Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Kisah Para Rasul 21:8 - Firman Allah Yang Hidup

8 Kemudian kami meneruskan perjalanan ke Kaisarea dan tinggal di rumah Penginjil Filipus, salah seorang dari ketujuh diakon yang pertama.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

8 Keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu salah satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

8 Besoknya kami berangkat pula, lalu sampai di Kaisarea. Di situ kami pergi kepada penginjil yang bernama Filipus, lalu tinggal di rumahnya. Ia adalah salah satu dari ketujuh orang yang terpilih di Yerusalem.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

8 Besoknya, kami menemani Paulus berlayar lagi dan tiba di kota Kaisarea. Di situ kami pergi kepada Filipus dan tinggal di rumahnya. Filipus ini memiliki kemampuan rohani untuk mengabarkan berita keselamatan. Dia juga salah satu dari ketujuh orang yang dulu dipilih sebagai petugas jemaat untuk melayani kebutuhan para janda.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

8 Keesokan harinya, kami meninggalkan Ptolemais dan pergi ke kota Kaisarea. Kami pergi ke rumah Filipus, seorang pemberita Kabar Baik dan tinggal di rumahnya. Filipus adalah salah satu dari tujuh pelayan yang dipilih untuk melayani gereja.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

8 Keesokan harinya kami berangkat ke Kaisarea. Kami tinggal di rumah Filipus penginjil (salah satu dari Tujuh).

Lihat babnya Menyalin




Kisah Para Rasul 21:8
18 Referensi Silang  

Di Kaisarea tinggallah seorang perwira Romawi, kapten resimen Italia, bernama Kornelius.


Karena penglihatan itu kami memutuskan untuk pergi ke Makedonia, sebab kami menarik kesimpulan bahwa Allah mengutus kami ke sana untuk mengabarkan Berita Kesukaan.


Pada hari Sabat kami pergi ke tepi sungai tidak jauh dari batas kota, di mana, seperti yang kami duga, sebuah jemaat Yahudi yang kecil berkumpul untuk berdoa. Kami mengajarkan firman Allah kepada beberapa orang wanita yang datang ke situ.


Pada suatu hari ketika kami sedang berjalan menuju ke tempat sembahyang di tepi sungai itu, kami berjumpa dengan seorang hamba perempuan yang dirasuk roh jahat. Ia seorang tukang ramal dan menghasilkan banyak uang bagi tuan-tuannya.


Perhentian berikutnya ialah pelabuhan Kaisarea. Dari sana ia mengunjungi jemaat di Yerusalem dan setelah itu berlayar ke Antiokhia.


Ia mengambil jalan darat menuju ke Asos, dan kami berangkat lebih dahulu dengan kapal.


Setelah Perayaan Roti Tidak Beragi selesai, kami menumpang kapal dari Filipi di Makedonia, dan lima hari kemudian sampailah kami di Troas. Di situ kami tinggal seminggu lamanya.


Beberapa murid dari Kaisarea menyertai kami dan ketika sampai di Yerusalem, kami dibawa ke rumah Manason untuk menginap. Ia berasal dari Siprus dan sudah lama menjadi murid.


Kemudian kepala pasukan memanggil dua orang perwira serta berkata, “Siapkan dua ratus prajurit untuk berangkat ke Kaisarea pada jam sembilan nanti malam! Bawalah pula dua ratus anggota pasukan lembing dan tujuh puluh anggota pasukan berkuda! Sediakan kuda tunggangan untuk Paulus dan bawalah dia dengan selamat kepada Gubernur Feliks.”


Akhirnya diadakanlah persiapan untuk mengirimkan kami ke Roma dengan kapal. Paulus dan beberapa orang tahanan yang lain diserahkan ke bawah pengawasan Yulius, seorang perwira pasukan Kaisar.


Tiga bulan sesudah kapal kami terdampar, barulah kami berlayar lagi. Kali ini kami menumpang kapal bernama “Si Anak Kembar” dari Aleksandria, yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu.


Setibanya di Roma, Paulus dibolehkan tinggal di tempat yang dikehendakinya dengan dijaga oleh seorang prajurit.


Segenap jemaat menyetujui usul itu, maka diangkatlah orang-orang yang berikut: Stefanus (orang yang sangat kuat imannya serta dipenuhi Roh Kudus), Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, Nikolaus dari Antiokhia (orang bukan Yahudi yang menganut agama Yahudi, dan kemudian menjadi orang Kristen).


Namun, ketika teman-teman Saulus mengetahui bahaya itu, mereka membawa dia ke Kaisarea, dan kemudian membantu dia pulang ke Tarsus.


Beberapa di antara kita diberi kecakapan khusus sebagai rasul, beberapa yang lain diberi-Nya karunia menyampaikan pesan-Nya, beberapa orang mempunyai kecakapan membawa orang kepada Kristus dan menolong mereka memercayai Dia sebagai Juru Selamat, yang lain lagi mempunyai kepandaian untuk memelihara umat Allah seperti seorang gembala memelihara domba-dombanya, menuntun, dan mengajar mereka berjalan pada jalan Allah.


Hendaklah engkau senantiasa sadar dan berjaga-jaga terhadap segala bahaya tersebut. Jangan takut menderita bagi Tuhan. Bimbinglah orang-orang lain kepada Kristus. Laksanakanlah segala tugas kewajibanmu.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan