Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 4:3 - Firman Allah Yang Hidup

3 Lalu Iblis mencobai Yesus dengan berkata, “Engkau Anak Allah, bukan? Kalau begitu, suruhlah batu-batu ini menjadi roti. “Itu akan membuktikan bahwa Engkau Anak Allah,” kata Iblis.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

3 Lalu datanglah si penggoda dan berkata kepada-Nya, "Karena Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

3 Iblis datang dan berkata, “Engkau Anak Allah, bukan? Nah, suruhlah batu-batu ini menjadi roti.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: ”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

3 Lalu iblis, si penggoda itu, mendekati-Nya dan berkata, “Bukankah kamu Anak Allah? Ubahlah batu-batu ini menjadi roti!”

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

3 Iblis datang untuk mencobai-Nya dan berkata, “Jika Engkau adalah Anak Allah, suruhlah batu-batu ini supaya menjadi roti.”

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

3 Lalu datanglah si Pencoba dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau sungguh-sungguh Anak Allah, maka perintahkanlah agar batu-batu ini berubah menjadi roti.”

Lihat babnya Menyalin




Matius 4:3
34 Referensi Silang  

Murid-murid yang lain duduk terpaku dengan perasaan gentar. “Benar-benar Engkau Anak Allah!” kata mereka.


Simon Petrus menjawab, “Kristus, Mesias itu, Anak Allah yang hidup.”


Tetapi Yesus diam saja. Lalu imam besar berkata lagi kepada-Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami apakah Engkau Mesias, Anak Allah?”


Lalu terdengarlah suara dari langit yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku.”


Inilah permulaan riwayat Yesus Kristus, Anak Allah.


Setiap kali orang-orang yang dirasuk setan melihat Dia, mereka tersungkur di hadapan-Nya sambil menjerit, “Engkaulah Anak Allah!”


Kemudian Yesus berkata kepada setan yang merasuk orang itu, “Keluarlah engkau, hai roh jahat!” Dengan jeritan yang menyeramkan, setan itu berteriak, “Apakah yang akan Kaulakukan terhadap aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, janganlah menyiksa aku!”


Malaikat itu menjawab, “Roh Kudus akan turun ke atasmu dan kuasa Allah akan menaungimu. Dengan demikian bayi yang akan kaulahirkan itu benar-benar suci, yaitu Anak Allah.


Mereka semua berseru, “Kalau begitu, Engkau mengaku bahwa Engkau Anak Allah?” Yesus menjawab, “Ya, benar.”


Iblis berkata, “Kalau Engkau Anak Allah, ubahlah batu ini menjadi roti.”


Ada beberapa orang yang dirasuk setan, tetapi atas perintah-Nya setan-setan itu pun keluar. Mereka berseru, “Engkau Anak Allah!” Tetapi Yesus melarang setan-setan itu berkata-kata, karena mereka mengetahui bahwa Ia adalah Kristus.


Kemudian Iblis membawa Yesus ke Yerusalem ke atas atap Bait Allah dan berkata, “Kalau Engkau Anak Allah, loncatlah ke bawah! Karena Kitab Suci berkata, “ ‘Allah menyuruh malaikat-malaikat-Nya melindungi-Mu; mereka akan mengangkat-Mu dengan tangan mereka, supaya Engkau tidak tersentuh pada batu-batu di bawah itu!’ ”


Aku telah melihat hal itu terjadi pada Orang ini. Karena itu, aku memberi kesaksian, bahwa Ia adalah Anak Allah.”


Natanael menyahut, “Engkau adalah Anak Allah, Raja Israel!”


Ketika Yesus mendengar apa yang telah terjadi, Ia pergi mendapatkan orang itu dan berkata kepadanya, “Apakah engkau percaya kepada Mesias?”


Setelah itu ia segera pergi ke rumah ibadat dan bercerita kepada orang-orang di sana mengenai Berita Kesukaan tentang Yesus Kristus—bahwa Dia sesungguhnya Anak Allah!


Saya dan Timotius serta Silwanus telah memberitakan Yesus Kristus, Anak Allah, kepada Saudara sekalian. Ia tidak mengatakan “ya” kalau maksud-Nya “tidak”. Tindakan-Nya tidak pernah bertentangan dengan ucapan-Nya.


Yang hidup bukan lagi saya, melainkan Kristus yang hidup di dalam saya. Sedangkan hidup yang sekarang saya miliki dalam tubuh saya ini adalah hasil iman saya kepada Anak Allah, yang mengasihi saya dan memberikan diri-Nya sendiri bagi saya.


Seperti sudah saya katakan, ketika saya sudah tidak tahan lagi, saya mengutus Timotius untuk meneliti apakah iman Saudara masih tetap teguh. Saya takut kalau-kalau Saudara dikalahkan oleh Iblis, sehingga sia-sialah segala pekerjaan kami.


Jagalah supaya jangan seorang pun melibatkan diri dalam dosa seksual, atau tidak menghormati hal-hal suci seperti Esau, yang melepaskan hak kesulungannya untuk sepiring makanan.


Jadi, karena kita memiliki Imam Besar yang agung, yang telah memasuki surga, Yesus, Anak Allah, mari kita berpegang teguh pada pengakuan kepercayaan kita.


Baik ayah maupun ibunya tidak diketahui, juga leluhurnya. Juga tidak ada keterangan tentang kapan dia dilahirkan atau kapan dia mati. Oleh karena itu boleh dikatakan bahwa hidupnya tanpa awal dan tanpa akhir. Dalam hal ini ia menyerupai Anak Allah dan adalah imam untuk selama-lamanya.


Tetapi, jika Saudara terus-menerus berbuat dosa, hal itu menunjukkan bahwa Saudara milik Iblis, yang tetap pada perbuatan dosanya sejak ia pertama kali berdosa. Tetapi Anak Allah datang untuk memusnahkan pekerjaan-pekerjaan Iblis itu.


Hilangkan perasaan takut terhadap apa yang akan kalian derita. Iblis akan menjebloskan beberapa dari kalian ke dalam penjara untuk menguji kalian. Kalian akan dianiaya selama sepuluh hari. Tetaplah setia, sekalipun kalian menghadapi maut, maka Aku akan mengaruniakan kepada kalian mahkota kehidupan, yaitu masa depan yang kekal dan penuh kemuliaan.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan