Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 6:1 - Firman Allah Yang Hidup

1 “Ingat! Jangan berbuat baik di hadapan umum supaya dikagumi orang, karena dengan demikian kalian akan kehilangan pahala dari Bapa yang di surga.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 “Ingatlah, jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang. Kalau kalian berbuat begitu, kalian tidak akan diberi upah oleh Bapamu di surga.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 ”Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 “Hati-hatilah! Jangan memamerkan perbuatan baikmu di depan umum supaya dilihat dan dipuji orang. Kalau kamu melakukannya, kamu tidak akan menerima upah atas perbuatan baikmu itu dari Bapamu yang di surga.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 “Hati-hatilah! Janganlah pamerkan perbuatan baikmu di depan orang-orang lain supaya mereka memperhatikanmu. Jika kamu lakukan itu, kamu tidak akan menerima upah dari Bapamu di surga.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 “Pastikanlah kamu tidak melakukan perbuatan baikmu di hadapan semua orang hanya agar mereka bisa melihatnya. Jika kamu melakukannya dengan maksud seperti itu, maka Bapamu yang di surga tidak akan memberi kepadamu upah dari perbuatanmu itu.

Lihat babnya Menyalin




Matius 6:1
36 Referensi Silang  

Karena Aku, Anak Manusia, akan datang dengan malaikat-malaikat-Ku dalam kemuliaan Bapa-Ku dan mengadili setiap orang sesuai dengan perbuatannya.


Yesus memperingatkan mereka, “Berjaga-jagalah! Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki!”


“Celakalah kalian, hai para guru agama dan orang-orang Farisi! Kalian munafik, karena kalian tidak mau membiarkan orang lain masuk ke dalam Kerajaan Surga dan kalian sendiri pun tidak mau masuk. Kalian berpura-pura suci dengan berdoa panjang-panjang di depan umum. Padahal dengan tipu muslihat kalian mengusir janda-janda dari rumah mereka. Munafik benar kalian ini.


“Segala perbuatan yang mereka lakukan hanya sekadar supaya dilihat orang. Mereka berpura-pura suci dengan mengenakan pada lengan mereka kotak doa berisi ayat-ayat Kitab Suci, dan dengan memperpanjang rumbai pada tepi jubah mereka.


“Maka Aku, Raja itu, akan berkata kepada mereka, ‘Ketika kalian melakukan hal itu kepada salah seorang saudara-Ku yang paling hina ini, maka sebenarnya kalian melakukannya kepada-Ku.’


Apabila kalian hanya mengasihi orang yang mengasihi kalian, apa kelebihannya? Penjahat pun berbuat demikian.


Kalian harus sempurna, sama seperti Bapa yang di surga juga sempurna.”


“Apabila kalian berpuasa, janganlah kelihatan lesu seperti yang dilakukan orang munafik. Mereka menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka berpuasa supaya dikagumi. Sesungguhnya Kukatakan, hanya itulah pahala yang akan mereka peroleh.


“Berdoalah begini: “ ‘Bapa kami yang di surga, kiranya nama-Mu yang kudus itu dihormati;


Ketika mereka sedang menyeberang, Yesus berkata kepada mereka, “Hati-hatilah terhadap ragi orang Farisi dan Raja Herodes.”


Waspadalah, cahaya itu sebenarnya bukan kegelapan.


Sementara itu orang makin banyak saja, sehingga mereka berdesak-desakan dalam jumlah ribuan. Yesus berpaling kepada murid-murid-Nya dan memperingatkan mereka, “Berhati-hatilah terhadap ragi orang Farisi. Maksud-Ku kemunafikan mereka! Ini menyebar seperti ragi dan akhirnya semua adonan sudah mengembang.


Hati-hatilah! Jangan mengingini apa yang tidak kaumiliki. Karena hidup yang sesungguhnya sama sekali tidak bergantung pada besarnya kekayaan kita.”


Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Kalian suka terlihat saleh di depan orang banyak, tetapi Allah mengetahui isi hati kalian. Ingatlah, apa yang dikagumi oleh dunia ini adalah kehinaan di mata Allah.


Karena mereka lebih menyukai pujian manusia daripada pujian Allah.


Pantas kalian tidak dapat percaya kepada-Ku! Karena kalian menerima hormat seorang dari yang lain, tetapi tidak peduli akan hormat yang datang dari Allah Yang Esa.


Petrus mempergunakan kesempatan itu untuk berbicara kepada orang banyak, katanya, “Hai orang-orang Israel, apakah yang mengherankan mengenai hal ini? Dan mengapa Saudara menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan dengan kuasa dan kesalehan kami sendiri?


Pengajar-pengajar yang berusaha meyakinkan Saudara supaya dikhitan, berbuat demikian hanya karena satu alasan saja, yaitu supaya mereka disukai orang dan terhindar dari aniaya yang pasti menimpa mereka, seandainya mereka mengakui bahwa hanya salib Kristus sajalah yang dapat menyelamatkan.


Ia menganggap lebih baik menderita bagi Kristus, yang telah dijanjikan, daripada memiliki segala kekayaan di Mesir, karena ia mengharapkan pahala besar yang akan diberikan Allah kepadanya.


Jadi, kita harus memperhatikan dengan saksama kebenaran yang telah kita dengar itu, sebab kalau tidak, mungkin kita akan menjauhinya.


Sebab Allah bukan tidak adil. Tidak mungkin Ia melupakan kerja keras yang telah Saudara lakukan bagi-Nya, atau kasih Saudara kepada-Nya, baik dahulu maupun sekarang, yang Saudara nyatakan dengan memberikan pertolongan kepada anak-anak-Nya.


Waspadalah supaya jangan menjadi seperti mereka, lalu kehilangan pahala yang kita usahakan dengan susah payah. Berusahalah supaya kalian menerima upah penuh dari Tuhan.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan