Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Kisah Para Rasul 15:9 - Firman Allah Yang Hidup

9 Mereka tidak dibedakan dari kita, sebab seperti halnya Ia menyucikan hidup kita melalui iman, demikian juga Ia menyucikan hidup mereka.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

9 dan Ia sama sekali tidak membeda-bedakan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

9 Allah tidak membeda-bedakan kita dengan mereka. Ia menyucikan hati mereka, karena mereka percaya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

9 Allah sama sekali tidak membeda-bedakan antara kita dengan mereka. Sama seperti yang terjadi pada kita, saat mereka percaya, Allah juga membersihkan hati mereka.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

9 Bagi Allah, mereka tidak ada bedanya dengan kita. Ketika mereka percaya, Allah menyucikan hati mereka.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

9 Allah tidak membedakan antara kita dengan mereka — Dia membersihkan hati mereka ketika mereka percaya kepada-Nya.

Lihat babnya Menyalin




Kisah Para Rasul 15:9
24 Referensi Silang  

Suara itu berkata lagi, “Apa yang dihalalkan oleh Allah, jangan engkau haramkan!”


Petrus berkata kepada mereka, “Saudara-Saudara tahu bahwa hukum Yahudi tidak membenarkan saya memasuki rumah orang bukan Yahudi seperti ini. Tetapi dalam suatu penglihatan, Allah telah menyatakan kepada saya, bahwa saya tidak boleh memandang rendah siapa pun.


Kemudian Petrus menyahut, “Sekarang saya dapat mengerti, bahwa yang dikasihi Allah bukan hanya bangsa Yahudi saja!


Roh Kudus menyuruh saya pergi bersama dengan mereka, meskipun mereka bukan orang Yahudi! Keenam saudara ini menyertai saya, dan kami pun sampailah di rumah orang yang telah mengirimkan utusan-utusan itu.


Di Ikonium, Paulus dan Barnabas bersama-sama pergi ke rumah ibadat dan berkhotbah dengan kuasa sedemikian rupa, hingga baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi banyak yang percaya.


Setibanya di sana, mereka menghimpun orang-orang percaya dan melaporkan perjalanan mereka serta menceritakan bagaimana Allah telah membuka pintu iman bagi orang-orang bukan Yahudi.


Jadi, apakah kita orang Yahudi lebih baik daripada orang lain? Sama sekali tidak, sebab telah kita tunjukkan bahwa semua orang berdosa, baik orang Yahudi maupun bukan.


Kepada: Orang-orang Kristen di Korintus yang dipanggil Allah menjadi umat-Nya dan yang menjadi diperkenan oleh-Nya karena Yesus Kristus. Dan kepada: semua umat Kristen di mana saja, yaitu yang berseru kepada Yesus Kristus, Tuhan kita dan Tuhan mereka.


Misalnya, seseorang yang sudah dikhitan dalam upacara Yahudi sebelum ia menjadi orang Kristen, tidak usah merisaukan hal itu. Dan kalau ia belum dikhitan, tidak usah ia dikhitan.


Kita bukan lagi orang Yahudi atau orang Yunani, hamba atau orang merdeka, bahkan bukan lagi pria atau wanita, tetapi semuanya sama—kita adalah orang Kristen, kita satu di dalam Kristus Yesus.


Bagi kita yang bersatu dengan Yesus Kristus, tidak usah menghiraukan apakah kita sudah dikhitan atau belum. Yang penting adalah iman yang bekerja melalui kasih.


Inilah rahasianya: bahwa orang bukan Yahudi bersama dengan orang Yahudi akan mendapat bagiannya yang penuh dari segala harta yang diwariskan kepada anak-anak Allah. Keduanya diajak untuk menjadi anggota jemaat-Nya. Segala janji Allah berupa berkat-berkat yang penuh kuasa melalui Kristus berlaku bagi keduanya, apabila mereka menerima Berita Kesukaan tentang Kristus dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.


Dalam hidup baru ini tidak penting apakah orang Yunani atau orang Yahudi, orang dikhitan atau tidak, apakah seseorang tak berpendidikan atau bahkan biadab, budak, atau bebas. Hal-hal semacam itu tidak berarti apa-apa; yang penting ialah apakah orang itu memiliki Kristus, yang hidup dalam semua.


Sekarang Saudara dapat memiliki kasih sejati terhadap setiap orang, sebab pada waktu Saudara percaya bahwa Kristus menyelamatkan Saudara, jiwa Saudara telah dibersihkan dari sifat mementingkan diri sendiri dan dari kebencian. Jadi, berusahalah supaya Saudara sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan