Biblia Todo Logo
Alkitab Daring
- Iklan -




1 Korintus 8:9 - Firman Allah Yang Hidup

9 Tetapi, apabila Saudara mempergunakan kebebasan Saudara untuk memakannya, berhati-hatilah jangan sampai menyebabkan seorang saudara seiman jatuh ke dalam dosa karena ia mempunyai hati nurani yang lebih lemah daripada Saudara.

Lihat babnya Menyalin


Lebih banyak versi

Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2

9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini

9 Tetapi, hati-hati! Jangan sampai terjadi bahwa orang lain menjadi berdosa -- karena keyakinannya belum kuat -- oleh sebab Saudara bebas melakukan apa saja.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Terjemahan Baru

9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

Lihat babnya Menyalin

Terjemahan Sederhana Indonesia

9 Meskipun begitu, berhati-hatilah supaya kebebasan kita tidak membuat saudara kita yang lemah jatuh ke dalam dosa, karena dia mudah merasa bersalah.

Lihat babnya Menyalin

Perjanjian Baru - Versi Mudah Dibaca

9 Tetapi berhati-hatilah dengan kebebasanmu. Kebebasan untuk makan apa pun mungkin membuat mereka yang mempunyai keraguan menjadi tersandung.

Lihat babnya Menyalin

Alkitab Gratis untuk Semua

9 Tetapi jagalah agar kalian tidak menggunakan kebebasan untuk makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala ini untuk menyinggung mereka yang lemah dan mudah jatuh ke dalam dosa, sebab mereka gampang merasa bersalah.

Lihat babnya Menyalin




1 Korintus 8:9
27 Referensi Silang  

“Janganlah sekali-kali kalian memandang rendah salah seorang anak kecil ini. Karena Aku beritahukan kepada kalian bahwa di surga malaikat-malaikat mereka senantiasa berada di hadapan Bapa-Ku.


Walaupun kita percaya, bahwa bagi Tuhan tidak menjadi soal apakah sesuatu kita lakukan atau tidak, kita tidak boleh dengan begitu saja melakukannya untuk kesenangan diri sendiri, sebab kita harus mempertimbangkan kebimbangan dan ketakutan orang lain, yaitu orang yang merasa bahwa hal itu salah. Marilah kita menyenangkan hati orang lain, bukan hati kita sendiri, dan melakukan apa yang baik baginya dan yang akan membangun dia dalam Tuhan.


Janganlah hanya memikirkan diri sendiri. Pikirkan juga orang lain dan apa yang baik baginya.


Tetapi, kalau ada orang yang berkata kepada Saudara bahwa daging itu telah dipersembahkan kepada berhala, maka janganlah Saudara makan daging itu, demi orang itu dan hati nuraninya.


Dalam hal ini yang penting bukan perasaan hati Saudara sendiri, melainkan perasaan hatinya. Tetapi Saudara mungkin bertanya, mengapa saya harus diatur dan dibatasi oleh perasaan hati orang lain?


Jadi, janganlah menjadi batu antukan bagi siapa pun, baik bagi orang Yahudi, orang bukan Yahudi maupun bagi orang Kristen.


Sebab inilah yang mungkin terjadi: Seseorang yang menganggap bahwa makan makanan yang telah dipersembahkan itu salah, melihat Saudara makan di rumah berhala karena Saudara tahu bahwa hal itu tidak menjadi soal. Kemudian ia juga memberanikan diri melakukan hal yang sama, tetapi ia tetap merasa bahwa perbuatannya itu salah.


Apabila dengan cara begitu Saudara berdosa terhadap seorang saudara seiman, maka Saudara berdosa terhadap Kristus.


Bilamana saya bersama-sama dengan orang yang hati nuraninya mudah risau, saya tidak berlaku seakan-akan saya lebih tahu dan mengatakan bahwa mereka berlaku bodoh. Dengan demikian mereka mau membiarkan saya menolong mereka. Bagaimanapun sifat dan keadaan seseorang, saya berusaha mencari persesuaian paham dengan dia, supaya ia mau membiarkan saya bercerita kepadanya tentang Kristus dan membiarkan Kristus menyelamatkannya.


Saya malu mengatakan bahwa saya tidak sekuat dan seberani itu! Tetapi apa pun yang dapat mereka sombongkan—nah, saya berbicara seperti orang tolol lagi—saya juga dapat menyombongkannya.)


Siapa gerangan yang lemah dan saya tidak merasakan kelemahannya? Siapa yang dituntun ke dalam dosa, dan saya tidak diderita oleh rasa terbakar di dalam hati?


Kami berusaha hidup demikian rupa, sehingga tidak menghalangi seorang untuk menerima Berita Kesukaan. Pelayanan kami tidak boleh didiskreditkan.


Saudara sekalian yang saya kasihi, Saudara telah diberi kemerdekaan: bukan kemerdekaan untuk berbuat salah, melainkan kemerdekaan untuk saling mengasihi dan saling melayani.


Jangan biarkan orang lain merusak iman dan sukacita Saudara dengan filsafat dan ajaran salah dan dangkal yang berdasarkan pikiran dan gagasan manusia, yang bukan berdasarkan pengajaran Kristus.


Saudara mempunyai kebebasan, tetapi tidak berarti bebas untuk berbuat salah. Pakailah kebebasan itu semata-mata untuk melakukan kehendak Allah.


Mereka menjanjikan kebebasan, padahal mereka sendiri adalah hamba dosa dan kebobrokan, sebab manusia diperhamba oleh yang menguasainya.


“Tetapi ada beberapa hal pada kalian yang tidak Kusukai. Kalian membiarkan beberapa orang berbuat seperti yang dilakukan Bileam, ketika ia mengajarkan kepada Balak bagaimana caranya menghancurkan bangsa Israel, yaitu dengan melibatkan mereka dalam dosa perzinaan dan menganjurkan mereka agar menghadiri pesta-pesta berhala.


Ikuti kami:

Iklan


Iklan