Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Mikha 2:1 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Celakalah orang-orang yang merencanakan kejahatan sementara berbaring di tempat tidur pada waktu malam, lalu melaksanakannya pada waktu pagi karena mereka mempunyai kekuatan untuk melakukannya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya;

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

1 Wai bagi mereka sekalian yang mereka barang yang salah dan memikirkan jahat di atas tempat tidurnya; serta teranglah pagi hari, maka dilakukannya seberapa banyak kuat tangannya.

Lihat babnya Menyalin




Mikha 2:1
40 Referensi Silang  

Saya cukup kuat untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi tadi malam Allah yang dipuja ayahmu memperingatkan saya supaya sekali-kali jangan mengancam engkau.


“Kau kan raja di Israel!” sahut Izebel. “Bangunlah sekarang dan makanlah. Senangkanlah hatimu, sebab saya akan memberikan kebun anggur Nabot itu kepadamu!”


Lalu berkatalah Haman kepada raja, “Baginda, ada suatu bangsa aneh yang tersebar di setiap provinsi kerajaan ini. Adat istiadatnya berbeda sekali dengan bangsa-bangsa lain. Mereka tidak mematuhi hukum-hukum kerajaan. Jadi, sebaiknya Baginda jangan membiarkan mereka berbuat sesuka hati.


Mendengar itu istri dan semua teman-temannya mengusulkan demikian, “Suruh saja membuat tiang gantungan setinggi dua puluh dua meter. Lalu besoknya, pagi-pagi mintalah izin kepada raja untuk menggantung Mordekhai pada tiang itu. Dengan demikian kau dapat pergi ke perjamuan itu dengan hati yang tenang.” Usul itu baik sekali menurut pendapat Haman, sebab itu ia segera menyuruh membuat tiang gantungan itu.


Tetapi Ester menghadap raja, dan raja memberi perintah tertulis yang menyebabkan rencana jahat yang dibuat Haman menimpa dirinya sendiri, sehingga ia dan anak-anaknya digantung pada tiang gantungan.


Itulah mereka yang merancangkan kejahatan dan melaksanakannya; tipu muslihat selalu terkandung dalam hatinya.”


Di waktu subuh si pembunuh bangun dari tidurnya, lalu keluar membunuh orang yang papa, dan selagi hari belum pagi, ia mengendap-endap seperti pencuri.


Kata-katanya jahat dan penuh tipu daya, ia tidak lagi melakukan yang baik dan bijaksana.


Di tempat tidur ia merencanakan kejahatan; perbuatannya tak ada yang baik, yang jahat tidak ditolaknya.


Tidak, kamu merencanakan yang jahat, dan melakukan kekerasan di negeri ini.


Orang baik disenangi Tuhan, tapi orang yang merancangkan kejahatan akan menerima hukuman.


Siapa mengusahakan yang baik, akan dipercaya dan mendapat hormat; siapa merencanakan yang jahat ada di jalan yang sesat.


Jika kau mempunyai kemampuan untuk berbuat baik kepada orang yang memerlukan kebaikanmu, janganlah menolak untuk melakukan hal itu.


Orang jahat tidak dapat tidur sebelum melakukan yang tidak baik. Mereka tidak mengantuk sebelum mencelakakan orang lain.


Itulah penghabisan orang-orang yang menindas orang lain dan menghina Allah. Allah akan membinasakan semua orang berdosa,


Tuhan bertindak sebagai hakim terhadap para pemimpin umat-Nya. Inilah tuduhan Tuhan terhadap mereka: “Kamulah yang merampok hasil kebun-kebun anggur; rumahmu penuh barang yang kamu rampas dari orang miskin.


Sedangkan seorang penipu memikirkan dan melakukan yang jahat. Ia mencari akal untuk mencelakakan orang miskin dengan kata-kata dusta dan mencegah mereka mendapat haknya.


Celakalah kamu yang membeli rumah-rumah dan menyerobot ladang-ladang untuk menambah milikmu! Tak lama lagi habislah tempat untuk orang lain dan hanya kamulah yang tinggal di negeri itu.


Kamu bersalah karena berdusta dan berbuat curang, karena melakukan tindak kekerasan dan membunuh.


Orang berkata, “Mari kita berkomplot melawan Yeremia. Bukan hanya dia yang bisa berbicara untuk Allah. Selalu akan ada imam yang dapat memberi pelajaran, ada orang bijaksana yang dapat memberi nasihat; dan ada nabi yang dapat menyampaikan kepada kita pesan-pesan dari Allah. Mari kita mengadukan dia ke pengadilan dan tidak lagi mendengarkan kata-katanya.”


Allah berkata kepadaku, “Hai manusia fana, inilah orang-orang yang merencanakan kejahatan di kota ini dan memberi nasihat yang menyesatkan.


Kamu mengandalkan pedangmu. Tindakanmu menjijikkan. Kamu semua melakukan perzinahan. Masih beranikah kamu mengaku tanah ini sebagai milikmu?


Tuhan Yang Mahatinggi berkata kepada Gog, “Pada saat itu engkau akan membuat rencana yang jahat.


Penguasa itu tidak boleh mengambil sedikit pun dari harta pusaka rakyatnya. Hanya tanahnya sendiri yang boleh diberikannya kepada putra-putranya sehingga tak seorang pun dari umat-Ku dapat dipisahkan dari hak miliknya.”


Orang-orang kaya di kotamu menindas orang miskin, dan kamu semua pembohong.


Daripadamu, hai Niniwe, telah muncul seorang yang penuh dengan rancangan jahat. Ia membuat rencana untuk melawan Tuhan.


Janganlah menindas para janda, anak-anak yatim-piatu, orang-orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu, atau siapa saja yang dalam keadaan susah. Dan jangan pula merencanakan yang jahat terhadap sesamamu.’


Pagi-pagi sekali, seluruh Mahkamah Agama termasuk imam-imam kepala, pemimpin-pemimpin Yahudi dan guru-guru agama berunding cepat-cepat. Mereka membelenggu Yesus, kemudian membawa Dia dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.


Guru-guru agama dan imam-imam kepala tahu bahwa perumpamaan itu ditujukan Yesus kepada mereka. Karena itu mereka ingin menangkap Dia saat itu juga, tetapi mereka takut kepada orang banyak.


Yesus menjawab, “Kalau Allah tidak memberikan kuasa itu kepadamu, engkau sama sekali tidak punya kuasa atas-Ku. Karena itu orang yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya daripadamu.”


Pagi-pagi keesokan harinya, orang-orang Yahudi mulai mengadakan komplotan. Mereka bersumpah tidak akan makan atau minum kalau mereka belum membunuh Paulus.


Nah, sekarang Saudara-saudara dengan anggota-anggota Mahkamah Agama hendaknya mengirim surat kepada komandan pasukan Roma itu untuk minta dia membawa Paulus kembali menghadap kalian, seolah-olah kalian mau memeriksa lagi perkaranya dengan lebih teliti. Dan kami akan siap untuk membunuh dia sebelum ia sampai di sini.”


suka memburuk-burukkan nama orang lain; mereka sombong dan kurang ajar, yang benci kepada Allah dan suka membual. Mereka pandai mencari cara-cara baru untuk melakukan kejahatan. Mereka melawan orang tua;


Di depan matamu anak-anakmu akan diberikan sebagai budak kepada orang asing. Tiap hari matamu pedih mencari anak-anakmu, tetapi usahamu sia-sia, sebab mereka tidak akan kembali.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan