Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 5:7 - Firman Allah Yang Hidup

7 Berbahagialah orang yang baik dan berbelas kasihan, karena mereka akan dikasihani.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

7 Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas kasihan.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

7 Berbahagialah orang yang mengasihani orang lain; Allah akan mengasihani mereka juga!

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

7 Sungguh diberkati Allah orang yang mengasihani orang lain, karena merekalah yang akan dikasihani oleh Allah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

7 Betapa bahagianya orang yang memiliki belas kasihan kepada orang lain, karena Allah akan memberikan belas kasihan kepada mereka.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

7 Berbahagialah orang yang penyayang, karena mereka akan diperlihatkan belas kasihan.

Lihat babnya Menyalin




Matius 5:7
37 Referensi Silang  

Tetapi, bila kalian berdoa, pertama-tama ampunilah orang-orang yang bersalah kepada kalian, supaya Bapa di surga juga mengampunkan dosa kalian.”


“Kasihilah musuh-musuh kalian! Berbuat baiklah kepada mereka! Pinjami mereka! Dan jangan khawatir bahwa mereka tidak akan mengembalikannya. Maka pahala kalian di surga akan sangat besar, dan kalian akan benar-benar berlaku sebagai anak Allah, karena Dia juga baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang yang sangat jahat.


Dahulu Saudara memberontak terhadap Allah, tetapi ketika orang Yahudi menolak pemberian-Nya, maka kemurahan Allah ditujukan kepada Saudara.


Sekarang saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang lain. Bagaimana halnya dengan gadis yang belum menikah? Apakah mereka dibolehkan menikah? Untuk menjawab pertanyaan ini tidak ada perintah Tuhan yang khusus bagi mereka. Tetapi karena rahmat-Nya, Tuhan telah memberikan kepada saya kebijaksanaan yang dapat dipercaya, dan dengan senang hati saya sampaikan pendapat saya kepada Saudara.


Allah sendirilah yang dalam kemurahan-Nya telah memberikan kepada kami pekerjaan mengabarkan Berita Kesukaan. Karena itu, kami tidak pernah berputus asa.


Sebaliknya, hendaklah Saudara bersifat ramah-tamah, berhati lembut, dan saling memaafkan, sama seperti Allah telah mengampuni Saudara, karena Saudara milik Kristus.


Karena Saudara telah dipilih Allah, yang memberi hidup baru itu, dan karena kasih dan perhatian-Nya yang mendalam pada Saudara, maka Saudara harus bersikap ramah, kasih, dan lemah lembut kepada orang lain. Bersedialah menanggung penderitaan dengan tenang dan sabar.


meskipun dahulu aku mengejek nama Kristus. Aku mengejar umat-Nya, menganiaya mereka dengan bermacam-macam cara. Tetapi Allah mengasihani aku, sebab pada waktu itu aku belum mengenal Kristus dan tidak tahu apa yang sedang kulakukan.


Tetapi Allah telah mengasihani aku, sehingga Kristus Yesus memakai aku sebagai contoh untuk memperlihatkan kepada setiap orang betapa sabarnya Ia terhadap orang yang paling berdosa sekalipun, supaya orang lain akan sadar, bahwa mereka juga dapat memperoleh hidup kekal.


Jadi, marilah kita dengan berani datang ke takhta Allah dan tinggal di sana untuk menerima pengasihan-Nya dan mendapat kasih karunia yang menolong kita pada saat kita membutuhkan pertolongan.


Sebab Allah bukan tidak adil. Tidak mungkin Ia melupakan kerja keras yang telah Saudara lakukan bagi-Nya, atau kasih Saudara kepada-Nya, baik dahulu maupun sekarang, yang Saudara nyatakan dengan memberikan pertolongan kepada anak-anak-Nya.


karena tidak akan ada belas kasihan bagi mereka yang tidak menaruh belas kasihan. Tetapi, jika Saudara berbelas kasihan, maka belas kasihan Allah terhadap Saudara akan meniadakan hukuman-Nya terhadap diri Saudara.


Tetapi hikmat yang berasal dari surga itu pertama-tama adalah murni dan lemah lembut, lagipula cinta damai dan sopan santun. Hikmat surgawi memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat dan bersikap mau mengalah. Hikmat itu penuh dengan belas kasihan dan perbuatan baik serta tulus ikhlas, terus terang, dan jujur.


Dahulu Saudara bukan umat-Nya, sekarang Saudara milik Allah. Dahulu Saudara tidak tahu rahmat Allah, tetapi sekarang sudah mengalaminya.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan