Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




2 Korintus 11:1 - Firman Allah Yang Hidup

1 Saya harap Saudara bersabar terhadap saya, sementara saya terus berbicara seperti orang tolol. Bersabarlah dan izinkan saya mengutarakan isi hati saya.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

1 Perkenankanlah saya berlaku agak bodoh sedikit. Boleh, bukan?

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

1 Wah, Saudara-saudari, begitu lama kalian sudah bersabar membaca surat yang panjang ini! Kalau ada di antara kalian yang merasa nasihat saya kurang bijaksana, saya minta maaf, karena sekarang saya mau menambahkan sesuatu yang memang benar-benar kurang bijak!

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

1 Aku berharap kamu bersabar dengan aku meskipun ketika aku agak bodoh. Benar, mohon bersabar dengan aku.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

1 Kuharap kau bisa menerima sedikit lebih banyak kebodohan dariku — yah, kau sudah tahan denganku!

Lihat babnya Menyalin




2 Korintus 11:1
17 Referensi Silang  

Yesus menjawab, “Hai kalian, orang-orang yang tidak beriman dan keras kepala! Berapa lama lagi Aku harus bersabar terhadap kalian? Bawalah anak itu kemari!”


Ketika Paulus hendak membela diri, Galio berkata kepada orang-orang Yahudi itu, “Dengarlah, hai orang-orang Yahudi, seandainya perkara ini perkara pidana, aku berkewajiban memperhatikan dakwaan kalian.


Paulus menjawab, “Apakah cepat atau tidak, doa hamba kepada Allah kiranya Baginda dan para hadirin sekalian akan menjadi seperti hamba, kecuali belenggu ini.”


Karena dengan hikmat-Nya Allah menjaga supaya dunia tidak akan pernah dapat mengenal Dia melalui kecerdasan manusia. Maksud Allah ialah menyelamatkan semua orang yang percaya akan berita-Nya, yang oleh dunia dianggap bodoh dan tidak masuk akal.


Janganlah terus-menerus menipu diri sendiri. Kalau Saudara menganggap diri pandai menurut ukuran dunia, lebih baik Saudara membuang anggapan semacam itu dan menjadi orang bodoh, daripada Saudara tidak memperoleh hikmat sejati dari surga.


Saudara mengatakan bahwa agama telah menjadikan kami tolol. Tentu saja, sebab Saudara orang Kristen yang bijaksana dan berakal sehat. Kami lemah, tetapi Saudara kuat! Saudara dihormati orang, sedangkan kami ditertawakan.


Tampaknya Saudara mengira bahwa Saudara sudah mempunyai segala makanan rohani yang Saudara butuhkan. Secara rohani Saudara sudah merasa kenyang dan puas seperti raja di atas singgasana. Seolah-olah Saudara sudah meninggalkan kami jauh di belakang! Betapa baiknya seandainya Saudara benar-benar sudah ada di atas singgasana; karena, apabila saat itu tiba, pasti kami juga akan ada di tempat itu, memerintah bersama dengan Saudara.


(Saudara menganggap diri bijaksana, namun dengan senang hati Saudara mendengarkan orang-orang bodoh itu. Saudara sama sekali tidak berkeberatan pada waktu mereka memperhamba Saudara, merampas segala sesuatu yang Saudara miliki, mengambil keuntungan dari Saudara, berlaku angkuh, dan menampar muka Saudara.


Saya malu mengatakan bahwa saya tidak sekuat dan seberani itu! Tetapi apa pun yang dapat mereka sombongkan—nah, saya berbicara seperti orang tolol lagi—saya juga dapat menyombongkannya.)


Saudara tampaknya sangat mudah terpengaruh. Saudara memercayai apa saja yang dikatakan orang, sekalipun orang itu berkhotbah mengenai Yesus yang lain daripada Yesus yang kami beritakan atau mengenai roh yang lain daripada Roh Kudus, yang telah Saudara terima, atau menunjukkan jalan yang lain untuk memperoleh keselamatan. Semua itu Saudara telan begitu saja.


Saudara telah membuat saya berlaku seperti orang tolol—bermegah-megah seperti ini—sebab Saudaralah yang seharusnya menulis mengenai saya dan bukan menyebabkan saya menulis mengenai diri sendiri. Tidak ada sesuatu pun yang dimiliki oleh orang-orang yang mengagumkan itu yang tidak saya miliki, walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak berharga.


Apakah pikiran kami tidak waras (karena mengatakan hal-hal seperti itu mengenai diri kami)? Kalau demikian halnya, kami melakukannya untuk membawa kemuliaan bagi Allah. Dan kalau pikiran kami waras, itu adalah untuk kebaikan Saudara. Apa pun yang kami lakukan, jelas bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan karena kasih Kristus sekarang menguasai kami. Karena kita percaya bahwa Kristus mati bagi kita sekalian, hendaknya kita juga percaya bahwa kita telah mati terhadap hidup lama yang dahulu kita jalani.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan