Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Kisah Para Rasul 10:7 - Firman Allah Yang Hidup

7 Setelah malaikat itu pergi, Kornelius memanggil dua orang hambanya dan salah seorang pengawal pribadinya, seorang prajurit yang saleh.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

7 Setelah malaikat yang berbicara dengan Kornelius itu pergi, Kornelius memanggil dua orang pelayan rumahnya dan seorang anggota tentara pengawalnya yang saleh.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

7 Sesudah malaikat itu pergi, Kornelius memanggil dua hambanya dan seorang tentara yang bertugas sebagai sekretaris pribadinya. Tentara itu juga penyembah Allah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

7 Lalu malaikat yang berbicara kepada Kornelius itu pergi. Kornelius segera memanggil dua orang pelayannya dan seorang prajurit. Prajurit ini adalah seorang saleh, salah satu dari pelayan pribadinya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

7 Ketika malaikat yang memberikan pesan itu sudah pergi, Kornelius memanggil dua orang pekerja rumahnya dan seorang prajurit pengawal pribadinya yang juga seorang yang menyembah Allah.

Lihat babnya Menyalin




Kisah Para Rasul 10:7
13 Referensi Silang  

Setelah mereka berangkat, seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi. “Bangun dan larilah ke Mesir bersama-sama dengan Anak itu dan ibu-Nya,” kata malaikat itu, “dan tinggallah di sana sampai aku menyuruh engkau kembali, karena Raja Herodes sedang berusaha membunuh Anak itu.”


Pada hari itu seorang laki-laki bernama Simeon, yang tinggal di Yerusalem, berada di Bait Allah. Ia orang yang baik, sangat saleh, penuh dengan Roh Kudus. Ia selalu berharap bahwa Mesias akan segera datang.


“Dan kami bagaimana?” tanya beberapa orang prajurit. “Jangan memeras orang dengan ancaman dan kekerasan. Jangan mendakwa siapa pun mengenai sesuatu yang kalian tahu tidak dilakukannya. Puaslah dengan gaji kalian!”


Kepada mereka diceritakannya apa yang telah terjadi, lalu disuruhnya mereka pergi ke Yope.


Jika majikannya orang Kristen, ini bukanlah alasan untuk memperlambat pekerjaan, melainkan ia harus bekerja lebih keras lagi, karena jerih payahnya itu menolong seorang saudara seiman. Ajarkanlah kebenaran-kebenaran ini, Timotius, dan berilah dorongan kepada mereka sekalian untuk mematuhinya.


bukan hanya sebagai hamba semata-mata, melainkan lebih daripada itu, yaitu sebagai seorang saudara yang dikasihi, teristimewa bagiku. Bagimu juga sekarang ia lebih berguna, karena ia bukan saja hambamu, melainkan juga saudaramu dalam Kristus.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan