Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Mikha 2:2 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

2 Jika mereka menginginkan sebuah ladang, mereka merampasnya. Jika mereka menginginkan sebuah rumah, mereka menyerobotnya. Baik harta maupun keluarga, tidak ada yang aman.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

2 Jikalau mereka itu menghendaki bendang, maka dirampasnya, atau rumah, maka diambilnya; demikianlah dirampasnya rumah dari pada tuannya rumah dengan gagah dan harta benda dari pada orang yang empunya dia.

Lihat babnya Menyalin




Mikha 2:2
28 Referensi Silang  

Dekat istana Raja Ahab di Yizreel ada sebidang kebun anggur kepunyaan orang yang bernama Nabot.


Seandainya tanah yang kubajak telah kucuri, dan kurampas dari pemiliknya yang sejati,


Jangan menginginkan kepunyaan orang lain: rumahnya, istrinya, hamba-hambanya, ternaknya, keledainya, atau apa pun yang dimilikinya.”


Tuhan bertindak sebagai hakim terhadap para pemimpin umat-Nya. Inilah tuduhan Tuhan terhadap mereka: “Kamulah yang merampok hasil kebun-kebun anggur; rumahmu penuh barang yang kamu rampas dari orang miskin.


Celakalah kamu yang membeli rumah-rumah dan menyerobot ladang-ladang untuk menambah milikmu! Tak lama lagi habislah tempat untuk orang lain dan hanya kamulah yang tinggal di negeri itu.


Tapi engkau, Yoyakim, lain. Engkau hanya mencari keuntungan pribadi. Engkau membunuh orang yang tak bersalah, dan menindas rakyatmu dengan kejam.


Ia suka menipu orang miskin, merampok, menyita barang jaminan orang yang berhutang kepadanya. Ia pergi ke kuil-kuil orang yang tidak mengenal Tuhan dan menyembah berhala yang menjijikkan.


Ada juga yang menjadi pembunuh bayaran, lintah darat dan pemeras orang-orang sebangsanya. Mereka semua telah melupakan Aku. Aku Tuhan Yang Mahatinggi telah berbicara.


Tetapi sekarang Aku akan menghantam para perampok dan pembunuhmu.


Kamu mengandalkan pedangmu. Tindakanmu menjijikkan. Kamu semua melakukan perzinahan. Masih beranikah kamu mengaku tanah ini sebagai milikmu?


Tuhan Yang Mahatinggi berkata, “Cukuplah sudah dosa-dosamu, hai para penguasa Israel! Hentikanlah tindakanmu yang sewenang-wenang dan menindas rakyat itu. Lakukanlah apa yang benar dan adil. Sekali-kali jangan lagi kamu mengusir umat-Ku dari tanah mereka. Aku, Tuhan Yang Mahatinggi memerintahkan itu kepadamu.


Penguasa itu tidak boleh mengambil sedikit pun dari harta pusaka rakyatnya. Hanya tanahnya sendiri yang boleh diberikannya kepada putra-putranya sehingga tak seorang pun dari umat-Ku dapat dipisahkan dari hak miliknya.”


Tuhan berkata kepadaku, “Hai manusia fana, kaulihat itu? Orang-orang Yehuda ini tak puas bila hanya melakukan hal-hal yang menjijikkan itu dan melakukan tindakan-tindakan yang tak berperikemanusiaan di seluruh negeri. Mereka bahkan melakukan semua itu di sini, di dalam Rumah-Ku dan membuat Aku lebih marah lagi. Lihatlah bagaimana mereka menghina Aku dengan cara yang paling keji ini!


Mereka menindas orang lemah yang tak berdaya, dan menyingkirkan orang miskin. Ayah dan anak menggauli hamba wanita yang sama, sehingga mencemarkan nama-Ku yang suci.


Dengarlah, hai wanita-wanita Samaria yang bertambah gemuk seperti sapi-sapi tambun di Basan! Kamu menindas orang lemah, memeras orang miskin, dan menuntut supaya suamimu selalu menyediakan minuman keras bagimu!


Dengarlah, hai kamu yang menindas orang miskin di negeri ini sehingga mereka binasa!


Dengarlah kata-kataku ini, hai kamu penguasa Israel yang membenci keadilan dan memutarbalikkan kebenaran.


Orang-orang kaya di kotamu menindas orang miskin, dan kamu semua pembohong.


Kata Tuhan Yang Mahakuasa, “Aku akan datang kepadamu untuk menghakimi. Aku akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang yang berzinah, yang bersaksi dusta, yang berbuat curang dalam memberi gaji kepada orang upahan, yang menindas para janda, yatim piatu, dan orang asing, terhadap semua orang yang tidak menghormati Aku.”


“Celakalah kalian guru-guru agama dan orang-orang Farisi! Kalian tukang berpura-pura. Kalian menghalangi orang untuk menjadi anggota umat Allah. Kalian sendiri tidak mau menjadi anggota umat Allah, dan orang lain yang mau, kalian rintangi. [


Sebab dari cinta akan uang, timbul segala macam kejahatan. Ada sebagian orang yang mengejar uang sehingga sudah tidak menuruti lagi ajaran Kristen, lalu mereka tertimpa banyak penderitaan yang menghancurkan hati mereka.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan