Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Petrus 2:1 - Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Oleh karena itu, janganlah melakukan apa yang merugikan orang lain seperti menipu, berpura-pura, iri hati dan memfitnah.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Firman Allah Yang Hidup

1 Karena itu, buanglah segala perasaan benci. Jangan hanya berpura-pura baik! Hentikanlah ketidakjujuran dan kedengkian serta kebiasaan mempercakapkan keburukan orang lain.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Karena itu, buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Sebab itu, buanglah dari dirimu segala yang jahat; jangan lagi berdusta, dan jangan berpura-pura. Jangan iri hati, dan jangan menghina orang lain.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Karena itu, lepaskanlah dirimu dari segala macam kejahatan. Jangan berbohong, jangan bersikap munafik, jangan iri hati, dan jangan membicarakan kesalahan orang lain apalagi memfitnah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Jadi, lepaskan semua perbuatan jahat yang kalian lakukan: semua ketidakjujuran, kemunafikan, dan iri hati, semua cara kalian berbicara buruk tentang orang lain.

Lihat babnya Menyalin




1 Petrus 2:1
50 Referensi Silang  

Kamu orang munafik! Nubuat Yesaya adalah benar tentang kalian:


Begitu juga dengan kamu. Dari luar kamu terlihat seperti orang benar, padahal di dalammu penuh dengan kemunafikan dan kejahatan.


Maka tuannya akan menghukum pembantu itu dengan beratnya. Ia akan mengusirnya ke tempat penghukuman bagi orang munafik. Di sana orang-orang akan menangis dan mengertakkan gigi karena kesakitan.”


Hai orang munafik! Pertama, buanglah dahulu balok kayu itu dari matamu. Sesudah itu, barulah kamu bisa lihat dengan jelas serbuk kayu kecil yang ada di mata saudaramu.


Yesus tahu bahwa mereka ingin menjebak-Nya. Ia bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu berusaha menjebak Aku dengan perkataan-Ku sendiri? Berikan uang logam kepada-Ku. Biarlah Aku lihat.”


Celakalah kamu! Sebab kamu seperti kuburan yang tersembunyi sehingga orang berjalan di atasnya tanpa menyadarinya.”


Ribuan orang datang bersama-sama. Ada banyak sekali orang sehingga mereka saling menginjak. Sebelum berbicara kepada mereka, Yesus bilang kepada pengikut-Nya, “Hati-hatilah terhadap ragi orang Farisi. Maksud-Ku adalah mereka sungguh munafik.


Bagaimana mungkin kamu berkata kepada temanmu, ‘Biarlah aku mengeluarkan serbuk kayu dari matamu’? Tidak dapatkah kamu lihat balok kayu di matamu sendiri? Kamu adalah orang munafik! Pertama, keluarkanlah dulu balok kayu itu dari matamu. Kemudian kamu akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serbuk kayu dari mata temanmu.”


Ketika Yesus lihat Natanael datang ke arah-Nya, Ia berkata, “Orang yang sedang menuju ke sini adalah orang Israel sejati. Ia adalah orang yang dapat kamu percaya.”


Hidup mereka dipenuhi dengan segala macam ketidakbenaran, kejahatan, keserakahan, keburukan, iri hati, pembunuhan, pertengkaran, penipuan, kedengkian dan suka membicarakan orang lain.


Saudara-saudari, janganlah berpikir seperti anak-anak. Dalam hal-hal jahat jadilah seperti bayi, tetapi dalam pemikiranmu berpikirlah seperti orang dewasa!


Jadi, marilah kita merayakan perjamuan Paskah, bukan dengan roti beragi lama, ragi kebencian dan kejahatan. Tetapi kita merayakan dengan roti tidak beragi, roti ketulusan dan kebenaran.


Aku mengatakan semuanya ini sebab aku takut kalau aku datang, kamu bukanlah seperti yang aku inginkan. Dan aku juga tidak sama seperti yang kamu inginkan. Aku takut kalau nanti di sana aku menemukan hal-hal ini: pertengkaran, iri hati, kemarahan, perkelahian demi diri sendiri, fitnah, pergunjingan, kesombongan dan kekacauan.


Jauhkanlah semua kepahitan atau kemarahan. Janganlah hilang kesabaran. Janganlah berteriak dengan kemarahan atau menghina siapa pun. Hindarilah perbuatan yang menyakitkan.


Kami tidak memberitakan Kabar Baik yang menyesatkan atau dengan maksud yang tidak murni ataupun untuk menipu kamu.


Demikian juga perempuan haruslah orang yang dihormati dan tidak suka memfitnah. Mereka juga haruslah orang yang dapat menguasai diri. Mereka hasuslah perempuan yang dapat dipercayai dalam segala hal.


Demikian juga, ajarilah perempuan yang lebih tua supaya hidup dengan tujuan untuk menyenangkan Allah. Mereka tidak membicarakan hal-hal buruk tentang orang lain. Mereka juga bukanlah hamba minuman keras. Mereka harus mengajarkan hal-hal yang baik.


Kita dikelilingi orang-orang besar yang beriman ini sebagai contoh kita. Jadi, kita juga harus berlari dalam perlombaan yang ada di depan kita, tanpa menyerah. Marilah kita membuang dari hidup kita semua yang akan memperlambat kita dan semua dosa yang membuat kita sering terjatuh.


Karena itu, buanglah semua yang jahat dalam hidupmu dan segala macam kesalahan yang kamu lakukan. Rendahkanlah hatimu dan terimalah ajaran Allah yang ditanamkan dalam hatimu. Ajaran ini dapat menyelamatkan kamu.


Tetapi jika kamu mementingkan diri sendiri dan hatimu penuh dengan iri hati, maka kamu tidak mempunyai alasan untuk membanggakan diri. Kamu sudah berdusta dengan menyembunyikan kebenaran.


Saudara-saudari, janganlah saling memfitnah. Jika kamu mencela saudara atau saudarimu atau menghakimi mereka, maka kamu mencela dan mengadili hukum yang mereka ikuti. Dan jika kamu mengadili hukum, kamu bukan penurut hukum lagi. Kamu telah menjadi hakimnya.


Apakah kamu berpikir Kitab Suci tidak berarti apa-apa bagimu? Apakah kamu mengira Roh yang Ia tempatkan di dalam kita harus dikuasai oleh keinginan-keinginan yang penuh iri hati? Tentu saja tidak!


Saudara-saudari, janganlah saling menyalahkan. Jika kamu tidak berhenti menggerutu, kamu akan dihukum bersalah. Lihatlah, Hakim sudah siap datang!


Hiduplah sebagai orang bebas, tetapi janganlah menggunakan kebebasanmu untuk berbuat jahat. Hiduplah sebagai orang yang melayani Allah.


“Ia tidak pernah berbuat dosa, dan Ia tidak pernah mengatakan kebohongan.”


Kitab Suci berkata: “Jika kamu ingin menikmati hidup yang benar dan ingin mengalami hari-hari yang baik, hindarilah mengatakan hal-hal yang menyakitkan, dan jangan biarkan kebohongan keluar dari mulutmu.


Kuatkanlah dirimu agar kamu bisa menjalani sisa hidupmu di dunia dengan melakukan apa yang dikehendaki Allah, bukan perbuatan jahat yang diingini manusia.


Sekarang, mereka heran karena kamu tidak ikut melakukan hal-hal tersebut. Lalu mereka mulai membicarakan hal-hal buruk tentangmu.


Mereka tidak pernah berdusta dan tanpa kesalahan.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan