Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yohanes 1:14 - Firman Allah Yang Hidup

14 Yang adalah Firman telah menjadi manusia dan hidup di dunia ini di antara kita. Ia penuh dengan kasih karunia dan kebenaran. Beberapa di antara kita telah melihat kemuliaan-Nya—kemuliaan Anak tunggal dari Bapa surgawi.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

14 Sabda sudah menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Keagungan itu diterima-Nya sebagai Anak tunggal Bapa. Melalui Dia kita melihat Allah dan kasih-Nya kepada kita.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

14 Sang Firman menjadi manusia dan tinggal bersama-sama dengan kita. Sebagian dari kita sudah menyaksikan kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak satu-satunya dari Bapa. Kita mengenal semua kebaikan hati Allah kepada kita melalui Firman itu, dan Dia sangat layak untuk dipercaya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

14 Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa. Ia dipenuhi dengan anugerah dan kebenaran Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

14 Firman menjadi manusia dan tinggal di antara kita, dan kita melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan Anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Lihat babnya Menyalin




Yohanes 1:14
60 Referensi Silang  

Yakub ayah Yusuf, yaitu suami Maria, ibu Yesus Kristus (Mesias itu).


Juru Selamat, yaitu Mesias, Tuhan, malam ini telah lahir di Betlehem!


Ia melahirkan anaknya yang pertama, seorang anak laki-laki. Anak itu dibungkusnya dengan selimut, lalu diletakkan di dalam palungan karena di penginapan tidak ada tempat.


Petrus dan kedua temannya sangat mengantuk dan mereka tertidur. Ketika terbangun, mereka melihat Yesus diliputi kecemerlangan serta kemuliaan, dan dua orang berdiri dengan Dia.


Pada mulanya sudah ada Ia yang adalah Firman. Ia ada bersama dengan Allah dan Ia adalah Allah.


“Bukankah sudah Kukatakan, bahwa engkau akan melihat kekuatan agung Allah, asal saja engkau percaya?” kata Yesus kepadanya.


Yesus berkata kepadanya, “Akulah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku.


Yesus menjawab, “Filipus, belum tahu jugakah engkau siapa Aku ini, walaupun sudah sekian lamanya Aku bersama-sama dengan engkau? Seseorang yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa! Sebab itu, mengapa engkau minta melihat Dia?


“Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, yaitu persatuan yang mulia seperti persatuan Kita—


Bapa, Aku ingin agar mereka bersama-sama dengan Aku—mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku—sehingga mereka dapat melihat kemuliaan-Ku. Engkau memberikan kemuliaan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sejak sebelum dunia ini diciptakan.


Pilatus menjawab, “Jadi, Engkau seorang raja?” “Ya,” kata Yesus. “Aku dilahirkan untuk maksud itu. Aku datang untuk membawa kebenaran kepada dunia. Semua orang yang mencintai kebenaran adalah pengikut-pengikut-Ku.”


Mukjizat ini, yang terjadi di Kana di daerah Galilea, adalah pernyataan pertama dari kuasa surgawi Yesus. Dan murid-murid-Nya percaya, bahwa Ia benar-benar Mesias.


Karena Allah sangat mengasihi isi dunia ini, sehingga diberikan-Nya Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


“Tidak ada hukuman kekal menunggu orang-orang yang percaya bahwa Ia menyelamatkan mereka. Tetapi mereka yang tidak percaya sudah diadili dan dijatuhi hukuman, karena tidak percaya kepada Anak Allah yang tunggal.


dan kalian akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan kalian.”


Kita tidak diselamatkan dari cengkeraman dosa hanya dengan mengenal hukum-hukum Allah, karena kita tidak dapat menaatinya; tetapi Allah melaksanakan rencana lain bagi keselamatan kita. Ia mengutus Anak-Nya sendiri dengan tubuh jasmani seperti kita dan dalam tubuh manusia itu menghancurkan kuasa dosa atas kita dengan jalan menyerahkan diri-Nya sebagai kurban bagi dosa kita.


Leluhur mereka adalah orang-orang besar pilihan Allah, dan Kristus sendiri dalam hal kemanusiaan-Nya adalah dari bangsa mereka, orang Yahudi. Ialah Allah yang memerintah segala sesuatu. Terpujilah Ia untuk selama-lamanya! Amin!


Adam diciptakan dari debu tanah, tetapi Kristus datang dari surga.


Setiap kali Ia berkata: “Tidak. Tetapi kasih-Ku adalah semua yang kauperlukan. Kuasa-Ku dapat diperlihatkan dengan jelas di dalam orang yang lemah.” Sekarang saya bergembira dapat menjadi pernyataan yang hidup dari kuasa Kristus, dan bukannya memamerkan kuasa dan kecakapan saya sendiri.


Tetapi, ketika waktunya tiba, waktu yang sudah ditentukan Allah, Ia mengutus Anak-Nya, dilahirkan dari seorang wanita sebagai orang di bawah kekuasaan Hukum Taurat,


Coba bayangkan! Walaupun saya paling hina di antara orang Kristen, dan walaupun tidak pernah melakukan sesuatu yang dapat menjadikan saya layak menerima hak itu, namun sayalah yang dipilih untuk mengabarkan Berita Kesukaan kepada orang bukan Yahudi. Berita itu mengenai kekayaan yang tidak berkesudahan yang juga tersedia bagi orang bukan Yahudi yang hidup di dalam Kristus.


karena Allah ingin agar seluruh diri-Nya ada di dalam Anak-Nya.


Di dalam Dia tersimpan segala kebijaksanaan dan pengetahuan yang belum tergali.


Karena di dalam Kristus Allah hidup dalam segala kepenuhan-Nya di dalam tubuh manusia.


Tidak ada yang bisa menyangkal betapa hebatnya rahasia agama kita yang Allah nyatakan kepada kita: La yang datang ke dunia sebagai manusia, yang terbukti sebagai Anak Allah oleh Roh Allah, yang dilihat dalam kekuatan-Nya oleh malaikat-malaikat, yang dikhotbahkan di antara bangsa-bangsa, yang diterima oleh manusia di mana pun juga dan yang diangkat kembali kepada kemuliaan-Nya di surga.


Anak Allah itu menyinarkan kemuliaan Allah, dan segala sifat serta perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Ia mengatur alam semesta dengan kuasa firman-Nya. Dialah yang telah mati untuk menyucikan kita serta menghapuskan segala dosa kita, lalu duduk dalam kemuliaan tertinggi di sebelah kanan Allah Yang Mahabesar di surga.


Sebab Allah tidak pernah mengatakan kepada malaikat mana pun, “Engkau adalah Anak-Ku, dan pada hari ini Aku mengaruniakan kepada-Mu kemuliaan yang menyertai nama itu.” Pada kesempatan lain Ia berkata, “Akulah Bapa-Nya, dan Dialah Anak-Ku.” Dan pada kesempatan lain lagi—ketika Anak-Nya yang sulung itu datang ke dunia—Allah berkata, “Hendaklah semua malaikat Allah menyembah Dia.”


Itulah sebabnya, waktu Kristus datang ke dunia ini, Ia berkata, “Ya Allah, darah lembu jantan dan kambing tidak dapat memuaskan hati-Mu; jadi, Engkau menyiapkan tubuh-Ku ini supaya Kupersembahkan sebagai kurban di atas mazbah-Mu.


Kita yang sudah dikuduskan oleh Yesus, sekarang menjadi sebapa dengan Dia. Karena itu, Yesus tidak malu menyebut kita saudara-Nya.


Itulah sebabnya Kristus tidak mengangkat diri-Nya sendiri kepada kemuliaan sebagai Imam Besar, tetapi Ia dipilih oleh Allah. Allah berfirman kepada-Nya, “Engkau adalah Anak-Ku, dan pada hari ini Aku mengaruniakan kepada-Mu kemuliaan yang menyertai martabat itu.”


Lagipula, kami telah melihat sendiri dan sekarang kami memberitakan kepada seisi dunia bahwa Allah mengutus Anak-Nya untuk menjadi Juru Selamat mereka.


Allah menunjukkan betapa Ia mengasihi kita, dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia yang jahat ini untuk memberi kita hidup kekal melalui kematian-Nya.


Waspadalah terhadap pemimpin-pemimpin palsu di sekitar kita—dan mereka banyak sekali jumlahnya. Mereka tidak ingin percaya bahwa Yesus Kristus datang ke dunia sebagai manusia dengan tubuh seperti tubuh kita. Orang-orang semacam itu alat-alat penggoda terbesar dan musuh terburuk Kristus, yaitu Antikristus.


Ia memakai pakaian yang sudah dicelupkan dalam darah, dan gelar-Nya ialah “Firman Allah”.


Saya mendengar suatu suara nyaring dari takhta itu berkata, “Lihatlah, rumah kediaman Allah sekarang berada di tengah-tengah manusia, dan Ia akan tinggal bersama-sama dengan mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Ya, Allah sendiri akan berada di tengah-tengah mereka.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan