Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 16:6 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

6 Orang itu menjawab, ‘Aku berutang 100 gentong minyak zaitun.’ Manajer bilang kepadanya, ‘Ini surat utangmu. Duduklah dan kurangilah utangmu. Tulis 50 gentong saja.’

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Terimalah surat utangmu, duduklah dan tulislah segera: Lima puluh tempayan.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

6 Orang itu menjawab, ‘Seratus tempayan minyak zaitun.’ Pegawai itu berkata kepadanya, ‘Ini surat utangmu. Duduklah dan cepatlah menulis: lima puluh.’

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

6 Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak zaitun.’ “Lalu bendahara itu berkata, ‘Sobat, ini surat utangmu. Duduklah dan segeralah tulis di situ menjadi lima puluh tempayan saja!’

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

6 Orang itu menjawab, ‘dua puluh dua liter minyak.’ Kata si pengurus rumah kepadanya, ‘Duduklah cepat. Ambil tagihanmu, dan ubahlah menjadi sebelas liter.’

Lihat babnya Menyalin




Lukas 16:6
7 Referensi Silang  

Ketika hampir malam, pemilik kebun itu berkata kepada kepala pekerja, ‘Panggillah semua pekerja dan bayarlah mereka, mulai dari orang yang terakhir bekerja, sampai yang paling awal bekerja.’


Dan jika kamu tidak dapat dipercayai dengan barang-barang milik orang lain, kamu tidak akan diberi apa pun sebagai milikmu sendiri.


Manajer itu memanggil setiap orang yang berutang kepada majikannya. Ia bertanya kepada orang pertama, ‘Berapa banyak utangmu kepada majikanku?’


Kemudian manajer itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa utangmu kepada majikanku?’ Orang itu menjawabnya, ‘Aku berutang 100 ikat gandum.’ Lalu manajer itu bilang kepadanya, ‘Ini surat utangmu, kamu boleh mengubahnya menjadi 80 ikat saja.’


Ini yang Aku maksud: gunakanlah hal-hal milikmu di dunia untuk memupuk ‘persahabatan’ di kemudian hari. Jika kamu berteman dengan Allah, ketika semua milikmu hilang, kamu akan disambut di rumah yang kekal.


Di situ, ada enam tempat air terbuat dari batu, yang dipakai orang-orang Yahudi pada upacara pembasuhan. Masing-masing tempayan itu berisi kira-kira 80 hingga 120 liter air.


Hamba tidak boleh mencuri kepunyaan tuannya, tetapi selalu menunjukkan bahwa mereka dapat dipercayai. Maka, apa pun yang mereka lakukan, mereka akan membuat orang lain tertarik kepada pengajaran Allah Penyelamat kita.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan