1 Korintus 8:9 - Firman Allah Yang Hidup9 Tetapi, apabila Saudara mempergunakan kebebasan Saudara untuk memakannya, berhati-hatilah jangan sampai menyebabkan seorang saudara seiman jatuh ke dalam dosa karena ia mempunyai hati nurani yang lebih lemah daripada Saudara. Lihat babnyaLebih banyak versiPerjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 29 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Lihat babnyaAlkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini9 Tetapi, hati-hati! Jangan sampai terjadi bahwa orang lain menjadi berdosa -- karena keyakinannya belum kuat -- oleh sebab Saudara bebas melakukan apa saja. Lihat babnyaAlkitab Terjemahan Baru9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. Lihat babnyaTerjemahan Sederhana Indonesia9 Meskipun begitu, berhati-hatilah supaya kebebasan kita tidak membuat saudara kita yang lemah jatuh ke dalam dosa, karena dia mudah merasa bersalah. Lihat babnyaPerjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca9 Tetapi berhati-hatilah dengan kebebasanmu. Kebebasan untuk makan apa pun mungkin membuat mereka yang mempunyai keraguan menjadi tersandung. Lihat babnyaAlkitab Gratis untuk Semua9 Tetapi jagalah agar kalian tidak menggunakan kebebasan untuk makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala ini untuk menyinggung mereka yang lemah dan mudah jatuh ke dalam dosa, sebab mereka gampang merasa bersalah. Lihat babnya |
Walaupun kita percaya, bahwa bagi Tuhan tidak menjadi soal apakah sesuatu kita lakukan atau tidak, kita tidak boleh dengan begitu saja melakukannya untuk kesenangan diri sendiri, sebab kita harus mempertimbangkan kebimbangan dan ketakutan orang lain, yaitu orang yang merasa bahwa hal itu salah. Marilah kita menyenangkan hati orang lain, bukan hati kita sendiri, dan melakukan apa yang baik baginya dan yang akan membangun dia dalam Tuhan.
Sebab inilah yang mungkin terjadi: Seseorang yang menganggap bahwa makan makanan yang telah dipersembahkan itu salah, melihat Saudara makan di rumah berhala karena Saudara tahu bahwa hal itu tidak menjadi soal. Kemudian ia juga memberanikan diri melakukan hal yang sama, tetapi ia tetap merasa bahwa perbuatannya itu salah.
Bilamana saya bersama-sama dengan orang yang hati nuraninya mudah risau, saya tidak berlaku seakan-akan saya lebih tahu dan mengatakan bahwa mereka berlaku bodoh. Dengan demikian mereka mau membiarkan saya menolong mereka. Bagaimanapun sifat dan keadaan seseorang, saya berusaha mencari persesuaian paham dengan dia, supaya ia mau membiarkan saya bercerita kepadanya tentang Kristus dan membiarkan Kristus menyelamatkannya.
“Tetapi ada beberapa hal pada kalian yang tidak Kusukai. Kalian membiarkan beberapa orang berbuat seperti yang dilakukan Bileam, ketika ia mengajarkan kepada Balak bagaimana caranya menghancurkan bangsa Israel, yaitu dengan melibatkan mereka dalam dosa perzinaan dan menganjurkan mereka agar menghadiri pesta-pesta berhala.