Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 12:13 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

13 Salah seorang di antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, ayah kami baru saja mati dan meninggalkan warisan kepada kami. Katakanlah kepada saudaraku untuk membagi warisan itu denganku.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

13 Lalu seorang dari antara orang banyak berseru, “Guru, suruhlah saudara saya agar memberi saya bagian dari harta peninggalan ayah kami.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus, "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

13 Seorang di antara orang banyak berkata kepada Yesus, “Bapak Guru, cobalah Bapak menyuruh saudara saya memberikan kepada saya sebagian dari harta peninggalan ayah kami.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: ”Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

13 Lalu seseorang di antara kerumunan itu berkata kepada Yesus, “Guru, tolong suruh saudara saya untuk membagi harta warisan ayah kami dengan saya.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

13 Seseorang di dalam kerumunan itu bertanya kepada Yesus, “Guru, tolong beri tahu saudara laki-laki saya untuk berbagi warisan dengan saya.”

Lihat babnya Menyalin




Lukas 12:13
7 Referensi Silang  

Pada saat itu Roh Kudus akan mengajarkan apa yang harus kamu katakan.”


Tetapi Yesus bilang kepadanya, “Siapa bilang Aku harus menjadi hakimmu atau memutuskan bagaimana membagi warisan bapamu di antara kalian?”


Di dalam hati orang baik tersimpan hal-hal baik. Itulah sebabnya mereka juga mengatakan hal-hal baik. Tetapi hati orang jahat dipenuhi dengan kejahatan. Itulah sebabnya, mereka juga mengatakan hal-hal jahat. Apa yang dikatakan dari mulut orang berasal dari apa yang ada di dalam hatinya.”


Ia selalu menimbulkan masalah, karena pemikirannya sudah kacau dan telah kehilangan pengertiannya tentang kebenaran. Ia berpikir bahwa berpura-pura untuk menghormati Tuhan adalah cara untuk menjadi kaya.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan