Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 17:6 - Firman Allah Yang Hidup

6 Yesus menyahut, “Jikalau kalian mempunyai iman, sekalipun sebesar biji sesawi, kalian dapat memerintah pohon itu agar tercabut dengan akar-akarnya dan terlempar ke dalam laut. Perintah kalian akan segera ditaati.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

6 Jawab Tuhan, "Sekiranya kamu mempunyai iman sekecil biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

6 Tuhan menjawab, “Kalau kalian mempunyai iman sebesar biji sawi, kalian dapat berkata kepada pohon murbei ini, ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di laut,’ pasti pohon ini akan menurut perintahmu.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

6 Jawab Tuhan: ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

6 Lalu Tuhan berkata, “Kalau keyakinanmu sebesar biji sawi saja, kamu bisa berkata kepada pohon ini, ‘Tercabutlah dari tanah dan tertanamlah di laut,’ maka pohon itu akan taat pada perintahmu.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

6 Tuhan menjawab, “Seandainya imanmu sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon murbei ini, ‘Tariklah akarmu dan tumbuhkanlah di laut,’ maka pohon itu akan taat kepadamu.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

6 Tuhan menjawab mereka, “Bahkan jika rasa percaya kalian sebesar biji sesawi, kalian bisa berkata kepada pohon murbai ini, ‘Pindahlah dirimu ke dalam laut,’ maka hal itu akan terjadi.

Lihat babnya Menyalin




Lukas 17:6
13 Referensi Silang  

“Baik,” kata Yesus, “ke sinilah!” Petrus pun turun dari perahu dan berjalan di atas air ke arah Yesus.


“Sebab kalian kurang beriman,” kata Yesus kepada mereka. “Karena jika kalian mempunyai iman yang sebesar biji sesawi sekalipun, kalian akan dapat berkata kepada gunung ini, ‘Pindahlah!’ maka gunung ini pun akan pindah. Tidak akan ada yang mustahil bagi kalian.


Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Sesungguhnya jika kalian mempunyai iman dan tidak ragu-ragu, maka kalian akan dapat melakukan hal yang seperti ini dan banyak lagi yang lain. Kalian bahkan dapat berkata kepada Bukit Zaitun ini, ‘Terangkatlah dan jatuhlah di laut,’ maka bukit itu pun akan pindah.


Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang kecil! Meskipun merupakan biji yang terkecil dari segala biji di bumi, tetapi ia dapat tumbuh menjadi salah satu tanaman yang terbesar, dengan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung dapat membuat sarang dan berlindung di bawahnya.”


“Kalau Aku dapat?” Yesus bertanya. “Segala sesuatu mungkin, asal engkau mempunyai iman.”


Kerajaan Allah seperti biji sesawi yang kecil, yang ditanam di kebun. Tidak lama kemudian biji itu tumbuh menjadi pohon, sehingga burung-burung membuat sarang di antara cabangnya.


Apabila seorang pelayan pulang dari membajak atau menggembalakan domba, ia tidak langsung makan. Terlebih dahulu ia harus menyiapkan santapan untuk majikannya serta melayaninya. Setelah itu barulah ia sendiri makan. Dan majikannya tidak mengucapkan terima kasih kepadanya, karena pelayan itu hanya sekadar melakukan apa yang wajib dilakukannya.


Sebab itu, ia lari mendahului mereka, lalu memanjat sebuah pohon di tepi jalan agar dapat melihat Yesus dari situ.


Ketika Tuhan Yesus melihat dia, Ia merasa kasihan kepadanya. “Jangan menangis!” kata-Nya.


ia mengutus dua orang muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Benarkah Engkau Mesias? Atau apakah kami masih harus menantikan Dia?”


Kalau saya mempunyai karunia untuk bernubuat dan mengetahui segala yang akan terjadi pada masa yang akan datang, serba tahu mengenai segala sesuatu, tetapi saya tidak mengasihi orang lain, apakah gunanya karunia itu? Sekiranya saya dikaruniai iman yang demikian rupa, sehingga dapat menyuruh gunung berpindah, tetapi tanpa kasih, saya tidak berharga sama sekali.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan