Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Samuel 20:3 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

3 Daud menjawab, “Ayahmu tahu benar bahwa engkau sayang kepadaku. Jadi pastilah ia tidak mau memberitahukan hal itu kepadamu supaya engkau jangan sedih. Bagaimanapun juga, demi Tuhan yang hidup, sesungguhnyalah hidupku bagaikan telur di ujung tanduk!”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

3 Tetapi Daud menjawab, katanya: ”Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

3 Jawab Daud, “Ayahmu tahu mengenai persahabatan kita. Itu sebabnya dia tidak akan memberitahukannya kepadamu, supaya tidak menyakiti hatimu. Aku menyatakan di hadapan TUHAN yang hidup dan di hadapanmu bahwa aku sudah sangat dekat dengan kematian.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

3 Maka bersumpahlah Daud sambil katanya: Bahwa ayahmu mengetahui baik-baik akan hal aku sudah beroleh keridlaan dari padamu, maka sebab itu titahnya: Janganlah diketahui oleh Yonatan akan perkara ini, asal jangan ia bercintakan dia; tetapi sesungguh-sungguh Tuhan hidup dan nyawamupun hidup, adalah hanya selangkah jua jaraknya antara aku dengan maut!

Lihat babnya Menyalin




1 Samuel 20:3
18 Referensi Silang  

Tetapi Itai menjawab, “Yang Mulia, demi Tuhan yang hidup dan demi nyawa Tuanku, ke mana pun Tuanku pergi, hamba akan ikut juga, meskipun menghadapi kematian.”


dan di tengah jalan Elia berkata kepada Elisa, “Tinggallah di sini. Saya disuruh Tuhan pergi ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab, “Demi Tuhan yang hidup dan demi nyawa Bapak, saya tidak akan meninggalkan Bapak.” Jadi mereka bersama-sama meneruskan perjalanan sampai ke Betel.


Kemudian berkatalah Elia kepada Elisa, “Tinggallah di sini, saya disuruh Tuhan pergi ke Yerikho.” Tetapi Elisa menjawab, “Demi Tuhan yang hidup dan demi nyawa Bapak, saya tak akan meninggalkan Bapak.” Jadi mereka berdua meneruskan perjalanan sampai ke Yerikho.


Kemudian berkatalah Elia kepada Elisa, “Tinggallah di sini. Saya disuruh Tuhan pergi ke Sungai Yordan.” Tetapi Elisa menjawab, “Demi Tuhan yang hidup dan demi nyawa Bapak, saya tak akan meninggalkan Bapak.” Maka mereka meneruskan perjalanan sampai ke Sungai Yordan,


Aku diancam bahaya maut; kengerian maut menyergap aku, membuat aku gelisah dan takut.


Raja Zedekia dengan diam-diam berjanji kepadaku, katanya, “Demi Allah yang hidup, Allah yang memberi hidup kepada kita, aku bersumpah bahwa aku tidak akan membunuh engkau atau menyerahkan engkau kepada orang-orang yang mau membunuhmu.”


Jikalau kamu bersumpah demi nama-Ku dan kamu hidup jujur adil dan benar, maka segala bangsa akan minta kepada-Ku supaya Kuberkati mereka, dan mereka akan memuji Aku.”


Hidupmu akan selalu terancam bahaya. Siang malam kamu merasa ngeri dan takut mati.


Hormatilah Tuhan, Allahmu, dan berbaktilah kepada Dia saja, dan bila kamu bersumpah, lakukanlah demi nama-Nya saja.


Kalau orang bersumpah, ia bersumpah atas nama orang lain yang lebih tinggi daripadanya, maka sumpah itu mengakhiri segala bantahan.


Hana berkata kepada Eli, “Maaf, Pak. Masih ingatkah Bapak kepadaku? Aku ini wanita yang pernah Bapak lihat berdiri di sini, sedang berdoa kepada Tuhan.


Ketika Saul melihat Daud pergi melawan Goliat, bertanyalah ia kepada Abner penglima tentaranya, “Abner, anak siapakah dia?” “Hamba tidak tahu, Baginda,” jawab Abner.


Jawab Yonatan, “Jangan berkata begitu! Demi Tuhan, engkau tidak akan dibunuh. Ayahku selalu memberitahukan segala rencananya kepadaku, baik yang penting, maupun yang tidak. Jadi tidak mungkin beliau merahasiakan maksudnya itu terhadap aku. Sebab itu, apa yang kaukatakan itu tidak benar!”


Lalu berkatalah Yonatan, “Apa saja yang kauminta akan kulakukan.”


Allah telah mencegah Tuanku menuntut balas dan membunuh musuh-musuh Tuan. Dan sekarang Tuanku, demi Tuhan yang hidup, hamba bersumpah, kiranya nasib segala musuh Tuanku dan setiap orang yang ingin mencelakakan Tuanku sama seperti nasib Nabal.


Daud berpikir dalam hatinya, “Bagaimanapun juga pada suatu hari Saul akan membunuhku. Jadi, tak ada jalan lain lagi bagiku, kecuali melarikan diri ke negeri Filistin. Dengan demikian Saul tidak akan mencariku lagi di Israel, dan aku pun akan aman.”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan