2 Petrus 1:17 - Firman Allah Yang Hidup17-18 Ketika Ia bersinar-sinar dengan kemuliaan yang diberikan kepada-Nya oleh Allah, Bapa-Nya, saya berada di atas gunung yang suci itu dan mendengar suara Allah Yang Mahakuasa itu berseru dari surga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, Aku sangat berkenan akan Dia.” Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 217 Sebab Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini17 Kami berada di sana ketika Ia dihormati dan diagungkan oleh Allah Bapa. Pada waktu itu terdengar suara dari Yang Mahamulia, yang berkata kepada-Nya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku!” Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia17-18 Kamilah yang hadir di atas gunung suci itu ketika Dia menerima hormat dan kemuliaan dari Allah Bapa Yang Mahamulia, yaitu ketika terdengar suara Allah dari surga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang sangat Aku kasihi. Dialah yang menyenangkan hati-Ku.” Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca17 Yesus telah menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa ketika Ia mendengar suara dari Allah Yang Mahamulia berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Aku sangat berkenan kepada-Nya.” Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua17 Yesus menerima penghormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa ketika suara kemuliaan yang agung berbicara kepada-Nya dan mengumumkan, “Inilah Putraku, yang Aku kasihi, dan yang benar-benar menyenangkan-Ku.” Lihat babnya |
Alangkah mulianya Allah yang kita sembah. Dialah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, sumber segala kemurahan. Dia pulalah yang memberikan penghiburan dan kekuatan kepada kita pada waktu kita dalam kesulitan dan cobaan. Mengapa Allah berbuat demikian? Supaya pertolongan dan penghiburan yang kita terima dari Dia dapat kita sampaikan kepada orang lain yang hidup dalam kesulitan dan memerlukan simpati dan dorongan.
Anak Allah itu menyinarkan kemuliaan Allah, dan segala sifat serta perbuatan-Nya menunjukkan bahwa Ia adalah Allah. Ia mengatur alam semesta dengan kuasa firman-Nya. Dialah yang telah mati untuk menyucikan kita serta menghapuskan segala dosa kita, lalu duduk dalam kemuliaan tertinggi di sebelah kanan Allah Yang Mahabesar di surga.