Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yohanes 11:32 - Firman Allah Yang Hidup

32 Ketika Maria tiba di tempat Yesus, ia berlutut di kaki-Nya serta berkata, “Guru, sekiranya Guru ada di sini, tentu saudara saya tidak akan mati.”

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, sujudlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

32 Waktu Maria sampai di tempat Yesus dan melihat Dia, berlututlah Maria di depan-Nya dan berkata, “Tuhan, sekiranya Tuhan ada di sini waktu itu, pasti saudara saya tidak meninggal.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: ”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

32 Waktu Maria sampai di tempat Yesus berada dan melihat-Nya, dia langsung tersungkur dan bersujud di depan kaki Yesus lalu berkata, “Tuhan, kalau Engkau ada di sini sebelumnya, saudara saya pasti tidak meninggal.”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

32 Maria pergi ke tempat Yesus berada. Ketika melihat Yesus, ia sujud di depan kaki-Nya dan berkata, “Tuhan, seandainya Engkau ada di sini waktu itu, saudaraku tidak akan mati.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

32 Saat Maria sampai di tempat di mana Yesus sedang berada, dia melihatnya, dan berlutut di hadapan-Nya sambil berkata, “Tuhan, kalau saja Engkau ada di sini, saudaraku tidak mungkin meninggal!”

Lihat babnya Menyalin




Yohanes 11:32
10 Referensi Silang  

Ia sujud di hadapan Yesus dan menyatakan terima kasih atas apa yang telah dilakukan Yesus baginya. Orang ini adalah orang Samaria yang dipandang hina.


Ketika Simon menyadari apa yang telah terjadi, ia berlutut di hadapan Yesus dan berkata, “Ya, Tuhan, tinggalkanlah kami. Saya orang yang penuh dosa dan tidak layak Tuhan dekati.”


Seseorang bernama Yairus, seorang pemimpin rumah ibadat Yahudi, datang berlutut di kaki Yesus. Ia mohon agar Yesus ikut ke rumahnya,


Maria adalah wanita yang akan menuangkan minyak wangi di kaki Tuhan Yesus serta mengusapnya dengan rambutnya.


Marta berkata kepada Yesus, “Guru, sekiranya Guru ada di sini waktu itu, tentu saudara saya tidak akan mati.


Tetapi ada beberapa orang yang berkata, “Orang ini membuat orang buta dapat melihat. Tidak dapatkah Ia mencegah kematian Lazarus?” Sekali lagi Yesus merasa masygul hati-Nya. Kemudian mereka tiba di kubur. Kubur itu adalah sebuah gua yang pintunya ditutup dengan sebuah batu yang berat.


Pejabat itu memohon dengan sangat, “Marilah kita pergi sekarang, sebelum anakku mati.”


Saya, Yohanes, melihat dan mendengar semua perkara ini, lalu saya sujud menyembah malaikat yang menunjukkannya kepada saya.


Dan keempat Makhluk Hidup itu tidak henti-hentinya berkata, “Amin!” Dan kedua puluh empat Penatua itu tersungkur dan menyembah Dia.


Dan pada waktu Ia mengambil gulungan itu, keempat Makhluk Hidup serta kedua puluh empat Penatua tersungkur di hadapan Anak Domba itu, masing-masing dengan sebuah kecapi dan sebuah cawan emas berisi kemenyan, yaitu doa-doa umat Allah.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan