Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Markus 2:2 - Firman Allah Yang Hidup

2 Rumah tempat Ia menginap penuh sesak dengan para pengunjung, bahkan di luar pintu pun orang berjejal-jejal. Ia mengkhotbahkan firman Allah kepada mereka.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

2 Lalu datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di depan pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

2 Lalu banyak orang datang. Mereka berkerumun di sana sampai tidak ada lagi tempat. Di pintu pun penuh sesak dengan orang. Lalu Yesus menyampaikan berita dari Allah kepada mereka.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

2 Maka segera saja banyak orang datang berkumpul untuk mendengarkan Dia mengajar tentang Firman TUHAN. Rumah itu menjadi penuh karena banyaknya orang, bahkan di depan pintu pun tidak ada lagi tempat untuk berdiri.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

2 Banyak orang berkumpul di sana untuk mendengar-Nya. Rumah itu menjadi penuh dan tidak ada tempat lagi, meskipun di depan pintu. Ketika Yesus sedang mengajar,

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

2 Begitu banyak orang datang dan berkumpul di dalam rumah untuk mendengar Yesus mengajar tentang Kabar Baik, sehingga penuh sesak, bahkan di depan pintu juga tidak ada tempat untuk berdiri.

Lihat babnya Menyalin




Markus 2:2
20 Referensi Silang  

Ia berkata kepada mereka,


Kemudian, setelah Yohanes ditangkap oleh Raja Herodes, Yesus pergi ke Galilea mengabarkan Berita Kesukaan dari Allah.


Tetapi sambil berjalan ia berseru-seru memberitakan kesembuhannya. Akibatnya, orang selalu mengerumuni Yesus, sehingga Ia tidak lagi dapat memasuki kota mana pun dengan terang-terangan, melainkan harus tinggal di daerah tandus yang tidak berpenduduk. Dan dari mana-mana orang datang menemui Dia di sana.


Beberapa hari kemudian Ia kembali ke Kapernaum dan kabar mengenai kedatangan-Nya segera tersiar ke seluruh kota.


Kemudian Yesus pergi lagi ke tepi danau dan berkhotbah kepada orang banyak yang mengerumuni-Nya.


Demikianlah, orang banyak itu sudah berada di sana ketika Yesus turun dari perahu. Ia merasa kasihan melihat mereka, karena mereka seperti domba yang tidak bergembala. Lalu Ia mengajarkan kepada mereka banyak perkara yang perlu mereka ketahui.


Sementara itu orang makin banyak saja, sehingga mereka berdesak-desakan dalam jumlah ribuan. Yesus berpaling kepada murid-murid-Nya dan memperingatkan mereka, “Berhati-hatilah terhadap ragi orang Farisi. Maksud-Ku kemunafikan mereka! Ini menyebar seperti ragi dan akhirnya semua adonan sudah mengembang.


Pada suatu hari ketika Ia sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan guru-guru agama duduk di dekat-Nya. (Rupanya mereka muncul dari setiap desa di seluruh Galilea dan Yudea, bukan hanya dari Yerusalem saja.) Pada-Nya ada kuasa untuk menyembuhkan yang sakit.


Tidak lama setelah itu Yesus membawa para murid-Nya mengadakan perjalanan ke kota-kota dan desa-desa di Galilea untuk memberitakan kedatangan Kerajaan Allah.


“Inilah artinya: Benih itu adalah firman Allah kepada manusia.


Selama masa penganiayaan setelah Stefanus mati dirajam, banyak orang percaya melarikan diri dari Yerusalem. Mereka pergi sampai ke Fenisia, Siprus, dan Antiokhia sambil menyebarluaskan Berita Kesukaan, tetapi hanya kepada orang-orang Yahudi saja.


dan setelah mengabarkan Berita Kesukaan di Perga, mereka berangkat ke Atalia.


Kemudian mereka melintasi Frigia dan Galatia, sebab pada waktu itu Roh Kudus melarang mereka memasuki provinsi Asia (Turki).


Setelah bersaksi dan berkhotbah di Samaria, Petrus dan Yohanes kembali ke Yerusalem. Dalam perjalanan pulang mereka singgah di beberapa kampung di Samaria untuk mengabarkan Berita Kesukaan kepada orang-orang di situ.


Sebaliknya, Kitab Suci berkata, “Firman Allah dekat denganmu; itu ada di mulut dan hatimu.” Itulah pesan tentang iman yang kami beritakan.


mengabarkan firman Allah pada setiap kesempatan dalam segala keadaan. Nasihati dan tegurlah sidang jemaatmu bilamana perlu, anjurkanlah supaya mereka melakukan yang benar, dan dengan sabar berilah mereka santapan dari firman Allah.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan