Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Samuel 1:9 - Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

9-10 Pada suatu hari sesudah mereka makan di Rumah Tuhan di Silo, Hana bangkit dari meja makan. Saat itu Imam Eli yang juga ada di Rumah Tuhan, sedang duduk di kursinya dekat pintu. Dengan sangat sedih Hana berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

9 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci Tuhan,

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

9 Pada suatu kali di Silo, sesudah mereka selesai makan dan minum, Hana berdiri dan pergi berdoa di dekat gerbang halaman kemah TUHAN. Saat itu imam Eli sedang duduk di kursinya di samping pintu gerbang itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Lama

9 Setelah sudah orang makan minum di Silo, bangkitlah Hanna lalu berdiri, maka Eli, imam itu, adalah duduk pada kursi dekat dengan jenang kaabah Tuhan.

Lihat babnya Menyalin




1 Samuel 1:9
9 Referensi Silang  

Maka berkatalah raja kepada Nabi Natan, “Lihat, aku ini tinggal di istana yang dibuat dari kayu cemara Libanon, padahal Peti Perjanjian Allah hanya disimpan di dalam kemah saja!”


Hanya satu yang kuminta kepada Tuhan, hanya inilah yang kuingini: diam di Rumah Tuhan seumur hidupku, untuk merasakan kebaikan Tuhan dan mohon bimbingan-Nya.


Suara Tuhan menggoncangkan pohon-pohon berangan, dan menggugurkan daun-daun di hutan; sementara di Rumah Tuhan umat berseru, “Pujilah Tuhan!”


Kaubinasakan orang-orang yang suka membohong, penipu dan pembunuh Kaupandang rendah.


maka tuannya harus membawa dia ke tempat ibadat. Di sana budak itu disuruh berdiri bersandar pada pintu atau tiang pintu tempat ibadat, dan tuannya harus menindik telinga budak itu. Maka ia akan menjadi budaknya untuk seumur hidup.


Setelah itu Samuel tidur lagi, dan pada pagi harinya ia bangun dan membuka pintu-pintu Rumah Tuhan. Ia takut memberitahukan penglihatan itu kepada Eli,


dan Samuel tidur di dekat Peti Perjanjian Tuhan, di dalam Kemah Suci. Ketika fajar belum menyingsing dan lampu masih menyala,


Eli, yang sangat cemas memikirkan keselamatan Peti Perjanjian Tuhan, sedang duduk di kursi di tepi jalan, sambil termenung. Ketika orang itu mengabarkan berita kekalahan Israel, seluruh penduduk kota meratap dengan nyaring.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan