Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




2 Timotius 2:15 - Firman Allah Yang Hidup

15 Bekerjalah dengan keras untuk layak dipuji Allah, seperti seorang pekerja yang tidak perlu merasa malu dengan pekerjaannya, seperti seorang yang memberitakan firman kebenaran dengan tepat.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

15 Hendaklah engkau berusaha sungguh-sungguh supaya diakui oleh Allah sebagai orang yang layak bekerja bagi-Nya. Berusahalah supaya engkau tidak malu mengenai pekerjaanmu, melainkan mengajarkan dengan tepat ajaran-ajaran benar dari Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

15 Berusahalah sungguh-sungguh supaya Allah mengakuimu sebagai hamba yang pantas bekerja bagi-Nya, sehingga kamu tidak akan merasa malu, sebab kamu selalu mengajarkan kebenaran Allah dengan tepat.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

15 Berusahalah dengan sebaik mungkin untuk menjadi orang yang diterima Allah. Jadilah pekerja yang tidak malu akan pekerjaannya, membagi ajaran benar dengan seksama.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

15 Pastikan kamu bekerja keras sehingga kamu dapat mempersembahkan diri kamu kepada Allah dan mendapatkan persetujuan-Nya. Jadilah pekerja yang tidak perlu malu, menggunakan kata kebenaran dengan benar.

Lihat babnya Menyalin




2 Timotius 2:15
29 Referensi Silang  

Lalu Ia menambahkan, “Para ahli hukum Yahudi yang sudah menjadi murid-Ku, memiliki harta (Perjanjian) yang baru maupun yang lama.”


Ia memakai banyak perumpamaan semacam itu untuk mengajar orang sebanyak yang dapat mereka pahami.


Tuhan menjawab, “Seorang hamba yang setia, akan menerima tanggung jawab dari tuannya untuk mengatur hamba-hambanya yang lain dan memberi mereka makan. Berbahagialah hamba itu, jika pada waktu tuannya kembali, tuannya mendapati ia melaksanakan tugasnya dengan setia. Sesungguhnya Aku berkata kepada kalian: Tuannya akan memberikan kuasa atas segala sesuatu yang ia miliki kepada hambanya itu!


“Hai orang-orang Israel, dengarkanlah! Seperti Saudara maklum, di hadapan umum Allah memberikan kuasa-Nya kepada Yesus dari Nazaret dengan melakukan mukjizat-mukjizat besar melalui Dia.


sebab saya tidak gentar menyampaikan pesan Allah kepada Saudara sekalian.


Orang yang melayani Kristus dengan menjalani hidup yang begitu menyenangkan hati Allah dan dihormati oleh manusia.


Kemudian sampaikan salam saya juga kepada Apeles, seorang saleh yang diperkenan Tuhan. Salam hangat saya kepada mereka yang bekerja di rumah Aristobulus.


Jangan biarkan satu pun dari anggota tubuh Saudara diperalat oleh kejahatan untuk berbuat dosa, melainkan serahkanlah diri Saudara sebulat-bulatnya kepada Allah, sebab Saudara telah dihidupkan dari kematian dan Saudara ingin supaya dijadikan alat dalam tangan Allah bagi maksud-maksud-Nya yang baik.


Apabila saya berada di antara orang-orang Kristen yang sudah dewasa kerohaniannya, saya memang berbicara dengan kata-kata berhikmat, tetapi bukan hikmat yang datang dari dunia ini dan bukan pula yang menarik hati orang-orang besar di dunia ini—orang-orang yang menghadapi kebinasaan.


Bilamana seseorang membanggakan diri mengenai betapa baik pekerjaannya, hal itu tidaklah banyak artinya. Tetapi, apabila Tuhan yang memujinya, itu lain soal!


Dialah yang telah menolong kami menyatakan kepada orang lain perjanjian-Nya yang baru untuk keselamatan mereka. Kami tidak menekan mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus menaati semua hukum Allah, dan kalau tidak, mereka mati; melainkan kami mengajarkan kepada mereka, bahwa ada kehidupan dari Roh Kudus bagi mereka. Cara yang lama, yaitu mencari keselamatan dengan menjalankan hukum Musa, berakhir dengan kematian. Di dalam cara yang baru, Roh Kudus memberi mereka kehidupan.


Kami tidak berusaha mengakali orang supaya mereka percaya. Kami tidak mengelabui orang. Kami tidak pernah mengajarkan sesuatu sebagai ajaran Alkitab, padahal bukan. Kami tidak memakai cara yang memalukan seperti itu. Sementara berbicara, kami berdiri di hadirat Allah. Dengan demikian, kami menyatakan kebenaran, sebagaimana dimaklumi oleh semua orang yang mengenal kami.


Jadi, kami selalu bertujuan menyenangkan Dia, apa pun yang kami lakukan, baik di dalam tubuh yang fana di dunia ini, maupun di dalam tubuh surgawi bersama-sama dengan Dia di surga.


Apakah saya, ketika saya mengatakan demikian, berusaha diakui oleh manusia ataupun menyenangkan Allah? Seandainya saya masih berusaha menyenangkan manusia, saya tidak dapat menjadi hamba Kristus.


Karena apa yang dilakukan Kristus, Saudara sekalian yang mendengar Berita Kesukaan tentang bagaimana diselamatkan, serta yang beriman kepada Kristus, juga dimeteraikan sebagai milik Kristus oleh Roh Kudus, yang telah lama dijanjikan kepada semua orang Kristen.


Karena kami berbicara sebagai utusan-utusan Allah, yang telah diberi-Nya kepercayaan untuk memberitakan kebenaran; sedikit pun berita itu tidak kami ubah. Tujuan kami bukanlah menyenangkan mereka yang mendengarnya, karena kami hanya melayani Allah, yang menguji pikiran hati kami yang paling dalam.


Saudara sekalian yang saya kasihi, peringatkanlah mereka yang malas, hiburkanlah mereka yang ketakutan, peliharakanlah mereka yang lemah, dan bersabarlah terhadap setiap orang.


Bilamana hal-hal ini kaujelaskan kepada orang-orang lain, maka engkau menjalankan tugasmu sebagai gembala jemaat yang baik, yang penuh dengan iman dan ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.


Marilah kita sungguh-sungguh berusaha memasuki tempat perhentian itu, dan berhati-hati jangan sampai kita melawan Allah seperti yang dilakukan bangsa Israel, sehingga mereka tidak dapat masuk.


Berbahagialah orang yang tidak berbuat salah pada saat ia menghadapi cobaan, karena sebagai hadiahnya ia akan memperoleh mahkota kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada mereka yang mengasihi Dia.


Atas kehendak-Nya sendiri Ia memberi kita kehidupan baru melalui Firman Kebenaran, Kabar Kesukaan. Jadi kita telah menjadi awal dari ciptaan baru-Nya.


Jadi, Saudara sekalian yang saya kasihi, berusahalah membuktikan bahwa Saudara benar-benar tergolong orang yang sudah dipanggil serta dipilih Allah, supaya Saudara tidak akan tersandung atau jatuh.


dengan harapan semoga benar-benar tertanam dalam hati Saudara dan akan tetap diingat sesudah saya tidak ada.


Sahabat-sahabat yang saya kasihi, sambil menantikan kejadian-kejadian ini dan kedatangan Tuhan, berusahalah hidup tanpa dosa; dan berdamailah dengan setiap orang, supaya Saudara menyenangkan hati-Nya pada waktu Ia datang lagi.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan