Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Wahyu 4:2 - Firman Allah Yang Hidup

2 Seketika itu juga saya dikuasai oleh Roh Allah. Saya melihat sebuah takhta dan ada Seseorang yang duduk di atasnya. Alangkah mulianya!

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, ada sebuah takhta di surga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

2 Langsung saja saya dikuasai Roh Allah. Lalu saya melihat di surga ada sebuah takhta, dan ada seseorang duduk di takhta itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

2 Tiba-tiba saya dikuasai Roh Kudus dan saya seakan sudah tiba di surga. Di situ saya melihat takhta Raja, dan Dia Yang Mahakuasa sedang duduk di takhta itu!

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

2 Tiba-tiba, Roh menguasaiku dan aku melihat sebuah takhta di surga. Ada Seorang yang duduk di takhta itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

2 Dengan saya segera dipenuhi oleh Roh dan saya melihat sebuat takhta berdiri di Surga, dengan seseorang yang duduk di atasnya.

Lihat babnya Menyalin




Wahyu 4:2
28 Referensi Silang  

“Kalau begitu,” kata Yesus, “mengapa ketika berbicara dengan ilham Roh Kudus, Daud memanggil Dia ‘Tuhan’? Karena Daud berkata,


Apa yang saya maksudkan ialah ini: Kristus, yang keimaman-Nya baru saja kita bicarakan, adalah Imam Besar kita. Ia berada di surga di tempat yang paling mulia di sebelah kanan Allah sendiri.


Hari itu adalah Hari Tuhan—yaitu Hari Minggu, dan saya dikuasai oleh Roh Allah. Saya mendengar suatu suara yang nyaring di belakang saya, suatu suara seperti bunyi sangkakala,


Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki yang akan memerintah semua bangsa dengan tangan besi. Anak itu dibawa naik kepada Allah dan kepada takhta-Nya.


Kemudian malaikat itu membawa saya secara roh ke padang gurun. Di sana saya melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang merah tua yang berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Seluruh tubuh binatang itu penuh ditulisi dengan kata-kata hujat terhadap Allah.


Kemudian kedua puluh empat Penatua serta keempat Makhluk Hidup sujud menyembah Allah yang duduk di atas takhta, dan berkata, “Amin! Haleluya! Puji Tuhan!”


Lalu saya melihat sebuah takhta besar yang putih dan Dia yang duduk di atasnya. Bumi dan langit lari dari hadapan-Nya, tetapi mereka tidak menemukan tempat bersembunyi.


Dalam suatu penglihatan ia membawa saya ke puncak sebuah gunung yang tinggi dan dari situ saya melihat kota yang menakjubkan itu, Yerusalem yang kudus, turun dari langit, dari Allah.


Dia yang duduk di atas takhta itu berkata, “Lihatlah, Aku membuat segala sesuatu baru!” Lalu Ia berkata kepada saya, “Tuliskanlah, karena apa yang Aku beritahukan kepadamu benar dan dapat dipercaya.


Semua yang menang akan Kududukkan di sisi-Ku pada takhta-Ku, sebagaimana Aku menduduki tempat-Ku bersama-sama dengan Bapa-Ku pada takhta-Nya ketika Aku telah menang.


kedua puluh empat Penatua tersungkur di hadapan-Nya dan menyembah Dia Yang Kekal. Mereka melemparkan mahkota mereka di hadapan takhta-Nya sambil memuji-muji,


Kilat dan guruh keluar dari takhta itu, dan dalam guruh itu terdengar suara-suara. Di hadapan takhta-Nya terdapat tujuh buah pelita yang menyala, yang menggambarkan ketujuh roh dari Allah.


Dan ketika Makhluk-makhluk Hidup itu menyampaikan hormat dan puji serta pengucapan syukur kepada Dia yang duduk di atas takhta dan yang hidup sampai selama-lamanya itu,


Lalu saya melihat sebuah gulungan kitab di dalam tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta. Gulungan itu bertulis di bagian dalam dan bagian luarnya, dan mempunyai tujuh meterai.


Lalu saya mendengar semua orang di surga dan di bumi dan dari alam maut di bawah bumi dan di dalam laut berseru, “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan Anak Domba adalah segala pujian, kehormatan, kemuliaan, dan kekuasaan sampai selama-lamanya!”


Mereka berseru kepada gunung-gunung agar menghancurkan mereka. “Timpalah kami,” seru mereka, “dan sembunyikan kami dari pandangan Dia yang duduk di atas takhta dan dari kemurkaan Anak Domba,


Ikuti kami:

Iklan


Iklan