Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Filipi 3:18 - Firman Allah Yang Hidup

18 Sebab telah sering saya katakan sebelumnya, dan sekarang dengan bercucuran air mata saya ulangi, bahwa ada banyak orang yang menamakan diri Kristen, tetapi melalui kehidupan mereka diperlihatkan bahwa mereka sebenarnya memusuhi salib Kristus.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

18 Saya sudah sering kali memberitahukan kepadamu, dan sekarang saya mengulanginya lagi dengan menangis, bahwa ada banyak orang yang hidupnya merusak arti kematian Kristus disalib.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

18 Saya berkata begitu karena ada hal yang sangat menyedihkan hati saya: Seperti yang sudah pernah saya katakan berulang kali kepada kalian, sekali lagi saya ingatkan bahwa sekarang ada banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi hidup mereka bertolak belakang dengan harga penebusan yang sudah dibayar Kristus di kayu salib-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

18 Karena ada banyak orang yang hidup sebagai musuh-musuh dari salib Kristus. Aku sudah seringkali memberitahukan kepadamu tentang mereka. Dan ini membuatku menangis untuk memberitahukan tentang mereka kepadamu sekali lagi.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

18 Cara hidup beberapa orang menjadikan mereka sebagai musuh Kristus — seperti yang sudah sering saya katakan kepada kalian sebelumnya, dan terus mengulanginya sekalipun hal ini sangat menyakitkan saya sehingga saya menangis.

Lihat babnya Menyalin




Filipi 3:18
30 Referensi Silang  

Pada waktu mereka mendekati Yerusalem dan Yesus melihat kota itu di hadapan-Nya, Ia menangis.


saya telah melakukan pekerjaan Tuhan dengan rendah hati, bahkan dengan cucuran air mata, dan telah menghadapi banyak bahaya dari pihak orang Yahudi yang bersepakat membunuh saya.


Hati saya sangat berat; siang dan malam saya sangat berduka


Saya tahu benar bahwa ketika orang-orang yang sedang menuju kepada kebinasaan mendengar bahwa Yesus mati untuk menyelamatkan mereka, mereka menganggap berita itu omong kosong. Tetapi kita, yang sudah diselamatkan, mengakui bahwa berita itu adalah kuasa Allah.


Tidak tahukah Saudara bahwa orang yang melakukan hal semacam itu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah menipu diri sendiri. Orang yang tidak bermoral, yang menyembah berhala, yang berzina, atau orang homoseks, tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Demikian juga pencuri atau orang yang serakah, pemabuk, pemfitnah, atau perampok.


Allah sama sekali tidak pernah mengutus orang-orang itu. Mereka adalah “penipu-penipu” yang telah membohongi Saudara dengan mengaku diri sebagai rasul Kristus.


Siapa gerangan yang lemah dan saya tidak merasakan kelemahannya? Siapa yang dituntun ke dalam dosa, dan saya tidak diderita oleh rasa terbakar di dalam hati?


Alangkah segannya saya menulis surat itu! Hancur rasanya hati saya! Terus terang saja, saya mencucurkan air mata karenanya. Saya tidak ingin menyakiti hati Saudara, tetapi saya harus menunjukkan betapa besar kasih saya kepada Saudara dan bahwa saya memperhatikan keadaan Saudara.


Karena sesungguhnya tidak ada jalan lain, selain jalan yang telah kami tunjukkan kepada Saudara. Saudara tertipu oleh mereka yang memutarbalikkan kebenaran mengenai Kristus.


Ketika saya melihat apa yang sedang terjadi, dan bahwa sikap mereka tidak sesuai dengan kepercayaan mereka, dan mereka tidak mengikuti kebenaran Injil, saya berkata kepada Petrus di hadapan yang lain, “Walaupun Saudara dilahirkan sebagai orang Yahudi, sudah lama Saudara melepaskan hukum-hukum Yahudi. Jadi, mengapa dengan tiba-tiba saja Saudara mengharapkan orang-orang bukan Yahudi ini mematuhi hukum-hukum itu?


Saya bukan orang yang menganggap bahwa kematian Kristus tidak ada artinya. Seandainya keselamatan dapat diperoleh dengan menaati Hukum Taurat, maka Kristus mati dengan sia-sia.


kedengkian, mabuk-mabukan, pesta liar, dan sebagainya. Sekali lagi saya katakan, bahwa siapa juga yang hidup seperti itu, tidak akan mewarisi Kerajaan Allah.


Pengajar-pengajar yang berusaha meyakinkan Saudara supaya dikhitan, berbuat demikian hanya karena satu alasan saja, yaitu supaya mereka disukai orang dan terhindar dari aniaya yang pasti menimpa mereka, seandainya mereka mengakui bahwa hanya salib Kristus sajalah yang dapat menyelamatkan.


Kiranya Allah menolong saya untuk tidak menyombongkan diri tentang apa pun, kecuali salib Tuhan kita, Yesus Kristus. Karena salib itu, minat saya akan segala hal yang menarik dalam dunia ini sudah sejak dahulu saya matikan, dan perhatian dunia kepada saya juga sudah lama mati.


Karena itu, saya mendorong Saudara dalam nama Tuhan: Janganlah hidup seperti orang yang sesat, sebab mata mereka dibutakan dan pikiran mereka dikacaukan. Hati mereka tertutup dan sama sekali gelap. Mereka jauh dari kehidupan Allah karena telah menutup hati terhadap Dia dan tidak memahami jalan-Nya.


Pada waktu saya berdoa untuk Saudara, hati saya penuh dengan sukacita,


Allah juga berkehendak supaya dalam hal ini Saudara jangan berlaku serong dengan mengambil istri orang lain, sebab Allah akan menghukum Saudara dengan hebat, seperti dahulu dengan tegas telah kami katakan.


Meskipun begitu, kami dengar bahwa ada di antara Saudara yang hidup bermalas-malas, tidak mau bekerja, dan menghabiskan waktu dengan mempercakapkan orang lain.


Ia bersikap sangat keras terhadap orang yang menuruti hawa nafsu kotor seolah-olah tidak ada Allah yang meminta pertanggungjawabannya. Orang-orang ini bangga dan sombong, bahkan tidak takut untuk mengejek yang mulia-mulia di surga,


Apa yang ditinggalkan mereka hanyalah malu dan aib, seperti buih kotor di sepanjang pantai yang ditinggalkan oleh ombak-ombak yang mengganas. Mereka kelihatan secerah bintang, tetapi di hadapan mereka terbentanglah kegelapan yang telah disediakan Allah bagi mereka.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan