Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 17:1 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang tujuh mangkuk itu mendekat dan berbicara kepadaku. Ia berkata, “Kemarilah, aku akan menunjukkan kepadamu hukuman untuk pelacur yang terkenal itu. Ialah yang duduk di atas banyak air.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

1 Seorang dari ketujuh malaikat yang mencurahkan malapetaka itu datang kepada saya. “Mari, ikutlah aku,” katanya, “dan aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi dengan Pelacur Besar, yang duduk pada tempat yang banyak airnya di dunia ini.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Lalu datanglah salah seorang dari ketujuh malaikat yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku, "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Setelah itu salah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang tujuh wadah itu datang kepada saya dan berkata, “Mari, aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana pelacur yang besar itu akan dihukum, yaitu kota besar itu yang dibangun di dekat sungai-sungai.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: ”Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Kemudian salah satu dari tujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk tadi datang dan berkata kepada saya, “Datanglah kemari. Saya akan menunjukkan kepadamu hukuman yang akan dijatuhkan kepada pelacur terkenal itu, yaitu dia yang duduk di tempat yang banyak sungai mengalir.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Salah satu dari malaikat yang memegang tujuh mangkuk datang dan berkata kepadaku, “Mari sini, dan akan saya tunjukkan kepadamu penghakiman dari pelacur yang terkenal itu, yang duduk di tepi banyak sungai.

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 17:1
20 Referensi Silang  

Mereka saling berkata, “Ketika Ia berbicara kepada kita di perjalanan, hati kita rasanya seperti berkobar-kobar. Betapa gembiranya kita ketika Ia menjelaskan arti Kitab Suci kepada kita!”


Kemudian tampaklah dua orang sedang berbicara dengan Dia. Mereka adalah Musa dan Elia.


Inilah wahyu dari Yesus Kristus, yang Allah berikan kepada-Nya untuk diperlihatkan kepada para hamba-Nya hal-hal yang harus segera terjadi. Yesus mengutus malaikat-Nya kepada hamba-Nya Yohanes untuk menunjukkan tanda-tanda tentang semuanya ini.


Kemudian aku melihat keajaiban besar lain di langit. Ada tujuh malaikat yang bertugas atas tujuh bencana. Itulah bencana terakhir karena setelah itu kemarahan Allah sudah selesai.


Kota besar itu terbelah menjadi tiga bagian. Kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah menjadi hancur lebur. Dan Allah tidak lupa untuk menghukum Babel yang besar itu. Ia memberikan kepada kota itu mangkuk yang penuh dengan anggur kemarahanan-Nya yang mengerikan.


Kemudian aku melihat malaikat lain turun dari surga. Malaikat itu mempunyai kuasa yang besar dan kemuliaannya menerangi bumi.


Penghakiman-Nya benar dan adil. Allah kita sudah menghukum si pelacur besar. Ialah yang merusak bumi dengan dosa percabulannya. Allah telah menghukum si pelacur besar untuk membalaskan kematian para hamba-Nya.”


Kemudian malaikat itu berkata kepadaku, “Tuliskanlah hal ini: Berbahagialah orang yang diundang ke pesta perkawinan Anak Domba!” Malaikat itu berkata lagi, “Ini adalah Kata-kata benar dari Allah.”


Malaikat yang berbicara kepadaku itu memegang sebuah tongkat pengukur yang terbuat dari emas. Ia memakainya untuk mengukur kota itu, pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.


Kemudian seorang malaikat datang kepadaku. Ia adalah salah satu dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh mangkuk yang penuh dengan tujuh bencana terakhir. Kata malaikat itu kepadaku, “Ikutlah aku. Aku akan menunjukkan pengantin perempuan kepadamu. Ia adalah istri Anak Domba itu.”


Kemudian aku melihat di depanku, dan di sana ada sebuah pintu yang terbuka di surga. Dan aku mendengar suara yang berkata kepadaku sama seperti sebelumnya. Itu adalah suara yang terdengar seperti trompet itu. Suara itu berkata, “Kemarilah, Aku akan memperlihatkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan