Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Yakobus 2:1 - Firman Allah Yang Hidup

1 Saudara sekalian yang saya kasihi, bagaimana Saudara dapat mengatakan bahwa Saudara milik Yesus Kristus, Tuhan Yang Mahamulia, jika Saudara mengistimewakan orang kaya, sedangkan orang miskin Saudara pandang rendah?

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Saudara-saudaraku! Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Tuhan Yang Mahamulia, janganlah kalian membeda-bedakan orang berdasarkan hal-hal lahir.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Saudara-saudari, sebagai orang yang percaya kepada Kristus Yesus, Penguasa kita yang mulia, kita tidak boleh pilih kasih berdasarkan kedudukan orang.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Saudara-saudariku, kamu adalah orang percaya pada Tuhan kita yang mulia, Yesus Kristus. Karena itu, janganlah memperlakukan seseorang lebih penting dari yang lain.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Sahabat-sahabatku, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus yang mulia, jangan boleh menunjukkan pilih kasih.

Lihat babnya Menyalin




Yakobus 2:1
29 Referensi Silang  

Mereka sepakat mengutus beberapa orang bersama dengan orang-orang Herodian untuk mengajukan pertanyaan ini kepada Yesus, “Guru, kami tahu Guru selalu menyatakan dan mengajarkan kebenaran dengan tidak terpengaruh oleh pendapat atau kedudukan orang.


Kemudian Petrus menyahut, “Sekarang saya dapat mengerti, bahwa yang dikasihi Allah bukan hanya bangsa Yahudi saja!


Berita yang selama ini telah saya sampaikan kepada orang Yahudi maupun bukan Yahudi ialah perlunya bertobat meninggalkan dosa dan berpaling kepada Allah dengan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus.


Beberapa hari kemudian Feliks datang bersama dengan istrinya, Drusila, seorang Yahudi. Mereka menyuruh memanggil Paulus dan mendengarkan dia bercerita tentang iman di dalam Yesus Kristus.


Inilah jawaban yang diberikan Stefanus dengan panjang lebar: “Allah Yang Mahamulia menampakkan diri kepada nenek moyang kita, Abraham, di Mesopotamia (Irak), sebelum Abraham pindah ke Haran (Siria),


Sebab saya ingin sekali berkunjung kepada Saudara supaya saya dapat menyampaikan iman yang akan menolong Saudara menjadi kuat di dalam Tuhan. Lagipula, saya memerlukan bantuan Saudara, sebab bukan saja saya ingin menyampaikan iman saya kepada Saudara, melainkan juga memperoleh kekuatan dari iman Saudara. Kita masing-masing dapat menjadi berkat satu kepada yang lain.


Tetapi orang-orang besar di dunia ini tidak memahami rencana itu. Seandainya mereka memahaminya, mereka tentu tidak akan menyalibkan Tuhan Yang Mulia.


sebab kami telah mendengar tentang iman Saudara yang teguh kepada Yesus Kristus dan tentang kasih Saudara kepada umat Allah yang lain.


Pertahankanlah dengan teguh imanmu kepada Kristus dan jagalah supaya hati nuranimu selalu bersih dengan melakukan hal-hal yang benar. Karena ada orang yang tidak menaati hati nurani mereka dan dengan sengaja melakukan hal-hal yang salah. Tidak mengherankan kalau sesudah menentang Allah secara demikian, mereka kehilangan iman mereka kepada Kristus.


Dengan sungguh-sungguh kuperintahkan kepadamu, di hadapan Allah dan Yesus Kristus serta malaikat-malaikat yang kudus, supaya melakukan semua hal ini tanpa prasangka dan tanpa memihak siapa pun.


Dari: Paulus, hamba Allah dan utusan Yesus Kristus. Aku telah diutus untuk membawa iman kepada orang-orang yang telah dipilih Allah serta mengajar mereka mengenal kebenaran Allah, kebenaran yang mengubah kehidupan,


sambil mengharapkan saat yang kita nanti-nantikan, yaitu waktu kemuliaan-Nya tampak, kemuliaan Allah dan Juru Selamat kita yang agung, Yesus Kristus.


Anak Allah itu menyinarkan kemuliaan Allah, dan segala sifat serta perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Ia mengatur alam semesta dengan kuasa firman-Nya. Dialah yang telah mati untuk menyucikan kita serta menghapuskan segala dosa kita, lalu duduk dalam kemuliaan tertinggi di sebelah kanan Allah Yang Mahabesar di surga.


Arahkanlah pandangan Saudara kepada Yesus, cikal bakal iman yang mendahului kita ke tujuan. Ia telah rela mengalami kematian yang hina di kayu salib, karena Ia tahu bahwa kelak akan ada sukacita bagi-Nya; dan sekarang Ia duduk di tempat kemuliaan di sebelah kanan takhta Allah.


Oleh karena itu, hai Saudara sekalian yang saya kasihi, janganlah mau disesatkan.


Saudara sekalian yang saya kasihi, sekali-kali janganlah lupa ini: selalu bersiaplah untuk mendengar, tetapi pikirkan baik-baik sebelum Saudara berbicara. Dan waspadalah terhadap amarah yang tak terkendali!


Kepada yang kaya Saudara berikan perhatian yang berlebih-lebihan dan tempat duduk yang terbaik di dalam ruang kebaktian, sedangkan kepada yang miskin Saudara berkata, “Silakan berdiri di pojok sana kalau mau, atau duduk saja di lantai.”


Tetapi, jika Saudara mengambil hati orang-orang kaya dan menjilat mereka, maka Saudara melanggar hukum Tuhan kita dan berbuat dosa.


Tetapi hikmat yang berasal dari surga itu pertama-tama adalah murni dan lemah lembut, lagipula cinta damai dan sopan santun. Hikmat surgawi memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat dan bersikap mau mengalah. Hikmat itu penuh dengan belas kasihan dan perbuatan baik serta tulus ikhlas, terus terang, dan jujur.


Dari: Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus. Kepada: Saudara sekalian yang seiman dengan kami. Iman yang saya maksudkan ialah yang diberikan oleh Yesus Kristus, Allah dan Juru Selamat kita. Betapa berharganya iman itu, dan betapa adil dan baiknya Dia, yang telah memberikannya kepada kita masing-masing.


Orang-orang ini selalu menggerutu, tidak pernah merasa puas, dan berbuat segala macam kejahatan sesuka hati mereka. Mereka adalah pembual yang besar mulut. Apabila mereka menunjukkan sikap hormat kepada orang lain, tujuan mereka ialah untuk mendapat sesuatu sebagai imbalan.


Hendaknya hal ini membesarkan hati umat Allah agar menunjukkan ketabahan dalam menanggung setiap cobaan dan siksaan, karena mereka adalah orang-orang saleh yang tetap setia menaati perintah-perintah Allah dan percaya kepada Yesus sampai pada akhirnya.”


Ikuti kami:

Iklan


Iklan