2 Korintus 11:1 - Firman Allah Yang Hidup1 Saya harap Saudara bersabar terhadap saya, sementara saya terus berbicara seperti orang tolol. Bersabarlah dan izinkan saya mengutarakan isi hati saya. Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 21 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini1 Perkenankanlah saya berlaku agak bodoh sedikit. Boleh, bukan? Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku! Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia1 Wah, Saudara-saudari, begitu lama kalian sudah bersabar membaca surat yang panjang ini! Kalau ada di antara kalian yang merasa nasihat saya kurang bijaksana, saya minta maaf, karena sekarang saya mau menambahkan sesuatu yang memang benar-benar kurang bijak! Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca1 Aku berharap kamu bersabar dengan aku meskipun ketika aku agak bodoh. Benar, mohon bersabar dengan aku. Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua1 Kuharap kau bisa menerima sedikit lebih banyak kebodohan dariku — yah, kau sudah tahan denganku! Lihat babnya |
Tampaknya Saudara mengira bahwa Saudara sudah mempunyai segala makanan rohani yang Saudara butuhkan. Secara rohani Saudara sudah merasa kenyang dan puas seperti raja di atas singgasana. Seolah-olah Saudara sudah meninggalkan kami jauh di belakang! Betapa baiknya seandainya Saudara benar-benar sudah ada di atas singgasana; karena, apabila saat itu tiba, pasti kami juga akan ada di tempat itu, memerintah bersama dengan Saudara.
(Saudara menganggap diri bijaksana, namun dengan senang hati Saudara mendengarkan orang-orang bodoh itu. Saudara sama sekali tidak berkeberatan pada waktu mereka memperhamba Saudara, merampas segala sesuatu yang Saudara miliki, mengambil keuntungan dari Saudara, berlaku angkuh, dan menampar muka Saudara.
Saudara tampaknya sangat mudah terpengaruh. Saudara memercayai apa saja yang dikatakan orang, sekalipun orang itu berkhotbah mengenai Yesus yang lain daripada Yesus yang kami beritakan atau mengenai roh yang lain daripada Roh Kudus, yang telah Saudara terima, atau menunjukkan jalan yang lain untuk memperoleh keselamatan. Semua itu Saudara telan begitu saja.
Saudara telah membuat saya berlaku seperti orang tolol—bermegah-megah seperti ini—sebab Saudaralah yang seharusnya menulis mengenai saya dan bukan menyebabkan saya menulis mengenai diri sendiri. Tidak ada sesuatu pun yang dimiliki oleh orang-orang yang mengagumkan itu yang tidak saya miliki, walaupun sebenarnya saya sama sekali tidak berharga.
Apakah pikiran kami tidak waras (karena mengatakan hal-hal seperti itu mengenai diri kami)? Kalau demikian halnya, kami melakukannya untuk membawa kemuliaan bagi Allah. Dan kalau pikiran kami waras, itu adalah untuk kebaikan Saudara. Apa pun yang kami lakukan, jelas bukan untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan karena kasih Kristus sekarang menguasai kami. Karena kita percaya bahwa Kristus mati bagi kita sekalian, hendaknya kita juga percaya bahwa kita telah mati terhadap hidup lama yang dahulu kita jalani.