‘Ia adalah anak pemilik kebun anggur ini dan akan mewarisi kebun anggurnya. Jika kita membunuhnya, kebun anggur ini akan menjadi milik kita.’


Terdengarlah suara dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Aku sangat berkenan kepada-Nya.”


Pemilik itu hanya memiliki satu orang lagi yang dapat dikirim untuk menemui mereka. Itu adalah anaknya sendiri, yang sangat dikasihi. Jadi, ia mengutusnya, pikirnya, ‘Mereka pasti akan menghormati anakku.’


“Pemilik kebun itu berpikir, ‘Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku akan mengirim anakku yang kukasihi. Mungkin para petani akan menghormati anakku.’


Tiada seorang pun yang pernah melihat Allah. Kecuali Anak satu-satu-Nya, yang adalah Allah sendiri, telah menunjukkan kita seperti apakah Allah. Ia sangat dekat dengan Bapa sehingga melihat Dia adalah seperti melihat Allah.


Aku telah melihat-Nya. Maka inilah kesaksianku kepada orang-orang, ‘Ia adalah Anak Allah.’”


Allah mengasihi dunia ini sehingga Ia menyerahkan Anak tunggal-Nya supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, tetapi menerima hidup yang kekal.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan