Kisah Para Rasul 2:10 - Firman Allah Yang Hidup10 Frigia, Pamfilia, Mesir, daerah-daerah Libia yang berbahasa Kireni, pengunjung-pengunjung dari Roma, baik orang-orang Yahudi maupun orang-orang lain yang masuk agama Yahudi, Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 210 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini10 dari Frigia dan Pamfilia, dari Mesir dan daerah-daerah Libia dekat Kirene; ada dari kita yang datang dari Roma, Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia10 juga daerah Frigia, Pamfilia, Mesir, bagian-bagian Libia yang dekat kota Kirene, dan dari ibukota Roma. Kita yang berkumpul adalah orang Yahudi dan orang dari bangsa-bangsa lain yang sudah menjadi pengikut agama Yahudi, Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca10 Frigia, Pamfilia, Mesir, daerah-daerah Libia dekat kota Kirene, kota Roma, Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua10 Frigia, Pamfilia, Mesir, daerah-daerah di wilayah Libia dekat Kirene, pendatang dari Roma, baik mereka penganut agama Yahudi maupun yang baru ikut, Lihat babnya |
Di situ ia berkenalan dengan seorang orang Yahudi kelahiran Pontus, bernama Akwila, yang baru tiba dari Italia bersama dengan istrinya, Priskila. Mereka harus meninggalkan Italia karena perintah Kaisar Klaudius, yang melarang orang Yahudi berada di Roma. Paulus tinggal dan bekerja bersama-sama dengan mereka, karena seperti Paulus, mereka juga tukang kemah.
Segenap jemaat menyetujui usul itu, maka diangkatlah orang-orang yang berikut: Stefanus (orang yang sangat kuat imannya serta dipenuhi Roh Kudus), Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, Nikolaus dari Antiokhia (orang bukan Yahudi yang menganut agama Yahudi, dan kemudian menjadi orang Kristen).
Lalu selama tiga setengah hari mayat mereka tergeletak di jalan di Yerusalem, kota yang secara tepat digambarkan sebagai “Sodom” atau “Mesir”—tempat Tuhan mereka disalibkan. Tidak seorang pun dibolehkan mengubur mereka dan orang-orang dari negara, suku, bahasa, dan bangsa, berkerumun di sekelilingnya untuk melihat mereka.