9 menjadi satu dengan Dia. Saya tidak lagi menggantungkan keselamatan saya pada perbuatan baik atau ketaatan kepada hukum Allah, melainkan kepada kepercayaan bahwa Kristus menyelamatkan saya, sebab Allah membenarkan kita di hadapan hadirat-Nya atas dasar iman kita, yaitu berharap hanya kepada Kristus saja.
9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
9 dan betul-betul bersatu dengan Dia. Hubungan yang baik dengan Allah tidak lagi saya usahakan sendiri dengan jalan taat kepada hukum agama. Sekarang saya mempunyai hubungan yang baik dengan Allah, karena saya percaya kepada Kristus. Jadi, hubungan yang baik itu datang dari Allah, dan berdasarkan percaya kepada Yesus Kristus.
9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
9 Jadi saya hanya ingin terus bersatu dengan Dia. Saya dibenarkan di hadapan Allah bukan karena hasil usaha saya dalam menaati hukum Taurat, melainkan hanya karena Kristus! Ya, saya percaya penuh pada apa yang Kristus kerjakan, dan hanya dengan keyakinan itulah saya dibenarkan di hadapan Allah.
9 Aku ingin menjadi milik-Nya. Aku ingin menjadi benar di hadapan Allah, dan aku mengerti kalau aku tidak bisa melakukan itu dengan mengikuti hukum Taurat. Aku harus membiarkan Allah membuat aku menurut cara-Nya, melalui kesetiaan Kristus. Sesungguhnya, Allah membuat kita benar dengan-Nya sebab kita percaya kepada Kristus.
9 Saya ingin ditemukan di dalam dia, tidak menjadi benar karena apa yang telah saya lakukan, atau apa yang dituntut oleh hukum, tetapi dibenarkan melalui keyakinan di dalam Kristus, diluruskan oleh Allah melalui kepercayaan kepada-Nya.
Kemudian Ia menambahkan, “Pergi dan pelajarilah arti ayat Kitab Suci ini, “ ‘Bukan kurban dan persembahan yang Aku ingini, melainkan Aku ingin supaya kamu berbelas kasihan.’ “Aku datang ke dunia ini bukan untuk orang-orang yang benar, melainkan untuk orang-orang yang berdosa, untuk mengajak mereka kembali kepada Allah.”
Berita Kesukaan ini menyatakan kepada kita bahwa Allah menyiapkan kita untuk surga, yaitu membenarkan kita di hadirat-Nya, apabila kita beriman kepada Yesus Kristus dan percaya bahwa Ia menyelamatkan kita. Ini terjadi semata-mata karena iman. Sebagaimana tercantum dalam Kitab Suci, “Orang yang beriman kepada Allah mendapatkan persetujuan-Nya dan kehidupan.”
Kemudian juga kepada kerabat saya Andronikus dan Yunias, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan saya. Mereka disegani di antara para rasul dan sudah menjadi orang Kristen sebelum saya.
Sebelumnya, dosa menguasai semua orang dan membawa mereka kepada kematian, tetapi sekarang kebaikan Allah menguasai kita dan membenarkan kita di hadapan-Nya, sehingga kita memperoleh hidup kekal melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kita tidak diselamatkan dari cengkeraman dosa hanya dengan mengenal hukum-hukum Allah, karena kita tidak dapat menaatinya; tetapi Allah melaksanakan rencana lain bagi keselamatan kita. Ia mengutus Anak-Nya sendiri dengan tubuh jasmani seperti kita dan dalam tubuh manusia itu menghancurkan kuasa dosa atas kita dengan jalan menyerahkan diri-Nya sebagai kurban bagi dosa kita.
Sebab hanya dari Allah sajalah Saudara memiliki hidup melalui Yesus Kristus. Melalui-Nya Dia telah memberi Saudara segalanya: Kristus adalah hikmat Allah bagi kita. Ia membuat kita benar di hadapan Allah, melalui Dia kita milik umat Allah yang kudus, dan melalui Dia kita terbebas dari dosa.
Pada saat seseorang menjadi orang Kristen, ia menjadi orang yang hatinya sama sekali baru. Ia tidak lagi seperti dahulu. Ia mulai menempuh hidup yang baru!
Walaupun begitu, sekarang kita tahu bahwa kita tidak dapat dibenarkan di hadapan Allah dengan menaati hukum-hukum Yahudi, melainkan karena iman kepada Yesus Kristus. Jadi, kita juga percaya kepada Yesus Kristus karena diyakinkan bahwa kita hanya diterima oleh Allah dengan iman dan bukan karena kita memenuhi persyaratan Hukum Taurat. Sebab tidak seorang pun diselamatkan dengan menaati hukum itu.”
Dan tentang ketulusan? Ya, saya demikian tulusnya, sehingga saya menganiaya sidang jemaat. Saya berusaha menaati setiap peraturan dan adat istiadat Yahudi sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya.
Dialah yang menyelamatkan kita dan memilih kita untuk pekerjaan-Nya yang kudus, bukan karena kita layak, melainkan karena itulah yang telah direncanakan-Nya lama sebelum dunia ini diciptakan—untuk menunjukkan kasih dan kebaikan-Nya kepada kita melalui Kristus.
Ia menyelamatkan kita. Bukan karena kita ini cukup baik untuk diselamatkan, melainkan semata-mata karena kemurahan dan pengasihan-Nya. Ia membasuh kita menjadi bersih, memberi kita kelahiran baru dan kehidupan baru melalui Roh Kudus,
Kepada kita diberikan-Nya keduanya, baik janji maupun sumpah-Nya, dua hal yang dapat kita pegang, karena Allah mustahil berdusta. Semua orang yang datang kepada-Nya untuk diselamatkan dapat berbesar hati karena kepastian yang demikian dari Allah. Sekarang mereka dapat merasa yakin, bahwa Ia akan memberikan kepada mereka keselamatan yang telah dijanjikan-Nya.
Dari: Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus. Kepada: Saudara sekalian yang seiman dengan kami. Iman yang saya maksudkan ialah yang diberikan oleh Yesus Kristus, Allah dan Juru Selamat kita. Betapa berharganya iman itu, dan betapa adil dan baiknya Dia, yang telah memberikannya kepada kita masing-masing.