8 Jadi, saudara-saudari, teruslah pikirkan tentang semua yang baik dan patut dipuji. Pikirkanlah tentang semua yang adil dan dapat dihormati dan yang benar dan murni dan indah dan terhormat.
8 Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang terhormat dan yang adil. Renungkanlah semua yang murni dan indah, serta apa yang dianggap kebaikan dan yang layak dipuji.
8 Jadi, akhirnya, Saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
8 Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dengan hal-hal bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat, yang adil, murni, manis, dan baik.
8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
8 Akhirnya Saudara-saudari, arahkanlah pikiranmu kepada ajaran-ajaran yang benar dan apa pun yang mulia, yaitu semua yang baik, yang memimpin kepada hidup yang benar dan terhormat, serta hal-hal yang murni, indah, dan terpuji.
Mereka mengutus beberapa pengikut mereka dan juga orang-orang Herodian untuk bertemu dengan Yesus. Mereka berkata, “Guru, kami tahu bahwa Engkau jujur. Kami tahu bahwa Engkau selalu mengajarkan kebenaran tentang jalan Allah. Siapa pun pendengar-Mu, Engkau tidak khawatir akan apa yang mereka katakan.
Herodes takut membunuh Yohanes, sebab ia tahu bahwa Yohanes adalah orang baik dan suci. Jadi, ia melindunginya. Herodes senang mendengarkan Yohanes, meskipun apa yang dikatakan Yohanes seringkali membuatnya bingung.
Yesus bilang kepada mereka, “Kamu membuat dirimu terlihat baik di depan orang lain. Tetapi Allah tahu apa sebenarnya isi hatimu. Apa yang dianggap penting oleh manusia tidak ada harganya bagi Allah.
Seorang laki-laki bernama Simeon tinggal di Yerusalem. Ia orang benar dan saleh. Ia sedang menantikan saat di mana Allah datang menolong orang Israel. Roh Kudus mendatanginya
Ada seorang bernama Yusuf yang datang dari kota Arimatea. Ia orang baik yang hidup sesuai dengan jalan yang Allah inginkan. Ia sedang menantikan kedatangan Kerajaan Allah. Yusuf adalah seorang anggota Majelis Yahudi. Namun, ia tidak setuju ketika para pemimpin Yahudi lainnya memutuskan untuk membunuh Yesus.
Jika aku mengajar hal-hal yang berasal dari pikiran-Ku sendiri, Aku hanya berusaha untuk memperoleh kehormatan bagi diri-Ku sendiri. Tetapi jika Aku berusaha membawa kehormatan bagi Dia yang mengutus Aku, maka Aku dapat dipercayai. Orang yang melakukan hal itu tidak akan berdusta.
Orang-orang itu menjawab, “Kornelius, seorang perwira yang takut akan Allah, dan seorang yang dikenal baik oleh bangsa Yahudi mendapat perintah dari malaikat suci agar mengundangmu ke rumahnya supaya ia dapat mendengar berita yang ingin kamu katakan.”
Di Damaskus, seorang yang bernama Ananias datang kepadaku. Ia adalah seorang saleh yang menuruti hukum Taurat Musa. Semua orang Yahudi yang tinggal di sana menghormatinya.
Karena itu, saudara-saudari, pilihlah tujuh orang dari antara kamu yang dikenal baik. Mereka haruslah orang-orang yang penuh dengan Roh dan hikmat untuk menangani tugas ini.
Hiduplah dengan baik sebagaimana orang yang berada dalam terang. Janganlah terus berpesta pora atau bermabuk-mabukan. Janganlah berbuat dosa percabulan atau segala jenis perilaku yang tidak bermoral. Janganlah bertengkar atau iri hati.
Orang yang berbuat benar tidak perlu takut pada pejabat. Hanya orang yang berbuat salah yang perlu takut. Jika kamu ingin bebas dari rasa takut terhadap penguasa, lakukanlah apa yang benar, dan mereka akan memujimu.
Orang Yahudi sejati adalah orang Yahudi yang di dalamnya. Sunat yang sejati terjadi di dalam hati, sesuatu yang dilakukan oleh Roh, bukan oleh hukum yang tertulis. Dan setiap orang yang disunat di dalam hati oleh Roh mendapat pujian dari Allah, bukan dari manusia.
Jadi, jangan menghakimi siapa pun sebelum waktunya, tunggu sampai Tuhan datang. Ia akan menerangi semua yang tersembunyi di dalam kegelapan. Ia akan menyingkapkan semua niat tersembunyi di dalam hati kita. Kemudian pujian yang harus diterima setiap orang akan datang dari Allah.
Sekarang kami berdoa kepada Allah supaya kamu tidak melakukan kesalahan. Kekhawatiran kami bukan supaya orang melihat bahwa kami berhasil dalam ujian, tetapi supaya kamu melakukan apa yang benar, meskipun kami terlihat seperti orang yang gagal dalam ujian.
Ada orang yang menghargai kami, tetapi ada juga yang menghina kami. Ada yang mengatakan hal-hal baik tentang kami, tetapi ada juga yang menjelekkan. Ada yang bilang kami pembohong, tetapi kami berbicara kebenaran.
Jadi, kamu harus berhenti berbohong. “Setiap orang harus berkata jujur kepada satu sama lain,” karena kita semua adalah sesama anggota dari satu tubuh.
Jadi, saudara-saudaraku, bergembiralah dalam Tuhan. Aku tidak keberatan menulis hal-hal yang sama lagi kepadamu, karena hal itu akan menolongmu untuk lebih berjaga-jaga.
Jika kamu melakukannya, kamu akan dihormati oleh orang yang belum percaya karena mereka melihat cara hidupmu yang baik. Dengan demikian, kamu tidak akan bergantung kepada orang lain untuk kebutuhanmu sendiri.
Kamu harus berdoa bagi para raja dan mereka yang berkuasa, supaya kita dapat menjalani kehidupan tenang dan tenteram, hidup yang penuh ketaatan dan menghormati Allah.
Demikian juga perempuan haruslah orang yang dihormati dan tidak suka memfitnah. Mereka juga haruslah orang yang dapat menguasai diri. Mereka hasuslah perempuan yang dapat dipercayai dalam segala hal.
Kamu masih muda, tetapi jangan membiarkan orang memperlakukanmu seolah-olah kamu tidak penting. Jadikanlah dirimu sebagai contoh bagi orang percaya bagaimana seharusnya mereka hidup. Tunjukkanlah itu melalui perkataanmu, melalui tingkah lakumu, melalui kasihmu, melalui imanmu dan melalui kehidupanmu yang suci.
Ia haruslah dikenal karena perbuatan baik yang dilakukannya, misalnya, membesarkan anak-anak, memberi tumpangan, mencuci kaki orang kudus, menolong orang yang kesusahan dan menggunakan hidupnya untuk melakukan berbagai perbuatan baik.
Seorang pemimpin gereja haruslah orang yang suka menyambut orang ke dalam rumahnya. Ia harus mencintai apa yang baik. Ia harus berpikir dengan hati-hati bagaimana hidupnya dan melakukan apa yang benar. Ia harus menjadi orang yang hidup untuk menyenangkan Tuhan. Dan ia harus bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Ia memberikan diri-Nya kepada kita. Ia mati untuk menebus kita dari semua kejahatan dan membuat kita suci. Ia ingin kita menjadi umat milik-Nya yang selalu bersedia untuk berbuat baik.
Laki-laki yang lebih tua harus mampu menguasai dirinya sendiri. Mereka harus berkelakuan baik sehingga layak dihormati. Mereka harus berpikir dengan hati-hati bagaimana mereka hidup. Bagaimana mereka percaya kepada Allah, mengasihi sesama dan tabah dalam menghadapi kesusahan akan menunjukkan bahwa mereka baik-baik saja.
Dengan melakukan ini, kamu juga mengajarkan orang-orang kita untuk melakukan kebaikan. Mereka akan melihat bagaimana menolong orang saat ada kebutuhan yang nyata. Jadi, inilah caranya bagi mereka untuk memperoleh pengaruh yang baik.
Ibadah yang diinginkan Allah adalah: merawat anak-anak yatim piatu atau para janda yang butuh pertolongan dan menjaga dirimu bebas dari pengaruh dunia yang jahat. Itulah ibadah yang murni dan baik, yang diterima oleh Allah.
Tetapi hikmat yang datang dari Allah, pertama-tama, adalah murni, tetapi juga penuh kedamaian, lemah-lembut dan penuh pengertian. Hikmat ini selalu siap menolong orang yang berada dalam kesulitan dan melakukan kebaikan bagi orang lain. Hikmat itu adil dan jujur.
Kamu sudah membuat dirimu bersih dengan menaati kebenaran. Sekarang, tunjukkanlah kasih yang tulus kepada saudara-saudari seimanmu. Kasihilah sesamamu dengan sepenuh hati.
Orang-orang yang tidak percaya hidup di sekelilingmu. Mereka mungkin berkata bahwa kamu melakukan kesalahan. Jadi, hiduplah dengan baik supaya mereka bisa melihat kebaikan yang kamu perbuat, dan mereka akan memuji Allah pada hari kedatangan-Nya.
Saudara-saudari yang terkasih, inilah surat kedua yang kutulis untukmu. Aku menulis kedua surat untuk membantumu mengingat beberapa hal yang akan membuatmu berpikir dengan jelas.
Anak-anakku yang terkasih, marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan atau dengan omongan. Tidak, kasih kita harus nyata. Kita harus menunjukkan kasih dengan perbuatan kita.
Saudara-saudariku yang terkasih, sekarang banyak orang di dunia ini yang mengaku berbicara bagi Allah. Janganlah percaya kepada orang yang mengatakan bahwa mereka mempunyai Roh Allah. Kamu harus menguji mereka untuk mengetahui apakah roh itu berasal dari Allah.