Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 4:6 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

6 Di depan takhta itu, ada sesuatu yang kelihatan seperti lautan kaca yang jernih seperti kristal. Di depan dan di setiap sisi takhta itu ada empat makhluk. Mereka mempunyai mata di mana-mana, baik di depan maupun di belakang mereka.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

6 Sebuah lautan kristal yang berkilau-kilauan terbentang di hadapan-Nya. Pada keempat sisi takhta itu berdiri empat Makhluk Hidup, penuh dengan mata di depan maupun di belakang.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

6 Di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

6 Terdapat juga di depan takhta itu sesuatu yang kelihatan seperti lautan kaca, bening seperti kristal. Di sekeliling takhta, pada setiap sisinya, ada empat makhluk, yang bagian depan dan bagian belakangnya penuh dengan mata.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

6 Di hadapan takhta itu ada juga sesuatu seperti lautan kaca yang bening bagaikan kristal. Dekat sekali dengan keempat sisi takhta-Nya ada empat makhluk hidup yang mempunyai banyak mata di seluruh tubuh mereka, baik di depan maupun di belakang.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

6 Membentang di depan takhta adalah lautan kaca, sejernih kristal. Di bagian tengah dan sekeliling takhta ada empat mahkluk hidup yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh mata baik bagian depan maupun belakang.

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 4:6
25 Referensi Silang  

Mereka menyanyikan lagu baru di depan takhta-Nya dan di depan keempat makhluk hidup dan penatua. Selain 144.000 orang itu, tidak ada orang yang dapat mempelajari lagu baru itu. Orang-orang ini telah ditebus dari bumi.


Aku melihat sesuatu yang tampaknya seperti lautan kaca yang bercampur api. Mereka semua yang mengalahkan binatang buas, berhalanya dan dia yang namanya disebut dengan bilangan sedang berdiri di tepi laut. Mereka memegang kecapi yang diberikan oleh Allah kepada mereka.


Kemudian salah satu dari keempat makhluk hidup memberikan tujuh mangkuk emas kepada ketujuh malaikat itu. Mangkuk-mangkuk itu penuh dengan kemarahan Allah, Dia yang hidup selama-lamanya.


Kemudian ke-24 penatua dan empat makhluk hidup itu sujud menyembah Allah, yang duduk di takhta-Nya. Mereka berkata: “Amin! Puji Tuhan!”


Kota itu sangat berkilauan karena kemuliaan Allah. Cahayanya seperti permata yang sangat mahal, seperti permata yaspis. Kota itu jernih seperti kristal.


Tembok kota itu terbuat dari permata yaspis. Kota itu terbuat dari emas murni, semurni kaca.


Dan kedua belas pintu gerbangnya terbuat dari dua belas mutiara. Setiap pintu gerbang terbuat dari satu mutiara. Jalan-jalan kota itu terbuat dari emas murni yang sejernih kaca.


Kemudian malaikat itu menunjukkan sungai air kehidupan kepadaku. Airnya sebening kristal dan mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba.


Takhta itu dikelilingi 24 takhta lain yang diduduki oleh 24 penatua. Mereka memakai jubah putih dan mahkota emas di atas kepalanya.


Kemudian aku melihat, dan aku mendengar suara dari banyak malaikat. Mereka mengelilingi takhta itu, keempat makhluk hidup, dan penatua. Jumlahnya beribu-ribu, 10.000 kali 10.000.


Keempat makhluk hidup itu berkata, “Amin!” Lalu penatua itu sujud dan menyembah.


Kemudian aku melihat Anak Domba berdiri di tengah-tengah takhta yang dikelilingi oleh empat makhluk dan penatua tadi. Anak Domba itu kelihatannya seperti telah dibunuh. Ia mempunyai tujuh tanduk dan tujuh mata. Ketujuh tanduk dan mata itu adalah tujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh dunia.


Ketika Anak Domba itu mengambilnya, keempat makhluk hidup dan 24 penatua itu sujud menyembah di hadapan-Nya. Masing-masing dari mereka memegang satu kecapi dan sebuah mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan, yang adalah doa orang-orang kudus.


Kemudian aku menyaksikan Anak Domba itu membuka materai pertama dari ketujuh materai itu. Lalu Aku dengar salah satu dari empat makhluk hidup di dekat takhta itu berkata, “Ke sini!” Suaranya seperti bunyi guntur.


Kemudian aku dengar suara yang keluar dari antara keempat makhluk hidup itu. Suara itu berkata, “Satu liter gandum untuk upah sehari dan tiga liter jelai untuk upah sehari. Tetapi jangan merusakkan minyak dan anggur!”


Semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, penatua dan keempat makhluk hidup, lalu mereka sujud dan menyembah Allah.


Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka. Ia akan menuntun mereka ke sumber air kehidupan, dan Allah akan menghapuskan semua air mata mereka.”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan