Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Matius 18:10 - Firman Allah Yang Hidup

10 “Janganlah sekali-kali kalian memandang rendah salah seorang anak kecil ini. Karena Aku beritahukan kepada kalian bahwa di surga malaikat-malaikat mereka senantiasa berada di hadapan Bapa-Ku.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

10 Ingatlah, jangan menganggap rendah salah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga. [

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

10 “Awas! Jangan menghina salah satu dari orang-orang yang kecil ini. Sebab ingatlah, malaikat-malaikat mereka selalu ada di hadapan Bapa-Ku di surga. [

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. [

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

10 “Hati-hatilah, jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini. Karena sesungguhnya mereka masing-masing mempunyai malaikat yang selalu siap berbicara kepada Bapa-Ku di surga.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

10 “Hati-hatilah, janganlah sekali-kali kamu meremehkan salah satu dari anak-anak kecil ini. Ketahuilah, anak-anak ini mempunyai malaikat-malaikat di surga, dan malaikat-malaikat itu selalu ada bersama Bapa-Ku. [

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

10-11 Pastikanlah kalian tidak memandang rendah anak-anak kecil ini. Saya memberitahu kalian bahwa di surga malaikat mereka selalu bersama Bapa surgawi saya.

Lihat babnya Menyalin




Matius 18:10
45 Referensi Silang  

Sementara ia memikirkan hal itu, ia bermimpi melihat malaikat. “Hai Yusuf, anak Daud,” kata malaikat itu, “janganlah engkau ragu-ragu memperistri Maria, karena anak yang dikandungnya itu dari Roh Kudus!


Buluh yang terkulai tidak akan dipatahkan-Nya; sumbu yang redup tidak akan dipadamkan-Nya. Ia akan setia berjuang sampai keadilan itu ditegakkan.


Demikianlah, Bapa-Ku tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini binasa.”


Tetapi barang siapa di antara kalian menyebabkan salah satu dari orang yang dianggap paling rendah ini kehilangan kepercayaannya kepada-Ku, maka lebih baik baginya kalau pada lehernya diikatkan sebuah batu besar dan dilemparkan ke dalam laut.


Setelah mereka berangkat, seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi. “Bangun dan larilah ke Mesir bersama-sama dengan Anak itu dan ibu-Nya,” kata malaikat itu, “dan tinggallah di sana sampai aku menyuruh engkau kembali, karena Raja Herodes sedang berusaha membunuh Anak itu.”


Sesudah Herodes mati, seorang malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi kepada Yusuf di Mesir.


Dan Aku akan mengutus malaikat-malaikat-Ku dengan bunyi trompet yang dahsyat, dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Ku dari segala penjuru langit dan bumi.


Maka kata malaikat itu, “Aku Gabriel! Aku berdiri di hadirat Allah. Dialah yang mengutus aku kepadamu menyampaikan kabar gembira ini.


Kemudian Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang yang menerima pemberitaan kalian, ia menerima Aku. Orang yang menolak pemberitaan kalian, ia menolak Aku. Dan orang yang menolak Aku, ia menolak Allah yang mengutus Aku.”


Kemudian pengemis itu mati dan oleh para malaikat dibawa kepada Abraham di tempat orang-orang beriman yang telah mati. Orang kaya itu juga mati, lalu dikuburkan,


Pada suatu petang, kira-kira jam tiga, ia dalam keadaan sadar mendapat suatu penglihatan. Dalam penglihatan itu ia melihat seorang malaikat Allah datang kepadanya. “Kornelius!” kata malaikat itu.


Mereka tidak percaya kepadanya. “Engkau mengigau,” kata mereka. Ketika ia tetap pada kata-katanya, mereka kemudian berkata, “Itu tentu malaikatnya. (Pasti mereka telah membunuh dia.)”


Seketika itu juga seorang malaikat Tuhan menimpakan suatu penyakit ke atas Herodes, sehingga ia mati dimakan belatung, sebab ia menerima penyembahan rakyat dan tidak memulangkan kemuliaan kepada Allah.


“Karena tadi malam datang seorang malaikat dari Allah yang saya sembah karena saya adalah milik-Nya. Ia berdiri di samping saya,


Tetapi pada malam hari datanglah seorang malaikat Tuhan membukakan pintu-pintu penjara dan membawa mereka ke luar. Kemudian ia berkata kepada mereka,


Saudara tidak berhak mencela orang lain atau menghinanya. Ingatlah, kita masing-masing harus menghadap Takhta Pengadilan Allah.


Yang benar ialah janganlah makan daging atau minum anggur atau berbuat suatu apa pun yang dapat menyinggung perasaan seorang saudara seiman, atau yang dapat membuatnya jatuh ke dalam dosa.


Walaupun kita percaya, bahwa bagi Tuhan tidak menjadi soal apakah sesuatu kita lakukan atau tidak, kita tidak boleh dengan begitu saja melakukannya untuk kesenangan diri sendiri, sebab kita harus mempertimbangkan kebimbangan dan ketakutan orang lain, yaitu orang yang merasa bahwa hal itu salah. Marilah kita menyenangkan hati orang lain, bukan hati kita sendiri, dan melakukan apa yang baik baginya dan yang akan membangun dia dalam Tuhan.


Wah! Benarkah demikian? Tidak dapatkah Saudara makan dan minum di rumah sendiri sehingga tidak mengaibkan jemaat dan mempermalukan orang miskin yang tidak dapat membawa makanan? Apa yang harus saya katakan mengenai hal ini? Apakah Saudara mengharapkan pujian dari saya? Sekali-kali saya tidak akan memuji Saudara.


Janganlah membiarkan seorang pun merendahkan atau meremehkan dia, tetapi biarlah ia merasa bahagia berada di tengah-tengah Saudara sekalian, dan suruhlah ia kembali kepada saya, karena saya sangat mengharapkan kedatangannya dan juga kedatangan saudara-saudara yang lain.


Bilamana saya bersama-sama dengan orang yang hati nuraninya mudah risau, saya tidak berlaku seakan-akan saya lebih tahu dan mengatakan bahwa mereka berlaku bodoh. Dengan demikian mereka mau membiarkan saya menolong mereka. Bagaimanapun sifat dan keadaan seseorang, saya berusaha mencari persesuaian paham dengan dia, supaya ia mau membiarkan saya bercerita kepadanya tentang Kristus dan membiarkan Kristus menyelamatkannya.


Saya mohon kepada Saudara—ya, saya, Paulus—mohon dengan lemah lembut, sebagaimana Kristus sendiri akan melakukannya. Tetapi beberapa di antara Saudara berkata, “Surat-surat Paulus dari jauh memang berani sekali; tetapi, apabila ia sudah ada di sini, ia akan takut membuka mulut!”


“Jangan pedulikan surat-suratnya,” kata beberapa orang, “kedengarannya ia hebat, tetapi semua itu hanyalah omong kosong belaka. Apabila ia sampai kemari, kita akan melihat bahwa tidak ada sesuatu pun yang hebat mengenai dia, dan tidak ada pengkhotbah yang lebih tidak becus daripada dia!”


Saudara sekalian yang saya kasihi, kalau seorang Kristen kedapatan berbuat dosa, Saudara yang rohani hendaklah secara lembut dan rendah hati menolongnya kembali ke jalan yang benar, mengingat bahwa lain kali mungkin seorang di antara Saudaralah yang berbuat salah.


Barang siapa menolak untuk hidup menurut aturan-aturan ini, ia bukan melawan peraturan manusia, melainkan melawan peraturan Allah yang mengaruniakan Roh Kudus kepada Saudara.


Jangan sampai orang lain meremehkan engkau sebab engkau masih muda. Jadilah teladan mereka: biarlah mereka mengikuti caramu mengajar dan caramu hidup. Jadilah pedoman bagi mereka dalam hal kasihmu, imanmu, dan pikiranmu yang bersih.


Tidak pernah, sebab malaikat hanyalah roh yang diutus untuk menolong dan memelihara orang yang akan menerima keselamatan.


Karena Kristus tidak memasuki Tempat Kudus buatan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari yang sesungguhnya. Dia memasuki surga sendiri dan sekarang menghadap Allah untuk kepentingan kita.


Saya melihat ketujuh malaikat yang berdiri di hadapan Allah. Kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan