Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Efesus 5:2 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

2 Hiduplah dengan penuh kasih. Kasihilah orang lain seperti Kristus juga mengasihi kita. Ia menyerahkan diri-Nya bagi kita sebagai persembahan dan korban yang harum untuk Allah.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

2 Kasihilah orang lain dengan mengikuti teladan Kristus yang mengasihi Saudara, dan yang memberikan diri-Nya kepada Allah sebagai suatu kurban yang menghilangkan dosa Saudara. Dan Allah bersenang hati, sebab kasih Kristus kepada Saudara bagaikan wangi-wangian yang harum bagi-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan kurban yang harum bagi Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

2 Hidupmu hendaknya dijiwai oleh kasih, seperti Kristus pun mengasihi kita. Ia mengurbankan diri-Nya untuk kita, sebagai suatu persembahan yang harum dan menyenangkan hati Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

2 Kasihilah satu sama lain sesuai dengan teladan Kristus, yang sudah mengasihi kita sampai memberikan diri-Nya sendiri sebagai kurban kepada Allah demi kita. Persembahan-Nya itu sangat harum dan menyenangkan hati Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

2 Hiduplah dalam kasih, sama seperti Kristus mengasihi kamu. Dia memberikan diri-Nya untuk kita, sebagai sebuah hadiah dan persembahan kurban kepada Tuhan. Persembahan-Nya yang sangat harum dan menyenangkan hati Allah.

Lihat babnya Menyalin




Efesus 5:2
54 Referensi Silang  

Jadilah seperti Anak Manusia, Ia datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan untuk memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.”


Aku memberikan perintah baru kepadamu: Kamu harus saling mengasihi. Sama seperti Aku mengasihi kamu, demikian juga kamu harus saling mengasihi.


Akulah roti yang hidup, yang turun dari surga. Setiap orang yang makan Roti ini akan hidup selamanya. Roti ini adalah tubuh-Ku. Aku akan memberikan tubuh-Ku supaya manusia di dunia ini dapat memperoleh kehidupan.”


untuk menjadi hamba Yesus Kristus bagi mereka yang bukan Yahudi. Aku bertugas sebagai imam untuk menjadi pemberita Kabar Baik Allah. Tujuannya agar kalian yang bukan Yahudi bisa menjadi persembahan yang dapat diterima, suatu persembahan yang dikuduskan oleh Roh Kudus.


Yesus telah diserahkan untuk mati karena dosa-dosa kita, dan Yesus dibangkitkan dari kematian untuk membuat kita benar dengan Allah.


Benar, hukum Taurat tidak mampu menolong kita sebab kelemahan manusiawi kita. Tetapi Allah melakukan sebaliknya: Ia mengutus Anak-Nya sendiri ke dunia dalam tubuh yang sama yang kita gunakan untuk berbuat dosa. Allah mengirim Dia sebagai cara untuk menghilangkan dosa. Allah memakai hidup manusia untuk memberi dosa hukum mati.


Tetapi dalam semua kesulitan ini, kami telah mendapat kemenangan melalui Allah, yang sudah menunjukkan kasih-Nya kepada kita.


Lakukanlah segala sesuatu dalam kasih.


Buanglah semua ragi yang lama supaya kamu menjadi adonan baru. Kamu adalah roti yang tidak beragi. Kristus adalah Domba Paskah kita yang telah dikorbankan.


Marilah kita bersyukur kepada Allah! Kita yang milik Kristus adalah tawanan yang Ia terus menuntun dalam pawai kemenangan-Nya. Dan Allah memakai kita untuk menyebarkan pengetahuan tentang Kristus di mana-mana seperti pewangi yang harum.


Hidup kita adalah pewangi harum Kristus yang dipersembahkan kepada Allah. Bau persembahan tersebar menjadi pewangi bagi mereka yang diselamatkan dan yang tersesat.


Sebab kamu tahu anugerah Tuhan kita, Yesus Kristus, bahwa Ia menyerahkan kekayaan surgawi-Nya dan menjadi miskin demi kepentinganmu. Ia menyerahkan semuanya supaya kamu dapat diberkati dengan berlimpah.


Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai korban bagi dosa-dosa kita untuk membebaskan kita dari kuasa jahat yang memerintah dunia yang kita tempati ini. Ia melakukan ini karena itulah yang dikehendaki Allah Bapa.


Jadi, bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristuslah yang hidup di dalamku. Aku masih hidup dalam tubuhku ini, tetapi aku hidup karena aku yakin atas kesetiaan Anak Allah. Ia mengasihi aku dan memberikan diri-Nya sendiri untuk menyelamatkan aku.


Sebelum dunia diciptakan, Allah telah memilih kita yang adalah milik Kristus menjadi umat-Nya sendiri. Karena Ia mengasihi kita, Ia memilih kita menjadi orang-orang yang mempunyai hak untuk masuk ke hadirat-Nya dan berdiri di hadapan-Nya tanpa kesalahan.


Aku berdoa agar Kristus hidup di dalam hatimu karena imanmu. Aku berdoa agar hidupmu akan kuat dalam kasih serta didasarkan pada kasih.


Kasih Kristus lebih besar daripada apa pun yang bisa kita bayangkan. Tetapi aku berdoa agar kamu dapat mengenal kasih itu sehingga kamu dapat dipenuhi dengan apa pun yang Allah inginkan bagimu.


Sebaliknya, kita akan berbicara kebenaran dalam kasih. Kita akan bertumbuh dalam segala hal seperti Kristus. Ialah Kepala gereja,


Hiduplah selalu dengan rendah hati dan lemah-lembut. Bersabarlah dan terimalah satu sama lain dengan kasih.


Jadi, berhati-hatilah dengan cara hidupmu. Hiduplah dengan bijaksana, bukan seperti orang bodoh.


Hai suami, kasihilah istrimu sama seperti Kristus mengasihi gereja dan memberikan hidup-Nya baginya.


Aku sudah punya apa yang aku butuhkan, bahkan lebih dari cukup karena Epafroditus membawakan apa yang kamu kirimkan. Pemberianmu adalah seperti persembahan harum yang diberikan kepada Allah. Itu adalah persembahan yang Ia terima dan yang menyenangkan-Nya.


Dan yang terpenting dari semuanya ini adalah kasih. Kasihlah yang menyatukan semuanya dalam kesatuan yang sempurna.


Kami tidak perlu menulis lagi kepadamu tentang kasih persaudaraan dalam Kristus karena Allah sendiri sudah mengajarimu bagaimana untuk saling mengasihi.


Ia menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan untuk semua orang. Inilah pesan yang Allah berikan kepada kita pada waktu yang tepat.


Kamu masih muda, tetapi jangan membiarkan orang memperlakukanmu seolah-olah kamu tidak penting. Jadikanlah dirimu sebagai contoh bagi orang percaya bagaimana seharusnya mereka hidup. Tunjukkanlah itu melalui perkataanmu, melalui tingkah lakumu, melalui kasihmu, melalui imanmu dan melalui kehidupanmu yang suci.


Ia memberikan diri-Nya kepada kita. Ia mati untuk menebus kita dari semua kejahatan dan membuat kita suci. Ia ingin kita menjadi umat milik-Nya yang selalu bersedia untuk berbuat baik.


Setiap Imam Besar bertugas mempersembahkan pemberian dan korban kepada Allah. Demikian juga dengan Imam Besar kita.


Jadi, tentu saja darah kematian Kristus dapat membuat lebih banyak lagi. Kristus mempersembahkan diri-Nya melalui Roh kekal sebagai korban yang sempurna. Darah-Nya akan membuat kita benar-benar bersih dari kejahatan yang kita lakukan. Darah-Nya juga membersihkan hati nurani kita sehingga kita dapat menyembah Allah yang hidup.


Semuanya ini adalah salinan dari semua yang nyata yang ada di surga. Salinan ini perlu disucikan dengan korban binatang. Namun, semua yang nyata di surga memerlukan korban yang jauh lebih baik.


Kalau Kristus harus mempersembahkan diri-Nya berulang kali, Ia pasti telah menderita berkali-kali sejak dunia diciptakan. Akan tetapi, Yesus datang untuk mempersembahkan diri-Nya sekali saja. Dan sekali itu cukup untuk selamanya. Ia datang pada waktu dunia mendekati kesudahannya untuk menghapuskan dosa-dosa dengan memberikan diri-Nya sebagai korban.


Yang paling penting adalah kasihilah sesamamu dengan sungguh-sungguh, sebab kasih membuat kamu bersedia memaafkan banyak dosa.


Beginilah cara kita mengenali kasih itu, yaitu Yesus Kristus memberikan hidup-Nya untuk kita. Karena itu kita juga harus memberikan hidup kita untuk saudara-saudari kita.


Inilah perintah Allah, yaitu supaya kita percaya kepada Anak-Nya, Yesus Kristus, dan supaya kita saling mengasihi seperti yang Ia perintahkan.


dan dari Yesus Kristus. Yesus adalah saksi yang setia. Ialah yang pertama bangkit dari kematian dan Penguasa dari raja-raja di dunia. Yesuslah yang mengasihi dan membebaskan dosa-dosa kita dengan penumpahan darah-Nya.


Lalu mereka semua menyanyikan satu lagu baru bagi Anak Domba itu: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya, karena Engkau telah dibunuh. Dengan korban darah-Mu, Engkau telah menebus orang-orang bagi Allah dari semua suku, bahasa, kaum dan bangsa.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan