Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 1:35 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

35 Malaikat itu berkata kepada Maria, “Roh Kudus akan mendatangimu dan kuasa Allah yang Mahatinggi akan meliputimu. Bayi itu akan menjadi suci dan akan disebut Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

35 Malaikat itu menjawab, “Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kuasa Allah akan menaungimu. Dengan demikian bayi yang akan kaulahirkan itu benar-benar suci, yaitu Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

35 Jawab malaikat itu kepadanya, "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

35 Malaikat itu menjawab, “Roh Allah akan datang kepadamu, dan kuasa Allah akan meliputi engkau. Itulah sebabnya anak yang akan lahir itu akan disebut Kudus, Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

35 Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

35 Jawab malaikat itu, “Roh Kudus akan datang kepadamu, dan kuasa Yang Mahatinggi akan datang ke atas kamu, sehingga Anak kudus yang nanti kamu lahirkan akan disebut Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

35 Jawab malaikat itu, “Roh Kudus akan datang ke atasmu, dan kuasa dari Yang Mahatinggi akan menguasaimu. Bayi yang ada dalam kandunganmu itu kudus, dan akan dipanggil dengan sebutan Anak Allah.

Lihat babnya Menyalin




Lukas 1:35
26 Referensi Silang  

Beginilah kisah kelahiran Yesus Kristus. Pada saat itu Maria, ibu-Nya, sudah ditunangkan dengan Yusuf. Tetapi sebelum mereka hidup sebagai suami istri, Yusuf mendapati bahwa Maria sudah hamil. Ia mengandung oleh kuasa Roh Kudus.


Tetapi ketika Yusuf sedang memikirkan hal ini, datanglah malaikat Tuhan ke dalam mimpinya. Malaikat itu berkata kepadanya, “Yusuf, anak Daud, janganlah kamu takut untuk mengambil Maria sebagai istrimu, sebab bayi yang ada dalam kandungannya itu berasal dari Roh Kudus.


Kemudian pengikut yang ada di perahu menyembah Yesus dan berkata, “Engkau benar-benar adalah Anak Allah.”


Kepala pasukan dan para prajurit yang menjaga Yesus menjadi sangat ketakukan karena gempa bumi dan semua yang terjadi. Mereka berkata, “Sungguh, Ia adalah Anak Allah!”


Iblis datang untuk mencobai-Nya dan berkata, “Jika Engkau adalah Anak Allah, suruhlah batu-batu ini supaya menjadi roti.”


Inilah permulaan Kabar Baik tentang Yesus Sang Mesias, Anak Allah,


“Yesus dari Nazaret! Apa yang Engkau inginkan dari kami? Apakah Engkau datang untuk memusnahkan kami? Aku tahu siapakah Engkau! Engkaulah Yang Kudus dari Allah!”


Ia bertunangan dengan seorang pria bernama Yusuf dari keluarga Daud. Nama gadis itu Maria.


Maria berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana mungkin ini akan terjadi? Aku masih perawan?”


Ketahuilah bahwa Elisabet kerabatmu, sedang mengandung. Ia sudah sangat tua, tapi ia akan mendapat seorang anak laki-laki. Semua orang pikir ia tidak bisa mendapat bayi, tapi ia sekarang sudah hamil selama enam bulan.


Aku telah melihat-Nya. Maka inilah kesaksianku kepada orang-orang, ‘Ia adalah Anak Allah.’”


Jawab Natanael, “Guru, Engkau adalah Anak Allah. Engkau adalah Raja orang Israel.”


Tetapi semua hal ini ditulis supaya kamu percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Lalu, melalui kepercayaanmu itu, kamu bisa memperoleh kehidupan melalui nama-Nya.


Ketika mereka sampai di tempat yang berair, pejabat itu berkata, “Lihat, di situ ada air. Apakah ada yang melarang aku untuk dibaptis?” [


Dan ketika Ia dibangkitkan dari kematian oleh Roh Kudus, Ia diberikan kuasa penuh untuk memerintah sebagai Anak Allah. Ia adalah Yesus Kristus, Tuhan kita.


Jadi, bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalamku. Aku masih hidup dalam tubuhku ini, tetapi aku hidup karena aku yakin atas kesetiaan Anak Allah. Ia mengasihi aku dan memberikan diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan aku.


Dahulu kita semua juga hidup seperti mereka. Kita hidup untuk memuaskan hawa nafsu kita, menuruti keinginan tubuh dan pikiran kita. Sama seperti orang lain di dunia ini, kita pantas menerima hukuman Allah.


Yesus, Imam Besar kita, dapat mengerti semua kelemahan kita. Karena ketika Yesus hidup di dunia, Ia dicobai dalam segala cara. Ia dicobai sebagaimana kita dicobai, tetapi Ia tidak pernah berdosa.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan