Lukas 17:1 - Firman Allah Yang Hidup1 “Cobaan untuk berbuat dosa akan selalu ada,” kata Yesus kepada murid-murid-Nya. “Tetapi celakalah orang yang menyebabkan cobaan itu. Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 21 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Tidak mungkin tidak akan ada hal yang membuat orang berbuat dosa, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini1 Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Hal-hal yang menyebabkan orang berbuat dosa pasti akan ada. Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya! Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru1 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia1-2 Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Di dunia ini, godaan-godaan untuk berbuat dosa pasti akan selalu ada. Tetapi celakalah orang yang menyebabkan godaan bagi sesamanya, apalagi yang belum dewasa, seperti anak-anak ini. Kalau seseorang menyebabkan sesamanya jatuh dalam dosa, dia akan mendapat hukuman yang sangat berat dari Allah— begitu beratnya sampai dia merasa lebih baik jika sebuah batu besar diikat ke lehernya lalu dia ditenggelamkan ke laut dalam. Mengalami kengerian seperti itu jauh lebih ringan daripada hukuman Allah yang akan dia tanggung selamanya kalau menyebabkan seorang anak jatuh dalam dosa! Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca1 Yesus berkata kepada pengikut-Nya, “Banyak hal pasti akan terjadi yang akan membuat orang berdosa. Tetapi celakalah orang yang membuat ini terjadi. Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua1 Berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Pencobaan tidak dapat dihindari, tetapi itu akan menjadi bencana bagi mereka yang melaluinya mereka datang! Lihat babnya |
“Tetapi ada beberapa hal pada kalian yang tidak Kusukai. Kalian membiarkan beberapa orang berbuat seperti yang dilakukan Bileam, ketika ia mengajarkan kepada Balak bagaimana caranya menghancurkan bangsa Israel, yaitu dengan melibatkan mereka dalam dosa perzinaan dan menganjurkan mereka agar menghadiri pesta-pesta berhala.
“Tetapi ada hal yang tidak Kusukai. Kalian mengizinkan Izebel, perempuan yang menyebut dirinya nabiah itu, mengajarkan kepada hamba-hamba-Ku bahwa dosa perzinaan bukanlah soal yang berat. Perempuan itu membujuk mereka agar melakukan perbuatan cabul dan memakan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala.