Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Ibrani 9:26 - Firman Allah Yang Hidup

26 Andaikata demikian halnya, maka Ia harus mati berkali-kali sejak dunia ini dijadikan. Tetapi bukan demikian! Ia datang untuk mengurbankan diri-Nya satu kali saja pada zaman akhir, untuk menghapuskan kuasa dosa atas kita dengan kematian-Nya.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Akan tetapi, sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa dengan kurban diri-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

26 Sebab kalau demikian, itu berarti Ia sudah berulang-ulang menderita sejak dunia ini diciptakan. Tetapi nyatanya, sekarang pada zaman akhir ini, Ia datang satu kali saja untuk menghapus dosa dengan mengurbankan diri-Nya sendiri.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

26 Kalau Kristus harus mempersembahkan diri-Nya berulang kali, Ia pasti telah menderita berkali-kali sejak dunia diciptakan. Akan tetapi, Yesus datang untuk mempersembahkan diri-Nya sekali saja. Dan sekali itu cukup untuk selamanya. Ia datang pada waktu dunia mendekati kesudahannya untuk menghapuskan dosa-dosa dengan memberikan diri-Nya sebagai korban.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

26 Jika tidak, Kristus harus menderita berkali-kali sejak penciptaan dunia. Tidak: hanya sekali ini di akhir zaman sekarang Dia datang untuk menghapus dosa dengan mengorbankan diri-Nya sendiri.

Lihat babnya Menyalin




Ibrani 9:26
36 Referensi Silang  

Musuh yang menabur benih semak duri di antara benih gandum ialah setan; musim panen ialah akhir dunia ini, dan para penuai ialah para malaikat.


“Sama seperti dalam perumpamaan itu semak duri dipisahkan dan dibakar, demikian jugalah akan terjadi pada akhir dunia ini.


“Kemudian Aku, Raja itu, akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Ku, ‘Marilah, hai kalian yang diberkati Bapa-Ku, masuklah ke dalam Kerajaan yang sudah disediakan bagi kalian sejak dunia diciptakan.


Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya, lalu ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia ini!


Bapa, Aku ingin agar mereka bersama-sama dengan Aku—mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku—sehingga mereka dapat melihat kemuliaan-Ku. Engkau memberikan kemuliaan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sejak sebelum dunia ini diciptakan.


Semua ini menimpa mereka sebagai contoh bagi kita, sebagai pelajaran dan peringatan, supaya kita jangan melakukan hal-hal yang demikian. Semua ini dituliskan supaya kita dapat membacanya dan menarik pelajaran daripadanya pada masa kini, menjelang akhir zaman.


Tetapi ingatlah bahwa selama ahli waris yang sah masih di bawah umur, tidak ada perbedaan antara dia dan seorang budak, walaupun sesungguhnya ia memiliki segala kekayaan ayahnya.


Tujuan Allah ialah supaya apabila waktunya tiba, segala sesuatu di surga dan di bumi akan dipersatukan di bawah pemerintahan Kristus.


Kasihilah orang lain dengan mengikuti teladan Kristus yang mengasihi Saudara, dan yang memberikan diri-Nya kepada Allah sebagai suatu kurban yang menghilangkan dosa Saudara. Dan Allah bersenang hati, sebab kasih Kristus kepada Saudara bagaikan wangi-wangian yang harum bagi-Nya.


Ia mati untuk menanggung hukuman Allah atas dosa kita. Dengan demikian Ia dapat menyelamatkan kita dari kejatuhan ke dalam dosa yang terus-menerus, dan menjadikan kita umat-Nya sendiri dengan hati yang disucikan dan kegairahan untuk berbuat baik.


Tetapi pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Kepada-Nya Ia telah memberikan segala sesuatu, dan dengan perantaraan Dia, Allah menciptakan alam semesta serta segala sesuatu yang ada di dalamnya.


Menurut rencana yang baru ini, kita telah diampuni dan disucikan oleh kematian Kristus satu kali untuk selama-lamanya.


Tetapi Kristus sekali saja memberikan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai kurban karena dosa kita dan pengurbanan ini berlaku untuk selama-lamanya. Kemudian Ia duduk di tempat kemuliaan tertinggi di sebelah kanan Allah,


Jika sesudah mengenal kebenaran mengenai pengampunan, seseorang dengan sengaja berbuat dosa dengan menolak Juru Selamat, maka dosa ini tidak terhapuskan oleh kematian Kristus; tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari dosa ini.


Sebab tidak mungkin darah lembu jantan dan kambing dapat menghapuskan dosa.


Sebab hanya kita yang percaya kepada Allah dapat memasuki tempat perhentian-Nya. Ia telah berkata, “Dalam murka-Ku Aku bersumpah bahwa mereka tidak akan memasuki tempat perhentian-Ku,” walaupun pekerjaan-Nya telah selesai sejak dunia dijadikan.


Ia tidak pernah memerlukan darah binatang yang dipersembahkan setiap hari, seperti yang dilakukan imam-imam lain untuk menutupi dosa mereka sendiri dan kemudian dosa umat Israel; sebab Ia mengakhiri segala pengurbanan, sekali untuk selamanya, ketika Ia mengurbankan diri-Nya sendiri di kayu salib.


Sekali untuk selama-lamanya Ia membawa darah ke dalam ruangan kedua, Tempat Mahakudus, dan memercikkannya ke atas tutup pendamaian. Darah itu bukan darah kambing atau darah anak lembu, melainkan darah-Nya sendiri. Dengan darah-Nya itu Ia sendiri menjamin keselamatan kita yang kekal.


darah Kristus memiliki efek yang jauh lebih besar. Karena ketika Kristus, dipimpin oleh Roh Allah yang kekal, mempersembahkan diri-Nya kepada Allah, itu adalah pengorbanan yang tidak ada cacatnya. Itulah sebabnya darahnya membebaskan hati nurani kita dari beban dosa yang pada akhirnya menyebabkan kematian. Sekarang kita bebas untuk melayani Allah yang hidup.


Allah memilih Dia untuk tujuan ini jauh sebelum dunia dijadikan, tetapi baru pada zaman akhir ini Ia dinyatakan kepada umum sebagai berkat bagi Saudara.


Ia sendiri menanggung dosa kita di dalam tubuh-Nya, ketika Ia mati di kayu salib; sehingga kita dapat berhenti berdosa dan mulai sekarang kita hidup untuk kebenaran, sebab oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.


Kristus juga menderita. Ia mati satu kali untuk kita, orang-orang berdosa, meskipun Ia sendiri tidak pernah bersalah, supaya Ia dapat membawa kita dengan selamat ke rumah Allah. Tubuh-Nya mati, tetapi Roh Allah membangkitkan-Nya ke kehidupan baru.


Akhir dunia ini hampir tiba. Karena itu, waspada dan bijaksana, dan jangan biarkan apa pun menghalangi Saudara untuk berdoa.


Dan Saudara tahu bahwa Ia menjadi manusia agar dapat menghapus dosa kita, dan bahwa di dalam Dia tidak ada dosa, tidak ada perlawanan terhadap kehendak Allah pada saat mana pun dan dengan cara bagaimanapun juga.


Tetapi, jika Saudara terus-menerus berbuat dosa, hal itu menunjukkan bahwa Saudara milik Iblis, yang tetap pada perbuatan dosanya sejak ia pertama kali berdosa. Tetapi Anak Allah datang untuk memusnahkan pekerjaan-pekerjaan Iblis itu.


Dan semua orang—yang sebelum dunia dijadikan, namanya tidak tercatat dalam Kitab Kehidupan Anak Domba Allah yang telah tersembelih—menyembah binatang yang jahat itu.


Binatang yang sudah kaulihat itu dahulu ada di sana, tetapi sekarang sudah tidak ada. Namun ia akan muncul dari lubang maut yang tidak terhingga dalamnya, lalu menuju kebinasaan kekal. Penduduk dunia yang namanya tidak tercatat dalam Kitab Kehidupan sebelum dunia dijadikan, akan terheran-heran melihat dia muncul lagi sesudah mati.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan