Filipi 3:19 - Firman Allah Yang Hidup19 Hari depan mereka ialah kebinasaan kekal, sebab mereka bertuhankan hawa nafsu, dan mereka membanggakan hal-hal yang sebenarnya mengaibkan mereka. Yang mereka pikirkan hanyalah kehidupan di dunia ini. Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 219 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini19 Hidup orang-orang seperti itu akan berakhir dengan kehancuran, sebab ilah mereka adalah keinginan tubuh mereka sendiri. Hal-hal yang memalukan, justru itulah yang mereka banggakan; sebab mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja. Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia19 Cara hidup seperti itu hanya akan berakhir pada kebinasaan. Mereka memikirkan hal-hal duniawi dan tidak melayani Allah. Hidup mereka hanya untuk memuaskan keinginan diri sendiri. Mereka melakukan segala macam hal yang memalukan, bahkan merasa bangga atas semuanya itu. Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca19 Gaya hidup mereka akan membawa kepada kehancuran. Mereka telah menggantikan Allah dengan kesenangan mereka sendiri, dan kebanggaan mereka adalah hal-hal yang memalukan. Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi. Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua19 Akhirnya mereka benar-benar tersesat, sebab yang menjadi “Tuhan” mereka adalah keinginan jasmani mereka dan yang menjadi kebanggaan mereka adalah hal-hal yang memalukan, hanya memikirkan hal-hal yang memuaskan hasrat duniawi mereka. Lihat babnya |
Beberapa waktu lamanya hakim itu tidak memedulikan dia, tetapi akhirnya ia merasa kewalahan. “ ‘Aku tidak takut kepada Allah ataupun kepada manusia,’ katanya dalam hatinya, ‘tetapi perempuan itu mengganggu aku. Aku akan berusaha agar ia memperoleh keadilan, karena ia menjengkelkan aku dengan kedatangannya yang berulang-ulang!’ ”
Sebab Saudara adalah orang Kristen yang masih bayi, yang dikuasai oleh kehendak sendiri dan bukan oleh kehendak Allah. Jika Saudara iri-mengiri dan berpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok yang saling bertentangan, bukankah hal itu membuktikan bahwa Saudara masih bayi yang hanya menurutkan kata hati saja? Sesungguhnya, Saudara berkelakuan seperti orang yang sama sekali tidak mengenal Tuhan.
Tetapi pada masa itu pun terdapat nabi-nabi palsu, sama seperti kelak akan muncul pengajar-pengajar palsu di lingkungan Saudara. Dengan cerdik mereka akan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah, bahkan melawan Tuhan yang telah menebus mereka; tetapi kebinasaan mereka akan segera datang dengan mengerikan.
Itulah upah yang akan diterima oleh pengajar-pengajar itu, sebab sehari-hari mereka hidup dalam kesenangan yang jahat. Mereka merupakan kecelaan dan noda di antara Saudara sekalian dan menipu Saudara, karena mereka turut duduk pada perjamuan kasih seolah-olah mereka orang jujur, padahal mereka hidup dalam lumpur dosa.
Ini saya katakan, karena ada beberapa guru yang tidak mengenal Allah menyelinap di antara Saudara sekalian, dan mengatakan bahwa sesudah kita menjadi orang Kristen, kita dapat berbuat semau kita tanpa takut akan hukuman Allah. Nasib orang semacam itu telah ditentukan sejak dahulu, karena mereka telah melawan satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, yaitu Yesus Kristus.
Lalu binatang itu ditawan bersama-sama dengan Nabi Palsu, yang dapat membuat mukjizat-mukjizat yang luar biasa apabila binatang itu menyertainya. Mukjizat-mukjizat itu menyesatkan semua orang yang telah menerima tanda binatang dan yang menyembah patungnya. Keduanya, yaitu binatang dan Nabi Palsunya, dilemparkan hidup-hidup ke dalam Lautan Api yang menyala-nyala dengan belerang.