Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




Filipi 1:20 - Firman Allah Yang Hidup

20 Karena hasrat dan harapan hidup saya ialah agar saya tidak melakukan sesuatu yang akan mendatangkan aib, tetapi agar sementara saya mengalami berbagai cobaan di penjara ini, saya selalu siap sedia mempertahankan Kristus dengan berani seperti yang saya lakukan dahulu; dan agar saya selalu mendatangkan kemuliaan bagi Kristus, entah saya hidup entah saya mati.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

20 Yang saya sangat inginkan dan harapkan ialah supaya jangan sekali-kali saya gagal dalam tugas saya. Sebaliknya saya berharap supaya setiap saat, terutama sekali sekarang, saya dapat bersikap berani sehingga dengan segenap jiwa raga saya -- baik saya hidup atau saya mati -- Kristus dimuliakan.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

20 Saya sungguh-sungguh berharap supaya saya tidak gagal dalam melaksanakan tugas saya ini dan tidak menjadi malu di hadapan Tuhan. Saya hanya ingin dapat terus bersaksi dengan penuh keberanian seperti biasanya. Dengan begitu, Kristus selalu dimuliakan melalui apa pun yang terjadi atas diri saya, baik kehidupan maupun kematian saya.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

20 Aku sangat berharap bahwa aku tidak akan punya alasan untuk dipermalukan. Aku yakin aku terus mempunyai keberanian yang sama untuk berbicara dengan bebas seperti biasanya. Selama aku di sini di dalam tubuh ini, aku ingin membawa kehormatan bagi Kristus, baik melalui kehidupanku maupun kematianku.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

20 Sebab saya sangat berharap dan berkeinginan untuk tidak melakukan hal-hal yang akan membuat saya malu. Sebaliknya saya berani berharap, seperti biasanya, bahwa bahkan saat ini Kristus akan sangat dihormati melalui saya, apakah saya hidup atau mati.

Lihat babnya Menyalin




Filipi 1:20
41 Referensi Silang  

Yesus mengatakan hal ini hendak memberitahukan bagaimana Petrus akan mati untuk memuliakan Allah. Kemudian Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.”


Tetapi apalah artinya hidup saya ini, jika saya tidak melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepada saya oleh Tuhan Yesus, yaitu mengabarkan Berita Kesukaan mengenai kasih dan kebaikan Allah Yang Mahabesar.


Tetapi ia berkata, “Mengapa Saudara menangis dan menghancurkan hati saya? Sebab bukan saja saya rela dipenjarakan di Yerusalem, melainkan juga rela mati bagi Tuhan Yesus.”


Setelah mereka selesai berdoa, bergoncanglah bangunan tempat mereka bersekutu dan mereka semua dipenuhi Roh Kudus, lalu dengan berani mereka memberitakan firman Allah.


Karena itu, Saudara sekalian yang saya kasihi, saya mohon supaya Saudara melayani Allah dengan seluruh hidup kalian, mempersembahkan dirimu sebagai suatu persembahan yang hidup dan suci, suatu persembahan yang menyukakan hati-Nya. Melayani Dia dengan cara ini adalah ibadat sejati dan balasan yang pantas untuk kasih-Nya.


Kalau sudah begitu, apa pun yang terjadi, kita dapat hidup dengan tabah, karena kita tahu bahwa segalanya baik. Kita menyadari betapa besar kasih Allah kepada kita, dan kasih ini kita rasakan dalam segenap diri kita, karena Allah telah memberikan Roh Kudus untuk memenuhi hati kita dengan kasih-Nya.


Jangan biarkan satu pun dari anggota tubuh Saudara diperalat oleh kejahatan untuk berbuat dosa, melainkan serahkanlah diri Saudara sebulat-bulatnya kepada Allah, sebab Saudara telah dihidupkan dari kematian dan Saudara ingin supaya dijadikan alat dalam tangan Allah bagi maksud-maksud-Nya yang baik.


Saya berkata-kata dengan memakai perumpamaan tentang hamba dan tuan supaya mudah dipahami: seperti halnya Saudara dahulu menjadi hamba segala macam dosa, sekarang Saudara harus menjadi hamba segala sesuatu yang benar dan suci.


Karena dengan sabar dan penuh harap segala ciptaan menantikan hari Allah akan menyatakan anak-anak-Nya dalam kemuliaan mereka di depan semua mata.


Allah memperingatkan mereka mengenai hal ini dalam Kitab Suci, “Aku telah meletakkan sebuah Batu di Sion, yang akan membuat banyak orang tersandung dan jatuh, tetapi orang yang percaya kepada-Nya tidak akan dikecewakan.”


Sesungguhnya setiap hari saya menghadapi ancaman maut. Hal ini sama benarnya seperti kebanggaan saya melihat pertumbuhan iman Saudara sekalian di dalam Tuhan.


karena Allah telah membeli Saudara dengan harga yang mahal sekali. Jadi, pakailah setiap bagian tubuh Saudara untuk memuliakan Allah, karena Dialah yang memilikinya.


Perhatiannya terbagi-bagi. Demikian juga halnya dengan wanita yang bersuami. Ia menghadapi persoalan yang sama. Gadis yang tidak menikah berhasrat menyenangkan Tuhan dengan seluruh pribadinya dan dengan segala yang dilakukannya. Tetapi wanita yang bersuami harus memikirkan hal-hal lain seperti mengurus rumah tangga dan bagaimana ia menyenangkan suaminya.


Mungkin kedengarannya saya terlalu bermegah-megah atas wewenang saya terhadap Saudara—wewenang untuk menolong, dan bukan untuk mencelakakan—tetapi saya dapat membuktikannya.


Karena kami memiliki harapan ini, maka kami dapat berbicara dengan penuh keberanian,


Tubuh kami ini senantiasa menghadapi ancaman maut, sama halnya dengan Yesus. Itu terjadi agar kehidupan Yesus yang dibangkitkan juga akan terlihat pada kami.


Ia mati bagi semua orang, supaya yang hidup, yaitu yang telah menerima hidup kekal dari Yesus Kristus, tidak lagi hidup untuk diri sendiri, dan mencari kesenangan sendiri, tetapi hidup untuk menyenangkan Kristus, yang mati dan bangkit kembali untuk mereka.


Sebelumnya sudah saya katakan kepadanya apa yang akan terjadi—saya membanggakan Saudara di hadapannya—dan Saudara tidak mengecewakan saya. Saya selalu mengatakan yang benar kepada Saudara dan sekarang ternyata, bahwa yang saya katakan kepada Titus juga benar.


Saya menaruh kepercayaan yang besar kepada Saudara dan Saudara sangat saya banggakan. Saudara telah memberi saya banyak dorongan. Saya harus menanggung banyak penderitaan, tetapi Saudara memberi saya sukacita yang sangat besar.


Lagipula, karena saya dipenjarakan, banyak orang Kristen di sini rupanya tidak lagi takut dibelenggu! Bagaimanapun juga, kesabaran saya telah membangkitkan semangat mereka; dan mereka menjadi makin berani dalam memberitakan Kristus kepada orang lain.


Dan bahkan seandainya saya harus mati dan darah saya akan dicurahkan ke atas iman Saudara, sebagai kurban persembahan kepada Allah, saya akan senang dan akan bersukacita bersama dengan Saudara.


Apa pun yang harus saya derita demi Saudara sekalian, saya senang tentang itu. Ukuran penderitaan yang harus saya hadapi untuk Kristus belum penuh. Dan saya menderita untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.


Semoga Allah damai sejahtera itu sendiri menjadikan Saudara benar-benar bersih serta berserah kepada-Nya dan semoga roh, jiwa, dan tubuh Saudara tetap kuat dan tidak bercela sampai hari Tuhan kita Yesus Kristus datang lagi.


Tetapi menderita karena menjadi orang Kristen bukanlah sesuatu yang memalukan. Pujilah Allah karena kita diberi hak istimewa menjadi milik Kristus dan membawa nama-Nya!


Dan sekarang, Anak-anakku, tetaplah tinggal dalam persekutuan indah dengan Tuhan, sehingga apabila Ia datang, Saudara dapat yakin bahwa segala sesuatu dalam keadaan beres, sehingga Saudara tidak usah malu atau takut bertemu dengan Dia.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan