Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Lukas 4:20 - Firman Allah Yang Hidup

20 Ia menutup kitab itu dan menyerahkannya kembali kepada petugas, lalu duduk. Semua yang hadir di rumah ibadat itu memandang Dia dengan penuh perhatian.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

20 Yesus menggulung kembali buku itu, dan mengembalikannya kepada petugas, lalu duduk. Semua orang di dalam rumah ibadat itu memandang-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

20 Kemudian Yesus menggulung kitab itu dan mengembalikannya kepada petugas, lalu Dia duduk. Setiap orang yang hadir di rumah pertemuan itu memperhatikan-Nya dengan serius.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

20 Yesus menutup buku itu, mengembalikan kepada petugas, lalu duduk. Sementara semua orang di dalam rumah ibadah memperhatikan Dia,

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

20 Lalu Dia digulung kembali gulungan itu dan memberikannya kepada sang petugas. Kemudian duduklah Yesus. Setiap orang yang hadir di rumah ibadah itu menatap-Nya.

Lihat babnya Menyalin




Lukas 4:20
13 Referensi Silang  

Kemudian Yesus bertanya kepada orang banyak itu, “Apakah Aku ini seorang perampok yang membahayakan, sehingga untuk menangkap Aku kalian harus mempersenjatai diri dengan pedang dan pentung? Setiap hari Aku duduk dan mengajar di Bait Allah. Mengapa kalian tidak menangkap Aku di sana?


serta meletakkannya di kubur miliknya sendiri yang masih baru, yang dibuat di dalam bukit batu. Sebelum pergi, digulingkannya sebuah batu besar untuk menutupi pintu kubur itu.


Tetapi mereka tidak dapat melakukannya, sebab orang banyak tertarik kepada-Nya dan suka sekali mendengarkan Dia.


Kepada-Nya diberikan Kitab Nabi Yesaya, dan Ia membukanya pada ayat yang berbunyi:


Ia berkata kepada mereka, “Pada hari ini ayat-ayat itu sudah digenapi!”


Ia naik ke dalam salah satu perahu dan minta agar Simon, pemilik perahu itu, mendorong perahu agak ke tengah, supaya Ia dapat mengajar orang banyak sambil duduk di perahu.


Tetapi keesokan harinya pagi-pagi benar Ia sudah berada lagi di Bait Allah. Orang banyak segera berkumpul, lalu Ia duduk serta berkata-kata kepada mereka.


Pada hari Sabat kami pergi ke tepi sungai tidak jauh dari batas kota, di mana, seperti yang kami duga, sebuah jemaat Yahudi yang kecil berkumpul untuk berdoa. Kami mengajarkan firman Allah kepada beberapa orang wanita yang datang ke situ.


Petrus mempergunakan kesempatan itu untuk berbicara kepada orang banyak, katanya, “Hai orang-orang Israel, apakah yang mengherankan mengenai hal ini? Dan mengapa Saudara menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan dengan kuasa dan kesalehan kami sendiri?


Ikuti kami:

Iklan


Iklan