Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 6:1 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Kemudian aku menyaksikan Anak Domba itu membuka materai pertama dari ketujuh materai itu. Lalu Aku dengar salah satu dari empat makhluk hidup di dekat takhta itu berkata, “Ke sini!” Suaranya seperti bunyi guntur.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

1 Saya melihat Anak Domba itu memecahkan meterai yang pertama, lalu Ia mulai membuka gulungan itu. Kemudian salah satu Makhluk Hidup itu berkata dengan suara yang mengguruh, “Marilah!”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Lalu aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh, "Mari!"

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Sesudah itu saya melihat Anak Domba itu memecahkan segel pertama di antara ketujuh segel itu. Lalu saya mendengar satu di antara keempat makhluk itu berkata, “Mari!” Bunyi suaranya itu seperti bunyi guntur.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: ”Mari!”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Selanjutnya saya melihat Anak Domba itu melepaskan meterai yang pertama dari ketujuh meterai pada gulungan kitab tersebut. Segera setelahnya, saya mendengar satu dari keempat makhluk hidup itu berkata dengan suara seperti bunyi guntur, “Mari dan lihatlah!”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Saya memperhatikan ketika Anak Domba itu membuka yang pertama dari tujuh meterai. Saya mendengar salah satu dari keempat makhluk itu berteriak dengan suara bergemuruh, “Mari!”

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 6:1
17 Referensi Silang  

Keesokan harinya, Yohanes melihat Yesus mendatanginya. Lalu ia berkata, “Lihat, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!


Kami tidak mungkin berhenti memberitakan tentang semua yang kami lihat dan dengar.”


Kemudian terbukalah Bait Allah di surga. Peti Perjanjian Allah terlihat di dalam Bait-Nya. Lalu terjadilah kilat, gemuruh, guntur, gempa bumi dan hujan es yang lebat.


Semua orang yang tinggal di bumi akan menyembah binatang itu. Mereka adalah semua orang yang sejak dunia diciptakan namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan Anak Domba. Anak Domba adalah Dia yang sudah dibunuh.


Dan Aku mendengar suara keras seperti gemuruh air bah dan seperti guntur yang keras. Tetapi bunyinya seperti bunyi kecapi yang sedang dimainkan orang.


Lalu aku mendengar suara seperti kumpulan orang yang sangat banyak. Bunyinya keras seperti gemuruh ombak dan bunyi guntur yang hebat. Suara itu berkata: “Puji Tuhan! Tuhan Allah kita yang Mahakuasa sekarang memerintah.


Masing-masing makhluk itu mempunyai enam sayap yang dipenuhi dengan mata, baik di sisi luar maupun dalamnya. Siang dan malam keempat makhluk itu berseru tanpa henti-hentinya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah Yang Mahakuasa. Ia Yang sudah ada, Yang sekarang ada dan Yang akan datang.”


Kemudian aku lihat sebuah gulungan kitab di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu. Di sisi bagian dalam dan luar gulungan itu terdapat tulisan. Dan gulungan itu dimeteraikan dengan tujuh meterai.


Para malaikat itu berkata dengan suara yang lantang: “Segala kuasa, kekayaan, hikmat dan kekuatan adalah milik Anak Domba yang sudah dibunuh. Ia layak menerima hormat, kemuliaan dan pujian!”


Ketika Anak Domba itu mengambilnya, keempat makhluk hidup dan 24 penatua itu sujud menyembah di hadapan-Nya. Masing-masing dari mereka memegang satu kecapi dan sebuah mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan, yang adalah doa orang-orang kudus.


Ketika Anak Domba itu membuka materai yang kedua, aku dengar makhluk hidup kedua berkata, “Ke sini!”


Ketika Anak Domba itu membuka materai yang ketiga, aku dengar makhluk hidup ketiga berkata, “Ke sini!” Aku melihat, dan di depanku ada seekor kuda hitam di depanku. Penunggangnya memegang sebuah timbangan.


Ketika Anak Domba itu membuka materai yang keempat, aku dengar suara makhluk hidup keempat berkata, “Ke sini!”


Ketika Anak Domba membuka meterai yang ketujuh, surga menjadi sangat sunyi selama kira-kira setengah jam.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan