Markus 2:25 - Firman Allah Yang Hidup25-26 Tetapi Yesus menjawab, “Tidak pernahkah kalian membaca apa Raja Daud dan para pengikutnya merasa lapar, ia masuk ke dalam Bait Allah—yang menjadi imam besar pada waktu itu ialah Abyatar—dan mereka memakan roti sajian yang hanya boleh dimakan oleh para imam? Itu juga melanggar hukum. Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 225 Jawab-Nya kepada mereka, "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan orang-orang yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini25-26 Yesus menjawab, “Belum pernahkah kalian membaca apa yang dilakukan Daud, ketika Abyatar sedang bertugas menjadi imam agung. Waktu Daud dan orang-orangnya lapar, dan tidak punya makanan, ia masuk ke Rumah Tuhan, dan makan roti yang sudah dipersembahkan kepada Allah. Dan roti itu diberikannya juga kepada orang-orangnya. Padahal menurut agama kita, imam-imam saja yang boleh makan roti itu.” Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru25 Jawab-Nya kepada mereka: ”Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia25 Lalu Yesus menjawab mereka, “Tentu kalian sudah tahu cerita tentang Daud ketika dia dan orang-orang yang mengikutinya sedang lapar dan memerlukan makanan. Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca25 Yesus menjawab mereka, “Bukankah kamu pernah membaca apa yang dilakukan Daud dan orang-orang yang bersamanya saat mereka lapar dan perlu makanan? Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua25 Lalu Yesus menjawab mereka, “Pernahkah kamu membaca apa yang Daud lakukan ketika dia dan orang-orang yang mengikutinya merasa lapar dan membutuhkan makanan?” Lihat babnya |
Ada tujuh orang laki-laki bersaudara. Yang sulung menikah, lalu mati tanpa meninggalkan anak. Yang kedua memperistri janda abangnya, tetapi tidak lama kemudian ia juga mati tanpa meninggalkan anak. Lalu adik yang berikutnya memperistri janda itu, dan juga mati tanpa meninggalkan anak. Demikianlah berturut-turut ketujuh orang bersaudara itu mati tanpa meninggalkan keturunan. Akhirnya perempuan itu juga mati.