Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




2 Korintus 6:1 - Firman Allah Yang Hidup

1 Sebagai teman sekerja Allah, kami mohon supaya Saudara jangan menyia-nyiakan berita menakjubkan mengenai kebaikan Allah yang besar ini.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah kamu terima.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Karena kami bekerja bersama-sama dengan Allah, maka kami mohon dengan sangat janganlah kalian menyia-nyiakan kebaikan hati Allah itu.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Sebagai utusan-utusan Allah, kami mendorong kalian masing-masing: Janganlah sia-siakan kebaikan hati Allah yang sudah kamu terima.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Sebagai teman sekerja Allah, kami juga mohon kepadamu untuk tidak menyia-nyiakan anugerah yang sudah kamu terima dari Allah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Sebagai pekerja bersama dengan Allah, kami juga memohon kepada kalian untuk tidak membuat penerimaan kalian terhadap anugerah Allah menjadi sia-sia.

Lihat babnya Menyalin




2 Korintus 6:1
19 Referensi Silang  

“Yerusalem, Yerusalem, kota yang membunuh para nabi dan yang merajam semua orang yang diutus Allah kepadanya! Betapa seringnya Aku berhasrat mengumpulkan anak-anakmu seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi engkau tidak mau.


Ketika ia sampai di sana dan melihat perkara-perkara ajaib yang sedang dilakukan Allah, ia pun diliputi kegirangan dan sukacita. Ia mendorong mereka supaya setia kepada Tuhan, apa pun akibatnya.


Sekalipun demikian, kedua rasul itu lama tinggal di sana dan mengajar dengan berani, dan Tuhan membuktikan kuasa untuk melakukan mukjizat.


Karena itu, Saudara sekalian yang saya kasihi, saya mohon supaya Saudara melayani Allah dengan seluruh hidup kalian, mempersembahkan dirimu sebagai suatu persembahan yang hidup dan suci, suatu persembahan yang menyukakan hati-Nya. Melayani Dia dengan cara ini adalah ibadat sejati dan balasan yang pantas untuk kasih-Nya.


Kami adalah teman sekerja Allah. Saudara sekalian adalah kebun Allah, bukan kebun kami; Saudara adalah rumah Allah, bukan rumah kami.


Saya mohon kepada Saudara—ya, saya, Paulus—mohon dengan lemah lembut, sebagaimana Kristus sendiri akan melakukannya. Tetapi beberapa di antara Saudara berkata, “Surat-surat Paulus dari jauh memang berani sekali; tetapi, apabila ia sudah ada di sini, ia akan takut membuka mulut!”


Saya bukan orang yang menganggap bahwa kematian Kristus tidak ada artinya. Seandainya keselamatan dapat diperoleh dengan menaati Hukum Taurat, maka Kristus mati dengan sia-sia.


Saudara telah menderita banyak demi Injil. Apakah sekarang Saudara akan membuang semua itu dengan begitu saja? Saya rasa mustahil!


Seperti sudah saya katakan, ketika saya sudah tidak tahan lagi, saya mengutus Timotius untuk meneliti apakah iman Saudara masih tetap teguh. Saya takut kalau-kalau Saudara dikalahkan oleh Iblis, sehingga sia-sialah segala pekerjaan kami.


Sebab sekarang keselamatan kekal ditawarkan sebagai hadiah cuma-cuma kepada setiap orang.


Hendaklah Saudara saling menjagai, supaya tidak seorang pun di antara Saudara gagal mendapat berkat Allah. Jagalah supaya jangan ada kepahitan yang berakar di antara Saudara-saudara, sebab kalau ada, hal itu akan menyebabkan banyak kesulitan yang merusak kehidupan rohani banyak orang.


Jadi, usahakanlah untuk tidak menolak Dia yang berbicara kepada Saudara. Sebab, jika bangsa Israel tidak luput dari hukuman, pada waktu mereka tidak taat kepada Musa, yang hanya sekadar utusan Allah di bumi; bayangkanlah betapa besar bahaya yang kita hadapi, bila kita tidak mau mendengarkan Allah yang berbicara kepada kita dari surga!


Sekalipun janji Allah—yaitu bahwa setiap orang boleh masuk ke dalam tempat perhentian-Nya—masih tetap berlaku, kita patut gemetar ketakutan, sebab beberapa di antara Saudara hampir-hampir tidak dapat sampai ke sana.


Allah telah memberikan bakat-bakat khusus kepada Saudara masing-masing. Pergunakanlah bakat-bakat itu untuk saling menolong dan salurkanlah berkat Allah yang bermacam-macam itu kepada orang lain.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan